Anda di halaman 1dari 19

REFERAT

Laboratorium Ilmu Telinga Hidung


Kepala-Leher

Laringitis Akut

Dwiki Fitrandy Rezy Rizaly 1210015001


Siti Saleha 1310015081

Pembimbing :
dr. Soehartono, Sp THT-KL
Bab 1
Pendahuluan

O Laringitis akut : mendadak dan biasanya dapat sembuh


dengan sendirinya (self-limited), kurang dari 3 minggu.

O Etiologi penyalahgunaan vokal, paparan agen berbahaya,


atau agen infeksius (virus/bakteri) yang menyebabkan
infeksi saluran pernapasan bagian atas.

O Epidemiologi laringitis akut pada usia 18-40 tahun, pada


anak-anak usia 3 tahun ke atas.
Bab 2
Tinjauan Pustaka

O Faring, laring, trakea dan paru hari 18


O Sulkus / alur laringotrakeal hari 21
O Kaudal primaordial paru
O Kantung dan lobus 2 paru hari 27/28
O Proksimal tuba laring
O Pembesaran aritenoid, laring epitelial hari 33
O Minggu 3 selanjutnya kartilago, otot, dan pita suara, namun
kartilago epiglotis tidak
Embriologi faring
Anatomi Laring
Struktur Kerangka laring
Persarafan Laring
Vaskularisasi laring
Fisiologi Laring

1. Fonasi
2. Fungsi proteksi
3. Fungsi respirasi
4. Fungsi sirkulasi
5. Fungsi fiksasi
6. Fungsi menelan
7. Fungsi batuk
8. Fungsi ekspektorasi
9. Fungsi emosi
Laringitis akut
O Definisi
Laringitis akut adalah radang akut pada laring yang
disebabkan oleh virus dan bakteri yang berlangsung kurang
dari 3 minggu.
Laringitis akut umumnya merupakan kelanjutan dari
rinofaringitis (common cold). Pada anak, laringitis akut ini
dapat menimbulkan sumbatan jalan napas, sedangkan pada
dewasa tidak secepat pada anak.
Etiologi 5,8
O Laringitis akut ini dapat terjadi dari kelanjutan infeksi
saluran nafas seperti influenza atau common cold.
O Infeksi virus influenza(tipe A dan B), parainfluenza
(tipe 1,2,3), rhinovirusdan adenovirus. Penyebab lain
adalah Haemofilus influenzae, Branhamella
catarrhalis, Streptococcus pyogenes, Staphylococcus
aureus dan Streptococcus pneumoniae.
O Penyakit ini dapat terjadi karena perubahan musim
/cuaca
O Pemakaian suara yang berlebihan
O Trauma
O Bahan kimia
O Merokok dan minum-minum alcohol
O Alergi
O Patofisiologi

Perubahan suhu mendadak, defisiensi diet,tidak ada


imunitas penurunan daya tahan tubuh peningkatan
prevalensi virus (pneumokokus, streptococcus hemolyticus,
streptococcus viridans) masuk ke dalam tubuh melalui
saluran pernapasan masuk ke sirkulasi iritasi mukosa
saluran nafas (reaksi radang) merangsang pengeluaran
mukus yang berlebihan batuk berlebihan iritasi laring
edema laring (inflamasi) nyeri telan, sumbatan jalan
nafas, peningkatan suhu tubuh
O Manifestasi Klinis

1. Gejala lokal (suara parau)


2. Sesak nafas dan stridor
3. Nyeri tenggorokan saat menelan atau berbicara
4. Gejala radang umum (demam, malaise)
5. Batuk kering
6. Gejala commmon cold dan influenza (bersin-
bersin)
O Pemeriksaan Penunjang

1. Foto rontgen leher AP : bisa tampak


pembengkakan jaringan subglotis (Steeple
sign).
2. Pemeriksaan laboratorium : gambaran darah
dapat normal. Jika disertai infeksi sekunder,
leukosit dapat meningkat.
3. Pada pemeriksaan laringoskopi indirek akan
ditemukan mukosa laring yang sangat
sembab, hiperemis dan tanpa membran serta
tampak pembengkakan subglotis yaitu
pembengkakan jaringan ikat pada konus
elastikus yang akan tampak dibawah pita
suara.
O Diagnosis Banding

1. Laringitis Kronik
2. Reflux Laryngitis
3. Rhinitis
4. Spasmodic Dysphonia
5. Infeksi Saluran Pernapasan Atas
O Penatalaksanaan

Terapi:
1. Istirahat berbicara dan bersuara selama 2-3 hari
2. Jika pasien sesak dapat diberikan O 2 2 L/ menit
3. Menghirup uap hangat dan dapat ditetesi minyak
atsiri / minyak mint bila ada muncul sumbatan
dihidung atau penggunaan larutan garam fisiologis
(saline 0,9 %) yang dikemas dalam bentuk semprotan
hidung atau nasal spray

O Medikamentosa :
1. Parasetamol atau ibuprofen / antipiretik
2. Obat anti nyeri / analgetik
3. Dekongestan nasal seperti fenilpropanolamin (PPA),
efedrin, pseudoefedrin, napasolin dapat diberikan
dalam bentuk oral ataupun spray.
4. Antibiotik
O Prognosis

Penderita laringitis akut ini umumnya baik


dan pemulihannya selama satu minggu.
Namun pada anak khususnya pada usia 1-3
tahun penyakit ini dapat menyebabkan udem
laring dan udem subglotis sehingga dapat
menimbulkan obstruksi jalan nafas dan bila
hal ini terjadi dapat dilakukan pemasangan
endotrakeal atau trakeostom.
Bab 3
Kesimpulan

O Laringitis akut merupakan kelainan pada laring yakni


peradangan akut pada laring yang biasanya kelanjutan
dari penyakit rhinofaringitis atau common cold.
O Gejala klinis adalah suara parau bahkan sampai
hilangnya suara atau afoni, sesak nafas bahkan stridor,
nyeri tenggorokan, nyeri menelan dan berbicara, gejala
common cold dan inflenza, dengan mukasa laring yang
hiperemis, membengkak terutama dibagian atas dan
bawah pita suara dan juga didapatkan tanda radang
akut dihidung atau sinus paranasal atau paru.
O Laringitis akut dapat sembuh sendiri dengan
pemberian antibiotik yang adekuat dan kortikosteroid,
dalam waktu seminggu.
Terima Kasih