Anda di halaman 1dari 84

HORMON

Di dalam tubuh manusia tdpt 2 macam kelenjar


1. Kelenjar eksokrin :
yang mengeluarkan sekretnya melalui satu
saluran : Kel. Keringat
2. Kelenjar endokrin :
Yang mengeluarkan sekretnya, langsung
dicurahkan ke dalam sirkulasi darah
Defenisi :
- Hormon adalah zat yang dihasilkan oleh
kelenjar endokrin, disekresikan ke dalam darah,
dan sampai ke sel sasaran menuju jaringan lain
dalam tubuh tempat hormon tersebut
menimbulkan efek fisiologis

FUNGSI HORMON
Integrasi fungsi-fungsi tubuh (al : pengaturan
fungsi jaringan yg distal dari kelenjar)
Mempertahankan homoestatis tubuh
Mengaktifkan/menghambat proses
metabolisme
Berperan dalam proses reproduksi,
pertumbuhan sel dan difrensiasi sel
Komunikasi antar sel dilakukan oleh 4 Sistem endokrin
sistem yg berbeda
1. Sistem saraf , baik sentral maupun
perifer,yg bekerja melalui sinyal
neurotransmiter listrik yg kompleks
dan lengkung refleks
2. Sistem endokrin yg melalui beberapa
kelenjar, mensekresikan ke dalam
darah yg memiliki efek fisiologis pd
jaringan sasaran
3. Sistem parakrin dan autokrin,
membentuk dan mensekresikan zat
ke dalam ruang antar sel dan
memodifikasi fungsi sel tanpa masuk
ke dalam aliran darah
4. Sistem imun, yg memantau dan
memperantarai respons thp ancaman
eksternal thp organisme
Molekul sinyal :
1. Parakrin : Molekul sinyal yg bekerja jauh dari
sel yg mensekresinya, namun dapat
juga bekerja sebagai mediator lokal pada sel
yg berdekatan
2. Sinaptik : sistem saraf neuron mengirim
impuls listrik sampai ke ujung akson
untuk melepaskan sinyal kimia
(neurotransmiter). Ujung saraf akan
berhubungan dgn sel target melalui
hubungan sel khusus (sinap kimia)
3. Sistem endokrin : Sistem penghantaran sinyal yg
bersifat khusus namun menyeluruh, sel-sel
penghasil sinyal disebut sel endokrin
4. Autokrin : Penghantaran sinyal kepada dirinya
sendiri

Gap Junction : cara lain untuk koordinasi sel, sel yg


berdekatan sering ada saluran air yg sempit shg
memungkinkan adanya hubungan antara
sitoplasma ke dua sel. Misalnya Ca+2 dan cAMP
namun tdk makromolekul
Paradigma sentral dalam endokrinologi
1. Dengan adanya rangsang spesifik, sel
pengirim sinyal akan mesintesis dan
mensekresikan pembawa pesan
kimia disebut hormon
2. Hormon akan berdifusi ke dalam ruang
ekstraseluler, melalui endotel kapiler
lokal dan memasuki aliran darah
3. Aliran darah akan menyiarkan pesan ke
sel-sel yg ada di seluruh tubuh
4. Hormon akan diikat oleh reseptor spesifik
yg tdpt di dalam maupun di permukaan
sel yg memiliki respon
Paradigma sentral dalam endokrinologi
5. Ikatan reseptor akan mencetuskan respon second
mesenger yg berupa perlibatan senyawa intrasel
dan proses biofisik seperti perubahan
permebialitas membran (transkripsi gen)
6. Pengaruh second mesenger diterjemahkan
menjadi respon seluler seperti kontraksi otot
polos, peningkatan sekresi enzim dsb
MEKANISME UMUM KERJA HORMON

Hormon (H) mempunyai efek fisiologis di jaringan


sasaran/target
Jaringan memp. kemampuan mengenali H
tertentu dalam sirkulasi kemudian berikatan dan
bereaksi secara spesifik thdp molekul H tsbt dan
tidak thdp H lain yang terdapat di dalam darah
Spesifisitas interaksi H-Jar. Target disebabkan oleh
adanya reseptor (R)
Kerja hormon pd tkt sel dimulai dengan
pengikatan H-R spesifik pada sel target
Klasifikasi hormon

Hormon terikat terikat reseptor Hormon terikat terikat reseptor di


di membran plasma sel sitosol / nukleus
1. cAMP : ACTH,ADH.FSH.HCG, TSH Mis : - Estrogen, glukokortikoid,
katekolamin, glukagon mineralokortikoid, tiroid,
2. cGMP : ANF (atrial natriuretic kalsitriol, androgen
factor)
3. Ca+2 : Vasopresin,TRH, GnRH,
Angiotensin II
4. Kaskade kinase/fosfatase :
Insulin, IGF, GH, PRL,
oksitosin, eritropoetin
Struktur Kimia Hormon

Lipid Derivat as. amino Peptida/protein Glikoprotein


a. H. Steroid a. H. tiroid - TRH - TSH
(kortisol, b. Katekolamin - ADH - FSH
esterogen, - epineprin - ACTH - LH
progesteron - norepineprin - Insulin - hCG
testosteron) - PTH
b. H. Kalsitriol - GH
c. Prostaglandin
PEMBAGIAN HORMON
a. Luas Efek
1. Local Hormone
2. General Hormone
b. Susunan Kimia
1. Steroid (= Cholesterol)
Cortex Adrenal : Cortisol dan Aldosteron
Ovarium : Estrogen dan Progesteron
Testis : Testosteron
2. Derivat Asam Amino Tyrosin
Tiroid : Thyroxine dan Triiodothyronine
Medula Adrenal : Epinephrine dan Nor-
Epinephrine
3. Peptida/Protein : TRH, ADH, ACTH, insulin, GH
C. Mekanisme Kerja Kelarutan
1. Hidrofilik (larut air) : Sebagian besar hormon
2. Hidrofobik (tidak larut air) : Hormon Steroid dan
Hormon Tiroid
FUNGSI HORMON :
Mengontrol Tingkat Aktivitas dari Jaringan Target dengan Jalan :
1. Mengubah Rekasi Kimia dalam Sel
2. Mengubah Permiabilitas Membran Sel terhadap bahan
spesifik

HOMEOSTASIS
Faktor pengatur kerja hormon

Kec.sintesis & sekresi hormon dari kelenjar


pembentuknya
Sistem transpor spesifik yg ada dlm plasma
Protein spesifik yg ada dlm sitosol & membran
sel target
Perubahan pd membran dan sitosol sel sasaran
cAMP ion Ca
Klasifikasi Hormon
(Berdasarkan lokasi reseptor, mekanisme kerja)

1. Hormon mengikat reseptor intrasel


- Estrogen - Kalsitriol
- Glukokortikoid - Androgen
- Mineralokortikoid - T3 dan T4
- Progestrin
2. Hormon mengikat reseptor pada permukaan sel
A. Second Messenger = c AMP
- ACTH - FSH - PTH
- Angiotension II - Kalsitonin - TSH
- ADH - Glukagon - LH
Klasifikasi Hormon
(Berdasarkan lokasi reseptor, mekanisme kerja)

B. Mesenger kedua cGMP


- Faktor Natriuretik Atrial (ANF)
- Nitrogen oksida
C. Mesenger kedua kalsitonin/fosfatidilinositol atau keduanya
- Asetilkolin - Oksitosin
- Katekolamin - GnRH
- Angiotensien II
- ADH
D. Mesenger kedua adalah kinase atau lintasan fosfat
- Eritropoetin - Insulin
- H. pertumbuhan (GH) - Insulin like growth factor
MEKANISMA KERJA HORMON

1. Melalui Cyclic AMP Sebagian besar hormon

Membran Cytoplasma
R ATP
HORMON E Adenylcyclase
C
E Cyclic AMP (cAMP)
P = Second Messenger
T Aktivasi Enzim
O
R EFEK FISIOLOGIS

Reaksinya Cepat
MEKANISMA KERJA HORMON
2. Mengaktifasi gen dari sel sehingga mempengaruhi
pembentukan protein spesifik

Hormon Steroid
Cytoplasma

Hormon Steroid Terikat Receptor


(Receptor Spesifik dalam Sel)
Nucleus

Aktivasi Gen Spesifik

Membentuk m-RNA
Cytoplasma

Ribosom

Membentuk Protein Baru


Reaksi Lama
NEGATIVE FEEDBECK MECHANISM

Hipotalamus
IH RH
Adenohipofisis
_ Tropic Hormone +

Target Gland

Target Gland Hormone

POSITIF FEEDBACK MECHANISM

Estrogen LH
NEUROENDOKRIN

Interaksi antara sistem saraf pusat dan


sistem endokrin untuk kontrol
homeostasis
Beberapa neuron dalam hipotalamus
yang disebut dengan neuron
neurosecretory - mensekresikan
(mengeluarkan) hormon-hormon yang
mengontrol dengan ketat sekresi hormon-
hormon dari hipofisis anterior.
Sekresi hormon hipofisis dikontrol oleh
hypothalamus
HIPOTHALAMUS

HIPOFISIS

H. Anterior Pars Intermedia H. Posterior


= Adenohypofisis Rudimenter = Neurohypofisis

Kecuali Hewan
HIPOTHALAMUS

Sekresi Hormon Sekresi


RH (Releasing Hormone)
IH (Inhibitory Hormone)

Tractus Hypothalamico Hypothalamic Hypophyseal


Hypophysialis Portal Vessels

Hipofisis Posterior Hipofisis Anterior

Hormon Disimpan Produksi Hormon


HIPOTALAMUS
Hipotalamus melepaskan hormon pelepas
(releasing hormones) dan hormon penghambat
1. TRH-- Thyrotropin Releasing Hormone
This hormone will affect the anterior
pituitary which will then affect thyroid
gland activity
2. PRH-- Prolactin Releasing Hormone
PIH-- Prolactin Release-Inhibiting Hormone
These two hormones will affect the secretion
of prolactin from the anterior pituitary
3. CRH-- Corticotropin Releasing Hormone
This hormone affects ACTH release from the
anterior pituitary
4. GnRH-- Gonadotropin Releasing Hormone
This hormone will affect the anterior pituitary
which will then affect the gonadal release of
sex hormones
5. GHRH-- Growth Hormone Releasing Hormone
SS-- Somatostatin
Pandangan
menyeluruh
tentang
sistem
hormon
Hypothalamic
and pituitary
hormones
SEKRESI HORMON

a. Hipofisis Posterior
1. Antidiuretic Hormone (ADH)
2. Oxcytocin

b. Hipofisis Anterior
1. Growth Hormone (GH)
2. Adrenocorticotropic Hormone (ACTH, Adrenocorticotropin)
3. Tyroid Stimulating Hormone (TSH, Thyrotropin)
4. Prolactin (LTH = Luteotropic Hormone)
5. Follicle Stimulating Hormone (FSH)
6. Luteinizing Hormone (LH) Gonadotropic Hormone
CNS (Central Nervous System)
Hipotalamus
Hipofisis anterior Hipofisis posterior
Vasopresin (ADH) Oksitosin
Vasopresin (Hormon antidiuretik)

Suatu peptida dgn 9 asam amino, dihasilkan oleh nukleus


supraoptikus dan paraventrikularis hipotalamus
Kerja vasopresin, mampu menimbulkan vasokunstriksi pada
sebagian besar pembuluh darah
Efek ini diperantarai reseptor vasopresin I, dirangsang oleh
pengaktipan fosfolipase C yg menghidrolisis IP2 membentuk DAG
dan IP3. IP3 merangsang pelepasan ion Ca dari retikulum
endoplasma. Ca berperan menimbulkan efek hormon

Pelepasan vasopresin : perubahan osmolitas plasma yg dirasa


osmoreseptor di hipotalamus dan perub. Tekanan di jantung dan
bagian lain di pembuiluh yg dirasa oleh baroreseptor di atrium dan
sinus karotikus
ANTIDIURETIC HORMONE
(ADH, VASOPRESIN)

a. Sekresi : Hipotalamus
Hipofisis Posterior Tempat Penyimpanan

b. Efek :
Menurunkan Volume Urine
ADH Menghemat Air dan Mengatur Tekanan Osmotik Cairan
Tubuh
ADH pada Konsentasi Sedang dan Tinggi Mempunyai
Pressor Effect VASOPRESIN
Cairan Ekstrasel Hipertonik

Air Keluar dari Supraoptic Nuclei


(OSMORECEPTOR)

Menkerut & Terangsang

Merangsang Hipofisis Posterior

Sekresi ADH

Meningkatkan Permiabilitas Distal Tubule, Collecting Tubule dan Collecting


Ductus terhadap Air

Reabsorbsi Air

Urine
Tekanan Darah Rendah (Perdarahan)

Tekanan Atrium Rendah Baroreceptor


- Sinus Caroticus
Stretch Receptor - Aorta
Di Atrium Relaksasi - Sekitar Pulmonal

Sekresi ADH

Vasokontriksi

Tekanan Darah
Faktor Perangsang Dan Penghambat Sekresi ADH :
Trauma
Rasa Sakit
Cemas ADH
Obat ( Morphin, Nicotine, Tranquilizer)

Alkohol ADH
Alkohol

Sekresi ADH Dilatasi Afferen Arteriol

GFR (glomerulo filtration rate)

Diuresis
DIABETES (Diuresis : 15 kali/hari)
Oksitosin
Mengandung 9 asam amino, dihasilkan oleh
nukleus supraoptikus dan paraventrikularis
hipotalamus yg terpisah dari neuron yg
menghasilkan vasopresin
Bekerja pd sist. Reproduksi wanita, merangsang
amplitudo kontraski otot rahim. Efeknya
tergantung esterogen
Berperan selama menyusui, yg menyebabkan
pelepasan prolaktin untuk menginduksi
protein susu
OXYTOCIN

FUNGSI : 1. Pengeluaran ASI (Milk Ejection = Milk Letdown)


2. Kontraksi Uterus * Partus
* Fertilisasi Ovum

Alveoli Kelenjar Mamae Myoepithelial

Kontraksi

Oxytocin
RANGSANGAN/HISAPAN BAYI PADA PAPILA/AEROLA MAMAE

Medula Spinalis

HIPOTHALAMUS Emosi

Hipofisis Posterior Hipofisis Anterior

Oxytocin Prolaktin Produksi ASI

Myooepithelial Cells GnRH


Kontraksi

MILK EJECTION FSH & LH

0,5-1 menit setelah rangsangan OVULASI


1,5 l/hari
KB
RANGSANGAN/IRITASI/STRETCHING
(CERVIC UTERI, UTERUS, VAGINA)

Medula Spinalis

Hipotalamus Emosi

Hipofisis Posterior

Oxytosin

PARTUS POMPA HISAP


1. Bayi
2. Placenta SPERMATOZOA LEBIH
3. Stop Bleeding CEPAT SAMPAI DI TUBAFALLOPII

FERTILISASI
Prolakting Releasing Hormon (PRH) dan
Prolakting Releasing Inhibiting Hormon (PRIH)

Sekresi prolaktin dari galaktotrof di hipofisis


anterior di bawah kontrol hipotalamus
menyebabkan pelepasan prolaktin serta hormon yg
menghambat pelepasan prolaktin
Identitas hormon utama yang melepaskan
prolaktin belum diketahui
Merangsang pelepasan in vivo :
TRH, VIP, Seretonin, oksitosin serta beta endorpin,
bradikini dan asetilkolin
Inhibitor : Dopamin
Thyrotropin Releasing Hormon (TRH)
TRH adalah tripeptida, piroglutamil histidil
prolinamida,zat ini dilindungi di terminalnya
melalui siklisasi glutamat menjadi
piroglutamat, tersebar luas di hpotalamus,
tetapi terkonsentrasi di nukleus
paraventrikularis
Berfungsi mengatur sekresi TSH dari tirotrof,
efek ini diperantarai oleh reseptor spesfik
membran plasma
Berperan penting dalam pengolahan
pascatranslasi gugus oligosakarida TSH
Coticotropin Releasing Hormon

Mengandung peptida dgn 41 asam amino,


dihasilkan oleh nukleus paraventrikularis
CRH mengalir ke kortikotrof ACTH melalui
pembuluh porta hipotalamiko-hipofisialis
Berikatan dgn CRH reseptor spesifik di membran
plasma, sinyal perantara pertama berikatan dgn
adenilat siklase peningkatan cAMP
disertai influks Ca2+ ke sitosol kortikotrof
peningkatan sintesis propiomelanokortin (POMC)
dan sekresi ACTH
Gonadotropin Releasing Hormon (GnRH)

GnRH disekresikansecara episodik, frekuensi sesuai


dgn siklus haid pada wanita
Respon gonad yg normal memerlukan pelepasan
gonadotropin yg bersifat pulsatif (dibutuhkan LH dan
FSH)
Growth Hormone Releasing Hormone (GHRH) dan
Growth Hormone Releasing Inhibiting Hormone GHRIH
Hormon ini dalam bentuk peptida 40 asam amino dan 44
as. Amino yg dikode oleh kromosom 20 dan dibentuk di sel
nukleus arkuatus
Aktivitas biologik terletak pada 29 as. Amino pertama di
bag. Terminalnya
Berinteraksi dgn R di membran plasma somatotrof
GH
Sinyal intrasel cAMP dan kalsium kalmodulin merangsang
pelepasan GH
Somatostatin = GHRIH menhambat pelepasan
Pelepasan GH yg diinduksi oleh sekretogog GH fisiologis :
olahraga, arginin, hipoglikemia dan GHRH
GROWTH HORMON
Adalah suatu polipeptida dgn 191 asam aminoyg
memiliki dua ikatan disulfida intramolekul
Hormon ini dikeluarkan oleh sel somatotrop di
hipofisis anterior
GH + somatomatropin korionik manusia (hCS) yg
dihasilkan plasenta merangsang pertumbuhan janin
(0,1 %) dibanding GH
GH ditentukan oleh keseimbangan GHRH
(somatokrin) dan GHRIH (somatostatin)
Faktor pertumbuhan mirip insulin (IGF-1)=
somatomedin C) dihasilkan di hati sbg respon GH pada
hepatosit, memberi umpan negatif pada somatotrop
untuk membatasi GH
GROWTH HORMONE (GH)

NAMA LAIN = Somatotropic Hormone


= Somatotropin

DISEKRESI :
Anterior pituitary sel somatotropes/sel acidophil
30-40 %
STRUKTUR :
GH : Polypeptida, 191 asam amino
IGF-I : Polypeptida, 70 asam amino

FUNGSI : Merangsang pertumbuhan seluruh jaringan tubuh


Jumlah Sel = Hiperplasia
Ukuran Sel = Hipertropi
Pada awal pertumbuhan : Seluruh organ tubuh

Dewasa : * Setelah epiphise menutup

Tulang berhenti tumbuh


* Soft tissues terus tumbuh

HORMON YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN :


1. Growth hormone/Hormon pertumbuhan
2. Hormon tiroid Thyroxin
3. Hormon sex Androgen : Testosteron
Estrogen
4. Insulin
5. Glukokortikoid Kortisol
Genetik dan Gizi
PERIODE PERTUMBUHAN CEPAT :

Bayi : Growth hormone


Thyroxin

Remaja : Androgen 1. Testis


2. Ovarium
3. Cortex Adrenal
: Estrogen
GROWTH HORMONE (GH)

NAMA LAIN = Somatotropic Hormone


= Somatotropin

DISEKRESI :
Anterior pituitary sel somatotropes/sel acidophil
30-40 %
STRUKTUR :
GH : Polypeptida, 191 asam amino
IGF-I : Polypeptida, 70 asam amino

FUNGSI : Merangsang pertumbuhan seluruh jaringan tubuh


Jumlah Sel = Hiperplasia
Ukuran Sel = Hipertropi
SOMATOMEDIN C /Insulin-Like Growth Factor I (IGF-I)

GH Pertumbuhan tulang dan tulang rawan

Tidak Langsung

GH

Hepar/Ginjal

IGF-I/Somatomedin C

Pertumbuhan Tulang dan Cartilago

Epiphyse menutup (Pubertas) : - Tulang berhenti memanjang


- Penebalan tulang terus berjalan
HORMON - METABOLISME ENERGI
Metabolisme Energi
Karbohidrat
Lipid
Protein

Pengendalian Metabolisme adalah Hormon


Hubungan metabolisme karbohidrat,
Lipid, Protein dan Asam Nukleat
Hormon utama yg mengatur penyimpanan dan mobilisasi bahan
bakar

1. Insulin : Anabolik

2. Hormon counterregulatory
1. Glukagon (utama)
2. Epineprin
3. Norepineprin
4. Kortisol
5. Somatostatin
6. GH
7. Tiroid
1. Kel H. Tiroid
- Mempertahankan keseimbangan energi metabolisme
- Merupakan pencetus untuk fungsi normal dari semua sel
termasuk jantung
- Menunjang proses tumbuh dan perkembangan mulai dari
bayi
2. Stimulasi kontrol kortisol bila kadar glukosa rendah
Jalur pengaturan Feedback negatif
Kortisol menghambat ACTH oleh korteks adrenal dan CRH
dari hipotalamus
Insulin : anabolik (penyimpanan)
- Glikogen (hati dan otot)
- TAG (jaringan adiposa)
- ada 50 jenis protein di berbagai
jaringan
Glukagon : H. counterregulatory utama
Memobilisasi bahan bakar
- Glikogenolisis
- Glukoneogenesis
- Lipolisis
MEKANISME KERJA HORMON
Hormon yang terikat dengan reseptor pada sel sasaran
akan mempengaruhi fluks substrat melalui jalur
metabolik dengan :
- mempengaruhi aktivitas enzim (E-S meningkat)
- mengubah konformasi tempat aktif melalui
fosforilasi enzim
- Mengubah konsentrasi suatu efektor alosterik enzim

Hormon mempengaruhi kecepatan enzim pengatur


didalam sel melalui pesan yang dibawa hormon
(transduksi sinyal)
H. Insulin H. Counterregulatorik

Pengaturan metabolisme

Interaksi H-R (menit-jam), Pengaturan sintesis


biasanya tjd akibat enzim kunci melalui
perubahan kinetik enzim mekanisme yg
kunci yg sudah ada, merangsang/mhambat
disebabkan fosforilasi atau transkripsi dan translasi
defosforilasi enzim tsb mRNA (jam-hari)
3 tipe transduksi sinyal :
1. penggabungan reseptor ke adenilat
siklase cAMP
2. aktivitas kinase reseptor
3. penggabungan reseptor ke hidrolisis
fosfatidil inositol bifosfat (PIP2)
Insulin

Membran sel

Protein kinase Sitoplasma
Protein kinase-O-P
Sinyal
transmembran

Stimulasi transpor Fosforilasi Aktivasi Sintesis


glukosa protein dan protein
inhibisi
enzim
Pertumbuhan
sel dan replikasi Sintesis
Nukleus
Sintesis
DNA mRNA
Epineprin,
GH

Sitosol
Reseptor

membran sel
+ + Protein
G G Fosfolipase C
kinase C
G
PIP2 DAG
+
GTP GDP Protein I yg
Protein I
IP3 terfosforilasi

Respon sel I
+ Ca2+
Ca2+ +
Kalmodulin
kinase

Protein II yg
Protein II
Retikulum terfosforilasi
endoplasma
Respon sel II
1. Glikogenolisis

Glukagon, 2. lipolisis
epineprin

Adenilat siklase

+ Membran sel
+
G G

GDP GTP ATP cAMP


Protein kinase A + Protein kinase A
inaktif aktif

Fosforilase + Fosforilase kinase


kinase b inaktif a aktif

+ Glukosa 6P
Glikogen
Hati
Glukosa
darah
Hormon-hormon Pankreas

Sel2 endokrin pankreas mengandung pulau2


pankreatik atau pulau2 Langerhans,
menghasilkan hormon-hormon
1. Glukagon sel A (alpha) pankreas
(Hormon peptida yg tdr 51 as amino )
2. Insulin sel B (betha) pankreas
(Hormon peptida yg tdr 29 as amino)
3. Somatostatin- sel D (deltha) pankreas
Peran pulau-pulau Langerhans
- Insulin menurunkan kadar gula darah
- Glukagon menaikkan gula darah
- Insulin dan glukagon merupakan sistem tercepat
mengendalikan kadar gula darah dalam batas-batas normal
secara ketat
Insulin
Insulin adalah hormon anabolik utama
1. Sintesis glikogen hati dan otot
2. Sintesis TAG di jar. Adiposa
3. Sintesis protein
4. Pada saat yg sama, insulin
mhambat mobilisasi bahan bakar
Kerja hormon insulin
Insulin berikatan dgn reseptor spesifik di
membran plasma, menghambat enzim adenilat
siklase dan menurunkan produksi cAMP
Disintesis oleh sel betha pankreas terdiri 2 rantai
polipeptida A dan B yang dihubung-kan oleh 2
jembatan disulfida. Bila jembatan disulfida rusak
insulin tdk aktif (pengaktipan terjadi dihati dan
ginjal yang dikatalisis oleh glutation insulin
transhidrogenase)

Sekresi insulin dirangsang oleh :


a. mayor : glukosa (+)
b. minor : - asam amino (+)
- rangsangan saraf (+)
- hormon saluran cerna (+)
- epineprin (-)
Glukagon
Glukagon adalah hormon counterregulatory utama,
kerjanya bertentangan dgn insulin

Glukagon berikatan dengan reseptor spesifik


membran plasma, merangsang adenilat siklase dan
meningkatkan produksi cAMP.
Kerja utama glukagon : merangsang cAMP
Mobilisasi bahan bakar dgn cara :
1. Glikogenolisis
2. Glukoneogenesis
3. Ketogenesis
Efek ini memastikan antara waktu makan glukosa
selalu tersedia untuk jaringan dependen glukosa
Hati organ sasaran utama karena konsentrasi
di darah vena porta (500 g/mL) > sirkulasi
perifer
Glukagon dikeluarkan bila kadar glc. plasma
turun dibawah 100 mg/dL.
Sekresi glukagon dirangsang oleh :
a. mayor : - glukosa (-)
- insulin (-)
- asam amino (+)
b. minor : - Kortisol (+)
- Saraf (stres) (+)
- Epineprin (+)
- Hormon saluran cerna (+)
Somatostatin
Pengeluaran somatostatin dirangsang :
1. Glukagon
2. VIP
3. Kolesistokinin (CCK)
Metabolit yg meningkatkan pengeluaran :
1. Glukosa
2. Arginin
3. Leusin
Kerja somatostatin
H-R di membran plasma berinteraksi dgn protein G pada
adenilat siklase pembentukan cAMP dihambat
dan protein kinase menjadi inaktif

Efek inhibisi menekan sekresi


GH , TSH, insulin, Glukagon

Somatostatin : menurunkan penyerapan zat gizi dari usus dgn


memperlama masa pengosongan lambung
1. Gastrin dan asam lambung
2. Eksokrin pankreas (enzim pencernaan, bikarbonat dan air)
3. Aliran darah splanknik
ADRENOCORTICAL
(ADRENAL/SUPRARENAL)

1. Medula Adrenal
Rangsangan simpatis Epinephrin
Nor Epinephrin

2. Cortex Adrenal
Zona Glomerulosa Mineralocorticoid
Zona Fasiculata Glucocorticoid dan Androgen
Zona Reticulosa
Musculinizing Effect
Progesteron & Estrogen dalam jumlah kecil
KATEKOLAMIN (EPINEPRIN, NOREPINEPRIN, DOPAMIN)

Katekolamin adalah produk sekresi sistem


simpatoadrenal adaptasi berbagai stres
akut dan kronik
Epineprin dibentuk (80-85 %) di sel medula
adrenal sedang nor epineprin (15-10 %)
disimpan dan disintesis tdk hanya di sel medula
adrenal tetapi jg di SSP dan ujung saraf sistem
saraf adrenergik
Pengeluaran epineprin dan nor epineprin
dirangsang :
Pengeluaran epineprin dan nor epineprin
dirangsang :
- nyeri
- perdarahan
- olah raga
- Hipoglikemia
- hipoksia
Pengeluaran diperantarai oleh transmisi impuls
saraf yg diinduksi oleh stres
- asetilkolin (depolarisasi membran sel)
- ion ca ekstrasel masuk sitosol
Kerja Katekolamin pada : Reseptor adrenergik
dan
Kerja epineprin dan norepineprin di hati,
adiposit, sel otot rangka serta sel A dan B
pankreas metabolisme energi

Efek katekolamin pada jantung dan pembuluh


darah : untuk meningkatkan curah jantung dan
tekanan darah sistemik memudahkan
penyaluran b.bakar ke jar.yg aktif
HORMON PERTUMBUHAN (GH)
GH = merangsang pertumbuhan
Efek GH diperantarai oleh faktor pertumbuhan
mirip insulin (IGF), sebagai respon pengikatan
GH-R di membran sel
GH memiliki efek langsung pada metabolisme
bahan bakar
Pengeluaran GH dirangsang oleh GHRH,
namun ditekan oleh GHRIH (GHRIH,
somatostatin)
Sintesis GHRH terbatas di hipotalamus, sdg
somatostatin dihasilkan bermacam2 nukleus di
otak serta oleh sel D pankreas dan sel mukosa
usus
Hipotalamus

GHRH Hipofisis Somatostatin


anterior

-
+
Hormon
pertumbuhan

Hati Lempeng Jar. Adiposa Otot


pertumbuhan - Lipolisis -Penyerapan
-IGF-1
- pertumbuhan glukosa (-)
-Glukoneogenesis
-Glikogenenesis -Sintesis
protein (+)
Perangsang Sekresi GH : Hipoglikemia
Asam Amino (Arginine, Lecithen)
Exercise
Puasa
Tidur

Penghambat Sekresi GH : Glukosa darah meningkat


Somatostatin
Kortisol

Sekresi GH : Anak-anak s/d Dewasa


Naik turun sekresinya tergantung :
Nutrisi,Hipoglikemia, exercise dll
Thyroid Stimulating Hormone (TSH)

TSH termasuk golongan glikoprotein, disintesis di sel


tirotopik hipofifis anterior, diatur TRH dan pengaruh
inhibitor
TSH merangsang semua fase sintesis hormon tiroid
oleh kel. Tiroid
Vaskularitas kel. Meningkat karena TSH
merangsanghipertropi dan hiperplasia sel asinus tiroid
Kerja TSH yg dominan diperantarai oleh pengikatan
TSH ke reseptor spesifik di membran plasma
peningkatan cAMP
TSH meningkatkan IP3 dan DAG di dalam sel, sehingga
Ca di kel Tiroid meningkat
HORMON TIROID
Hipotalamus

Hipofisis
TRH anterior

TSH

Tiroid

Hati
T3 = glukosa (+),
Adiposit Otot Pankreas
glikolisis, kolesterol
Lipolitik epineprin T3=Penyerapan Mendorong
Glukoneogenesis
Penyimpanan glukosa sekresi insulin
T3 = aliran asam
lemak Pertumbuhan
lemak (+) = TAG
otot
TYROID STIMULATING HORMONE/TSH

Hipothalamus
TSH-RH
HipofisisAnterior
(suhu dingin)

TSH Kebutuhan Energi

Kelenjar Tyroid Energi Terpenuhi

Thyroxin Kecepatan Metabolisme


ADRENOCORTICOTROPIC HORMONE/ACTH

Hipotalamus
ACTH-RH
Hipofisis Anteror
ACTH
Cortex Adrenal Stressor (individual)

Kortikosteroid Anti stress


EFEK KALORIGENIK HORMON TIROID
- T3 meningkatkan konsumsi O2 dan produksi panas,
menstimulasi Na-K-ATP-ase dari semua sel jaringan yang
aktif secara metabolik
- Kecuali sel-sel otak dewasa, lymph nodes, limpa,
uterus,testes, dan kel. Hipofisis anterior
- Kerja hormon ini menyebabkan peningkatan laju metabolik,
dan sensitivitas terhadap panas pada penderita hipertiroid
- Mengontrol Based Metabolic Rate (BMR)

MASALAH KESEHATAN TIROID


- Hipotiroid (defisiensi iodium endemik goiter, endemik
kretinisme, hazimoto tiroiditis)
- Hipertiroid (Penyakit graves, tirotoksikosis kehamilan, toxic
multinodular goiter
- Tiroid neoplasia
ADRENOCORTICAL
(ADRENAL/SUPRARENAL)

1. Medula Adrenal
Rangsangan simpatis Epinephrin
Nor Epinephrin

2. Cortex Adrenal
Zona Glomerulosa Mineralocorticoid
Zona Fasiculata Glucocorticoid dan Androgen
Zona Reticulosa
Musculinizing Effect
Progesteron & Estrogen dalam jumlah kecil