Anda di halaman 1dari 28

Pemeriksaan Obstetri

Kehamilan < 20 minggu


Pemeriksaan abdomen
Inspeksi
Tinggi fundus (penonjolan supra simfisis)
Hiperpigmentasi (areola mammae, linea nigra) dan
striae.
Palpasi
TFU
Keadaan dinding perut (massa, cairan bebas, nyeri
tekan abdomen).
Auskultasi
Pada kehamilan 18 20 minggu, pegang nadi ibu untuk
membedakannya dengan bunyi aorta.
Bunyi jantung janin didengar selama 1 menit penuh.
Pemeriksaan Genitalia Eksterna

Inspeksi daerah labia, klitoris dan perineum (warna,


deformitas, massa, skar, simetrisitas).
Pisahkan labia mayora dengan dua jari dan inspeksi
labia minora, klitoris, muara urethra, muara vagina
(warna, nyeri tekan, ulcers, nodule, polip).
Periksa discharge dan nyeri pada urethra dan kelenjar
skenes (masukkan jari telunjuk kedalam vagina sedalam
dua ruas, tekan kearah atas dan gerakkan dari dalam
kearah luar pada kedua sisi urethra). Bila discharge (+)
pewarnaan gram, GO dan chlamidia.
Periksa kelenjar bartholins masukkan jari
telunjuk kedalam vagina bagian bawah dan
periksa daerah basal dari masing-masing labia
mayora. (palpasi daerah tersebut dengan jari
telunjuk dan ibu jari adakah pembesaran, kista,
abses, discharge gram, GO, chlamidia).
Buka daerah vagina dan minta pasien
mengedan, amati bulging yang dapat terjadi
pada daerah anterior dan posterior vagina.(
anterior cystocle, posterior rectocele,
cervix turun prolapsus uteri).
Inspeksi daerah perineum (inflamasi, strecth
marks, tears of the skin).
Pemeriksaan Inspekulo

Dinding vagina (warna, discharge,


abnormalitas).
Cervik dan OUE (warna, permukaan,
posisi, polip, nodul, kista, erosi, bleeding,
discharge)
Pemeriksaan Bimanual
Serviks: (konsistensi, arah, tebal, dilatasi, nyeri
goyang).
Uterus: posisikan jari pada fornik posterior dan
tangan kiri secara datar diantara pusat dan
simfisis, tekan tangan kiri dan bersamaan
dorong uterus dengan jari tangan kanan yang
berada di dalam vagina, rasakan bentuk dan
ukuran uterus serta posisinya.(bentuk, ukuran,
lokasi, konsistensi, mobilitas, nyeri tekan).
Ballotemen Intoto.
Ovarium: posisikan jari dalam vagina pada
forniks lateral dan tekan dalam, jari tangan kiri
tepat disamping uterus dan tekan kearah
bawah, ovarium normal yang ditekan akan
terasa nyeri.
Parametrium: pada saat yang sama memeriksa
ovarium, nilai konsistensi parametrium dan
adanya massa serta nyeri tekan.
Cull de sac: Sebelum mengeluarkan jari dari
dalam vagina, periksa adanya massa dan nyeri
daerah cull de sac (fornik posterior).
Pemeriksaan Obstetri
Kehamilan > 20 minggu
Pemeriksaan abdomen
Inspeksi
TFU
Hiperpigmentasi (areola mammae, linea nigra)
dan striae.
Bentuk dan simetrisitas dinding abdomen.
Palpasi (Leopold 1,2,3,4)
Auskultasi
Periksa BJJ, suara terbesar pada daerah
punggung janin, pegang nadi ibu untuk
membedakannya dengan bunyi aorta.
Bunyi jantung janin didengar selama 1 menit
penuh.
Leopold I
Letakkan sisi lateral jari telunjuk kiri pada puncak
fundus uteri untuk menentukan tinggi fundus.
Perhatikan agar jari tersebut tidak mendorong uterus
kebawah (jika diperlukan, fiksasi uterus bawah
dengan meletakkan ibu jari dan telunjuk tangan
kanan dibagian lateral depan kanan dan kiri, setinggi
tepi atas simfisis).
Angkat jari telunjuk kiri (dan jari-jari yang memfiksasi
uterus bawah) kemudian atur posisi pemeriksa
sehingga menghadap kebagian kepala ibu.
Letakkan ujung telapak tangan kiri dan kanan pada
fudus uteri dan rasakan bagian janin yang ada pada
bagian tersebut dengan jalan menekan secara lembut
dan menggeser telapak tangan kiri dan kanan secara
bergantian.
Leopold II
Letakkan telapak tangan kiri pada dinding
perut lateral kanan dan telapak tangan kanan
pada dinding perut lateral kiri ibu secara
sejajar dan pada ketinggian yang sama.
Mulai dari bagian atas, tekan secara
bergantian atau bersamaan telapak tangan
kiri dan kanan, kemudian geser kearah bawah
dan rasakan adanya bagian yang rata dan
memenjang (punggung) atau bagian-bagian
kecil (ekstrimitas).
Leopold III
Atur posisi pemeriksa pada sisi kanan dan
menghadap kebagian kaki ibu.
Letakkan ujung telapak tangan kiri pada
dinding lateral kiri bawah, telapak tangan
kanan pada dinding lateral kanan bawah
perut ibu, tekan secara lembut dan
bersamaan atau bergantian untuk
menentukan bagian terbawah janin (bagian
keras, bulat dan hampir homogen adalah
kepala sedangkan tonjolan yang lunak dan
kurang simetris adalah bokong).
Leopold IV
Letakkan ujung telapak tangan kiri dan kanan pada
lateral kiri dan kanan uterus bawah, ujung-ujung jari
tangan kiri dan kanan berada pada tepi atas simfisis.
Temukan kedua ibu jari kiri dan kanan, kemudian
rapatkan semua jari-jari tangan yang meraba dinding
bawah uterus.
Perhatikan sudut yang dibentuk oleh jari-jari kiri dan
kanan (konvergen atau divergen).
Setelah itu, pindahkan ibu jari dan telunjuk tangan kiri
pada bagian terbawah janin (bila presentasi kepala,
upayakan memegang bagian kepala didekat leher
dan bila presentasi bokong, upayakan untuk
memegang pinggang janin).
Fiksasikan bagian tersebut kearah pintu atas panggul
kemudian letakkan jari-jari tangan kanan diantara
tangan kiri dan simfisis untuk melihat seberapa jauh
bagian terbawah telah memasuki pintu atas panggul.
Pemeriksaan Genitalia Eksterna

Inspeksi daerah labia, klitoris dan perineum


(warna, deformitas, massa, skar, simetrisitas).
Pisahkan labia mayora dengan dua jari dan
inspeksi labia minora, klitoris, muara urethra,
muara vagina (warna, nyeri tekan, ulcers,
nodule, polip).
Periksa discharge dan nyeri pada urethra dan
kelenjar skenes (masukkan jari telunjuk
kedalam vagina sedalam dua ruas, tekan kearah
atas dan gerakkan dari dalam kearah luar pada
kedua sisi urethra). Bila didapatkan discharge
periksa pewarnaan gram, GO dan chlamidia.
Periksa kelenjar bartholins masukkan jari
telunjuk kedalam vagina bagian bawah dan
periksa daerah basal dari masing-masing labia
mayora. (palpasi daerah tersebut dengan jari
telunjuk dan ibu jari adakah pembesaran, kista,
abses, discharge -> gram, GO, chlamidia).
Buka daerah vagina dan minta pasien
mengedan, amati bulging yang terjadi pada
daerah anterior dan posterior vagina ( anterior
cystocle, posterior rectocele, cervix turun
prolapsus uteri).
Inspeksi daerah perineum (inflamasi, strecth
marks, tears of the skin).
Pemeriksaan Inspekulo

Dinding vagina (warna, discharge,


abnormalitas).
Cervik dan oue (warna, permukaan,
posisi, polip, nodul, kista, erosi, bleeding,
discharge -> gram/GO/chlamidia.)
Selaput ketuban dan warna air ketuban
bila sudah pecah (tes lakmus , LEA)
Pemeriksaan Vaginal Touche
Serviks: (konsistensi, arah, tebal, dilatasi, nyeri goyang).
Dinding vagina (rasakan adanya abnormalitas, massa
dan nyeri tekan).
Raba selaput ketuban (utuh atau sudah pecah).
Raba bagian terbawah janin, konfirmasi pemeriksaan
Leopold (presentasi dan penurunan bagian terbawah
janin).
Tentukan denominator dan posisinya terhadap panggul
ibu (bila presentasi kepala tentukan pula adanya
molase).
Pada plasenta previa lakukan perabaan fornices untuk
memastikan bagian lunak dari plasenta dan bagian
keras dari kepala janin.
Pemeriksaan vaginal touch untuk menilai kemajuan
persalinan.
Pemeriksaan
Pelvimetri klinik

Bila kehamilan telah memasuki usia 36


minggu, pada primigravida dan
multigravida dengan kepala bayi belum
masuk pintu atas pangul dapat
dilakukan pelvimetri klinis.
Ibu dalam posisi litotomi.
Sisihkan labium mayus ke lateral utuk membuka vulva.
Masukkan telunjuk dan jari tengah tangan kanan
kedalam introitus vagina.
Pindahkan tangan kiri ke fundus uteri.
Arahkan bagian ventral jari-jari tangan dalam ke simfisis
os pubis, tentukan besar sudut yang dibentuk antara os
pubis kiri dan kanan.
Dengan ujung bagian ventral jari-jari dalam, telusuri
linea inominata kiri sejauh mungkin, kemudian lakukan
pula pada bagian kanan dengan cara yang sama.
Letakkan jari dalam pada sekitar pertengahan linea
inominata kiri kemudian geser ke bawah (sejajar sumbu
badan ibu) menelusuri dinding samping panggul untuk
menilai arah dan sudutnya (rata, menyudut kedalam
atau keluar).
Menjelang akhir dinding samping panggul (sekitar 5 cm
dari PAP) akan teraba tonjolan tulang kearah dalam
jalan lahir dan berbentuk segitiga, yang disebut spina
iskhiadika. Nilai derajat tonjolan spina kedalam jalan
lahir.
Lakukan hal yang sama pada dinding samping panggul
bagian kanan (gunakan bagian atau sisi medial jari
tengah) kemudian nilai distansia interspinarum.
Geser tangan dalam kearah belakang sehingga teraba
bagian tulang yang rata dan mempunyai lekukan ke
belakang, bagian ini disebut dengan skrum. Nilai
konkafitas tulang tersebut dengan menelusurinya kearah
atas dan bawah (tepat dibagian tengah).
Teruskan perabaan bagian tengah sakrum sehingga
mencapai ruas dan bagian ujung tulang koksigis. Nilai
inklinasi tulang tersebut, kedepan (mengarah ke jalan
lahir) atau kebelakang.
Pindahkan jari tengah dalam ke linea inominata
kanan kemudian telusuri sejauh mungkin ke
belakang hingga posisi jari mengarah ke tengah
(sumbu badan ibu). Bila ditengah teraba tonjolan
tulang ke bagian dalam jalan lahir
(promontorium) maka pindahkan (jari) tangan
kanan ke tangan kiri untuk menentukan batas
atau jarak dari titik tersebut ke ujung jari kanan.
Keluarkan telunjuk dan jari tengah tangan kanan
sementara jari telunjuk tangan kiri yang
menentukan batas tadi, tetap pada posisinya.
Ambil alat ukur dengan tangan kiri, dekatkan
dengan jari tengah tangan kanan dan batas
yang telah dibuat tadi untuk menentukan
konjugata diagonalis yang kemudian
dikonversikan kedalam konjugata vera.
Terima Kasih
SOAL
Jelaskan cara menegakkan kehamilan
berdasarkan pemeriksaan fisik pada trimester
awal!
Jelaskan teknik melakukan pemeriksaan
Leopold!
Pada pemeriksaan pelvimetri klinik, bagaimana
cara memeriksa panjang konjugata obstetrik?
Apa yang dimaksud dengan bidang hodge dan
pembagiannya?
Jelaskan 7 mekanisme persalinan spontan!