Anda di halaman 1dari 16

KAJIAN KUAT GESER DAN CBR TANAH LEMPUNG YANG

DISTABILISASI DENGAN ABU TERBANG DAN KAPUR

SUCI RAHMANETA (1404101010002)

MOH. ALKA J. KAMAL (1404101010035)

M. GHIFFARI RITONGA (1404101010071)


PENGERTIAN STABILISASI

Stabilisasi tanah adalah pencampuran


tanah dengan bahan tertentu untuk
memperbaiki sifat-sifat tanah agar
memenuhi syarat berupa daya dukung
serta disesuaikan dengan kebutuhan.
Sifat tanah yang paling sering diubah
dengan stabilisasi adalah kekuatan,
daya tahan dan permeabilitas.
Jenis tanah yang distabilisasi adalah
tanah lempung.

Tanah lempung adalah partikel mineral


berkerangka dasar silikat yang
berdiameter kurang dari 4 mikrometer.

Ciri-ciri tanah lempung


sulit menyerap air
cenderung lengket bila dalam keadaan
basah dan kuat menyatu antara butiran
tanah yang satu dengan lainnya
membentuk gumpalan keras saat kering
Bahan yang digunakan dalam stabilisasi tanah
lempung

Fly Ash

Kapur
Tujuan Penelitian
Mengetahui besarnya kuat
geser tanah dan nilai CBR
tanah sehingga diperoleh
gambaran perubahan sifat
fisis dan mekanis dari tanah
campuran
Dapat memberi informasi
bahwa limbah pembakaran
batu bara dapat digunakan
untuk stabilisasi tanah
sehingga tanah yang kurang
mampu menahan beban dapat
berubah menjadi tanah yang
kuat
RUJUKAN PENELITIAN

Mencampur tanah lempung dengan bahan bergradasi


(pasir) dan secara mekanis dengan memberi
perkuatan berupa bahan sintesis yang terbuat dari
bahan polimerisasi minyak bumi (Suryolelono,
1996)
Penambahan bahan pencampur kimiawi seperti
semen, kapur (Ingles dan Metcalf, 1972; Rollig dkk,
1996) dan abu terbang (Das, 1994)
Uji Sifat Fisis

Spesifik Gravity Uji Saringan

Batas Konsistensi Uji Hidrometer


Uji Sifat Mekanis

CBR

Triaxial
5 % Fly Ash 0 % Kapur

10 % Fly Ash 2 % Kapur


PARAMETER
PENGUJIAN
15 % Fly Ash 6 % Kapur

20 % Fly Ash 10 % Kapur


HASIL PENELITIAN
HASIL PENELITIAN

Tabel Hasil Uji Triaksial

Nilai sudut geser dalam tanah


menunjukan kenaikan. Hal
tersebut disebabkan oleh
bertambahnya bidang kontak
antar butiran

Kohesi antar butiran


menjadi kecil karena ikatan
antar butiran berkurang
sehingga batas plastis tanah
menurun. Hal ini disebabkan
oleh semakin tertutup
permukaan tanah oleh abu
terbang dan kapur.
HASIL PENELITIAN
HASIL PENELITIAN

Tabel Hasil Uji CBR

Hasil uji CBR baik rendaman


maupun tidak direndam
menunjukkan kenaikan nilai
CBR. Hal ini dikarenakan
adanya proses sementasi yang
terjadi dalam campuran yang
mengakibatkan meningkatnya
daya ikat antar butiran.
Sehingga kemampuan
mengunci antar butiran tinggi
dan butiran tidak mudah
hancur.
HASIL PENELITIAN
KESIMPULAN
Hasil uji triaksial menunjukan
penambahan abu terbang dan kapur
pada tanah asli dengan perendaman 3
hari dapat memperbaiki sifat mekanis
tanah
Nilai sudut geser dalam meningkat dari
10,968 menjadi 26,265 (meningkat
139,47%)
Nilai kohesi menurun dari 10,825
ton/m menjadi 7,575 ton/m (menurun
30,02%)
Dari perendaman selama 3 hari nilai
swelling (pengembangan) menurun dari
9,72% menjadi 1,3% (menurun
86,625%)
Nilai CBR baik yang direndam ataupun
tidak meningkat. Untuk nila CBR yang
direndam meningkat sebersar 3545,45%
pada kadar 20% dan 10%.