Anda di halaman 1dari 17

BAB 5

SUSPENSI UNTUK INJEKSI

KELOMPOK 4
NAMA KELOMPOK :

PUTRI PENI UTAMI (2014-075) DIAN HARIANTI LESTARI (2014-140)

RIRIN DWI CAHYANI (2014-100) HANAN RUMAISAH (2014-146)

NUR CHOLIDAH (2014-124) ENDAH SURYANINGRUM (2014-151)

RIFATUL ALFIYAH (2014-1) FARDHIYANTI (2014-156)

SHIROTUL JANNAH (2014-1) SUKMAWANSYAH (2014-1)

FITRI ARINDA (2014-133)

2
Air Kadar partikel padat dalam
Suspensi
suspensi injeksi < 5 % , sedangkan
Injeksi Minyak diameter partikel berkisar 5-10 m.

faktor-faktor dalam laju kecepatan mengendap


suspensi dalam pembuatan suspensi obat pertikel-partikel suspensi dalam persamaan
suntik : hukum stokes dan aliran tiksotropi

sedimentasi partikel
suspensi 1. Ukuran partikel dan
bobot jenis bahan
pensuspensi
menaikkan viskositas

mengubah sifat khas


viskositas, tidak hanya
memakai zat pembawa 2. Sifat aliran tiksotropi

viskometer Brookfield
3
FAKTOR KECEPATAN MENGENDAP PARTIKEL SUSPENSI

Berbagai faktor-faktor yang terlibat dalam laju kecepatan mengendap partikel-partikel suspensi tercakup dalam

PERSAMAAN HUKUM STOKES


ALIRAN TIKSOTROPI

1. Ukuran partikel dan bobot jenis bahan


pensuspensi sesuai dengan hukum Stokes 2. Sifat aliran tiksotropi, adalah

Yaitu, kecepatan sedimentasi dapat ditekan


Jika disimpan dalam struktur gel suspensi akan
melalui penyeimbangan bobot jenis kedua fase.
Jika tidak ada perbedaan bobot jenis antara kedua membantu pencegahan pembentukan paket sedimen.
fase peningkatan viskositas bahan pendispersi dapat Jika dikocok sesaat sebelum digunakan struktur gel
menghambat sedimentasi suspensi akan berubah menjadi lebih encer dan
memudahkan pengambilannya kedalam jarum suntik

4
SIFAT YANG DIINGINKAN DALAM PEMBUATAN
SEDIAAN SUSPENSI
Khasiat terapetik
Pertimbangan dalam mengembangkan dan selain
membuat suatu sediaan suspensi yang baik Stabilitas kimia komponen-komponen formulasi

Kelanggenagan sediaan, dan bentuk estetika sediaan


adalah

1. Suatu sediaan suspensi 2. Karakteristik sediaan 3. Susupensi harus


yang dibuat dengan tepat suspensi harus sedemikian bisa disuntikkan
mengendap secara rupa sehingga ukuran menggunakan jarum
lambat dan harus rata partikel suspensoidtetap suntik dari wadah
kembali bila dikocok agak konstan untuk waktu dengan cepat dan
lama dalam penyimpanan homogen
5
SUSPENSI INJEKSI
DALAM AIR
Contoh Formula

Injeksi suspensi mengandung : Kortison asetat 25 mg


Bahan pembantu yang mengurangi sedimentasi
Tween 80 (surfaktan) 4 mg
CMC Na (Koloid pelindung) 5 mg
Bahan isotonik
Na Cl (Isotonik) 9 mg
Dapar
Benzil alkohol (Antibakteri) 9 mg
Pengawet Aqua pro injeksi ad 1 ml
Dan lain lain

The Power of PowerPoint | thepopp.com


6
Faktor yang mempengaruhi
pembuatan suspensi dalam air
Bobot Jenis Bahan antibusa

Aliran tiksotropi Rheologi sistem

Derajat kebasahan zat


aktif (surfaktan) Ukuran partikel

Kecepatan sedimentasi
(Gel-Form) Isotonis

Pembetukan kue
Isohidris
(caking)

Kelarutan zat aktif Bahan antibakteri


Menghaluskan ukuran partikel dan
merekristalisasi bahan obat

Sterilisasi bahan obat

Sterilisasi bahan pembawa dan pelarut


Cara pembuatan suspensi
injeksi dalam air , menurut
Nash (1972) Larutkan bahan aktif dengan pelarut secara
aseptik

Aduk, homogenkan, dan campurkan secara


aseptik

Masukkan ke dalam wadah steril, tutup, dan


segel secara aseptik
Suspensi Injeksi dalam M inyak
Cara
pembuatan
Contoh
Suspensikan prokain penisilin
yang telah dihaluskan sedikit
Injeksi prokain penisilin demi sedikit
Resep prokain penisilin 300.000 satuan
internasional/ml

Prokain penisilin 300.000 S.I/ml dalam larutan campuran alumunium monostearat


dan minyak zaitun secara aseptik (1mg prokain
Alumuniummonostearat 2.0 penisilin murni setara dengan 1009 satuan
Minyak zaitun netral steril ad 100ml internasional).

9
Suspensi Injeksi dalam Minyak

Perlu
memperhatikan

Sifat fisik dan stabilitas suspensi

1.Pembentukan 1.Ukuran partikel


Gel

dikehendaki adalah 5m
Penambahan
alumunium
monostearat ukuran partikel , luas permukaan permukaan
2% yang terlindungi kelarutan absorbsi
(suspending
agent)
1. Zinc insuline amorf (onset 0,5-2jam, durasi efek
10-16jam)
2. Zinc insuline kristaline ( onset 4-6ja, durasi efek
24-36jam)

10
Emulsi Injeksi

Emulsi yaitu suatu dispersi dengan Teori emulsifikasi yg paling lazim yaitu
fase dispersi terdiri atas bulatan-bulatan kecil emulsi yg dapat dihasilkan dan distabilkan, antara
zat cair dan terdistribusi keseluruh pembawa lain yaitu teori tegangan permukaan dan teori
yang tidak bercampur. lapisan antar muka. Menurut teori tengan
Terdapat 2 macam tipe emulsi yaitu m/a dan permukaan zat aktif permukaan pembantu
a/m. Pada umumnya untuk membuat emulsi memecahkan bola-bola besar menjadi bola-bola
yg stabil, diperlukan fase ketiga yaitu zat kecil, yg memiliki kecenderungan untuk bersatu
pengemulsi (emulsifying agent) dgn yg lebih kecil.
Teori plastik atau teori lapisan antar muka menempatkan zat
pengemulsi pada antarmuka antara minyak dan air. Lapisan
mencegah kontak dan bersatunya fase dispers. Makin kuat dan
makin lunak lapisan makin besar dan makin stabil emulsinya.

Zat pengemulsi yang digunakan tidak boleh toksik,


seperti lecithin,polysorbate 80, gelatine, methylcellulose,
dan serum albumin Contoh : phytomenadione
injeksi BP (vitamin K)
yang ditambahkan
lecithin berguna sebagai
emulgator

Bagian lemak dari emulsi adalah 10-15% sebagai emulgator digunakan fosfatida,
sebagai bahan tambahan glukosa atau sorbitol

12
Contoh

Infus minyak kapas


Homogenitas dilakukan dengan alat Ultra Turrax Formula :
penggiling koloid atau alat penghomogen special R/ minyak kapas 15 %
berkecepatan tinggi yang menjamin pendispersina Dekstrose 4%
partikel sampai tingkat kehalusan yang Lechitithin (emulgator ) 4,2 %
dikehendaki Polimer oksietilneoksi-
propilen (emulgator) 0,3 %

Tetesan minyak yang seragam dan berukuran Emulsi harus stabil melalui teknik sterilisasi
antara 1 5 m merupakan fase dalam yang autoklaf
umumnya digunakan sebagai nutrisi Suhu tinggi dapat menyebabkan pecahnya
emulsi
Emulsi dicapai kestabilan dapat
menggunakan emulgator, (contoh : gelatin,
dextran, methyl cellulose, lecithin).
Umumnya, emulsi dianggap
Kesulitan tidak stabik secara fisik bila

Mengontrol ukuran partikel untuk menceegah Fase dalam atau terdispresi pada pendiaman
emboli pada pembuluh darah cenderung membentuk agregat dari bulatan-
bulatan
Mencari emulgator atau stabilisator dengan
derajat toksisitas rendah Bulanta-bulatan atau agregat naik ke permukaan
atau turun ke dasar emulsi, lalu membentuk
Mencari bahan pengawet yang cocok karena
suatu lapisan pekat dari fase dalam
fase minya mudah tengik
Jika semua atau sebagian cairan fase dalam
tidak teremulsikan dan membentuk suatu lapisan
yang berbeda pada permukaan atau pada dasar
emulsi

14
Formula dari sediaan lipovenous Kesulitan sterilisasi emulsi injeksi
10% dan 20% buatan Fresenius Kabi
Sterilisasi dengan pemanasan yang dapat
Glycerol 25,0 g mengakibatkan pecahnya emulsi dan
3-phosphatidyl choline 12,0 g bergabungnya zat aktif
(egg lecithin) Sterilisasi dengan cara filtrasi tidak mungkin
Soybean oil 200 g dapat dilakukan
Pelarut ad 1000 ml
Dengan pH 7

15
Bahan-Bahan yang Digunakan dalam Pembuatan
Sediaan Emulsi Injeksi

1. Agar Isotonis : ditambahkan glukosa, sorbitol, dan gliserol


2. Fase minyak : minyak wijen, minyak ikan, kacang, zaitun, kapas, biji rami, dan
kedelai
3. Untuk menambahkan viskositas : derivat gelatin dan selulosa
4. Emulgator : lecithine, pospolipids, pluronis F68 dan polisorbate
5. Partikel minyak yang teremulsi : tidak lebih besar dari erythrocyt (0,5 mikron)
6. Suntikan IV harus pelan, kecepatan : paling tinggi 1 gram/Kg b.b dan maksimal
4 gram/Kg b.b/hari
7. Lipoveneus tidak tercampur dengan infus elektrolit, vitamin, atau obat lain agar
memberikan kalori dan asam esensial dengan relatif cepat dan murah
TERIMA

KASIH

17