Anda di halaman 1dari 9

MEKANIKA GETARAN DAN AKUSTIK

Oleh kelompok : Kepompong


Qosim Abdul Aziz Alatiri 15.11.095
Muhammad Agung Riyadi 15.11.098
Bangkit Reza Mahendra 15.11.100

INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL MALANG


FAKULTASTEKNOLOGI INDUSTRI
TEKNIK MESIN
2017
Teori Dasar
Getaran adalah suatu gerak bolak-balik dalam suatu interval waktu tertentu
di sekitar kesetimbangan. Kesetimbangan di sini maksudnya adalah keadaan
dimana suatu benda berada pada posisi diam jika tidak ada gayayang bekerja
pada benda tersebut. Getaran mempunyai amplitudo (jarak simpangan terjauh
dengan titik tengah) yang sama.

Gambar . Getaran Pada Bandul

Getaran juga berhubungan dengan gerak osilasi benda dan gaya yang
berhubungan dengan gerak tersebut. Semua benda yang mempunyai massa dan
elastisitas mampubergetar, jadi kebanyakan mesin dan struktur rekayasa
(engineering) mengalami getaran sampai derajat tertentu dan rancangannya
biasanya memerlukan pertimbangan sifat osilasinya.
Fenomena Getaran Bebas

Getaran bebas terjadi jika sistem berosilasi karena bekerjanya gaya yang ada
dalam sistem itu sendiri (inherent), dan jika ada gaya luas yang bekerja. Sistem
yang bergetar bebas akan bergerak pada satu atau lebih frekuensi naturalnya,
yang merupakan sifat sistem dinamika yang dibentuk oleh distribusi massa dan
kekuatannya. Semua sistem yang memiliki massa dan elastisitas dapat mengalami
getaran bebas atau getaran yang terjadi tanpa rangsangan luar.

Gambar . Sistem Pegas-Massa dan Diagram Benda Bebas


Perioda natural osilasi dibentuk dari , atau

dan frekuensi natural sistem satu derajat kebebasan ditentukan oleh


penyimpangan statik . Getaran bebas dibagi dengan getaran bebas tanpa
redaman dan getaran bebas dengan redaman.
Konsep Dasar Getaran Mekanis

Contoh penjelasan teknis untuk fenomena getaran mesin terhadap fondasi


adalah sebagai berikut: Getaran mesin disebabkan oleh adanya variasi oleh
sistem penggerak menjadi gaya yang memiliki resultan tidak sama dengan nol
atau resultan gaya dengan harga berubah ubah. Kalau semua gaya tersebut
mempunyai harga dan arah yang dapat di hitung secara tepat dan akurat maka
keseimbangan mesin tersebut akan terjadi sehingga mesin tidak menimbulkan
getaran. Kenyataannya, gaya di dalam sebuah mesin selalu berubah, baik harga
maupun arahnya, belum lagi di tambah gaya luar sebagai gangguan misalnya dari
efek inersia.

Parameter dan Konstanta Getaran Mekanik


Frekuensi dan simpangan merupakan contoh parameter getar untuk
perancangan mesin dan struktur rekayasa perlu mempertimbangkan sifat getaran
yang terjadi dan sejauh mana dapat merusak bagian yang lain. Bagian ini di sebut
sistem. Getaran secara sistem atau bagian dari sistem yang berosilasi dapat
terjadi sebagai gerakan liniear miring atau gerakan non-linear (bedasarkan
dengan istilah getaran non-linear yang sudah di bahas sebelumnya).
Parameter getaran, misalnya frekuensi, dijelaskan sebagai jumlah getaran yang
terjadi dalam kurun waktu 1 detik. Rumus frekuensi tentu saja merupakan n-
getaran per-1 detik atau dengan satuan HZ frekuensidapat juga dinyatakan
dengan satuan radian per detik (rad/s) dan disimbolkan dengan omega ().
Hubungan antara omega dan frekuensi adalah :
( = 2 f parameter lainnya adalah periode.)
Periode dinyatakan sebagai waktu yang di perlukan untuk melakukan satu kali
getaran. Dengan demikian rumus periode adalah 1 dibagi frekuensi, atau T = I/f.
Periode umum di hubungkan dengan harmonik. Karena harmonik merupakan
suatu gerakan dengan periode yang tetap selamanya. Harmonik berarti
keselarasan. Seputaran siang dan malam secara teratur daam periode 24 jam.
Harmonik juga terjadi pada ayunan jam dan detak jantung.
Idealisasi getaran mekanik dengan gerakan atau simpangan sebagai fungsi
sinusoidal atau dengan y = A sin t dapat dianalogikan dengan rangkaian
elektronika sebagai V = R I sin t dengan ( V = voltage , R = tahanan dan I =
arus ).
Analisa Getaran Bebas
Menganalisa Getaran Bebas Tanpa Peredam

Pada model yang paling sederhana redaman


dianggap dapat diabaikan, dan tidak ada gaya
luar yang memengaruhi massa (getaran bebas).

Dalam keadaan ini gaya yang berlaku pada pegas


Fs sebanding dengan panjang peregangan x,
sesuai dengan hukum Hooke, atau bila
dirumuskan secara matematis:

dengan k adalah tetapan pegas.


Sesuai Hukum kedua Newton gaya yang ditimbulkan sebanding dengan
percepatan massa:

Karena F = Fs, kita mendapatkan persamaan diferensial biasa berikun:


Gerakan harmonik sederhana sistem benda-pegas. Bila kita
menganggap bahwa kita memulai getaran sistem dengan
meregangkan pegas sejauh A kemudian melepaskannya, solusi
persamaan di atas yang memerikan gerakan massa adalah:

Solusi ini menyatakan bahwa massa akan berosilasi dalam gerak


harmonis sederhana yang memiliki amplitudo A dan frekuensi fn.
Bilangan fn adalah salah satu besaran yang terpenting dalam analisis
getaran, dan dinamakan frekuensi alami takredam. Untuk sistem
massa-pegas sederhana, fn didefinisikan sebagai:

Catatan: frekuensi sudut ( = 2f) dengan satuan radian per


detik kerap kali digunakan dalam persamaan karena
menyederhanakan persamaan, namun besaran ini biasanya diubah
ke dalam frekuensi standar (satuan Hz) ketika menyatakan
frekuensi sistem.
TERIMA KASIH