Anda di halaman 1dari 18

Trypanosoma gambiense

DISUSUN OLEH :
FIROS ILMI
BERLIANA OCTARIZ M
NUR AZIZAH
IKA BATUL M
Hospes dan Nama Penyakit

Hospes resrevior Lalat tsetse (genus


Glossina) berperan
Manusia T.gambiense sebagai hospes
merupakan adalah binatang perantara.
Penyakitnya
hospes dari peliharaan disebut
spesies parasit seperti babi, sapi, tripanosomiasis
ini. afrika atau
kambing sleeping sickness.
Lalat tsetse (genus Glossina)
Klasifikasi Trypanosoma gambiense

Kingdom : Protista
Subkingdom : Protozoa
Phylum : Sarcomastigophora
Subphylum : Mastigophora
Class : Zoomastigophora
Order : Kinetplastida
Family : Trypanosomatidae
Section : Salivaria
genus : Trypanosoma
Species : Brucei
Subspecies : gambiense , rhodesiens
Penyebaran / Distribusi geografi
Spesies ini ditemukan di daerah Afrika tropik, yaitu
antara garis lintang 15 dan garis lintang selatan
18 ( Fly belt ). T.gambiense di bagian Afrika
tengah dan Barat.
Habitat Trypanosoma gambiense
Habitat Trypanosoma gambiense berada di
Afrika. Habitat yang disukai adalah vegetasi di
sepanjang sengai, danau, hutan tepi, dan hutan
galeri yang memanjang sampai wilayah scrub.
Morfologi
Morfologi
Bentuk Tripomastigot (Trypanosome form)
Bentuk memanjang dan melengkung langsing,
inti di tengah
Inti di tengah besar berbentuk lonjong, terletak di tengah dan berfungsi
untuk menyediakan makanan. Disebut juga Troponukleus
kinetoplas dekat ujung posterior
kinetoplas, berbentuk bulat atau batang. Ukuran lebih kecil dari inti dan
terletak di depan atau di belakang inti. Kinetoplas terdiri dari 2 bagian
yaitu benda parabasal dan blefaroplas
Flagela membentuk dua sampai empat kurva membran bergelombang,
Flagela merupakan cambuk halus yang keluar dari blefaroplas dan
berfungsi untuk bergerak.
Undulating membrane (membran bergelombang), adalah selaput yang
terjadi karena flagela melingkari badan parasit, sehingga terbentuk
kurva-kurva. Terdapat 3-4 gelombang membran ukurannya 20-30 mikron
Siklus Hidup
Manusia dan hospes reservior
stadium tripomastigot

Stadium tripomastigot Stadium tripomastigot


metasiklik

Lalat Glossina stadium


tripomastigot

Stadium epimastigot
Patologi dan Gejala Klinis
FASE AWAL
(Initial stage)

FASE PENYEBARAN
(Haemoflagellates stage)

Ditandai dengan timbulnya reaksi


inflamasi lokal pada daerah gigitan lalat
tsetse. Reaksi inflamasi ini biasanya Parasit masuk ke dalam darah dan
mereda dalam waktu 1-2 minggu. kelenjar getah bening (parasitemia).
Gejala klinis yang sering muncul
adalah demam yang tidak teratur,
sakit kepala, nyeri pada otot dan
persendian.

NEXT
FASE KRONIK
(Meningoencephalitic stage)

Pada fase ini terjadi invasi parasit ke dalam susunan saraf pusat
Demam dan sakit kepala menjadi lebih nyata. Terjadi gangguan
pola tidur , insomnia pada malam hari dan mengantuk pada siang
hari. Gangguan ekstrapiramidal dan keseimbangan otak kecil menjadi
nyata. Pada kondisi yang lain dijumpai juga perubahan mental yang
sangat nyata.
Bila tercapai stadium tidur terakhir, penderita sukar dibangunkan.
Diagnosis
Diagnosis dapat dilakukan dengan cara :
1. Mengetahui riwayat tempat tinggal dan riwayat bepergian ke daerah
endemik.
2. Menemukan tanda dan gejala klinis :
Demam yang bersifat periodik
Gangguan neurologis, terutama pola tidur, gangguan status mental,
gangguan keseimbangan otak kecil, gangguan ekstrapiramidal.
3. Menemukan parasit pada pemeriksaan :
Darah tepi dengan pewarnaan.
Biopsi aspirasi pada primary chancre
Cairan cerebrospinal
4. Pemeriksaan Serologi
ELISA
Immunofluorescent indirek
Pengobatan
1. Pengobatan berhasil baik bila dimulai pada permulaan penyakit
(infeksi dini). Bisa pakai suramin atau pentamidin
2. Bila sudah terkena saraf pusat, pakai triparmasid
TERIMAKASIH TEMAN