Anda di halaman 1dari 23

1

Referat

ENDOMETRIOSIS
Oleh:
Dwi Rizky Kurniati
70 2016 078

Pembimbing Klinik:
dr. H. Didi Askari Pasaribu, Sp.OG (K)

SMF ILMU OBSTETRI DAN GINEKOLOGI


RSUD PALEMBANG BARI
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
PALEMBANG
2017
PENDAHULUAN
18 Desember 2017 3

Latar Belakang

Penanganan
Endometriosis Prevalensi
endometriosis
adalah ditemukannya umum berkisar
yang baik
jaringan menyerupai antara 3%-
memerlukan
endometrium di luar 10% usia
diagnosis yang
uterus reproduktif
tepat
TINJAUAN PUSTAKA
Jaringan
endometrium yang
masih berfungsi
terdapat baik diluar Endometriosis
endometrium
kavum uteri
KELUHAN (SIMTOM)
Disminorea

Dispareunia
Diskezia
Infertilitas
Gangguan haid
Gangguan
miksi

MANIFESTASI
KLINIK
19/12/2017 7

Etiologi dan Teori menstruasi retrogard


patogenesis
Teori Penyebaran Limfatik atau
Hematogen
Teori metaplasia selomik

Teori induksi.
19/12/2017 8
DIAGNOSA
Anamnesa

Nyeri pelvik kronik


Dismenorea, nyeri intermenstruasi, disparenia

Pemeriksaan fisik

Genitalia eksterna : biasanya normal


Pemeriksaan bimanual
Teraba nodul di forniks posterior, pembesaran ovarium, perlengketan
struktur adneksa, dan uterus retrofleksi
Pemeriksaan rektovaginal
Teraba nodul di sepanjang ligamen uterosakralis
DIAGNOSA

Pemeriksaan fisik
Spekulum
Uji fisik mempunyai sensitivitas diagnosis
terbesar saat dilakukan selama menstruasi
DIAGNOSA
Pemeriksaan Penunjang
CA-125: Meningkat pada para wanita
penderita endometriosis tingkat lanjut
USG transvagina : Biasanya digunakan
untuk mendeteksi endometrioma ovarium
MRI: Berguna bagi deteksi dan diferensiasi
endometrioma ovarium dari massa ovarium
sistik lain
DIAGNOSA
Pemeriksaan Penunjang
Laparoskopi: Laparoskopi dengan uji histologis
terhadap lesi yang berusaha dihilangkan
merupakan standar emas untuk diagnosis
endometriosis
Sistem klasifikasi: suatu sistem klasifikasi yang
seragam berguna untuk mengetahui distribusi
maupun keparahan penyakit; mengenai
patogenesis infertilitas, tahap-tahap perkembangan
penyakit, nilai prognosis, untuk memprediksikan
kehamilan
19/12/2017 13

Klasifikasi
TATALAKSANA
Penentuan terapi terbaik membutuhkan penilaian
terhadap fungsi reproduksi pasien

Tujuan Terapi:
Menghilangkan jaringan implantasi endometriosis
Menghilangkan gejala
Mempertahankan atau memperbaiki infertilitas
Menghindari atau menunda terjadinya rekurensi
TERAPI SIMTOMATIK
Bertujuan bukan untuk meredakan gejala

Keluhan dismenorea

- Paracetamol 500 mg 3 kali sehari


- ibuprofen 400 mg 3 kali sehari
- asam mafenamat 500 mg 3kali sehari
Tramadol, paracetamol dengan codein, GABA inhibitor
seperti gabapentin
SUPRESI OVARIUM

Kontrasepsi oral
Menimbulkan kondisi kehamilan palsu dengan
timbulnya amenorea dan desidualisasi jaringan
endometrium.
Pemberian kontrasepsi dosis rendah. Penggunaan
kontinu sehari sekali selama 6-12 bulan.
Biaya lebih rendah dan penangan jangka pendek
dengan keuntungan jangka panjang
SUPRESI OVARIUM

Progestin

Dianggap sebagai pilihan utama terhadap penangan


endometriosis karena efektif mengurangi rasa sakit.
Medroxypro gesterone Acetate (MPA) dimulai
dengan dosis 30 mg perhari, Didrogestron (20-30
mg/hari) dan Lynestrenol (10 mg/hari
SUPRESI OVARIUM
Danazol
Menekan berkembangnya endometriosis dan timbul
amenorea yang diproduksi untuk mencegah implan baru
pada uterus sampai kerongga peritoneal.
Dengan dosis 400-800 mg/hari dimulai dengan
pemberian 200 mg/hari selama 6 bulan
Gestrinon
Dosis 2,5-10 mg. 2-3 kali seminggu selama 6 bulan
GnRH agonist
Nafarelin acetate 200 mg nasal spray 2 x sehari
Leuprolide acetate 3,75 mg 1 x sebulan i.m
Aromatase inhibitor
TERAPI SURGIKAL
Penanganan pembedahan Konservatif
Laparotomi
Merupakan pilihan pada kasus dengan massa
endometrioma yang besar, kemungkinan operasi
yang sulit (perlengketan usus, dll)
Laparoskopi
Diagnosa definitif endometriosis secara aman dan
efisien
Keuntungan: visualisasi lebih baik, trauma minimal,
waktu penyembuhan lebih singkat
TERAPI SURGIKAL

Pembedahan Pembedahan konservatif

Pembedahan radikal

Pembedahan simptomatik
KOMBINASI SURGIKAL & SUPRESI
OVARIUM
Tujuan:

Meningkatkan angka keberhasilan terapi


Membedakan dengan kista fungsional
Atrofi jaringan endometriosis yang
metastase
Prognosis
Pasien dengan pembedahan konservatif,
10% akan menderita kembali setelah 3tahun
pertama dan 35% pada 5 tahun pertama
19/12/2017 23

TERIMA KASIH