Anda di halaman 1dari 28

DRAINASE PERKOTAAN

DAN SALURAN AIR LIMBAH


FILE 2
PERENCANAAN DRAINASE
1. DASAR-DASAR PERENCANAAN
A. UMUM
- Sistem drainase merupakan sistem
terpisah
- Sistem pengaliran secara gravitasi
- Pemanfaatan sungai sebagai badan air
penerima
- Menghindari banyaknya perlintasan
saluran (gorong-gorong) pada jalan
Faktor pembatas adalah kondisi topografi
B. BENTUK DAN JENIS SALURAN
1. Saluran tertutup
Terbuat dari beton tidak bertulang
Berbentuk bulat (buis beton)
Digunakan pada daerah padat dan
Ramai lalu lintas pejalan kaki
2. Saluran terbuka
a. Berbentuk segi empat
- Terbuat dari dari pasangan batu kali
atau batu belah
- Digunakan pada daerah dengan ruang
yang tersedia terbatas, seperti pada
lingkungan permukiman
b. Berbentuk trapesium
- Tanpa pengerasan
- Diterapkan pada daerah dengan
kepadatan rendah, seperti daerah
pertanian
- Pada bagian tertentu dilakukan
perkerasan, apabila batas kecepatan
maksimum tidak terpenuhi
B. PRINSIP PENGALIRAN
1. Limpasan air hujan dari awal saluran,
selama belum berbahaya, dihambat agar
ada kesempatan untuk infiltrasi sebesar-
besarnya, sehingga dapat mengurangi
debit limpasan.
2. Saluran dibuat sedemikian rupa agar
memberikan pengurangan debit melalui
proses infiltrasi.
3. Kecepatan aliran tidak boleh terlalu
besar agar tidak terjadi penggerusan dan
tidak boleh terlalu kecil agar tidak terjadi
pengendapan.
4. Profil saluran mampu menampung debit
maksimum dari daerah pengaliran sesuai
dengan PUH yang telah ditentukan.
2. DASAR PERHITUNGAN
A. PERHITUNGAN LIMPASAN HUJAN
(RUNOFF)
- Untuk luas daerah aliran sampai dengan
13 km2
100
Q C.I . A Metode
36 Rasional

- Untuk daerah yang lebih luas

100
Metode
Q Cs .C.I . A Rasional
36
Dimodifikasi
Dimana:
Q = debit aliran (m3/detik)
C = koefisien pengaliran (runoff coeficien)
Cs = koefisien tampungan (storage coeficient)
I = Rata-rata intensitas curah hujan (mm/jam)
untuk durasi yang besarnya sama dengan
waktu konsentrasi (tc) dan periode ulang yang
ditetapkan
A = Luas daerah tangkapan (catchment area), ha

2tc
Cs
2tc to
Koefisien run off, C
Kondisi Permukaan Tanah Koefisien Pengaliran, C

Jalan beton dan jalan aspal 0.75 0.90

Jalan kerikil & jalan tanah 0.45 0.60

Bahu jalan:
- tanah berbutir halus 0.4 0.65
- tanah berbutir kasar 0.1 0.2
- Batuan masif keras 0.7 0.85
- Batuan masif lunak 0.6 0.75
Daerah perkotaan 0.7 0.95

Daerah pinggir kota 0.6 0.7

Daerah industri 0.6 0.9

Permukiman padat 0.6 0.8

Permukiman tidak padat 0.4 0.6

Taman & kebun 0.2 0.4

Persawahan 0.45 0.6

Perbukibatan 0.7 0.8

Pegunungan 0.75 0.9


Nilai Standar to (inlet time)
Inler time commonly adpted American Society of Civil
by Japan Engineers
Densly populated districs 5 min Densely developed area 5 min

Sparsely populated districs 10 min Well developed districs 10 15 min


with relatively flat slopes
Average 7 min Flat residential districs 20 30 min

Trunk line 5 min

Branch line 7 10
min
Sumber : JICA, Operation and Maintenance of Sewerage Facilities
Kemiringan Saluran VS Kecepatan Aliran
Kemiringan Saluran (%) Kecepatan Aliran Rata-rata (m/det)
<1 0.4
1-<2 0.6
2-<4 0.9
4 - <6 1.2
6 - <10 1.5
10 < 15 2.4
Sumber: Hasmar, 2002, Drainasi Perkotaan
B. WAKTU KONSENTRASI (tc)
Merupakan waktu yang diperlukan untk
mengalirnya air hujan dari titik terjauh menuju
suatu titik tertentu yang ditinjau pada daerah
pengaliran dan diperoleh debit maksimum.
Untuk daerah terbangun

tc = t o + t d

to = waktu yang diperlukan oleh air untuk


mengalir di permukaan tanah menuju
saluran terdekat (overland time flow)
td = waktu untuk mengalir saluran menuju suatu
tempat yang ditinjau
to dipengaruhi oleh
- Kekasaran permukaan tanah
- Kemiringan permukaan tanah
- Adanya lekukan tanah
- Ukuran luas daerah aliran dan jarak dari
street inlet
- Banyaknya bangunan yang
mempengaruhi jumlah air yang meresap
1. Daerah pengaliran sangat kecil dengan jarak
limpasan <300 m
2/3
3,26(1,1 C )( Lo )
1/ 2
Lo
to to
( So )1/ 3 z
C ( I sin )
Untuk bidang atap rumah
Dimana:
to = waktu pelimpasan (menit)
C = koefisien pengaliran
Lo = panjang limpasan (m)
So = kemiringan medan limpasan (%)
Cz = koefisien de Chezy
I = Intensitas curah hujan (mm/jam)
= sudut kemiringan bidang tadah hujan
2. Untuk daerah pengaliran kecil dan jarak
limpasan sampai dengan 1000 m

108.n.( Lo )1/ 3
to 1/ 5
(S )

Dimana:
to = waktu limpasan (menit
n = koefisien kekasaran permukaan tanah
Lo = panjang limpasan (m)
S = kemiringan medan limpasan (%)
Koefisien Kekasaran Permukaan Tanah, n

No Jenis Permukaan n
1 Permukaan diperkeras (paved 0,015
surface)
2 Permukaan tanah terbuka (bare 0,0275
soil surface)
3 Permukaan berumput sedikit 0,035
4 Permukaan berumput sedang 0,045
5 Permukaan berumput lebat 0,06
Untuk daerah aliran dengan sebagian besar salurannya terbuka dan limpasan
air masuk sepanjang saluran

92,7 L
tc 0,1 0, 2
Dimana: A Sr
tc = waktu konsentrasi/limpasan (menit)
L = panjang ekivalen aliran (km)
A = luas daerah pengaliran kumulatif (Ha)
Si/Sr = kemiringan alur/ kemiringan rata-rata (0/00)

Sr (
L S
i i
)2
L i

Dimana:
r = rata-rata
i = individual
C. WAKTU MENGALIR DI DALAM SALURAN
(time of drain)
Waktu yang diperlukan air hujan untuk mengalir di dalam
saluran (td) ditentukan oleh karakteristik hidrolis di dalam
saluran
L
td
Dimana : v
L = panjang saluran (m)
v = kecepatan rata-rata di dalam saluran (m/detik)
1 2 / 3 1/ 2
v R S Manning
n
Dimana :
v = kecepatan (m/detik)
n = koefisien kekasaran saluran
R = jari-jari hidrolis
S = kemiringan saluran
Harga Perkiraan Kecepatan Rata-rata
Di Dalam Saluran Alami

No Kemiringan Rata-rata Dasar v (m/detik)


Saluran (%)
1 12 0,6

2 2-4 0,9

3 4-6 1,2

4 6 - 10 1,5

5 10 - 15 2,4

BUDP Drainage Design for Bandung, 1978


Harga-Harga Koeficien Kekasaran Manning Untuk Saluran Bertepi Kukuh

No Jenis Permukaan Harga n Yang Disarankan

1 Kaca, plastik, kuningan 0.01

2 Kayu 0.011 0014

3 Plester semen 0.011

4 Besi tuang 0013

5 Beton 0.012 0.017

6 Pipa pembuang 0.013

7 Batu bata 0.014

8 Pasangan batu 0017 0.025

9 Batu pecah 0.035 0.04

Sumber : Raju, Aliran Melalui Saluran Terbuka, 1986


D. KOEFISIEN PENGALIRAN, c
Koefisien ini diperoleh dari hasil perbandingan antara
jumlah hujan yang jatuh dengan yang mengalir sebagai
limpasan air hujan.

Pada suatu daerah pengaliran dengan tata guna lahan yang


berbeda-beda besarnya, koefisien pengaliran ditetapkan
dengan mengambil harga rata-rata berdasarkan bobot luas
daerah.

C1 A1 C2 A2 ... Cn An
CT
A
E. DAERAH PENGALIRAN (A)
Luas daerah pengaliran harus diperhitungkan
dengan akurat, karena merupakan salah satu
elemen perhitungan volume limpasan pada
metoda rasional.

Informasi daerah pengaliran meliputi:


- Tata guna lahan pada masa kini dan
perencanaan masa mendatang
- Karakteristik tanah dan bangunan diatasnya
- Kemiringan tanah dan bentuk daerah pengaliran
F. INTENSITAS CURAH HUJAN (I)
Penentuan intensitas curah hujan untuk perencanaan
saluran termasuk faktor:
- Periode ulang hujan
- Karakteristik intensitas-durasi pada frekuensi yang dipilih
- waktu konsentrasi

Untuk kebutuhan perencanaan digunakan intensitas curah


hujan yang merupakan laju rata-rata curah hujan yang
mempunyai durasi sama dengan waktu konsentarasi pada
periode ulang hujan yang dipilih sesuai dengan analisa
curah hujan yang menghasilkan kurva Intensitas-Durasi-
Frekuensi (IDF)
G. DEBIT ALIRAN
Untuk menghitung kapasitas aliran digunakan
persamaan kontinuitas dan persamaan Manning
Q = A.v

R 2 / 3 S 1/ 2
v
n

Dimana :
Q = debit aliran (m3/detik)
v = kecepatan rata-rata sebuah larutan (m/detik)
n = koefisien kekasaran saluran
A = luas penampang basah (m)
R = jari-jari hidrolis
S = kemiringan saluran
Koefisien kekasaran dinding saluran untuk persamaan Manning

Jenis Saluran n
Lapisan beton 0,015
Pasangan Batu Kali 0,025
Tanpa perkerasan 0,03
Saluran irigasi 0,45
H. KECEPATAN ALIRAN
Penentuan kecepatan aliran di dalam saluran yang
direncanakan didasarkan pada kecepatan
minimum yang diperbolehkan agar tetap self
cleansing dan kecepatan maksimum yang
diperbolehkan agar konstruksi saluran tetap aman.
Tipe Saluran dan Batasan Kecepatan Aliran Yang Dipakai

Tipe Saluran Variasi Kecapatan (m/det)


Bentuk bulat, buis beton 0,75 3,00
Bentuk persegi, pasangan batu kali 1,00 3,00

Bentuk trapesiodal, tanpa 0,60 1,50


pengerasan
I. KEMIRINGAN SALURAN DAN TALUD
SALURAN
Kemiringan saluran rata-rata dipakai untuk
memperhitungkan waktu konsentrasi. Dengan kemiringan
rata-rata dari sepanjang jalur saluran yang mempunyai
bagian-bagian panjang dengan kemiringan berbeda, maka
dapat diperoleh kecepatan rata-rata.
Dengan kecepatan rata-rata dan panjang total (kumulatif)
dapat diperoleh waktu pencapian aliran puncak pada suatu
profil saluran tertentu.

tc
Li vr
Rr
2/3
Sr
1/ 2
Sr (
L S
i i
)2
vr nr L i
Talud saluran :
1. Saluran tanpa pengerasan talud, mempunyai
kemiringan sudut talut a = 45o atau
kemiringan talud 1:1 dengan harga
m = cotangen a = 1.
2. Saluran dengan pengerasan talud, cukup
space, mempunyai kemiringan sudut talud
a=60o atau kemiringan talud 7:4 dengan harga
m = cotangen a = 0,58.
3. Saluran dengan pengerasan talud, space
terbatas, mempunyai sudut talud a = 90o atau
kemiringan talud tegak lurus dengan harga
m = cotangen a = 0
J. PENAMPANG SALURAN
Faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam
pemilihan bentuk saluran:
- Tata guna lahan daerah perencanaan yang
akan berpengaruh terhadap kesediaan tanah
dan kepadatan lalu lintas.
- Kemampuan pengaliran dengan memperhatikan
jenis bahan saluran yang digunakan
- Kemudahan pembuatan dan pemeliharaan