Anda di halaman 1dari 54

Analisis keputusan

ALIFAH NURUL KHUSNAH


KELOMPOK CRONIC LEONARDO
4 FIKRI MAULANA IKHSAN
LIKA NOVITASARI
NURUL DAYANA
RESA ENELIA
FITRIA
Keputusan
merupakan suatu pemecahan
masalah sebagai suatu hukum
situasi yang dilakukan melalui
pemilihan satu alternatif dari
beberapa alternatif .
TIPE KEPUTUSAN :
Keputusan
Terprogram

Keputusan Tidak
Terprogram

Keputusan dengan
kepastian, resiko
dan
ketidakpastian
Keputusan terprogram
Merupakan keputusan yang berulang dan telah ditentukan
sebelumnya, dalam keputusan terprogram prosedur dapat digunakan
untuk menyelesaikan permasalahan yang dialami organisasi. Keputusan
terprogram memiliki struktur yang baik karena pada umumnya kriteria
bagaimana suatu kinerja diukur sudah jelas, informasi mengenai kinerja
saat ini tersedia dengan baik, terdapat banyak alternatif keputusan,
dan tingkat kepastian relatif yang tinggi.
Keputusan tidak terprogram

Keputusan ini belum ditetapkan sebelumnya dan pada keputusan


tidak terprogram tidak ada prosedur baku yang dapat digunakan untuk
menyelesaikan permasalahan. Keputusan ini dilakukan ketika organisasi
menemui masalah yang belum pernah mereka alami sebelumnya,
sehingga organisasi tidak dapat memutuskan bagaimana merespon
permasalahan tersebut, sehingga terdapat ketidakpastian apakah solusi
yang diputuskan dapat menyelesaikan permasalahan atau tidak,
akibatnya keputusan tidak terprogram menghasilkan lebih sedikit
alternatif keputusan dibandingkan dengan keputusan terprogram selain
itu tingginya kompleksitas dan ketidakpastian keputusan tidak terprogram
pada umumnya melibatkan perencanaan strategik
KEPUTUSAN JAMES A.F. STONER
Pemilihan diantara alternatif-alternatif.
Mengandung 3 pengertian:
a. Ada pilihan dasar logika atau pertimbangan.
b. Ada beberapa alternatif yang harus dan
dipilih salah satu yang terbaik.
c. Ada tujuan yang ingin dicapai, dan
keputusan itu makin mendekatkan pada
tujuan tersebut.
PENGAMBILAN KEPUTUSAN
STONER
Proses yang digunakan untuk memilih suatu
tindakan sebagai cara pemecahan masalah.
Secara umum proses pengambilan keputusan terdiri
dari 3 tahap;
a. Penemuan masalah
b. Pemecahan masalah
c. Pengambilan Keputusan
Apa itu Analisis Keputusan?
Analisis keputusan adalah alat yang dapat membantu
memvisualisasikan analisis pharmacoeconomic.
Ini adalah aplikasi dari metode analisis secara sistematis
membandingkan pilihan keputusan yang berbeda.
Analisis keputusan grafis menampilkan pilihan dan melakukan
perhitungan yang diperlukan untuk membandingkan pilihan ini

Analisis keputusan pendekatan sistematik


untuk membuat keputusan dalam keadaan yang
tidak pasti
membantu memilih alternatif terbaik atau biaya
yang paling efektif.

membantu dalam membuat keputusan ketika


keputusan yang kompleks dan ada ketidakpastian
tentang beberapa informasi.
Memperkirakan konsekuensi dan outcome dari
masing-masing pilihan

Menilai probabilitas dari outcome yang mungkin


terjadi

Menetapkan nilai untuk masing-masing outcome

Menentukan pilihan keputusan terbaik


Suatu diagram yang secara sistematis dan
komprehensif menggambarkan hubungan
antara alternatif keputusan/tindakan dengan
kejadian-kejadian tak pasti yang melingkupi
setiap alternatif dan hasil alternatif keputusan
yang dipilih.
Bertujuan untuk mempermudah penggambaran
keputusan yang dilakukan secara bertahap.
JENIS-JENIS PENGAMBILAN
KEPUTUSAN
Pengambilan Keputusan Individu Robin (1991)
pendekatan keputusan berdasarkan contongency
(sesuai dengan situasi tertentu).

The Satisficing Model


- Pengambilan keputusan berdasarkan bounded
rasionality (rasional terbatas)
- Penyederhanaan alternatif dengan mengambil inti
masalah
- Lebih baik cukup dengan minimal alternatif

The Satisficing Model Penyederhanaan masalah


untuk mengambil keputusan.
JENIS-JENIS PENGAMBILAN
KEPUTUSAN

The Optimizing Decision Making Model


- Decision maker memiliki keyakinan dalam
menyusun alternatif
- Mengestimasi untung rugi setiap alternatif
- Menyesuaikan dengan tujuan organisasi
- Mempertimbangkan segala kemungkinan yang
akan terjadi
- Melakukan penyusunan berdasarkan prioritas
- Pengambilan keputusan yang optimal
Tahapan The Optimizing Decision Making Model :

Tegaskan kebutuhan untuk suatu keputusan


Identifikasi kriteria keputusan
Alokasi bobot nilai pada kriteria
Kembangkan berbagai alternatif
Evaluasi alternatif-alternatif tersebut di atas
Pilih alternatif terbaik
The Implicit Favorite Model :
- Adanya kaitan antara keputusan kompleks
- Dilakukan tidak secara rutin
- Penyederhanaan masalah yang kompleks

Beda dengan The Satisficing Model adalah :


- tidak memasuki tahap pengambilan
keputusan melalui pengevaluasian alternatif
yang cukup sulit karena perlu rasional dan
obyektif
The Intuitive Model
- Muncul berdasarkan pengalamanyang terseleski
- Irrasional dan rasional saling melengkapi
- Tanpa analisis rasional model ini tidak berarti

Terdapat dua pendekatan dalam menggunakan model ini,


yaitu :
A front end approach
- Pengambil keputusan mencoba untuk menghindari
menganalisis masalah secara sistematis
- Memliki kebebasan dalam mengembangkan gagasan
- Keputusan tidak dibangun dari data yang lalu.
A back end approach
- Pengambilan keputusan menggunakan intuisi
dengan bersandar pada analisis rasional, untuk
mengidentifikan dan mengalikasi bobot nilai
kriteria.
- Mengevaluasi alternatif yang ada
- Memliki beberapa jeda sebelum pengambilan
keputusan
Pengambilan Keputusan Kelompok Bodily (1985)
merubah dari sederhana yang lebih modern serta
ingin mengaplikasikan setiap metode harus dapat
menyesuaikan dari individu ke kelompok.

Pareto Optimality
- Memilih satu alternatif yang tidak didominasi oleh
alternatif lain
- Perlunya identifikasi alternatif optimal pareto
MODEL PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Rasional Analitis
MODEL PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Intuitif Analitis
METODE PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Kewenangan Tanpa Diskusi


- Biasa digunakan dalam kepemimpinan otokratik (militer)
- Cepat dalam pengambilan keputusan
- Efektif untuk pengambilan keputusan yang tidak
memerlukan diskusi
- Rentan timbulnya rasa ketidakpercayaan

Pendapat Ahli
- Memiliki predikat ahli sebagai pengambil keputusan
- Efektif apabila memiliki kemampuan yang optimal
(tidak menimbulkan keraguan)
- Sulit dalam menentukan predikat ahli (individual)
METODE PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Kewenangan Setelah Diskusi


- Lebih tidak bersifat otokratik
- Mempertimbangkan pendapat-pendapat yang ada
- Memberikan keluasan dalam mencari masalah
- Memiliki kemampuan untuk mempengaruhi dalam
pengambilan keputusan

Kesepakatan
- Terpenuhi apabila semua elemen satu pendapat
- Partisipasi penuh terkait pengambilan keputusan
- Butuh waktu lama dalam pengambilan
keputusan
Metode yang paling efektif yang dapat digunakan dalam
situasi tertentu, bergantung pada faktor-faktor:

Jumlah waktu yang ada dan dapat dimanfaatkan


Tingkat pentingnya keputusan yang akan diambil
oleh kelompok
Kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh
pemimpin kelompok dalam mengelola kegiatan
pengambilan keputusan tersebut.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DALAM
PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Beberapa faktor yang memepengaruhi pengambilan


keputusan yaitu :

Internal Organisasi seperti ketersediaan dana,


SDM, kelengkapan peralatan, teknologi dan
sebagainya
Eksternal Organisasi seperti keadaan sosial
politik, ekonomi, hukum dan sebagainya
Ketersediaan informasi yang diperlukan
Kepribadian dan kecapakan pengambil
keputusan
Identifikasi keputusan, meliputi Menetapkan nilai dari masing-
seleksi pilihan keputusan yang masing outcome (misalnya dalam
akan dikaji rupiah, quality-adjusted life
years atau utility).

Menyusun keputusan dan


konsekuensi dari masing-masing Menentukan pilihan dengan
pilihan keputusan dari waktu ke perkiraan outcome paling tinggi
waktu secara berurutan

Menilai probabilitas dari masing-


masing konsekuensi yang akan Dilakukan analisis sensitivitas
terjadi
Langkah-langkah dalam Analisis
Keputusan
Langkah 1: Identifikasi Keputusan Spesifik (Soal Terapi atau Medis) :
Menentukan dengan jelas keputusan khusus untuk dievaluasi. Menentukan siapa yang
akan bertanggung jawab untuk biaya pengobatan dan menentukan bagaimana biaya
diukur.
contoh ISK, keputusan itu apakah akan menambahkan antibiotik baru ke formularium
untuk mengobati UTI
Langkah 2: Tentukan Alternatif (misalnya, Dua Obat yang berbeda atau Perawatan, atau
B) :
Idealnya, dua perlakuan yang paling efektif atau alternatif harus dibandingkan. Dalam
evaluasi farmakoterapi, pembuat produk baru yang inovatif dapat dibandingkan atau
diukur terhadap
contoh ISK, penggunaan obat baru (obat A) akan dibandingkan dengan obat sulfa (obat B).
Langkah 3: Tentukan Hasil Kemungkinan dan Probabilitas
Untuk setiap hasil yang potensial, probabilitas harus ditentukan (misalnya, probabilitas 95%
sembuh atau kejadian 7% dari efek samping). menunjukkan hasil dan probabilitas untuk
contoh ISK.
Tabel 8-9. Hasil dan Probabilitas, ISK Contoh
Obat A Obat B
Efektivitas probabilitas 0,95 0,85
Efek samping probabilitas 0,05 0,15
Biaya obat $ 120 $ 100
Biaya efek samping $ 50 $ 50

Langkah 4: Menggambar Struktur Analisis Keputusan


Nodes adalah tempat di mana pohon keputusan keputusan diperbolehkan, sebuah percabangan
menjadi mungkin pada saat ini.
Ada tiga jenis node:
(1) node pilihan adalah di mana pilihan diperbolehkan (seperti antara dua obat atau dua
perawatan),
(2) node kesempatan adalah tempat di mana kesempatan (kejadian alam) dapat mempengaruhi
keputusan atau hasil dinyatakan sebagai kemungkinan
(3) node terminal adalah hasil akhir dari bunga untuk keputusan itu.
Langkah 5: Melakukan Perhitungan
Langkah 6: Melakukan Analisis Sensitivitas (Vary Perkiraan
Biaya)

Karena model ini dibangun dengan baik, analisis sensitivitas dilakukan. Perkiraan
tertinggi dan terendah dari biaya dan probabilitas dimasukkan ke dalam persamaan,
untuk menentukan kasus terbaik dan jawaban kasus buruk. Perkiraan ini harus cukup
bervariasi untuk mencerminkan semua variasi yang sebenarnya mungkin dalam nilai-
nilai.
contoh ISK, obat baru (obat A) akan ditambahkan ke formularium jika peracik berpikir
bahwa biaya tambahan ($ 150) itu bernilai manfaat tambahan (satu pengobatan
lebih sukses).
Beberapa mungkin tidak setuju dengan kemungkinan efek samping obat A, karena
terapi baru, mereka mungkin percaya 5% mungkin menjadi meremehkan.
Jika kita meningkatkan perkiraan ini ke tingkat 10% efek samping untuk obat baru
dan menghitung ulang rasio efektivitas biaya marjinal, yang dihitung rasio akan
menjadi $ 175 per keberhasilan pengobatan tambahan. Sekali lagi, peracik harus
memutuskan apakah biaya tambahan bernilai manfaat tambahan.
contoh
Sebuah artikel oleh Botteman et al. menggunakan analisis pohon keputusan untuk
model biaya-efektivitas enoxaparin dibandingkan dengan warfarin untuk
pencegahan komplikasi (deep vein thrombosis, thromboembolisms vena, dan
sindrom postthrombotic) karena operasi penggantian pinggul.
Data untuk model ini diperoleh melalui literatur yang diterbitkan dan pendapat
ahli. Model ini diciptakan untuk menilai baik jangka pendek (segera setelah
operasi) dan jangka panjang (diikuti sampai tahun kematian atau 100 lama)
biaya dan konsekuensi.
Perspektif :
Untuk model jangka pendek, terapi dengan enoxaparin lebih mahal (+ $ 133
per pasien), tetapi memiliki hasil yang lebih baik (+0.04 QALY per pasien).
Untuk model jangka panjang, terapi dengan uang yang disimpan enoxaparin
(- $ 89 per pasien) dan memiliki hasil yang lebih baik (+0.16 QALY per
pasien), dan karena itu pilihan yang dominan. Analisis sensitivitas baik
univariat dan probabilistik dilakukan dan dilaporkan.
Pada Markov model outcome yang terjadi pada masing-
masing keputusan merupakan kombinasi yang kompleks dari
beberapa kejadian.

Pada beberapa penyakit dan keadaan, dibutuhkan suatu


model dengan outcome yang lebih kompleks dengan periode
follow up yang lebih lama.

Pada analisis ini pasien dapat berpindah bolak-balik atau


mengalami transisi diantara keadaan kesehatan selama
periode waktu tertentu.
Lanjutan..

Makrov analisis memberikan gambaran lebih


akurat dari skenario yang kompleks yang terjadi
dalam beberapa siklus atau interval.
Langkah-langkah dalam Membuat Makrov Model

Menentukan status kesehatan yang


menggambarkan outcome yang mungkin dari
masing-masing intervensi

Menentukan transisi yang mungkin diantara


keadaan kesehatan

Menentukan berapa lama untuk masing-


masing siklus dan beberapa siklus yang akan
dianalisis

Memperkirakan probabilitas transisi antara


keadaan kesehatan

Menilai biaya dan outcome untuk masing-


masing pilihan
Contoh kasus

Alphazorin dan omegazorin antibiotika baru yang efektif untuk bakteri


gram negative yang resisten terhadap beberapa antibiotika.
Dari uji klinik diketahui 95% kasus septicemia gram negative rentan terhadap
alphazorin dan 88% rentan terhadap omegazorin.
Meskipun insidensi toksisitas terkait penggunaan omegazorin tinggi, kadar
kedua antibiotika tersebut harus dijaga dalam rentang terapi yang sempit.
Efek samping kedua antibiotika tersebut meliputi diare, mual (toksisitas
gastrointestinal), perubahan enzim hepatic (hepatotoksisitas), dan
penghambatan platelet (hematoksisitas).
Biaya untuk pemberian Alphazorin intravena, yang diberikan setia 8 jam
selama 10 hari sebesar Rp 1.650.000, meliputi biaya langsung terkait dengan
biaya obat dan penyimpanannya, biaya penyiapan Rp 540.000, dan biaya
pemberian Rp 18.000/dosis.
Omegazorin diberikan setiap 6 jam, dengan besarnya masing-masing biaya
Rp 1.050.000, Rp 720.000, Rp18.000/dosis.
Meskipun biaya alphazorin lebih tinggi, tetapi efektivitasnya juga lebih tinggi,
dan insidensi toksisitasnya lebih rendah.
a. Identifikasi Keputusan

Tentukan siapa yang


akan mengambil
keputusan dan dari
perspektif mana
keputusan akan
diambil

Keputusan apa
yang akan diambil
dan pilihan apa
saja yang akan
dipertimbangkan

Jangka waktu /
lama konsekuensi
akan dianalisis
b. Siapa yang akan mengambil
keputusan

Untuk menentukan dari perspektif mana


analisis dilakukan.

Analisis keputusan mempertimbangkan biaya


terkait dengan obat, seluruh biaya dari semua
produk dan pelayanan selama periode
perawatan di rumah sakit.

Pada contoh kasus (alphazorin/omegazorin),


dibuat struktur analisis dari perspektif rumah
sakit (komite farmasi dan terapi). Karena
outcome dari kedua antibiotika sebanding,
maka komite farmasi dan terapi harus
menentukan pilihan yang biayanya minimal
bagi rumah sakit
c. Keputusan, Pilihan Keputusan, dan
Kriteria Keputusan

Jika akan mempertimbangkan


penggunaan obat baru, maka
sebagai pembanding adalah
standar terapi.

Kriteria keputusan yang


ditetapkan terkait dengan
tipe analisis yang akan
dilakukan.
Pada contoh kasus (alphazorin/omgazorin), proses
analisis keputusan hanya mempertimbangkan biaya.
Diasumsikan bahwa meskipun efikasi dari kedua
antibiotika berbeda tetapi nilai episode terapi
sebanding.
Jika organisme resisten terhadap alphazorin maupun
omegazorin, maka terapi diganti antibiotika betasporin.
Karena KFT mengasumsikan efektivitas kedua antibiotika
sama, maka tipe analisis yang digunakan adalah cost
minimization analysis, dan hanya biaya saja yang
dipertimbangkan dalam pengukuran outcome.
Maka dibuat pohon keputusan dimulai dengan alternative
pilihan.
Dalam notasi ilmiah dari analisis keputusan, choice node
(simbol kotak) menunjukkan titik waktu dimana pembuat
keputusan memilih satu diantara beberapa pilihan.
Choice node awal, disebut juga root node, diletakkan di
sebelah kiri dan menunjukkan awal dari pohon keputusan
untuk menentukan pilihan yang mungkin (alphazorin dan
omegazorin), selanjutnya sebagai pangkal dari cabang ke
kanan disebut choice node (Gambar 1).
c. Jangka waktu analisis

Pada contoh kasus analisis keputusan


dimulai pada saat membrikan antibiotika
untuk mengatasi septicemia bakteri gram
negative sampai infeksi dinyatakan sembuh.
e. Membuat Pohon Keputusan

1. Membuat struktur keputusan dan konsekuensinya dari waktu ke


waktu

Pohon keputusan dibuat untuk


mengidentifikasi hubungan antara
pilihan keputusan dan konsekuensi
dari masing-masing pilihan
f. Menilai Probabilitas

Pada masing-masing chance node, nilai


probabilitasnya sebesar 1.
Data probabilitas dapat diperoleh dari uji klinik
fase III dari industri farmasi atau dari sumber lain.
Jumlah probabilitas semua konsekuensi dari chance
node harus 1, sehingga konsekuensi harus
diidentifikasi untuk masing-masing chance node
probabilitas pada kasus
g. Menilai Outcome

Perhitungan outcome ekonomi , nilai moneter


dari obat dan biaya yang terkait dengan obat.
Biaya obat termasuk harga obat dan biaya penyimpanan
untuk 10 hari pemberian sebesar Rp.1.650.000 untuk
alphrazolin dan Rp.1.050.000 untuk omegazorin.

Biaya Pemberian obat sebesar Rp.18.000 untuk setiap kali


pemberian Alphazorin diberikan setiap 8 jam selama 10 hari
sehingga total biaya pemberian sebesar Rp.540.000, dan
omegazorin diberikan setiap 6 jam dengan durasi yang sama,
sehingga biaya total pemberian sebesar Rp.720.000.
Lanjutan..
Jika dilakukan perubahan terapi karena kemungkinan terjadi resistensi,
maka diberikan betasporin secara intravena selam 10 hari, dengan biaya
obat Rp.1.800.000 dan biaya terkait dengan pemberian obat Rp.360.000.

Biaya yang disebabkan karena pengobatan merupakan biaya karena


respon yang tidak optimal dari pemberian alphazorin dan omegazorin.
Biaya tambahan tersebut sebesar Rp.1.000.000 tiap tambahan hari rawat
inap, biaya test laboratorium (Rp.75.000/pemeriksaan kadar obat dalam
serum, Rp.65.000/test fungsi hepar, Rp.60.000/jumlah platelet), terapi
tambahan (Rp.360.000/tranfusi Red Blood Cell dan platelet conentrate),
Rp.115.000 tiap kali konsultasi farmakokinetika, dan
Rp.400.000/konsultasi infeksi dan hematologi.
h. Menghitung Biaya Pada Masing-Masing Outcome Keputusan

Menggabungkan beberapa pilihan keputusan,


nilai probabilitas, dan nilai outcome untuk
memilih yang paling sesuai.
Langkah pertama dengan memotong pohon
keputusan dalam bagian yang lebih kecil.
Perhitungan dilakukan dari kanan kearah kiri
atau chance node awal.
Untuk masing-masing chance node nilai
outcome dikalikan probabilitas untuk masing-
masing cabang.