Anda di halaman 1dari 48

Trauma jaringan lunak

Trauma jaringan keras


1. Trauma pada gigi
2. Fraktur mandibula
3. Fraktur 1/3 tengah wajah
Through and through
luka yang
menghubungkan kulit
dengan permukaan
mukosa.
mudah terkontaminasi
dengan flora rongga
hidung dan mulut
Avulsi
hilangnya substansi
jaringan lunak
(kulit, mukosa,
otot)
Kontusio
luka memar/ hancur yang terjadi pada bagian
yang mengalami trauma
Abrasi
luka goresan. Hilangnya sebagian ketebalan
kulit
Luka bakar
Luka bakar
dikelompokkan
berdasarkan tingkat
ketebalan kulit yang
mengalami luka.
Derajat 1 :
melibatkan lapisan luar
epidermis disertai eritema,
nyeri tekan dan sakit
Derajat 2 :
kerusakan mencapai dermis
disertai terjadinya vesikel
dan bulae
Derajat 3 : hancurnya
epidermis dan dermis
Trauma pada gigi-geligi (WHO)
TERBAGI ATAS :
Injuri pada jaringan keras gigi dan jaringan pulpa
- Retak (infraction) pada enamel
- Fr. Crown tanpa disertai kerusakan pulpa
- Fr. Corona dengan disertai kerusakan pulpa
- Fr. Corona dan akar gigi tanpa kerusakan
pulpa
- Fr. Corona dan akar gigi dengan kerusakan
pulpa
- Fr. Akar gigi disertai kerusakan pulpa
Injuri pada jaringan periodontal
- Concussion
kelainan terlihat pada perkusi gigi ybs
- Sub luxation (loosening) gigi
goyang tanpa displacement
- Intrusive luxation
- Extrusive luxation
- Lateral luxation
- Exarticulation
Injuri pada tl. alveolar/supporting bone
- Fraktur alveolar socket
- Fraktur proc. Alveolaris

Injuri pada gingiva dan mucosa


- Laserasi
- Contusio
- Abrasi
common sites of mandibular
fractures

Fracture Type Prevalence

Body 30 - 40 %
Angle 25 - 31 %
Condyle 15 - 17 %
Symphysis 7 - 15 %
Ramus 3-9%
Alveolar 2-4%
1-2%
Coronoid process
Sakit
Tidak mampu mengunyah
Palpasi pada tepi mandibula step deformity
Fragment kadang bisa digerakkan
Fragment bergerak ke arah otot yang
menariknya
Cedera syaraf
Bleeding
Batas Sepertiga tengah wajah :
Superior : garis dibawah mata
Inferior : occlusal plane of maxillary teeth
(alveolar ridge)
Posterior : Badan sphenoid pterygoid plate
Maxilla
Zygomatic
Processus zygomaticus ossis temporal
Palatal
Nasal
Lacrimal
Vomer fragile

Concha nasalis inferior


Pterigoid plate of sphenoid
Le Fort I = Low level fracture
= Guerin fracture/ horizontal fracture
= Floating Fracture
Tulang yang terlibat :
1. Proc alveolaris ossis maxilla
2. Palatum Durum
3. Basis of Sinus Maxilla
4. Nasal Septum
Le Fort II
= Sub zygomatic frakture = Pyramidal fracture
= Infra zygomatic fracture
Tulang yang terlibat :
Maxilla
Nasal
Lacrimal
Ethmoid
Sphenoid
Vomer
Nasal septum
Le Fort III = High level fracture
= Supra zygomatic fracture
Craniofasial disjunction
Bagian sepertiga tengah wajah telepas dari
basis cranii
Tulang yang terlibat :
Maxilla
Frontalis
Temporalis
zygomaticus
Ruang (spatium) fasial
Kepala dan leher dikelilingi oleh spatium yang
dipisahkan oleh jaringan ikat longgar.
Saling berhubungan
Barier terakhir infeksi odontogen :
periosteum
Bila menembus periosteum, infeksi menyebar
ke potensial space
Mandibular
Sub mental
Batas :
Superior : M. Mylohyoid
Inferior : M. Platysma
Infeksi dari gigi insisif rahang bawah
Berhubungan dengan sub mandibular space

Sub lingual
Batas :
Superior : mukosa dasar mulut
Inferior : M. Mylohyoid
Infeksi dari gigi premolar rahang bawah
Sub Mandibula
Batas :
Superior : M. Mylohyoid
Inferior : M. Digastricus
Medial : M. Hyoglosus (trigonum submandibulare)
Infeksi berasal dari regio molar mandibula
Menuju sub mandibular kontralateral
Pterigomandibular space
Parafaringeal space
Retrofaringeal space
Mediastinum
Selulitis mengenai ruang
Perluasan servikal infeksi
submandibular,
membahayakansub mental
danmediastinum
businator
Sub Masseter
Letak : disebelah lateral ramus mandibula
Berhubungan dengan :
Temporal space, parafaringeal space

Pterigomandibular
Letak : disebelah medial ramus mandibula dan
dibatasi oleh m. pterygoideus medialis
Asal infeksi dari molar tiga rahang bawah
Berhubungan dengan :
Temporal space, parafaringeal space
Maksilar
Fossa canina
Gigi sumber infeksi : caninus, premolar kadang insisif rahang
atas
Letak diprofunda dari m. quadratus labii superior
Berhubungan melalui vena ke sinus cavernosus melalui vena-
vena fasialis, angularis, optalmicus

Periorbital
Gigi sumber infeksi : semua gigi rahang atas
Letak di profunda dari m. orbicularis occuli
Berhubungan melalui vena ke sinus cavernosus melalui vena-
vena fasialis, angularis, optalmicus
Lateral
Buccinator
Gigi sumber infeksi : molar dan premolar
baik rahang atas maupun rahang bawah
Berhubungan dengan sub maseterik,
pterigomandibular, temporal, faringeal

Parotis
Sumber infeksi biasanya bukan dari gigi
Berhubungan dengan parafaringeal
Faringeal
Parafaringeal
Sumber infeksi : setiap gigi melalui ruang lain.
Utamanya gigi posterior rahang bawah
Hubungan dengan penyebaran infeksi intrakranial
atau mediastinum
Potential space berukuran besar di bagian lateral
fascia visceral dari dasar cranium hingga setingkat
dengan os. hyoid.
Dibatasi oleh m. pterygoideus internus disebelah
lateral dan mm. constrictor pharyngis disebelah
medial
Mengandung carotid sheath, pembuluh limfe
regional, dan syaraf kranial IX, X, XI, dan XII
Retropharingeal
Sumber infeksi : setiap gigi melalui ruang
lain. Utamanya gigi posterior rahang bawah
Terletak diposterior dari mm. constrictor
pharyngis dan anterior dari carotid sheath
dan fascia vertebralis
Hubungan dengan penyebaran infeksi
intrakranial atau mediastinum
Kranial
Temporal
Berhubungan dengan: pterigomandibular dan infra
temporal
Dibagi menjadi superfisial dan profunda oleh m.
termporal
Batas luar : fasia temporalis
Batas profunda : dinding tulang dari fossa
temporalis
Temporalis superfisialis space pada inferior
dibatasi oleh arcus zygomaticus
Temporalis profunda berhubungan dengan
pterygomandibula
Infratemporal
Dibatasi oleh :
Superior : basis cranii
Lateral : ramus mandibula dan m. temporalis
Medial : mm. pterygoidei
Ke arah inferior berhubungan dengan :
pterigomandibular dan temporal profunda
Infeksi melalui plexus venosus pterigoideus
Menuju sinus cavernosus
Servicalis
Fascia superfisialis
Merupakan kelanjutan dari m. platysma
Fascia Profunda
Berhubungan melalui carotid sheath ke
mediastinum
Trombosis sinus cavernosus
Infeksi berasal dari gigi anterior rahang atas
Terjadi karena V. angularis, V. Fascial, V.
Optalmicus tidak mempunyai katup
sehingga kuman atau toxin bisa masuk
Gejala : obstruksi vena pada retina,
hiperpireksia, abses jaringan lunak sekitar
pipi atas, mata dan iritasi meningeal
Angina Ludwig
Kematian bisa disebabkan :
Sepsis, dehidrasi, obstruksi saluran nafas
Biasanya karena infeksi pada gigi molar ke
2 atau 3 rahang bawah.
Infeksi meluas mengenai sub mental,
sublingual dan submandibular secara
bilateral
Kadang meluas kearah leher dan
mediastinum
Gejala khas :
Pembengkakan didaerah sub mandibular
dengan warna kecoklatan
Konsistensi keras seperti papan
Lidah terangkat dan terdorong kebelakang
Adanya edema pada daerah leher dan
sekitarnya
KU pasien menurun
Obstruksi saluran nafas
Submental
Ludwigs
Sublingual Angina
Sub
mandibular
Abses metastase
Infeksi primer dari gigi menyebar ke organ
tubuh lain.
Kematian diakibatkan abses mengenai organ
vital