Anda di halaman 1dari 14

NORMA SOSIAL

DR.MARSEL
Norma Seperangkat aturan baik yang tertulis maupun
tidak yang disepakati oleh sekelompok masyarakat untuk
mengatur kehidupannya dan akan dikenakan sanksi bagi
yang akan melanggar.
Norma sosial adalah patokan-patokan perilaku yang
berlaku dalam kelompok. Aturan atau norma membatasi
dan mengendalikan tingkah laku mereka agar tetap sesuai
dengan norma sosial.

Norma sosial, selain memberi tatanan atau aturan, juga


memberi sanksi-sanksi yang merupakan daya ikat dan
suatu keharusan dari adanya keberadaan norma sosial
dalam upaya mencapai tujuan dari norma sosial itu
sendiri.
KLASIFIKASI NORMA
1. Kebiasaan/Kelaziman (Folkways)
2. Norma Cara (Usage)
3. Kesusialaan/Tata Kelakuan (Mores)
4. Adat Istiadat (Custom)
5. Norma Hukum (Laws)
6. Norma Agama
7. Norma Mode (Fashion)
1. Cara (Usage)
yaitu sebuah bentuk perbuatan yang sering
digunakan dalam berhubungan antarindividu
dalam masyarakat. Bila dilanggar tidak akan
mendapatkan hukuman atau sanksi yang berat.
Pelanggar biasanya hanya dikatakan aneh atau
tidak sopan.
Contoh : penggunaan tangan kiri, makan sambil
berbicara, dan mengeluarkan bunyi setelah
makan.
2. Kebiasaan/Kelaziman (Folkways)
yaitu bentuk perbuatan yang diulang-ulang oleh
banyak orang dalam bentuk yang sama. Norma
ini diikuti orang berdasarkan kebiasaan-
kebiasaan yang telah berakar dalam masyarakat.
Misalnya: cara menyapa orang, mempersilakan,
dan memberi hormat pada orang yang lebih tua.
Mereka yang melanggar akan dicemooh atau
dipergunjingkan oleh teman atau tetangganya.
3. Norma Kesusilaan/Tata Kelakuan (Mores)
Mores merupakan norma yang mendapat
penekanan keras tentang tata kelakuan yang
mencerminkan sifat-sifat yang hidup dari
kelompok manusia, yang dilaksanakan sebagai
alat pengawas, baik secara sadar maupun tidak
kepada para anggotanya.
Pelanggarnya akan mendapat sanksi terisolir,
bahkan dianggap jelek atau jahat.
4. Adat Istiadat (Custom)
Merupakan ide atau gagasan orang banyak
yang hidup bersama dalam masyarakat atau
kesukuan.Contoh : norma adat yang berlaku
pada tradisi-tradisi di daerah-daerah tertentu.
Misalnya pada masyarakat yang masih
menganut sistem kasta, jika mau menikah ada
aturannya, misalnya harus sekasta, jika tidak
maka dikatakan melanggar adat.
5. Norma Hukum (Laws)
Norma hukum dapat dibedakan menjadi dua macam
yaitu :
a. Norma hukum tertulis, misalnya perdata atau
pidana. Norma hukum tertulis sanksinya jelas
dan tegas, seperti denda atau kurungan.
b. Norma hukum tidak tertulis, misalnya hukum
adat. Sanksinya dilakukan oleh adat setempat.
6. Norma Agama
Adalah bentuk norma yang didasarkan atas
suatu ajaran agama dalam mengatur tata
kehidupan dan berperilaku.Sanksinya
biasanya dikatakan berdosa dan akan
diperhitungkan di akhirat kelak setelah
meninggal.
7.Norma Mode (Fashion)
Norma ini dilakukan melalui proses
imitasi. Norma ini sifatnya sementara,
tetapi berkembang sangat cepat.
Misalnya, mode pakaian, rambut, dan
gaya hidup. Pelanggar dari norma ini
hanya dianggap berperilaku aneh atau
berperilaku lain.
Pandangan Lain, Macam-macam Norma
NORMA SUMBER DARI SANKSI
Agama Tuhan YME Tegas tp tdk nyata

Kesopanan Masy. Setempat Nyata berupa gunjingan

Kesusilaan Masy. Setempat & bisa Nyata berupa gunjingan,


universal bisa pidana
Adat Masy. Setempat Nyata berupa gunjingan,
bisa dikucilkan
Hukum Negara Tegas & nyata (fisik dan
non fisik)
PENYIMPANGAN NORMA
Menurut Robert M.Z. Lawang, perilaku menyimpang dapat
dikategorikana menjadi 4, yaitu :
1. Perilaku menyimpang yang dianggap suatu kejahatan,
misalnya pemukulan dan pemerkosaan.
2. Penyimpangan seksual, yaitu perilaku seksual yang lain dari
biasanya, seperti homoseksual.
3. Penyimpangan konsumsi berlebihan, misalnya dalam
penggunaan obat-obatan, obat bius, dan alkohol.
4. Penyimpangan gaya hidup, misalnya berlaku dan berlagak
seperti gengster sebagaimana yang terlihat di televisi dan
perjudian
Dalam norma hukum ada dalil:

1. Hukum buruk dan aparat buruk maka pelaksanaan


hukum akan buruk.
2. Hukum baik dan aparat buruk maka pelaksanaan
hukum akan buruk.
3. Hukum buruk dan aparat baik maka pelaksanaan
hukum akan baik.
4. Hukum baik dan aparat baik maka pelaksanaan
hukum akan baik.