Anda di halaman 1dari 20

Journal Reading

Tatalaksana Fibromialgia
Disusun Oleh:
Catri Dwi Utari Pramasari, SKed
04054821517128

Pembimbing: Dr. Hendry Sugiharto, Sp.S

Departemen Neurologi
RSUP dr Mohammad Hoesin Palembang
Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya
2015
Fibromialgia adalah suatu kelainan yang ditandai
dengan adanya nyeri muskuloskeletal kronis yang luas
dan ciri khas fibromialgia adanya tender point

Istilah fibromialgia muncul dan dibuat kriteria


diagnosis oleh American College of Rheumatology
(ACR) pada tahun 1990
Diperkirakan 2%-3% populasi di Amerika menderita
fibromialgia dengan prevalensi wanita lebih tinggi
dibandingkan pria
Fibromialgia lebih sering terjadi pada rentang usia 40-79
tahun
Penderita fibromialgia dilaporkan mengalami penurunan
kualitas hidup
Hingga kini, penyebab pasti fibromialgia belum dapat
ditemukan

Fibromialgia Ditemukan Kurangnya

fibromialgia
fibromialgia
Faktor pemicu

Kondisi penyerta

Kondisi penyerta
dapat dipicu pada pasien latihan,
oleh stress, yang penggunaan
emosional, terinfeksi otot secara
infeksi, hepatitis C, berlebihan,
pembedahan, HIV, dan
hipotiroidisme Parvovirus perubahan
dan trauma B19, dan metabolisme
Lyme disease otot
Kadar serotonin yang rendah

Kadar Growth Hormon yang


rendah

Kadar substansi P yang


meningkat
Menurut American College of Menurut American College of
Rheumatology (ACR) tahun 1990, Rheumatology (ACR) tahun 2010 secara
kriteria fibromialgia meliputi dua singkatnya dapat ditentukan menurut tiga
poin berikut ini :
kondisi yaitu :
Indeks penjalaran nyeri (WPI) 7 dan
1. Nyeri kronik luas yang menjalar skala beratnya gejala (symptom
dalam kurun waktu 3 bulan di severity) 5 atau WPI 3-6 dan skala
keempat kuadran tubuh SS 9
2. Nyeri paling tidak pada 11-18 Adanya gejala-gejala yang sama
titik tender dengan palpasi dalam kurun waktu paling tidak 3
memberikan penekanan beban bulan
sekitar 4 kg. Tidak didapatkan kelainan lain yang
dapat menjelasakan kondisi nyeri

Beberapa organisasi telah mengembangkan beberapa rekomendasi pengobatan
untuk fibromialgia, Perbandingan rekomendasi penatalaksanaan fibromialgia
disajikan pada Tabel 1-1.
1. Pregabaline
Mekanisme kerja pregabalin mengeluarkan neurotransmiter
seperti glutamat, norepinefrin, dan substansi P yang
berkontribusi untuk mengurangi nyeri pada fibromialgia.
Dosis awal penggunaan pregabalin yang dianjurkan
adalah 25 mg dua kali sehari, kemudian dititrasi menjadi
dosis 100 mg dua kali sehari.
2. Duloxetine
Mekanisme kerja obat ini belum diketahui secara pasti,
tetapi duloxetine dapat memperbaiki gejala fibromialgia
melalui sifat analgesik
Selain itu manfaat duloxetine juga dapat menurunkan
tingkat kecemasan dan depresi pada fibromialgia
Dosis awal yang dianjurkan untuk penggunaan duloxetine
pada fibromialgia adalah 30 mg sekali sehari, dititrasi
setelah 1 minggu sampai dosis 60 mg sekali sehari.
Efek samping duloxetine yaitu, mulut kering, kelelahan dan
mengantuk, mual, sembelit, dan sakit kepala.
3. Milnacipran
Milnacipran memiliki sifat analgesik
Selain itu milnacipran juga dapat menurunkan tingkat kecemasan
dan depresi yang pada fibromialgia.
Obat milnacipran lebih sedikit mengandung noradrenergik
daripada duloxetine, sehingga menunjukkan manfaat lebih untuk
kelelahan dan mengatasi masalah memori, meskipun hipotesis ini
belum terbukti secara klinis.
Dosis milnacipran yaitu 12,5 mg sekali sehari dan dititrasi
hingga 50 mg dua kali sehari.
Efek samping milnacipran dapat menyebabkan peningkatan
tekanan darah atau denyut jantung, mual, berkeringat atau
diaphoresis, serta sakit kepala.
Duloxetine Milnacipran Pregabaline
Mengurangi Kelelahan Kelelahan
nyeri Mengatasi
Mengatasi kecemasan
gangguan tidur
Mengatasi
gangguan
kecemasan
Pengobatan fibromialgia juga dapat diberikan obat off label
seperti berikut:
Murah dan memiliki manfaat dalam mengatasi nyeri neuropatik
Antidepresan kronis
Trisiklik Efek samping obat ini termasuk mulut kering, mengantuk, gangguan
pencernaan, dan berat badan.

Struktur kimia cyclobenzaprine mirip dengan antidepresan trisiklik


Cyclobenzaprine Kelelahan atau tender poin tidak membaik dengan pemberian
cyclobenzaprine, dan 85% dari pasien yang memakai
cyclobenzaprine melaporkan efek samping.

Secara signifikan menurunkan tingkat keparahan nyeri yang diukur


dengan BPI & SForm 36
Gabapentine Efek samping gabapentine, yaitu sakit kepala, berat badan
menurun, dan efek sedasi kuat dalam penggunaan gabapentine
Dua studi kecil mengenai venlafaxine telah dilakukan, dalam kedua uji coba, nyeri
meningkat dari baseline yang diukur menggunakan skala nyeri visual melalui
Venlafaxine kuisioner
Perlu lebih banyak data untuk merekomendasikan venlafaxine sebagai alternatif
dari duloxetine atau milnacipran untuk fibromialgia.

Jenis obat yang termasuk golongan SSRI, yaitu fluoxetine, paroxetine, dan
Selective Serotonin citalopram
Secara umum, obat tersebut lebih baik ditoleransi daripada antidepresan trisiklik,
Reuptake Inhibitor akan tetapi obat ini memiliki khasiat lebih sedikit untuk mengurangi gejala
fibromialgia dibandingkan dengan jenis obat lainnya

Bekerja menurunkan adrenergik yang dapat berkontribusi mengatur pola tidur


Dopamin pada pasien fibromialgia
Jenis obat dopamin agonis, yaitu : pramipexole dan ropinirol. Dalam uji coba

Agonis selama 14 minggu pada 60 pasien yang memulai pengobatan dengan


pramipexole, sekitar 85% mengalami penurunan nyeri yang diukur dengan skala
analog visual, dibandingkan dengan 14 % dari pasien yang memakai plasebo
Analgesik
Nyeri adalah gejala khas fibromialgia, untuk mengurangi rasa nyeri terkadang diperlukan
obat analgesik namun efek penggunaan obat analgesik terbatas pada fibromialgia. Obat
analgesik yang dapat diberikan pada kondisi fibromialgia yaitu :
Tramadol
Tramadol mungkin bermanfaat dalam mengurangi keparahan rasa sakit yang
terkait dengan fibromialgia. Sebuah uji tramadol dalam pengobatan nyeri
fibromialgia menemukan bahwa 69% dari 100 pasien mampu mentolerir obat
dibandingkan dengan plasebo, pasien yang menerima tramadol menunjukkan
perbaikan yang signifikan secara statistik dalam intensitas nyeri.
Opioid
Opioid tidak dianjurkan untuk fibromialgia karena obat ini dapat benar-benar
memperburuk gejala seperti kelelahan dan gangguan kognitif sehingga
memperberat kondisi penderita (Peng, 2014).
NSAID
Jenis obat NSAID yaitu aspirin, ibuprofen, naproxen dan sodium, digunakan
untuk mengobati peradangan. Meskipun peradangan bukan merupakan gejala
fibromialgia, NSAID juga mengurangi rasa sakit. Obat-obatan bekerja dengan
menghambat substansi dalam tubuh yang disebut prostaglandin, yang memainkan
peran dalam rasa sakit dan peradangan.
Terapi Prilaku Kognitif (CBT)

Olahraga

Suplemen Vitamin D
Pengobatan Komplementer

Tai Chi Akupuntur


Fibromialgia adalah gangguan jangka panjang. Kadang-
kadang gejala bisa membaik bahkan
bertambah buruk dan terus selama berbulan-bulan atau tahun.

Penatalaksanaan fibromialgia membutuhkan kerja tim antara


dokter dan seorang terapis fisik, profesional kesehatan lainnya,
namun yang paling penting kesadaran penderita memainkan
peran aktif dalam pengobatan fibromialgia.