Anda di halaman 1dari 30

Esti Sri Ananingsih, SKM., M.

Kes
Peningkatan jumlah penduduk lasia
membawa konsekuensi munculnya berbagai
permasalahan yang komplek baik dari aspek
fisik, psikologis maupun sosial ekonomi .

Permasalahan tersebut al : penurunan status


funsional yang dapat berdampak pada
penurunan kualitas hidup
Status fungsional merupakan
factor penting karena dapat dijadikan
indicator dari kemampuan lansia
mempertahankan kemandiriannya dalam
hal aktifitas kehidupan sehari hari
seperti mandi, berpakaian, memelihara
kebersighan diri, makan, eliminasi dan
beribadah.
Kemampuan lansia dalam melakukan
aktifitas kehidupan sehari hari dipengaruhi
oleh berbagai faktor .
Faktor demografi seperti usia, jenis kelamin,
status perkawinan, pendidikan, pekerjaan,
sosial budaya yang mempengaruhi
ketidakmampuan lansia dalam melakukan
aktifitas sehari-hari, juga gangguan fungsi
kognitifmasalah kesehatan kronis dapat
mempengaruhi status fungsional lansia
Dukungan sosial
merupakan faktor penting dalam
meningkatkan kesejahteraan usila.
Sumber dukungan sosial yaitu
dukungan profesional, dukungan
masyarakat,dukungan teman, dan dukungan
keluarg
Proses menua (aging)
adalah proses alami yang disertai adanya
penurunan fisik, psikologis, maupun soaisl
yang saling berinteraksi satu sama lain.
Keadaan itu cenderung berpotensi
menimbulkan masalah kesehatan secara
umum maupun kesehatan jiwa secara khusus
pada lansia.
Lanjut Usia merupakan
Suatu masa atau tahap hidup manusia (bayi,
kanak - kanak, dewasa, tua, lanjut usia.
Proses alami tidak bisa dihindari
Disebabkan karena kemunduran dari kondisi
tubuh
Hari Lanjut Usia Nasional pada tanggal 29
Mei
Usia lanjut adalah golongan penduduk atau populasi
berumur 60 tahun atau lebih (Bustan, 2000)
Usia lanjut adalah masa yang dimulai sekitar usia 60
hingga 65 tahun dan berlanjut hingga akhir kehidupan
(Stolte, 2003).
Menua (menjadi tua) adalah suatu proses
menghilangnya secara perlahan-lahan kemampuan
jaringan untuk memperbaiki diri/mengganti dan
mempertahankan fungsi normalnya sehingga tidak
dapat bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki
kerusakan yang diderita (Nugroho, 2000).
Hereditas,
nutrisi,
status kesehatan,
pengalaman hidup,
lingkungan,
stress.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)
1. Usia pertengahan (middle age), ialah
kelompok usia 45 sampai 59 tahun.
2. Lanjut usia (elderly age) antara 60 sampai 74
tahun.
3. Lanjut usia tua (old age) antara 75 tahun
sampai 90 tahun.
4. Usia sangat tua, di atas 90 tahun.
Prof. DR. Sumiati Ahmad
Muhammad:

1. masa setengah umur : 45-60 th


2. masa lansia / senium : 65 th ke
atas
Dra. Josmasdani dengan 4 fase:

1) fase iuventus : 25-40 th


2) fase verilitas : 40-50 th
3) fase frasenium : 55-65 th
4) fase senium : 65-tutup usia
Lansia pada seseorang berusia 60 tahun ke atas
Usia digolongkan atas 3:
1. usia biologis
Usia yang menunjuk pada jangka waktu
seseorang sejak lahirnya berada dalam keadaan
hidup
2. usia psikologis
menunjuk pada kemampuan seseorang untuk
mengadakan penyesuaian-penyesuaian pada
situasi yang dihadapinya
3. usia sosial
usia yang menunjuk pada peran-peran
yang diharapkan / diberikan masyarakat
kepada seseorang sehubungan dengan
usianya.
Pralansia (Prasenilis)
Seseorang yang berusia antara 45-59 tahun.
Lansia
Seseorang yang berusia 60 tahun atau lebih.
Lansia resiko tinggi
Seseorang yang berusia 70 tahun atau lebih
atau seseorang yang berusia 60 tahun atau
lebih dengan masalah kesehattan (Depkes RI,
2003).
Lansia Potensial
Lansia yang masih mampu melakukan
aktifitas.
Lansia Tidak potensial
Lansia yang tidak berdaya mencari
nafkah, sehingga hidupnya bergantung
pada bantuan orang lain. (Depkes RI,
2003).
Jenis Kelamin
Lansia lebih banyak pada wanita.
Terdapat perbedaan kebutuhan dan
masalah kesehatan yang berbeda antara
lansia laki-laki dan perempuan. Misalnya
lansia laki-laki dengan hipertropi
prostat, maka perempuan mungkin
menghadapi osteoporosis.
Status perkawinan:
Status masih pasangan lengkap
atau sudah hidup janda atau duda
akan mempengaruhi keadaan
kesehatan lansia baik fisik
maupun psikologis.
Living arrangement misalnya keadaan
pasangan, tinggal sendiri atau bersama instri,
anak atau kekuarga lainnya.
Tanggungan keluarga: masih menangung
anak atau anggota keluarga
Tempat tinggal: rumah sendiri, tinggal
bersama anak. Dengan ini kebanyakan lansia
masih hidup sebagai bagian keluarganya,
baik lansia sebagai kepala keluarga atau
bagian dari keluarga anaknya
(1) tipe arif dan bijaksana
(2) tipe mandiri
(3) tipe tidak puas
(4) tipe pasrah
(5) tipe bingung
a. Tipe arif bijaksana
* Kaya dengan hikmah pengalaman, menyesuaikan
diri dengan perubahan zaman, mempunyai
kesibukan, bersikap ramah, rendah hati, sederhana,
dermawan, memenuhi undangan, dan menjadi
panutan.

b. Tipe mandiri
* Mengganti kegiatan-kegiatan yang hilang dengan
kegiatan-kegiatan baru, selektif dalam mencari
pekerjaan, teman pergaulan, serta memenuhi
undangan.
c. Tipe tidak puas
* Konflik lahir batin menentang proses
ketuaan, yang menyebabkan kehilangan
kecantikan, kehilangan daya tarik jasmaniah,
kehilangan kekuasaan, status, teman yang
disayanginya, pemarah, tidak sabar, mudah
tersinggung, menuntut, sulit dilayani dan
pengkritik.
d. Tipe pasrah
* Menerima dan menunggu nasib baik,
mempunyai konsep habis gelap datang terang,
mengikuti kegiatan beribadat, ringan kaki,
pekerjaan apa saja dilakukan.

e. Tipe bingung
* Kaget, kehilangan kepribadian, mengasingkan
diri, merasa minder, menyesal, pasif, acuh tak
acuh (Nugroho, 2000).
a. mitos kedamaian dan ketenangan
Kenyataan :
a) sering ditemui stress karena kemiskinan
dan
berbagai keluhan serta penderitaan karena
penyakit
b) depresi
c) kekhawatiran
d) paranoid
e) masalah psikotik
- konservatif
- tidak kreatif
- menolak inovasi
- berorientasi ke masa silam
- merindukan masa lalu
- kembali ke masa kanak-kanak
- susah berubah
- keras kepala
- cerewet
c. mitos berpenyakitan
Lansia dipandang sebagai masa
degenerasi biologis yang disertai oleh
berbagai penderitaan akibat bermacam
penyakit yang menyertai proses manua.

d. mitos semilitas
Lansia dipandang sebagai masa pikun
yang disebabkan oleh kerusakan bagian
otak
e. mitos tidak jatuh cinta
Lansia tidak lagi jatuh cinta dan gairah terhadap
lawan jenis tidak ada atau sudah berkurang

f. mitos aseksualitas
Ada pandangan bahwa pada lansia, hubungan
seksual itu menurun, minat, dorongan, gairah,
kebutuhan dan daya seks berkurang

g. mitos ketidak produktifan


Lansia dipandang sebagai usia tidak produktif
Tugas perkembangan keluarga
merupakan tanggung jawab yang harus
dicapai oleh keluarga dalam setiap
tahap perkembangannya. Keluarga
diharapkan dapat memenuhi kebutuhan
biologis, imperative (saling
menguatkan), budaya dan aspirasi serta
nilai-nilai keluarga.

a. Mempertahankan pengaturan hidup yang
memuaskan
b. Penyesuaian terhadap pendapatan yang menurun
c. Mempertahankan hubungan perkawinan
d. Penyesuaian diri terhadap kehilangan pasangan
e. Pemeliharaan ikatan keluarga antar generasi
f. Meneruskan untuk memahami eksistensi usia lanjut