Anda di halaman 1dari 33

CASE REPORT

Closed Fraktur Clavicula Dextra

Disusun Oleh:
Fanny Trianjani
Imran Gani

Pembimbing :
dr. Widyatmiko., Sp.OT

Ilmu Bedah RSUD Waled


Fakultas Kedokteran Unswagati
Cirebon
2017
IDENTITAS PASIEN
• Nama : Nn. C
• Jenis Kelamin : Perempuan
• Usia : 14 tahun
• Alamat : Gebang
• Pekerjaan : Pelajar
• Status Pernikahan : Belum Menikah
• Agama : Islam
• Suku Bangsa : Jawa
• Tanggal Masuk RS : 15 November 2017
• Ruang Rawat : Bougenvile Perempuan
ANAMNESIS
Os datang ke IGD RSUD Waled dengan keluhan nyeri
pada bagian bahu kanan. Sebelumnya os mengalami
kecelakaan kurang lebih satu jam yang lalu. Pasien
sedang dibonceng oleh temannya menaiki motor dan
tidak menggunakan helm kemudian motor yang
ditumpangi tertabrak mobil. Pasien sempat mengalami
pingsan dan kepala serta bahu nya terbentur, tidak
lama kemudian pasien sadar. Setelah kecelakaan pasien
tidak mengalami muntah dan tidak keluar darah dari
telinga maupun hidung. Pasien sempat dibawa ke
puskesmas kemudian dibawa ke IGD RSUD waled.
Primary survey
A : Clear
B : RR = 22x/min, simetris, spontan, tipe
: thoracoabdominal, SpO2 95%
C : TD = 120/80 mmHg, HR = 88 x/min, regular,
: kuat
D GCS 15 (E4V5M6), light reflex +/+, pupil isokor,
d = 3 mm/3 mm
E S = 36,4oC (Axillary)
Secondary Survey
Look :
A/r Clavicula Dextra

tidak tampak fraktur terbuka, Deformitas (+), Edema


(+), kemerahan (+), Perdarahan spontan (-)

Feel :
A/r Clavicula Dextra

Nyeri tekan (+), Krepitasi (+), Arteri Radialis dextra


teraba, Sensibilitas baik, CRT<2”

Move :
A/r Clavicula Dextra

Range of movement terbatas


DIAGNOSIS KLINIS

Closed Fraktur Clavicula Dextra + Mild Head


Injury + susp. Defisit Neurologis
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Kesan :
Tidak tampak fraktur
PEMERIKSAAN PENUNJANG

O
Kesan :
Tampak fraktur oblik middle os clavicula dextra
LABORATORIUM
• DARAH RUTIN
15-11-2017
Hemoglobin : 12,6 gr/dL
Hematokrit : 38 gr%
Trombosit : 319 /mm^3
Leukosit : 13,3 /mm^3

Golongan Darah + Rh
A
Rhesus Positive
DIAGNOSIS KERJA

Closed Fraktur Clavicula Dextra +


Mild Head Injury + susp. Defisit Neurologis
PENATALAKSAAN
IGD
Medikamentosa :
IVFD NaCl /8 jam
Ketorolac 3 x 1 amp
Ranitidine 2 x 1 amp

Konsul dokter Sp.OT : ORIF explorasi heme CITO


Konsul dokter Sp.BS

Non-Medikamentosa :
Pemasangan commercial strap
Edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai keadaan pasien
PENATALAKSAAN
RUANGAN
Ceftizoksim 2 x 1 gr IV
Dexketoprofen 2 x 25 mg IV
Ranitidin 2 x 50 mg IV
Amiosin 2 x 500 mg IV
PROGNOSIS
• Quo ad vitam : dubia ad bonam
• Quo ad functionam : dubia ad bonam
• Quo ad sanactionam : dubia ad bonam
TINJAUAN PUSTAKA
Anatomi Os Clavicula
Anatomi Os Clavicula
Anatomi Os Clavicula
Fraktur Clavicula
Definisi
• Fraktur Clavicula adalah hilangnya kontinuitas
jaringan tulang kortikal klavikula
• Terjadi akibat cedera langsung atau akibat
beban aksial yang terpapar pada ekstremitas
atas
Epidemiologi
Insidensi fraktur clavicula adalah sekitar 2.6% dari semua
insidensi fraktrur, dan sekitar 44-66% dari semua fraktur di
bahu, dari semua fraktur clavicual 80% merupakan fraktur
middle, 15% fraktur lateral dan 5% merupakan fraktur medial.

Etiologi
Sebagian besar fraktur Clavicula disebabkan oleh trauma
langsung pada bahu dengan insidensi sekitar 87%, 7% akibat
benturan pada lengan dan sekitar 6% disebabkan oleh trauma
tidak langsung pada bahu.
PATOFISIOLOGI
• Fraktur Clavicula merupakan fraktur yang paling sering ditemukan,
baik pada orang dewasa maupun pada anak. Fraktur ini biasanya
terjadi akibat jatuh dan bertumpu pada tangan gaya benturan
disalurkan ke lengan kemudian ke sendi bahu, dan selanjutnya ke
sendi acromioclavicularis. Sendi sternoclavicularis yang terfiksasi
menyebabkan gaya ini kemudian menyebabkan patahnya clavicula
hal ini dapat terjadi pada kondisi ketika jatuh, kecelakaan olahraga,
ataupun kecelakaan kendaraan bermotor. Pada daerah tengah
tulang Clavicula tidak di perkuat oleh otot ataupun ligament-
ligament seperti pada daerah distal dan proksimal clavicula.
Clavicula bagian tengah juga merupakan transition point antara
bagian lateral dan bagian medial. Hal ini yang menjelaskan kenapa
pada daerah ini paling sering terjadi fraktur dibandingkan daerah
distal ataupun proksimal.
KLASIFIKASI
menurut Dr. FL Allman tahun 1967 dan
dimodifikasi oleh Neer pada tahun 1968,

Kelompok 1: Fraktur Kelompok 2: Fraktur Kelompok 3:


pada bagian middle clavicula pada bagian
clavicula lateral (15-25%). Terbagi Fraktur clavicula pada
menjadi 3 tipe bagian medial (5%).
(75-80%). Pada daerah
berdasarkan lokasi Pada kejadian ini
ini tulang lemah dan
ligament biasanya berhubungan
tipis serta umumnya
dengan cidera
terjadi pada pasien yang coracoclavicular (conoid
dan trapezoid). neurovaskuler.
muda.
Allman
– Grup I : 1/3 tengah
– Grup II: 1/3 lateral
– Grup III: 1/3 medial
Kelompok 2 (1/3 lateral)
KELOMPOK 3 (1/3 medial)
Tipe I Terdapat Minimal Displace

Tipe II Tejadi Displace

Tipe III Mengenai bagian Intraartikuler

Tipe IV Fraktur pada bagian epifisis

Tipe V Fraktur Clavicula terpecah menjadi beberapa fragmen


Gejala Klinis

Sulit
mengangkat
Bengkak Krepitasi Nyeri Deformitas lengan dan
bahu
PENATALAKSANAAN

Non
Operatif Operatif

INDIKASI
Immobilisasi

1. Fraktur terbuka
2. Cedera vaskular
3. Fraktur dengan sindroma
Pemeriksaan 4.
kompartemen
Fraktur comminuted
dalam Proses 5. Tulang memendek karena
fragmen fraktur tumpang tindih
Penyembuhan 6. Cedera Multiple
• Displaced fraktur fraktur dengan gangguan kosmetik diterapi
dengan menggunakan commersial strap yang berbentuk
angka 8 (“Verband figure of eight”) sekitar sendi bahu, untuk
menarik bahu sehingga dapat mempertahankan alignment
dan fraktur.
• Penggunaan arm sling
Undisplaced fraktur dan minimal displaced
fraktur diterapi dengan menggunakan sling,
yang dapat mengurangi nyeri.
• Imobilisasi lainnya dapat dilakukan dengan
tindakan operative yaitu Fiksasi internal
dilakukan pembedahan untuk menempatkan
piringan (plate) atau shaft logam pada
pecahan-pecahan tulang atau sering disebut
open reduction with internal fixation (ORIF).
INDIKASI OPERASI : reduksi terbuka dan
internal fiksasi
• Fraktur tertutup dengan gangguan NVD (cedera
arteri atau pleksus brakhialis)
• Faktur tertutup dengan tenting skin
• Fraktur dengan “scapulothoracic dissociation”
(floating shoulder)
• Fraktur dengan displaced glenoid neck fracture
• Fraktur terbuka
• Nonunion
• Fraktur di lateral dekat acromioclavikular joint
• Separasi fragmen persisten (ada jaringan lunak)
• TERIMA KASIH
DAFTAR PUSTAKA
• Salter R. Textbook of disorder and injuries of the musculoskeletal system. 3rd ed,
Baltimore: Williams and Wilkins, 1999.
• Solomon L, Warwick D, Nayagam S. Apley’s System of Orthopaedics and Fractures,
8th ed. Great Britain, Arnold. 2001
• Canale ST. Campbell's Operative Orthopaedics. 10th ed. Baltimore. Mosby. 2001
• Rockwood and Green’s Fractures in Adults and in Children. Hoppenfeld S. Surgical
Exposure in Orthopaedic the anatomic approach. 2nd ed. Philladelphia. Lipincott
William and Wilkins. 1994
• Nordqvist, Anders; Petersson, Claes J; Redlund-Johnell, Inga. Mid-clavicle Fractures
in Adults: End Result Study After Conservative Treatment. Journal of Orthopaedic
Trauma: November 1998 - Volume 12 - Issue 8 - pp 572-576.
• Lazarides S, Zafiropoulos G. Conservative treatment of fractures at the middle third
of the clavicle: The relevance of shortening and clinical outcome. Journal of
Shoulder and Elbow Surgery. Volume 15, Issue 2, March–April 2006, Pages 191–
194.
• Stanley D, Norris SH. Recovery following fractures of the clavicle treated
conservatively. Injury. Volume 19, Issue 3, May 1988, Pages 162–164.