Anda di halaman 1dari 49

Referat: Aspek Legal Kesehatan Lingkungan 

Rumah Sakit dalam Hal Pengelolaan Limbah

Dosen Penguji: dr. Arif Rahman Sadad, S.H., Sp.KF, Msi.Med, DHM
Residen Pembimbing: dr. Stephanie Renni Anindita

KEPANITERAAN KLINIK
ILMU KEDOKTERAN FORENSIK DAN MEDIKOLEGAL
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO
RSUP DR. KARIADI SEMARANG
PERIODE 06 NOVEMBER – 02 DESEMBER 2017

Anggota Kelompok

Tannia Pradnya
Anastasia Marissa Keris Nanda
Paramitha
112015202 03012141
03012267
(UKRIDA) (TRISAKTI)
(TRISAKTI)

Ignatia Nugrahi Melia Fadiansari


Hulukiti Suriansyah
1261050140 (UKI) 1361050163 (UKI)

BAB I – PENDAHULUAN
Latar belakang

Rumah Sakit : memiliki bahaya potensial 


membahayakan kesehatan dan menimbulkan
kecelakaan bagi pekerja , pasien, atau pengunjung

Untuk mengendalikan Bahaya –Bahaya teserbut,


Perlu dilakukan upaya penyehatan lingkungan

Rumah sakit sebagai sarana pelayanan umum 


menghasilkan limbah yang menimbulkan dampak
negatif bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan
Latar Belakang

limbah medis infeksius dan


Limbah yang dihasilkan oleh
noninfeksius kerap dicampur
kegiatan RS dan kegiatan
dan pengelolaannya
penunjang lain
disamakan.

Limbah RS

Hal yang perlu


Belakangan muncul berbagai
dipertimbangkan : pemisahan
masalah dalam pengelolaan
, penyimpanan, penanganan,
limbah medis
pembuangan limbah
Latar Belakang

Pengelolaan Rumah
sakit terkait dampak • Tentang persyaratan
tersebut diatur dalam kesehatan lingkungan rumah
peraturan Menteri sakit
Kesehatan RI No.
1204/MENKES/SK/X/20
04
Contoh Kasus

2 Truk pengangkut sampah


 ditemukan di pemukiman
warga > 2 hari

Limbah kategori B3 potensi


pencemaran, penyebar virus
penyakit dapat
membahayakan kesehatan
masyarakat

Perusahan pengangkut limbah


medis tersebut melanggar
peraturan tentang Pengelolaan limba medis
perlindungan dan pengelolaan tanpa izin , (Surabaya, Oktober 2017)
lingkungan hidup.
Faisal A. Truk Pengangkut Limbah Medis Diamankan Polisi. Surabaya : November, 2017.
Diunduh dari : http://regional.kompas.com/read/2017/10/25/08103981/parkir-sembarangan-2-truk-pengangkut-limbah-medis-
diamankan-polisi
Rumusan Masalah
Bagaimana pengertian kesehatan lingkungan rumah sakit
secara umum ?

Apa saja yang termasuk dalam kesehatan lingkungan Rumah


Sakit ?

Apa saja jenis limbah Rumah sakit dan bagaimana cara


pengelolaannya ?

Aspek Hukum mengenai Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit


?

Bagaimana Konsekuensi dan sebab akibat apabila melanggar


ketentuan dalam kesehatan lingkungan Rumah Sakit ?
Tujuan

Umum
Mengetahui
pengertian kesehatan
lingkungan rumah sakit
Tujuan

Khusus
Mengetahui aspek-aspek yang termasuk dalam kesehatan
lingkungan rumah Sakit

Mengetahui jenis limbah rumah sakit dan cara pengelolaannya

Mengetahui aspek hukum mengenai kesehatan lingkungan rumah


sakit

Mengetahui konsekuensi dan sebab akibat apabila melanggar


ketentuan dalam menjalankan kesehatan lingkungan Rumah Sakit

BAB II – TINJAUAN PUSTAKA
Pengertian Rumah Sakit
Menurut Depkes RI 2004

Sebagai sarana pelayanan kesehatan,


tempat berkumpulnya orang sakit
maupun orang sehat, atau dapat
menjadi tempat penularan penyakit
serta memungkinkan terjadinya
pencemaran lingkungan dan gangguan
kesehatan.
Pengertian Kesehatan
Lingkungan Rumah Sakit

Kesehatan lingkungan rumah sakit


Kesehatan lingkungan adalah upaya diartikan sebagai upaya penyehatan
perlindungan, pengelolaan dan dan pengawasanlingkungan RS yang
modifikasi lingkungan yang diarahkan mungkin berisiko menimbulkan
menuju keseimbangan ekologi pada penyakit atau gangguan kesehatan
tingkat kesejahteraan manusia yang bagi masyarakat sehingga terciptanya
semakin meningkat derajat kesehatan masyarakaat yang
setinggi – tingginya
Ruang Lingkup Kesehatan RS

Sebagaimana persyaratan yang


telah ditetapkan oleh
KepMenKes No.
1204/MENKES/SK/X/2004 :
Pengelolahan limbah medis 
salah satu aspek utama

Saluran air limbah domestik


dan limbah medis harus
tertutup dan terpisah, dan
masing - masing dihubungkan
langsung dengan instalasi
pengelolahan limbah.

PENGELOLAAN LIMBAH
Pengelolaan Limbah

limbah medis rumah sakit

• semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit


dalam bentuk padat, cair dan gas.

Limbah padat rumah sakit

• Semua limbah rumah sakit yang berbentuk padat sebagai


akibat kegiatan rumah sakit yang terdiri dari limbah medis
padat dan non-medis.
Tujuan Pengelolaan Limbah

Melindungi petugas pembuangan limbah dari perlukaan

Melindungi penyebaran infeksi terhadap


para petugas kesehatan

Mencegah penularan infeksi pada masyarakat sekitarnya

Membuang bahan-bahan berbahaya


(bahan toksik dan radioaktif) dengan aman.
Pengelolaan Limbah

Identifikasi

Pemisahan

Labeling

Kantong pembuangan diberi label biohazard atau


sesuai jenis limbah

Packing
Tatalaksana pengelolaan limbah rumah
sakit

Minimasi limbah

• Seleksi bahan-bahan
• Minimalisasi penggunaan bahan kimia
• Utamakan metode pembersihan fisik
daripada kimia
• Monitor alur penggunaan bahan kimia
• Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan
Tatalaksana pengelolaan limbah rumah
sakit
Pemilahan, pewadahan, pemanfaatan kembali
daur ulang
• Dilakukan pemilahan jenis limbah
• Tempat pewadahan limbah medis padat:
• Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan,
tahan karat, kedap air dan mempunyai
permukaan halus pada bagian dalamnya
misalnya fiberglass
Tatalaksana pengelolaan limbah rumah
sakit

Pemilahan, pewadahan, pemanfaatan


kembali daur ulang
•Kantong limbah diangkat setiap hari
atau kurang dari sehari apabila 2/3
bagian sudah terisi limbah
•Benda tajam ditampung di tempat
khusus
Tatalaksana pengelolaan limbah rumah
sakit

Pemilahan, pewadahan, pemanfaatan


kembali daur ulang
•Membersihkan tempat limbah; kontak
tidak langsung dengan larutan
desinfektan
•Bahan atau alat yang dipakai kembali
harus di sterilisasi
Tatalaksana pengelolaan limbah rumah
sakit
Tempat penampungan
Transportasi
sementara
• Bagi rumah sakit yang • Sebelum dimasukkan ke
memiliki insinerator harus kendaraan pengankut,
membakar limbah kantong limbah harus
selambat-lambatnya 24 jam diletakkan dalam kontainer
• Bagi rumah sakit yang tidak • Kantong limbah harus aman
memiliki insinerator, maka dari jangkauan manusia
limbah medis harus atau binatang
dimusnahkan bekerja sama
dengan rumah sakit lainnya
Persyaratan Pengelolaan Limbah Rumah
Sakit

Reduksi dimulai dari sumber

Mengelola dan mengawasi penggunaan bahan kima yang


berbahaya dan beracun

Pengelolaan stok bahan kimia dan farmasi

Peralatan yang digunakan dalam pengelolaan limbah medis


mulai dari pengumpulan, pengangkutan dan pemusnahan
harus melalui sertifikasi dari pihak yang berwenang
Ketentuan Petugas Penanganan Limbah
Rumah Sakit

Pelindung
apron
mata

Pelindung kaki
masker (sepatu boot)

APD Sarung
topi/helm
petugas tangan
Pengumpulan, Pengangkutan dan Penyimpanan Limbah
Medis Padat Di Lingkungan RS

Pengumpulan limbah medis padat

• troli khusus yang tertutup

Penyimpanan limbah medis padat

• musim hujan paling lama 48 jam


• musim kemarau paling lama 24 jam
Pengelolaan, Pemusnahan dan
Pembuangan Akhir Limbah Padat
Limbah infeksius • distrelisisasi
dan benda tajam • disinfeksi

• insinerator suhu di
atas 1.000℃
Limbah farmasi • dikembalikan ke
distributor
• Dikembalikan ke
distributor
Limbah sitotoksik • Insinerasi suhu tinggi
• Degradasi kimia
Pengaruh Limbah RS Terhadap Kualitas
Lingkungan dan Kesehatan

gangguan kenyamanan dan estetika

kerusakan benda

gangguan atau kerusakan tanaman dan binatang

gangguan terhadap kesehatan manusia dapat disebabkan oleh


berbagai jenis bakteri, virus, senyawa kimia, pestisida, serta
logam

gangguan genetik dan reproduksi


Undang-undang Perlindungan dan 
Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pasal 28

(1) Penyusun amdal


sebagaimana dimaksud
dalam pasal 26 ayat 1 dan
27 wajib memiliki sertifikat
kompetensi penyusun
amdal
Pasal 28

(2) Kriteria untuk memperoleh sertifikat


kompetensi penyusun amdal sebagaimana
dimaksud dalam ayat (1) meliputi
• Penguasaan metodologi penyusunan amdal;
• Kemampuan melakukan perlingkupan prakiraan dan
evaluasi dampak serta pengambilan keputusan dan;
• Kemampuan menyusun rencana pengelolaan dan
pemantauan lingkungan hidup
Pasal 28

(3) Sertifikat kompetensi


penyusun amdal sebagaimana
dimaksud pada ayat (1)
diterbitkan oleh lembaga
sertifikasi kompetensi penyusun
amdal yang ditetapkan oleh
Menteri sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
Pasal 28

(4) Ketentuan lebih


lanjut mengenai
sertifikasi dan kriteria
kompetensi penyusun
amdal diatur dengan
peraturan Menteri.
Pasal 60

“Setiap orang dilarang


melakukan dumping
limbah dan /atau
bahan ke media
lingkungan hidup
tanpa izin”
Pasal 104

Setiap orang yang melakukan


dumping limbah dan /atau bahan ke
media lingkungan hidup tanpa izin
sebagaimana dimaksud dalam Pasal
60, dipidana dengan pidana penjara
paling lama 3(tiga) tahun dan denda
paling banyak Rp 3.000.000.000,00
(tiga miliar rupiah).
Undang-undang Republik Indonesia No.40 Tahun
2009 Tentang Rumah Sakit

(2) Akreditasi Rumah Sakit


(1) Dalam upaya
sebagaimana dimaksud
peningkatan mutu
pada ayat (1) dilakukan oleh
pelayanan Rumah Sakit
suatu lembaga independen
wajib dilakukan akreditasi
baik dari dalam maupun luar
secara berkala minimal 3
negeri berdasarkan standar
(tiga) tahun sekali.
akreditasi yang berlaku.
Undang-undang Republik Indonesia No. 40 Tahun
2009 tentang Rumah Sakit

(4) Ketentuan lebih


lanjut mengenai
(3) Lembaga independen
akreditasi Rumah Sakit
sebagaimana dimaksud
sebagimana dimaksud
pada ayat (2) ditetapkan
pada ayat (1) dan ayat (2)
oleh Menteri.
diatur dengan Peraturan
Menteri
Penerapan Peraturan dan Perundang - Undangan dalam

kasus pelanggaran dalam pengelolahan limbah medis
Putusan

Dr.ZAHARI BIN
MUHAMMAD

PNS/Mantan Direktur
RSUD Kota Langsa

tindak pidana dumping limbah ke penjara selama 8 bulan dengan masa


media lingkungan hidup tanpa izin percobaan selama 2 tahun dan
(Pasal 60) membayar denda Rp 1.000.000
subsidair 1 bulan kurungan
melanggar Pasal 104 Undang-Undang
No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan
dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
Bunyi dakwaan

menumpukkannya di tempat
pembuangan sampah (TPS)
Tidak memiliki Instalasi
tanpa memisahkannya terlebih
Pengelohan Air
dahulu dan membiarkannya
berhari-hari

Pendumpingan limbah ke sungai


limbah kimia dari Instalasi
tanpa melakukan pengukuran
laboratorium dan Instalasi Bedah
baku mutu air terlebih dahulu
dibiarkan mengalir melalui pipa
tanpa izin dari pihak yang
yang terdapat di selokan umum
berwenang mengakibatkan
menuju sungai
terjadinya penyakit Infeksi kulit
Terdakwa tidak menggunakan pengelolaan
limbah - limbah tersebut dengan benar
adalah bertentangan dengan beberapa
aturan diantaranya :

Pasal 6 ayat (1)


Keputusan Peraturan
Peraturan
Menteri Menteri
Menteri
Lingkungan Lingkungan
Lingkungan
Hidup nomor : Hidup nomor :
Hidup nomor :
111 tahun 2003 14 tahun 2010
11 tahun 2006
Keputusan Pengadilan Terhadap terdakwa
Ada 3 (tiga) kali teguran tertulis sebelum terdakwa dijatuhkan ke tindak
pidana, maka ditetapkan Keputusan Pengadilan terhadap Terdakwa :

terbukti secara sah melakukan


Terdakwa dengan pidana penjara
Dumping Limbah dan/atau Bahan ke
selama 6 (enam) bulan
Media Lingkungan Hidup tanpa izin

Memerintahkan agar pidana penjara


tersebut tidak usah dijalani, kecuali Pidana Denda kepada Terdakwa
jika dikemudian hari ada putusan sebesar Rp.1.000.000 ,-
hakim yang menentukan lain, apabila terdakwa tidak membayar
disebabkan karena terpidana pidana denda tersebut
melakukan suatu perbuatan pidana maka harus diganati dengan pidana
sebelum berakhirnya masa percobaan penjara selama 1 (satu) bulan
selama 1 (satu) tahun
Analisis Kasus menurut Undang -
undang Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup
Perbuatan
pasal 100 UU No.
terdakwa
pasal 104 Undang 32 Tahun 2009
sebagaimana diatur
– Undang Nomor adalah harus
dan diancam
32 tahun 2009 dikenakan sanksi
pidana dalam pasal
Tentang administrasi dulu.
103 Undang
Perlindungan dan Pada butir ke 6
Undang No. 32
Pengelolaan penjelasan UU ini
Tahun 2009
Lingkungan Hidup menyatakan bahwa
tentang
hukum lain yang pemidanaan
Perlindungan dan
bersangkutan merupakan upaya
Pengelolaan
terakhir
Lingkungan Hidup
 kemudian menurut pasal 76 ayat (1) harus
diberikan sanksi administratif kepada penanggung
jawab usaha/kegiatan, dan pada ayat (2) ada 4
sanksi administrative, yaitu :
Teguran Paksaan Pembekuan Pencabutan
tertulis Pemerintah izin lingkungan izin lingkungan

kalau belum ada ijin lingkungan tidak boleh dikenakan pasal ini ;
pasal 116 UU No. 32 Tahun 2009, yaitu
baru dikenakan apabila
pidana tindak
setelah pidana lingkungan hidup
ada
dilakukan oleh, untuk, atau atasijin
nama badan usaha, tuntutan pidana dan sanksi
lingkungan
pidana dijatuhkan kepada : a. Badan Usaha, atau b. Orang yang memberi
perintah untuk melakukan tindak pidana tersebut atau yang bertindak sebagai
pemimpin.

PENUTUP
Kesimpulan

• Tempat kerja yang memiliki Upaya • Melindungi petugas


bahaya-bahaya potensial
yang dapat menyebabkan
mengendalikan pembuangan limbah dari
perlukaan
kecelakaan pada pekerja,
• Ketetapan Kepmenkes No. • Melindungi penyebaran
pasien ataupun pengunjung
1204/MENKES/SK/X/2004 infeksi terhadap para
tentang Penyehatan petugas kesehatan
Lingkungan Rumah Sakit • Mencegah penularan infeksi
pada masyarakat

Tujuan
Rumah sakit
pengelolaan
Saran

Pemerintah dan pihak


Masyarakat Rumah sakit
kepolisian
• Agar lebih • Agar lebih • Agar lebih
memperhatikan dan memperhatikan dan mempertegas
turut bekerja sama mengontrol pihak peraturan yang berlaku
meningkatkan rasa ketiga atau perusahaan dalam perlindungan
tanggung jawab dalam yang bekerja sama dan pengelolaan
menjaga kebersihan dalam pengelolaan lingkungan dan
lingkungan rumah sakit limbah dan mensosialiasikan
memastikan • Untuk pihak kepolisian
pengelolaan limbah agar lebih sigap dalam
sudah dilakukan mengontrol dan
dengan benar mengawal truk-truk
pegelolaan limabh
medis