Anda di halaman 1dari 46

.

MACAM – MACAM PENYAKIT KULIT YANG


DISEBABKAN OLEH INFEKSI BAKTERI

1. Skrofuloderma 5. Folikulitis
2. Impetigo 6. Furunkel & Karbunkel
3. Ektima 7. Erisipelas & Selulitis
4. Abses 8. Staphylococcal Scalded Skin
Syndrome
9. Hidradenitis
1. Skrofuloderma
Definisi
Suatu penyakit yang disebabkan penjalaran infeksi
secara perkontinuitatum dari organ di bawah kulit
(tersering dari kelnjar getah bening) yang telah
diserang oleh penyakit tuberkulosis. Oleh karena itu,
predileksinya pada tempat yang banyak didapati KGB
superfisial contohnya leher.
Etiologi
Kelainan kulit yang disebabkan oleh Mycobacterium
tuberculosis yang mengenai subkutan membentuk
abses semakin lama semakin membesar dan pecah.
Sering menyerang pada anak, remaja dan orang tua.

Predileksi : daerah parotis, submandibular,


subclavicular dan bagian lateral leher.
Gejala Klinis
 Pembesaran kelenjar getah bening (limfadenitis TB)
 Perlekatan kelenjar getah bening dengan jaringan di sekitarnya (periadentis
TB)
 Kelenjar getah bening
Konsistensi kenyal dan
mengalami perlunakan
lunak (cold abscess)
tidak serentak

Ulkus (bentuk memanjang dan Pecah


tidak teratur, di sekitarnya Meluas
berwarna merah kebiru –
Fistel
biruan (livid), dinding
bergaung, tertutup oleh pus
seropurulen)
Mengering
Sembuh
Sikatriks memanjang &
Krusta berwarna kuning
tidak teratur
Predileksi
Tersering pada leher, lalu disusul ketiak, & lipatan paha.
Penatalaksanaan
Non medikamentosa
Perbaiki keadaan umum

Medikamentosa
Obat anti tuberkulosis (OAT). Prinsip terapi sama dengan terapi
pada tuberkulosis paru. Kombinasi dengan minimal tiga macam
obat anti TB
1. Isoniazid 5mg/kg max 300 mg/hr
2. Rifampisin 10 mg/kg max 600 mg/hr
3. Pyrazinamid 15 – 30 mg/kg max 2 g/hr
Selama 2 bulan, kemudian dilanjutkan dengan :
Isoniazid + rifampisin 4 bulan – 10 bulan
Etambutol 15 mg/kg/hr bila resisten.
Prognosis
Prognosis baik jika pengobatan dilakukan sesuai
dengan prosedur pengobatan.
2. Impetigo
Definisi
Adalah penyakit infeksi kulit yang disebabkan oleh
Staphylococcus, Streptococcus, atau oleh keduanya. Terbatas
pada epidermis

Etiologi
Impetigo Krustosa :
Streptococcus beta
Hemolyticus grup A
Impetigo Bullosa :
Staphylococcus aureus
Epidimiologi
Impetigo Krustosa
Terutama terdapat pada anak – anak
Impetigo Bullosa
Terdapat pada anak dan orang dewasa

Gambaran klinis
Impetigo Krustosa
Tidak disertai gejala umum Eritema & Vesikel yang cepat pecah
menjadi krusta tebal berwarna kuning seperti madu. Jika krusta
dilepaskan tampak erosi di bawahnya. Sering krusta menyebar ke
perifer & sembuh di bagian tengah.
Impetigo Bullosa
Tidak disertai gejala umum. Eritema, bulla, bulla hipopion.
Kadang – kadang waktu penderita datang berobat, vesikel/bulla
telah memecah sehingga yang tampak hanya koleret dan dasarnya
masih eritematosa.

Predileksi
Impetigo Krustosa
Wajah (sekitar lubang hidung dan mulut)
Impetigo Bullosa
Aksila, dada, punggung
Impetigo Krustosa Impetigo Bullosa
Penatalaksanaan
1. Pengobatan topikal
- Cream antibiotik
- Drainage : bula dan pustule dengan ditusuk jarum steril untuk mencegah
penyebaran lokal
- Kompres dengan larutan sodium kloride 0.9 %
2. Pengobatan Sistemik
diberikan pada kasus – kasus berat, lama pengobatan paling sedikit 7 – 10
hari.
Penisilin dan semisintetiknya (pilih salah satu):
a. Kloksasilin (untuk Staphylococci yang kebal penisilin)
dosis : 250-500 mg/dosis, 4 kali/hari a.c.
anak-anak : 10-25 mg/kg/dosis 4 kali/hari a.c.
b. Dikloksasilin (Untuk Staphylococci yang kebal penisilin)
dosis : 125-250 mg/dosis, 3-4 kali/hari a.c.
anak-anak : 5-15 mg/kg/dosis, 3-4 kali/hari a.c.
c. Fenoksimetil Penisilin (penisilin V)
dosis : 250-500 mg, 4 kali/hari a.c.
anak-anak: 7,5-12,5 mg/dosis, 4 kali/hari a.c.
d. Eritromisin
dosis : 250-500 mg/dosis, 4 kali/hari p.c.
anak-anak : 12,5-50 mg/kg/dosis, 4 kali/hari p.c.
e. Klindamisin
dosis : 150-300 mg/dosis, 3-4 kali/hari
anak-anak lebih 1 bulan : 8-20 mg/kg/hari, 3-4 kali/hari
3. Kebersihan
- Mandi teratur dengan sabun mandi
- Pakaian, handuk, sprei sering di ganti dan dicuci air panas dan dipakai
sendiri
3. Ektima
Definisi
Ulkus superficial dengan krusta di atasnya
Etiologi
Disebabkan oleh streptococcus beta hemolyticus
Epidimiologi
Dapat terjadi pada anak maupun dewasa
Gejala klinis
Krusta tebal warna kuning, dasarnya berupa ulkus.
Predileksi
Tungkai bawah tempat yang relatif banyak trauma.
Tempatlainnya adalah bokong dan paha.
Penatalaksanaan
Sedikit : angkat krusta + salep antibiotik
Banyak : angkat krusta + antibiotik sitemik
Terapi oral & sistemik pada ektima sama dengan
impetigo
Prognosis
Dapat membaik setelah beberapa minggu namun
meninggalkan skar.
4.Abses
Definisi
Merupakan inflamasi lokal akut atau kronik yang
ditandai dengan akumulasi pus dalam jaringan
Etiologi
Abses yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus
biasanya terjadi pada kelompok infeksi folikulosentrik
(yaitu folikulitis, furunkel, dan karbunkel).
Abses juga dapat terjadi pada daerah trauma, luka bakar,
atau daerah insersi kateter intravena.
Gambaran klinis
Lesi awal berupa nodul eritematosa.
Jika tidak diterapi, lesi membesar dan membentuk
kavitas berisi pus
Penatalaksanaan
- Terapi awal & utama : insisi dan drainase abses
- Antibiotik
5. Folikulitis
Definisi
Peradangan dari folikel rambut
Etiologi
Disebabkan oleh Staphylococcus aureus
Klasifikasi
- Folikulitis superfisial (terbatas pada epidermis)
- Folikulitis profunda (mencapai subkutan)
Gejala Klinis
Folikulitis superfisial
Papul atau pustul yang eritematosa & ditengahnya
terdapat rambut, biasanya multipel.
Folikulitis profunda
Papul atau pustul yang eritematosa dan teraba infiltrat di
subkutan. Contohnya : Sycosis barbae
Predileksi
Folikulitis superfisial
Anak : kulit kepala
Dewasa : daerah kumis/ janggut, aksila, ekstremitas, bokong
Folikulitis profunda
Sycosis barbae : pada bibir atas dan dagu
Penatalaksanaan
- Terapi umum : antibiotik sistemik/topikal
- Tatalaksana folikulitis profunda :
• Kompres dengan larutan salin hangat
• Antibiotik lokal (mupirocin/ klindamisintopikal)
• Jika lesi luas, berikan antibiotik sistemik
6. Furunkel & Karbunkel

Definisi
Furunkel merupakan radang folikel rambut dan sekitarnya.
Jika lebih dari satu buah disebut furunklosis. Karbunkel =
kumpulan furunkel.
Etiologi
Disebabkan oleh Staphylococcus aureus
Gejala klinis
- Nyeri
- Nodus eritematosa berbentuk kerucut, ditengahnya
terdapat pustul sehingga nodus melunak menjadi
abses yang berisi pus dan jaringan nekrotik, lalu pecah
membentuk fistel.
Furunkel Karbunkel
Predileksi
Tempat yang banyak mengalami gesekan seperti aksila
dan bokong, tapi tidak menutup kemungkinan
menyerang di daerah lain.
Penatalaksanaan
1. Pengobatan topikal
- bila lesi masih basah/kotor dikompres dengan
solusio sodium khloride 0,9%
- bila lesi bersih, diberi salep natrium fusidat atau
framisitin sulfat dengan kasa steril
2. Pengobatan sistemik
antibiotik umumnya diberikan 7-10 hari
- Penisilin G Prokain Injeksi
dosis : 0,6-1,2 juta I.U. i.m., 1-2 kali/hari
anak-anak : 25.000-50.000 I.U./kg/dosis, 1-2 kali/hari
- ampisilin
dosis : 250-500 mg/dosis, 4 kali/hari a.c.
anak-anak : 7,5-25 mg/kg/dosis, 4 kali/hari a.c.
- amoksisilin
dosis : 250-500 mg/dosis, 3 kali/hari a.c.
anak-anak : 7,5-25 mg/kg/dosis, 3 kali/hari a.c.
- Kloksasilin (untuk Staphylococci yang kebal penisilin)
dosis : 125-250 mg/dosis, 3-4 kali/hari a.c.
anak-anak : 5-15 mg/kg/dosis, 3-4 kali/hari a.c.
- Fenoksimetil penisilin (penisilin V)
dosis : 250-500 mg/dosis, 4 kali/hari a.c.
anak-anak : 7,5-12,5 mg/kg/dosis, 4 kali/hari a.c.
b. Eritromisin
dosis : 250-500 mg/dosis, 4 kali/hari p.c.
anak-anak : 12,5-25 mg/kg/dosis, 4 kali/hari p.c.
c. Klindamisin
dosis : 150-300 mg/dosis, 3-4 kali/hari
anak-anak lebih 1 bulan : 8-20 mg/kg/hari, 3-4
kali/hari
d. Tindakan insisi bila telah supurasi
7. Erisipelas & Selulitis

Definisi Erisipelas
Peradangan akut yang lebih superfisial dari selulitis
(menyerang epidermis & dermis) serta mengenai
kelenjar limfe dermis
Definisi Selulitis
Peradangan akut terutama menyerang dermis dan
jaringan subkutis, biasanya didahului luka atau trauma
Etiologi Erisipelas
Disebabkan Streptococcus beta hemolitikus
Etiologi Selulitis
Disebabkan oleh Streptococcus beta hemolitikus
Staphylococcus aureus
Gejala Klinis
-Terdapat gejala konstitusi : demam, menggigil, malaise
-Kelainan kulit utama yang tampak adalah eritema
berwarna merah cerah. Berbatas tegas, nyeri tekan dan
pinggirannya meninggi disertai dengan tanda-tanda
radang akut. Dapat disertai edema, vesikel, dan bulla.
Gejala klinis Selulitis
-Gejala konstitusi sama dengan erisipelas
-Lesi eritema, hangat, bengkak & terdapat nyeri tekan.
Lesi difus, tidak berbatas tegas, disertai tanda radang
akut.
Erisipelas Selulitis
Predieksi
Umumnya selulitis & erisipelas mengenai ekstremitas
bawah (tungkai bawah), tetapi erisipelas juga dapat
mengenai daerah wajah (sekitar 2,5-10% kasus)
Penatalaksanaan
-Istirahat
-Tungkai bawah dan kaki yang diserang ditinggikan
-Antibiotik sitemik
-Topikal : kompres terbuka dengan larutan aniseptik
8. Staphylococcal Scalded Skin Syndrome

Definisi
Adalah infeksi kulit oleh Staphylococcus aureus tipe
tertentu dengan ciri khas berupa terdapatnya
epidermolisis
Etiologi
Staphylococcus aureus grup II faga 52.55, dan/atau faga
71
Epidemiologi
Terutama pada anak <5 tahun, pria>wanita
Gejala Klinis
- Demam tinggi disertai infeksi saluran nafas atas
- Kelainan kulit yang pertama timbul : eritema yang
timbul mendadak pada wajah, leher, ketiak, & lipat
paha, kemudian menyeluruh dalam waktu 24 jam
- Dalam waktu 24-48 jam akan timbul bulla-bulla besar
berdinding kendur. Jika kulit yang tampaknya normal
ditekan dan digeser kulit tersebut akan terkelupas
(Nikolsky Sign Positif)
- Dalam 2-3 hari terjadi pengeriputan spontan disertai
pengelupasan lembaran-lembaran kulit sehingga
tampak daerah erosif
- Daerah erosif tersebut akan mengering dalam
beberapa hari dan terjadi deskuamasi
- Penyembuhan penyakit terjadi setelah 10-14 hari
tanpa disertai sikatriks
- Sering mengenai bibir, tetapi mukosa jarang diserang
Pemeriksaan penunjang
Histologi & bakteriologis
Penatalaksanaan
- Sistemik : antibiotik derivat penisilin yang efektif bagi
S. Aureus
- Kloksasilin 3x250 mg untuk untuk dewasa pada
neonatus (penyakit Ritter), dosis 3x50 mg sehari
- Klindamisin
- Sefalosporin generasi 1
- Topikal : sofratulle atau krim antibiotik
- Perhatikan keseimbangan cairan dan elektrolit
Prognosis
Kematian dapat terjadi terutama pada bayi berusia <1
tahun akibat tidak adanya keseimbangan
cairan/elektrolit dan sepsis
9. Hidradenitis

Definisi
Merupakan infeksi kelenjar apokrin, biasanya
disebabkan oleh Staphylococcus aureus
Epidemiologi
Terdapat pada usia sesudah akil balik sampai dewasa
muda
Gejala klinis
- Sering didahului oleh trauma/ mikrotrauma, misalnya
banyak keringat, pemakaian deodorant, atau rambut
aksila digunting
- Disertai gejala konstitusi : demam, malaise
- Ruam berupa nodus dengan tanda radang akut. Nodus
melunak menjadi abses dan memecah membentuk
fistel yang disebut hidradenitis supurativa
- Terbanyak berlokasi di aksila, perenium, dan tempat
yang memiliki banyak kelenjar apokrin.
Penatalaksanaan
- Antibiotik sistemik
- Insisi bila tlah terbentuk abses
- Kompres terbuka bila nodus belum melunak
- Eksisi kelenjar apokrin pada kasus kronik & residif
Terima Kasih