Anda di halaman 1dari 4

3.

6 Menjelaskan Penerapan Sampling Atribut

Ada 14 tahap yang telah dibahas untuk sampling nonstatistik berlaku juga dalam atribut sampling,
dalam hal berikut ini akan ditunjukkan hal-hal yang berbeda.
Merencanakan Sampel

1. Menetapkan tujuan pengujian audit.


2. Memastikan apakah sampling audit bisa diterapkan.
3. Merumuskan atribut dan kondisi penyimpangan.
4. Merumuskan populasi.
5. Merumuskan unit sampling.
6. Merumuskan tingkat penyimpangan bisa ditoleransi.
7. Menetapkan resiko bisa diterima untuk penerapan resiko pengendalian terlalu rendah.
8. Menaksir tingkat penyimpangan populasi.
9. Menentukan ukuran sampel awal.
Pengguaan tabel
 Apabila auditor akan mengunakan tabel untuk menentukan ukuran sampel awal, harus diikuti empat
tahap, yaitu:
 Pilih tabel yang cocok dengan ARACR
 Tentukan lokasi TER pada bagian atas tabel
 Tentukan lokasi EPER pada kolom paling kiri
 Baca kolom TER yang sesuai ke bawah hingga memotong baris EPER yang sesuai. Angka tertulis dalam
titik perpotongan itu menunjukkan ukuran sampel awal.
Pengaruh dari ukuran populasi

 Mengingat bahwa kebanyakan auditor menggunakan sampling atribut


untuk populasi yang besar, maka pengurangan ukuran sampel untuk
populasi yang lebih kecil kita abaikan.
 Memilih Sampel dan Melaksanakan Prosedur Audit
10.Memilih sampel
11.Melaksanakan prosedur audit
 Menilai Hasil
12.Generalisasi dari sampel ke populasi
Menggunakan tabel
 Memilih tabel yang sesuai dengan ARACR yang ditetapkan auditor.
 Menentukan lokasi jumlah penyimpangan sesungguhnya yang
ditemukan dalam pengujian audit pada bagian atas tabel
 Menentukan lokasi ukuran sampel sesungguhnya pada kolom paling
kiri.
 Baca kolom jumlah penyimpangan sesungguhnya yang sesuai ke
bawah sampai memotong baris ukuran sampel yang sesuai angka
yang tercantum pada titik pepotongan adalah CUER.