Anda di halaman 1dari 21

PRINSIP-PRINSIP BIOKIMIA

DALAM TUBUH MANUSIA


OLEH :
KURNIAWATI
M. FARDIANSYAH
APA ITU BIOKIMIA?

 Biokimia merupakan salah satu cabang sains


yang menemuka dua bidang yang sama penting
yaitu biologi dan kimia. Biokimia menunjuk
mengenai bahan kimia yang dihasilkan oleh
benda hidup, kesannya kegunaannya dan cara
memanfaatkan bahan aktif tersebut bagi
meningkatkan taraf hidup manusia. Biokimia
juga dapat diartikan sebagai ilmu kimia
kehidupan yaitu ilmu yang mempelajari tentang
dasar kimia kehidupan (kata Yunani, bios berarti
“kehidupan”)
RUANG LINGKUP BIOKIMIA
 Komposisi dan stuktur makhluk hidup
 Senyawa Anorganik

 Senyawa Organik
KOMPOSISI DAN STUKTUR MAKHLUK HIDUP

 Senyawa anorganik tidak mengandung


karbon. Sebagian besar zat kimia dalam tubuh tidak
termasuk zat organik.
 Air, sekitar 70% dari total berat badan, adalah
senyawa anorganik terpenting dalam tubuh manusia.
 Senyawa anorganik penting lainnya merupakan
senyawa kecil dan sederhana seperti asam, basa,
dan garam
 Karbon dioksida (CO2) dan senyawa yang
mengandung karbonat diklasifikasikan sebagai
senyawa anorganik, walaupun mengandug karbon.
 Senyawa organik mengandung atom karbon dan
terkandung dalam ribuan senyawa kimia yang
ditemukan di organisme hidup. Ilmu kimia mengenal
kehidupan disebut kimia karbon.
SENYAWA ANORGANIK
Sifat air, air memiliki sifat fisik dan kimia
berikut ini:
 Kohesif dan adhesif.
 Kalor jenis yang tinggi.
 Kalor uap yang tinggi.
 Air sebagai solven.
KOHESIF DAN ADHESIF.
Karena ikatan hidrogennya, maka molekul air
memiliki kecenderungankuat untuk tetap
berkaitan (kohesi) dan juga kecenderungan
untuk berkaitan dengan zat lain
(adhesi). Karena kedua sifat tersebut, maka air
memiliki:
 Tegangan permukaan yang tinggi. Karena
sifat kohesifnya, maka molekul air membentuk
suatu lapisan permukaan yang kuat.
 Gaya kapilar. kecenderungan air untuk naik
secara kapilar (pada selang yang sangat kecil)
karena sifat adhesif dan kohesifnya.
KALOR JENIS YANG TINGGI
 Air dapat menyerap atau melepas sejumlah
besar panas hanya dengan sedikit perubahan
dalam suhunya.
 Karena sifat tersebut, maka perubahan suhu
tubuh yang tiba-tiba akibat factor eksternal atau
internal dapat dicegah
KALOR UAP YANG TINGGI
 Jika air mengalami evaporasi (perubahan bentuk
dari cair ke gas), maka panas yang dibutuhkan
hamir dua kali lipat panas yang dipakai untuk
menguapkan alkohol atau cairan lainnya.
 Saat keringat berevaporasi dari kulit, maka saat
itu pula sejumlah besar panas dkeluarkan dari
tubuh ke lingkungan, memberikan suatu
mekanisme pendinginan yang efisien.
AIR SEBAGAI SOLVEN
 Karena polaritas molekul air dan kecenderungannya yang
membentuk ikatan hydrogen, air merupakan solven (zat
pelarut) untuk sebagai jenis molekul ion, dan molekul non-
ion polar (molekul hidrofilik)
 Molekul-molekul air membentuk kulit solven (hidrasi)
yang terarah disekitat molekul dan atom bermuatan
negative, dengan cara mendekatkan kutub positifnya
(hidrogen) ke ion negatif.
 Kutub negatif okesigen pada molekul air mengarah
keluar dan menarik kutub positif molekul air lain.
 Disekitar ion muatan positif, arah molekul air menjadi
terbalik. Bergantung pada arah molekul, kulit solven
dapat menarik kutub positif maupun negatif dari molekul
air yang banyak.
 Dengan demikian, jika gaya tarik antar partikel terlarut
melemah, maka suatu larutan akan terbentuk.
SENYAWA ANORGANIK
Asam, basa, dan derajat keasaman (pH)
 Ionisasi air

 Asam dan Basa

 Skala pH
IONISASI AIR

 Molekul air memiliki sedikit kecenderungan


untuk berionisasi; yaitu, untuk pecah menjadi
ion hidrogen (H+) dan ion hidroksida (OH-).
 Ada satu per sepuluh juta mol ion hidrogen
dalam setiap liter air murni, dan satu per
sepuluh juta mol ion hidroksida
ASAM DAN BASA

 Larutan akan bersifat asam jika larutan tersebut


mengandung konsentrasi ion hidrogen yang lebih
tinggi dari konsentrasi ion hidroksida. Asam
adalah zat yang melepas ion hindrogen (pro-ton)
saat larut dalam air.
 Larutan akan bersifat basah jika konsentrasi
ion hidrogen yang terkandung lebih rendah dari
konsentrasi ion hidroksida. Basa adalah suatu
zat yang melepas ion hidroksida dan menerima
ion hidrogen, memisahkan ion-ion hidrogen dari
larutan saat larut dalam air.
SKALA PH

dipakai untuk menggambarkan kadar keasaman


atau alkalinitas (kebasaan) satu larutan.
 Skala pH, berkisar dari 0 sampai 14 (0 adalah asam
terkuat, 14 adalah basa terkuat, dan 7 bersifat
netral) memperlihatkan rentan konsentrasi ion
hidrogen dan ion hidroksida dalam satu larutan.
 Kadar keasaman (pH) dari suatu ion larutan
adalahlogaritma negative (dengan angka dasar
10) dari konsentrasi ion hidrogen yang
dinyatakan dalam mol per liter.
 Perhatikan bahwa pH akan turun seiring dengan
peningkatan konsentrasi ion hidrogen. Larutan
dengan pH 2mengandung konsentrasi ion hidrogen
10 kali lebih besar dari larutan dengan pH 3.
SENYAWA ORGANIK

 Komponen Karbon
 Karbohidrat

 Lipid

 Protein

 Asam Nukleat
KOMPONEN KARBON
 Komponen Karbon merupakan komponen inti
dari senyawa organic
KARBOHIDRAT

 gula dan zat tepung adalah senyawa yang


mengandung karbon, hidrogen, dan oksigen. Ciri
khasnya adalah molekul mengandung atom
hidrogen yang dua kali lebih banyak daripada
atom oksigen, sama dengan proporsinya dalam
molekul air. Karbohidrat diklasifikasikan
sebagai monosakarida,disakarida,dan polisa
karida
LIPID
 adalah sekelompok molekul yang beragam;
semuanya tidak dapat larut dalam air, namun
dapat larut dalam zat pelarut nonpolar seperti
eter dan kloroform. Lipid biologis yang penting
meliputi lemak netral, zat lilin, fosfolipid dan
steroid.
PROTEIN
 secara kimia lebih kompleks lagi, tetapi seperti
karohidrat dan lipid, protein juga tersusun dari
senyawa gabungan yang sederhana. Semua
protein mengandung atom karbon, oksigen,
hidrogen, dan nitrogen serta protein-protein yang
mengandung sulfur dan fosfor
ASAM NUKLEAT

 adalah struktur molekular kompleks yang terdiri


dari karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan
fosfor. Asam nukleat adalah molekul turunan
dan mengatur fungsi protein dalam sel.
PRINSIP-PRINSIP BIOKIMIA

 Dalam prosesnya system biokimia memiliki


aturan ataupun prinsip kerja. Adapun prinsip-
prinsip biokimia antara lain yaitu:
 Struktur kimia dari komponen makhluk hidup
dan hubungan antara struktur kimia dengan
fungsi biologis.
 Mempelajari metabolisme yaitu keseluruhan
reaksi kimia dalam makhluk hidup.
 Proses kimia dan subtansi yang menyimpan dan
mengirimkan informasi biologis, serta molekul
genetis (sifat genetis)
TERIMAKASIH