Anda di halaman 1dari 6

Oleh:

Nadilla

Dosen: wilda laila, SKM


 Dilakukan dengan pemeriksaan:
 Haemoglobin (Hb)
 Hematokrit
 Besi serum
 Ferritin serum
 Saturasi transferin
 Free erytrocites protophorin
 Unsaturated iron-binding capacity serum
 Dilakukan dengan pemeriksaan fraksi protein:
 Albumin
 Globulin
 fibrinogen
 Seperti:
 Iodium dimilai dengan pemerisaan iodium dalam
urine dan kadar hormon TSH (thyroid stimulating
hormone)
 Zink/seng dinilai dengan pemerisaan urin dan
kandungannya dalam plasma
 Kalsium dinilai dengan pemeriksaan serum
kalsium
 Begitu juga dengan mineral lainnya.
 Terdiri dari:
 Penilaian status besi
 Penilaian status protein
 Penilaian status vitamin
 Penilaian status mineral
 Penilaianhasil biokimia dilakukan dengan
perbandingan nilaai normalnya.
 Tergantung vitamin yang ingin diketahui, seperti:
 Vitamin A dinilai dengan memeriksa serum retinol
 Vitamin D dinilai dengan pemeriksaan kalsiun serum
 Vitamin E dinilai dengan pemeriksaan serum vitamin E
 Vitamin C dinilai dengan pemeriksaan perdarahan dan
kelainan radiologis yang ditimbulkan
 Riboflavin (B2) dinilai dengan pemeriksaan kandungan
riboflafin dalam urin.
 Niasin (B3) dinilai dengan pemeriksaan nimetil
nicotamin urine
 Dan begitu pula pada vitamin lainnya.