Anda di halaman 1dari 31

ASUHAN KEPERAWATAN

PADA ANAK DENGAN


KEKURANGAN
ENERGY-PROTEIN

Disampaikan oleh
Alfonsa Reni Oktavia
pendahuluan
 Di seluruh dunia , malnutrisi merupakan penyebab mortalitas dan mor
biditas pada masa kanak-kanank
 Malnutrisi banyak ditemukan di negara berkembang (ekonomi dan ASI
Eksklusif )
 Malnutrisi diakibatkan oleh asupan makanan yang tidak memadai
untuk memenuhi kebutuhan atau dapat dikatan mengalami gangguan
penyerapan makanan
 Penilaian data awal gizi dapat mengidentifikasi anak yang mengalami
kurang gizi
 KKP atau MEP dapat terjadi apabila kebutuhan tubuh terhadap kalori ,
protein atau keduanya tidak tercukupi dengan diet
Prevalensi

UNICEF, New York; WHO, Geneva; The World Bank, Washington, DC; 2012).
KEKURANGAN ENERGI PROTEIN
 Kekurangan energi protein (KEP) yaitu, seseorang yang kurang gizi yang
disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi protein dalam makan sehari-hari
dan atau gangguan penyakit tertentu sehingga tidak memenuhi angka
kecukupan gizi (AKG). anak disebut KEP apabila berat badannya kurang dari
80% indeks BB untuk baku standar WHO-NCHS (Depkes RI, 1998).

 KEP dapat dideteksi dengan cara antropometri yaitu mengukur BB dan umur
yang dibandingkan dengan indeks BB untuk standar WHO-NCHS
sebagaimana tercantum dalam KMS (Depkes RI, 1998).

 Manifestasi klinik MEP bervariasi dengan derajat lama kehabisan protein, dan
energi, umur penderita, dan modifikasi yang ditimbulkan oleh keadaan def.
Vitamin, mineral .
KEKURANGAN ENERGI PROTEIN
 MEP dapat dikelompokkan menjadi dua ,
yaitu primer dan sekunder :
KEKURANGAN ENERGI PROTEIN
DEFINISI MEP

KED : KEF ditambah sejumah energi ekstra


untuk melakukan aktifitas ringan dan menutup
defisit energi akibat gangguan tertentu
 MEP merupakan keadaan ketidakcukupan asupan protein dan
kalori yang dibutuhkan tubuh dikenal dengan Marasmus &
Kwasiokor
 Marasmus adalah bentuk malnutrisi kalori protein yang terutama
akibat kekurangan kalori yang berat dan kronis terutama terjadi sel
ama tahun pertama kehidupan dan mengurusnya lemak bawah kuli
t dan otot. Marasmus adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh
kekurangan kalori protein.
 Kwashiorkor ialah suatu keadaan kekurangan gizi ( protein ). Walau
pun sebab utama penyakit ini adalah defisiensi protein, tetapi
karena bahan makanan yang dimakan kurang mengandung nutrisi
lainnya
Klasifikasi KEP
KEP berdasarkan kriteria KMS dibedakan jadi 3 yaitu :

Sumber : Depkes RI (1998)


KLASIFIKASI KEP
PENYEBAB KEP
• Kekurangan makanan
• Infeksi yang menyebabkan hilangnya nafsu makan
• Tempat tinggal padat dan kumuh
• Ketidak mampuan mengakses faskes
Kekurangan energi-protein (KEP) atau protein-energy malnutrition (PE
M) dapat terjadi dalam tiga situasi (Truswell, A. S., 2012) :
 Pada anak kecil dalam masyarakat miskin, biasanya di negara
sedang berkembang.
 Pada orang dewasa, bahkan di negara kaya, karena penyakit yang
parah (kekurangan gizi selama dirumah sakit).
 Pada orang semua umur ketika terjadi bencana kelaparan.
Sumber : Truswell, A. S., (2012)
Several complementary feeding practices can have an adverse effects
on child nutrition.
One factor is the age at which complementary foods are introduced into the
child`s diets. Others include the method of food preparation, the frequency of
feeding and the energy density of the complementary foods. In all circumsta
nces, especially during illness, young children need to be fed frequently duri
ng the day. Mothers may have difficulty in feeding children often enough if th
ey are working in the field or looking after livestock; thus the limited time
available to mothers may be an important constraint on children`s food
intake(Neimeret al,2001).
AKIBAT KEP
Mengambil cadangan
Penurunan BB
KEP energi tubuh (lemak,
&
kemudian otot) &
Kurang gizi
mikronutrien

KEP kronis berakibat :


o Retardasi pertumbuhan
o Menurunkan resistensi terhadap infeksi
o Meningkatkan angka kematian pada anak-anak
Sumber : WHO (2000)
MARASMUS

 Wajah seperti orang tua


 "Baggy pants" (kulit pantat longgar
menggantung ke bawah)
 Tidak ada edema
 Rusuk yang sangat menonjol.
 Tidak terlihat lemak dan otot di bawah kulit
(kelihatan tulang di bawah kulit)
 Gangguan kulit, gangguan pencernaan
(sering diare)
 Pembesaran hati Sumber : Almatsier (2013)
Etiologi MARASMUS
Manajemen MARASMUS
Penatalaksanaan
Menurut Nuchsan Lubis penatalaksanaan penderita marasmus yang dirawat di RS dibagi dalam
beberapa tahap, yaitu :
Tahap awal :24-48 jam pertama merupakan masa kritis, yaitu tindakan untuk menyelamatkan ji
wa, antara lain mengoreksi keadaan dehidrasi atau asidosis dengan pemberian cairan IV.
Tahap penyesuaian terhadap pemberian makanan

Menurut Mansjoer (2000 : 514 ± 517) penatalaksanan marasmus adalah


Atasi / cegah hipoglikemia
Atasi/cegah hipotermia
Atasi/cegah dehidrasi
Koreksi gangguan keseimbang elektrolit
Obati / cegah infeksi dengan pemberian antibiotika
Koreksi defisiensi nitrien mikro, yaitu dengan berikan setiap hari
Manajemen MARASMUS di RS

Tahap awal : 24-48 jam


pertama merupakan masa
kritis, untuk
menyelamatkan jiwa
Manajemen MARASMUS di RS

 Pada hari pertama , jumlah kalori yang diberikan


30-60 kalori/kgBB/hari dengan protein 1-1,5 g/
kgBB/hari.Jumlah tersebut perlu dinaikkan setiap
Tahap kedua : 1-2 hari sehingga mencapai 150-175
penyesuaian. Sebagian kalori/kgBB/hari dengan protein 3-5g/kgBB/hari.
penderita tidak Waktu yang diperlukan untuk mencapai diet
memerlukan koreksi tinggi kalori- protein lebih kurang 7-10 hari
cairan dan elektrolit,  Cairan yang diberikan sebanyak 150 ml/kgBB/hari
sehingga dapat dimulai  Pemberian Vitamin A 200.000IU P.O
penyesuaian terhadap  Mineral : kalium 1-2 Meq/kgBB/hari/IV atau
pemberian makanan 75-100 mg/kg BB/hari dan MgSO4 50% 0,25
ml/kgBB/hari atau 30mg/kgBB/hari P.O
Manajemen MARASMUS di RS
1. Jenis makanan yang memnuhi penderita malnutrisi berat adalah susu
2. Pada saat memilih jenis makanan perlu diperhatikan BB penderita dengan
rekomendasi BB <7 kg diberikan makanan utama susu formula atau susu yang
dimodifikasi secara bertahap ditambahkan makanan lunak dan makanan lumat.
Pada penderita dengan BB>7kg diberikan makanan untuk anak diatas 1 tahun
,dalam bentuk makanan cair, kemudian makanan lunak dan makanan padat
3. Penderita marasmus sering menghindap infeksi, obat yang dipakai prokain
( penisilin dan streptomisin)
4. Kemungkinan hipoglikemi pada anak dilakukan pemeriksaan dextrostix , bila
kadar gula 40%/kgBB/IV diberikan 1-2 ml glukosa 40%/kgBB
5. Jika muncul hipotermi diberikna selimut atau tidur bersama ibunya, juga dapat
diberikan botol panas, atau pemberian makanan secara sering setiap 2 jam
6. Penderita boleh dipulangkan bila terjadi kenaikan BB sampai kira2 90% BB
normal menurut usia , bila nafsu makannya telah kembali dan infeksi telah
teratasi
KWASHIORKOR
Bentuk parah malnutrisi protein-energi ditandai dengan defis
iensi asam amino esensial dan asupan kalori yang tidak ade
kuat, terutama diberikan oleh pati
Tanda & Gejala KWASHIORKOR
 Edema
 Perubahan rambut: hilangnya pigmentasi, rambut tipis, k
emerahan, pluckability
 Biasanya apatis & mudah tersinggung. Mereka tidak
menunjukkan tanda-tanda kelaparan & sulit membujuk
mereka untuk makan.
 Nafsu makan mereka hilang.
 Sering disertai peny. Infeksi (umumnya akut) seperti
anemia & diare
 Pertumbuhan terganggu
 Gejala gastrointestinal, anoreksia kadang-kadang terjadi
dengan hebatnya.
 Hepatomegali
Etiologi KWASHIORKOR
 Asupan protein tidak cukup
 Penyerapan terganggu
 Nefrosis ( kehilangan protein abnor
mal pada proteinuria )
 Infeksi
 Perdarahan
 Luka Bakar
 Kegagalan sintesis protein (penyakit
hati kronik)
Penatalaksanaan
Prosedur tetap pengobatan dirumah sakit :
Prinsip dasar penanganan 10 langkah utama
(diutamakan penanganan kegawatan)

1. Penanganan hipoglikemi
2. Penanganan hipotermi
3. Penanganan dehidrasi
4. Koreksi gangguan keseimbangan elektrolit
5. Pengobatan infeksi
6. Pemberian makanan
7. Fasilitasi tumbuh kejar
8. Koreksi defisiensi nutrisi mikro
9. Melakukan stimulasi sensorik dan perbaikan mental
10. Perencanaan tindak lanjut setelah sembuh
Pemeriksaan penunjang
WHO merekomendasikan tes dibawah ini:
1. Blood glucose
2. Pemeriksaan blood smears dengan microscopy atau direct detection testi
ng
3. Hemoglobin
4. Pemeriksaan urin dan kultur
5. Stool examination dengan microscopy for ova and parasites
6. Serum albumin
7. Electrolytes
8. Pengukuran BMI (Body Mass Indeks)
9. Pengukuran antropometri pada anak, LLA dan LK
10. Rontgent
11. Biopsy pada kulit dan analisis penarikan pada rambut.
12. Biopsy hati
ASUHAN KEPERAWATAN
A. Pengkajian
1. Anamnesa
a. Identitas klien
Nama, alamat, umur, jenis kelamin, dst.
b. Keluhan utama :
Kwashiorkor
Anak mengalami bengkak pada kaki dan tangan, kondisi l
emah, tidak mau makan, BB menurun .
Marasmus
Anaknya tidak mau makan, badan kelihatan kurus, kondisi l
emah, BB menurun.
ASUHAN KEPERAWATAN
A. Pengkajian
c. Riwayat kesehatan sekarang
• Kapan keluhan mulai dirasakan
• Kejadian sudah berapa lama
• Apakah ada penurunan BB
• Bagaimana nafsu makan pasien
• Bagaimana pola makannya
• Apakah pasien pernah mendapat pengobatan, dima
na, oleh siapa, kapan dan jenis obatnya
d. Riwayat penyakit dahulu
• Apakah dahulu pasien pernah menderita penyakit seperti sekarang
e. Riwayat penyakit keluarga
• Apakah anggota keluarga pasien pernah menderita penyakit yang ber
hubungan dengan kekurangan gizi atau kekurangan protein.
f. Riwayat penyakit social
• Anggapan salah satu jenis makanan tertentu
• Apakah kebutuhan pasien terpenuhi
• Bagaimana lingkungan tempat tinggal pasien
• Bagaimana keadaan social ekonomi keluarga
g. Riwayat spiritual
• Adanya kepercayaan yang melarang makanan tertentu
2. Pengkajian fisik
a. Inspeksi
Meliputi observasi sistemik keadaan pasien sehubungan
dengan status gizi meliputi penampilan umum pasien
menunjukkan status nutrisi atau gizi pasien
• Pada kwashiorkor, apakah ada edema, rambut rontok, BB
menurun, muka seperti bulan.
• Pada marasmus, badan kurus, atrofi otot, rambut kemerahan
dan kusam, tampak sianosis dan perut membuncit.
b. Palpasi
• Pada marasmus terdapat turgor kulit yang jelek
• Pada kwashiorkor terdapat pembesaran hati.
B.Diagnosa Keperawatan

Diagnosa keperawatan yang mungkin dapat ditemukan pada anak den


gan Marasmik-Kwashiorkor adalah:
a. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d asupan tidak adek
uat, anoreksia dan diare.
b. Kekurangan volume cairan b/d penurunan asupan peroral dan peningkat
an kehilangan akibat diare.
c. Gangguan pertumbuhan dan perkembangan b/d asupan kalori dan protei
n yang tidak adekuat.
d. Kerusakan integritas kulit b/d gangguan nutrisi/ status metabolic.
e. Kurang pengetahuan b/d kurang terpajannya informasi.