Anda di halaman 1dari 41

MIKOLOGI

 Mikologi berasal dari bahasa Yunani mykes yang


berarti Cendawan/jamur dan logos yang berarti
ilmu
 Mikologi ilmu yg mempelajari tentang
cendawan/jamur
 Dalam bahasa Inggris jamur disebut
Fungi/fungus
 Telah ditemukan sekitar 80.00 spesies jamur,
dan kuran dr 50 spesies yg menyebabkan lebih
dr 90% infeksi jamur pd manusia dan hewan
KARAKTERISTIK CENDAWAN
 Sel eukariotik
 Berkembang biak dgn spora secara asexsual
maupun sexual
 Tidak berklorofil

 Ukuran dr yg mikroskopis sampai makroskopis

 Tidak mempunyai klorofil tidak mempunyai


akar, batang dan daun tdk menghisap makanan
dr tanah, sehingga hidup sebagai parasit pd
organisme serta lain
PERAN CENDAWAN
 Bermanfaat  Merugikan
1. Fermentasi alkohol 1. Bersifat pathogen
2. Pembuatan tempe, pada manusia
keju 2. Merusak perabot
3. Sumber obat2an 3. Penyakit pada
(penghasil tumbuhan
antibiotik) Infeksi jamur disebut
4. Sebagai bahan mikosis
makanan
5. Sebagai pengurai
bahan organik
 Jamur yg menjadi penyebab penyakit hanya dpt
dilihat melalui mikroskop
 Jamur tumbuh subur ditempat yg lembab

 Endemis di Indonesia

 Jamur pd kulit biasanya menyerang badan, kulit,


lipatan kulit pada org gemuk, di bawah payudara,
beberapa bagian tumbuh berambut, ketika serta
selangkan gan
 Jamr tumbuh lebih cepat jk kt sering menggunakan
pakaian ketat dr bahan sintetis
 Pemicu lain tumbuhnya jamur adalah
sering menggunakan aksesoris yg
pas/ketat seperti jam tangan, perhiasan,
kaos kaki serta sepatu
 Jamur dpt menembus jar. Kulit
terdalam dan menimbulkan infeksi.
 Infeksi jamur dpt menular ke bagian
lain mellaui garukan, handuk
DIAGNOSIS
 Gejala khas dari penyakit jamur diantara lain:
1. Kemerahan kulit yg berbatas tegas, erosi dan
bersisik
2. Benkolan keras pada kaki, tangan atau lutut
dan bewarna merah atau coklelat
3. Pemeriksaan lab seperti pemeriksaan
langsung, pembiakan, reaksi imonologis, biopsi
, sinar ultraviolet (bila positif panu mk akan
berfluoresensi hijau kebiruan)
MORFOLOGI
 Yeast
merupakan jamur uniselluler yang berbentuk
oval / lonjong dengan diameter 3 – 15 mikron,
berkembang biak dengan cara membelah diri
(asexual) membentuk tunas atau budding cell.
Yeast ada dua yaitu : Yeast murni merupakan
jamur uniselluler yang tidak mampu
membentuk pseudohifa/ klamidospora, Yeast
like merupakan jamur uniselluler yang mampu
membentuk pseudohifa. Contoh : Candida
sp, Candida albicans, Torulla (koloni berwarna
merah / orange), Cryptococcus neoformans
 Mold / Kapang
Merupakan jamur multiselluler yang membentuk
benang-benang hifa / filament, kumpulan dari hifa
disebut miselium yang membentuk suatu
anyaman. Hifa yang dibentuk ada yang bersekat
maupun tak bersekat. Hifa yang berada di atas
permukaan media disebut Hifa aerial yang
berfungsi sebagai alat perkembangbiakan. Hifa
yang berada didalam media disebut Hifa Vegetatif
berfungsi sebagai alat untuk menyerap makanan.

Contoh
: Aspergillus, Penicellium, Rhizopus, Mucor, Micros
porum, Trichophyton, Epidermophyton
 Dimorfik

Merupakan jamur yang mempunyai dua


bentuk yaitu : Yeast dan Mold. Berbentuk
Yeast jika berada di dalam inang / host atau
pada suhu inkubasi 37 derajat C, dan
berbentuk mold jika berada diluar inangnya
atau pada suhu inkubasi suhu ruang. Contoh
: Histoplasma capsulatum, Coccidioides
immitis, Blastomyces dermatidis
KLASIFIKASI JAMUR
 Dikelompokan dlm 4 filum:
1. Chytridiomycota
2. Zygomycota
3. Ascomycota (filum terbesar 60% jamur telah
diketahui dan 85% patogen pd manusia)
4. Basidiomycota
PERTUMBUHAN DAN ISOLASI JAMUR
 Kebanyakan jamur dijumpai di alam
dan cepat tumbuh di tempat
sederhana yg mengandung nitrogen
dan karbohidrat
 Untuk mengisolasi jamur
dibutuhkan agar Sabouraud yg
mengandung glukosa dan pepton yg
sudah dimodifikasi (pH 7,0)
HABITAT
1. Habitat Tanah (Geofilik)
Menyebabkan penyakit pada manusia melalui :
a. Inhalasi ( Pernafasan ) : Jamur ini masuk kedalam
tubuh manusia melalui pernafasan, sehingga biasanya
menyebabkan penyakit pada organ dalam (Mikosis
Sistemik). Contoh : Aspergillosis
paru, Histoplasmosis, Cryptococosis, Blastomyces
b. Traumatik / luka / lesi : Jamur ini masuk kedalam tubuh
manusia karena adanya luka, dan dapat menyebabkan
penyakit pada Mikosis Subcutan. Contoh : Cladosporium
corioni, Phialospora verukosa
c. Kontak kulit : Jamur ini pathogen pada manusia karena
kontak antara kulit sehingga menyebabkan Mikosis
Superfisial(Jamur Kulit). Contoh : Malazezia furfur /
panu, Microsporum, Trychophyton, Epidermophyton
• 2. Habitat hewan (Zoofilik)
Jamur ini menyebabkan penyakit pada manusia melalui
kontak kulit dengan hewan, menyebabkan Mikosis
Superfisial. Contoh
: Microsporum, Trychophyton, Epidermophyton

• 3. Habitai Air / Aquatik


Jamur ini menyebabkan penyakit pada manusia melalui
mulut, luka kontak dengan kulit, menyebabkan Mikosis
Sub cutan. Contoh : Cladosporium, Phialospora
verucosa, Candida

• 4. Habitat pada manusia (Anthropofilik)


Jamur ini menyebabkan penyakit pada manusia melalui
kontak kulit, menyebabkan penyakit Mikosis
Superfisial. Contoh : Malazezia furfur /
panu, Epidermophyton, Candida
MIKOSIS SUPERFISIAL
 Penyakit jamur yg mengenai lapisan permukaan
kulit yaitu stratum korneum, rambut dan kuku
 Kelainan yg ditimbulkan berupa bercak yg
warnanya berbeda dengan warna kulit, berbatas
tegas dan disertai rasa gatal atau tidak memberi
gejala
PANU ATAU PITRIASIS VERSIKOLOR
 Penyakit ini mudah menyerang pd kulit yg tidak
bersih
 Jamur ini lebih menyukai kulit yg tidak tertutup
pakaian
 Gejala terlihat bercak-bercak bulat bewarna
kelabu di bagian dada, wajah dan anggota gerak.
Jik diperhatikan permukaan bercak panu ini
bersisik
 Panu disebabkan oleh 7 spesies Malassezia:
1. Malassezia furfur
2. Malassezia globosa
3. Malassezia obtusa
4. Malassezia sloofiae
5. Malassezia sympodialis
6. Malassezia pachydermatis
7. Malassezia restricta
 Penyakit panu jarang memberikan rasa gatal.
Oleh karena itu orang yg terkena panu jarang
berobat
 Pengobatan biasanya dilakukan karena rasa
malu
 Pengobatannya: menggunakan daun ketepeng,
atau menggosoknya dgn salisis spiritus atau
dgn lengkuas
 Jika panu dibiarkan, maka panu akan
bertambah besar dan meluas. Tidak
berbahaya tetapi kurang sedap dipandang
PENULARAN
 Selain melalui persinggungan kulit, panu dpt
ditularkan melalui alat-alat dirumah
 Barang yg paling sering menjadi penular panu
adalah bantal, pisau cukur, alat pencuku di
tukang rambut, handuk dan sapuntangan.
 Alas tidur sering menularkan panu pd kulit
bagian punggung jk tidur tdk berpakaian
 Penularan jg terjadi jk mmeinjam pakaian
penderita panu
PENCEGAHAN
 Memelihara kebersihan kulit
 Jangan bersinggungan dgn penderita
panu
 Bilaslah seluruh badan dgn air sabun
setelah berenang di kolam renang umum
KURAP ATAU DERMATOFITOSIS
 Penyakit kulit yg disebabkan oleh jamur, banyak
etrdapat didaerah tropis
 Penyakit kulit yg telah dikenal sejak zaman
yunani. Orang yunani menamakannya herpes
 Gejala:

1. Keluhan pertama adalah gatal, terutama bl


berkeringat
2. Kelainan pd kulit berbentuk lingkaran dgn
batau atau tepi yg tegas. Bagian tepi ini
menunjukkan proses aktif ditengah bewarna
merah tertutup sisik yg mengandung jamur
 Dermatofitosisdisebabkan oleh
jamur golongan dermatofita
 Golongan jamur ini mempunyai sifat
dapat mencerna keratin
JENIS KURAP
1. Tinea capitis (kepala)
2. Tinea corporis (di tubuh)
3. Tinea cruris ( di lipatan paha)
4. Tinea pedis ( di kaki)
OTOMIKOSIS
 Penyakit jamur pada liang telinga yg disebabkan
oleh berbagai jamur seperti Aspergillus,
penicillium, mucor, rhizopus dan candida
 Terdapat di seluruh dunia

 Otomikosis mengenai kluit liang telinga dapat


bersifat akut atau menahun
 Liang telinga merupakan tempat yang baik
sekali untuk tumbunya jamur, karena
suasananya lembab
 Apalagi keadaannya yg terbuka, memudahkan
jamur kontaminan di udara bebas masuk ke
dalam liang telinga
 Keluhan penderita iadalah rasa gatal dan rasa
penuh di dalam telinga (disebabkan jamur-jamur
kontaminan tumbuhnya sangat cepat sehingga
dpt menutup liang telinga) dan dapat
mengganggu pendengaran
PIEDRA
 Kata piedra berarti batu
 Piedra adalah infeksi jamur pada rambut,
berupa benjolan yg melekat erat pada rambut
bewarna hitam atau putih kekuningan
 Ada dua macam piedra yaitu piedra hitam dan
putih
PIEDRA HITAM
 Infeksi jamur pd rambut kepala yg disebabkan
oleh jamur piedraia hortae
 Penyakit ini ditemukan didaerah tropik,
termasuk Indonesia
 Infeksi terjadi karena rambut kontak dgn spora
jamur penyebab dan jamur akan membentuk
koloni di sepanjang batang rambut
 Benjolan piedra sulit dilepaskan, bila dipaksa mk
rambut akan patah
 Penyakit ini tidak menimbulkan keluhan, tetapi bl
rambut disisir selain mudah patah sering terdengar
bunyi karena benjolan atau nodul yg melekat pd
rambut
 Pengobatan :

1. Memotong rambut yg terkena infeksi


2. Mencuci kepala dgn shampo yg mengandung
antimikotik seperti shampo ketokonazol 2%
Penularan terjadi melalui sisir, alat-alat potong rambut,
dan kebiasaan meminjam sisir
PIEDRA PUTIH
 Infeksi jamur pd rambut yang disebabkan oleh
Trichosporon beigelli
 Piedra putih ditemukan pd rambut ketiak dan
pubis, jarang mengenai rambut kepala
 Penyakit ini jarang ditemukan, terdapat di
daerah beilkim sedang
 Pada piedar putih kelainan rambut tampak
sebagai benjolan yg bewarna putih
 Selain pd rambut kepala dpt juga menyebabkan
kelainan pd rambut kumis dan rambut janggut
 Pengobatan sm seperti piedra hitam
ONIKOMIKOSIS
 Penyakit jamur pd kuku yg dapat disebabkan
oleh berbagai macam jamur, terutama candida
dan dermofita
 Penyakit ini tersebar diseluruh dunia

 Jamur masuk kedalam kuku melalui 4 cara yaitu


melalui distal subungual, samping kuku,
permukaan lempeng kuku dan dibawah kuku
bagian proksimal
 Infeksi jamur ini dapat mengenai satu kuku atau lebih
 Kuku yg menderita onikomikosis mempunyai
permukaan yg tidak rata, tidak mengkilat. Selain itu
kuku yg terkena menjadi rapuh atau mengeras
 Penyakit ini membutuhkan waktu pengobatan yg
lama, biasanya beberapa bulan karena pergantian
kuku memerlukan waktu 6 bulan
 Pengobatan lebih baik menggunakan sediaan dlm
netuk cairan agar obat mudah masuk ke sela-sela
rongga kuku yg rapuh (larutan azol)
PENGOBATAN JAMUR
1. Asam salisilat
2. Asam benzoat
3. Asam undesilinat dan seng ungdesilinat
4. Klotrimazol
5. Mikonazol
6. Ketokonazol
7. Kamper
MIKOSIS SISTEMIK
 Penyakit jamur yg mengenai alat dalam
 Dapat terjadi karena jamur langsung masuk ke
alat dalam (misalnya paru) melalui luka atau
menyebar dari permukaan kulit atau alat dalam
lain
MISETOMA
 Sindrom klinis yg disebabkan oleh infeksi jamur,
terdiri atas pembengkakan setempat yg indolen
dan membentuk sinus, menyerang jaringan
kutan, subkutan, fasia dan tulang
 Pemebangkakkan dapat disertai dengan adanya
nanah, dan nanah tersebut berisis butir/granula
jmaur penyebab
 Infeksi misetoma terjadi melalui trauma misalnya
oleh tusukan duri yg terkontaminasi jamur (biasanya
dari tanah) pd kulit atau jaringan subkutan
 Gejala baru muncul setelah beberapa tahun kemudian
sehingga sulit menentukan periode inkubasi
 Pada tempat tusukan timbul kelaina seperti tumor
kecil yg makin lama makin besar, merusak jaringan
atau tulang, kemudian membentuk abses dan fistel yg
dpt mengeluarkan nanah
 Misetoma banyak terjadi pada tungkai kaki
 Kaki adalah lokasi yg sering terkena dan umunya
akibat berjalan tanpa alas kaki
 Walaupun jarang kadang-kadang misetoma terjadi pd
tangan, bahu dan bagian tubuh lainnya
 Obat yg digunakan adalah penisilin dosis tinggi

 Dapat juga menggunakan sulfa dan sterptomisin

 Bila sudah kronis dapat dilakukan pembedahan


KROMOMIKOSIS
 Infeksi lokal yg menahun pd kulit dan jaringan
subkutan orang sehat yg sering terjadi pd kaki
atau tungkai bawah, dgn kelainan khas
berbentuk kutil yg secara lamabt tumbuh terus.
 Kelainan ini disebabkan olh bbrp jenis jamur
bewarna gelap coklat kehitaman (gol.
Dematiacea)
 Jamur yg terdapat di alam bebas, tanah, kayu busuk,
duri atau tumbuh-tumbuhan yg sudah mati dpt
masuk melalui kulit oleh trauma atau tusukan
 Biasanya asimptomatik, ada rasa gatal tp tidak
menimbulkan rs sakit
 Luka kecil yg kadang-kadang tidak diketahui dpt
terinfeksi oleh jamur
 Jamur berkembang biak pd kulit dan jaringan
dibawah kulit
PENGOBATAN
 Obat sistemik yg diberikan secara oral adalah
itrakonazol 200-400 mg/hari selama 12 bulan dan
terbinafin 500 mg.hari selama 6-12 bulan dpt
memberi hasil terbaik
 Penyakit ini biasanya tidak fatal pd orang sehat
dan mempunyai daya tahan tubuh yg baik

Beri Nilai