Anda di halaman 1dari 33

WELLY MARIO

SMK KEHUTANAN PEKANBARU


TAKSONOMI TUMBUHAN
• Cabang ilmu botani yg mempelajari tentang
klasifikasi, tatanama, dan identifikasi tumbuh-
tumbuhan.
• Dasar dalam mempelajari dendrologi

KLASIFIKASI TUMBUHAN
• Pengelompokan jenis-jenis tumbuhan ke dalam
golongan-golongan dari berbagai kategori
(Tjitrosoepomo, 1988).
• Pengelompokan mahluk hidup berdasarkan persamaan
ciri tertentu
• Golongan tumbuhan : takson (gol.taksonomis) atau
setiap unit (kelompok) dengan persamaan sifat tertentu
• Kategori : tingkat dimana suatu takson diletakkan
 Prinsip dasar dlm mempelajari dendrologi: kemampuan
seorang pengenal jenis pohon thd cara mengelompokkan
berbagai jenis pohon yg beraneka ragam jumlahnya scr lebih
sistematis ke dalam golongan2 pada tingkat yg sesuai.

 Pengelompokan yg baik diperoleh sistem klasifikasi


memudahkan seseorang utk mengenal & mengidentifikasi.

 Memberikan kemudahan bagi kita untuk mengetahui posisi


atau tingkatan taksonomi dari berbagai jenis tumbuhan.
TUJUAN KLASIFIKASI:

 Menyediakan cara pengenalan dan komunikasi yg


mudah terhadap berbagai jenis tumbuhan yg
beraneka ragam
 Mengetahui hubungan yg sesungguhnya antara
golongan-golongan tumbuhan
 Mempelajari proses evolusi
Dasar penyusunan klasifikasi (Istomo & Kusmana,
1995):

 Sifat-sifat yang bersamaan, terutama sifat-sifat


pada organ vegetatif & generatif

 Interpretasi atas hubungan sifat-sifat yg dimiliki


taksa tumbuh-tumbuhan dg proses evolusi yg
mempengaruhi bentuk dan organ-organ
tumbuhan
Klasifikasi dapat dilakukan dengan cara:

 Pemisahan (Splitting) : Membagi golongan besar


menjadi golongan-golongan yg lebih kecil.

 Pengelompokan (Clumping) : mengelompokkan jenis-


jenis yang bersamaan ke dalam golongan-golongan
yang lebih besar. Species atau jenis: satuan dasar
klasifikasi.
SISTEMATIKA TUMBUHAN
 Utk jenis-jenis pohon hutan umumnya hanya
menggunakan urutan sebagai berikut:
• Kingdom
• Divisi
• Sub Divisi
• Class
• Ordo
• Famili
• Genus
• Species
DIVISI SPERMATOPHYTA

 Sub Divisi Gymnospermae


 Sub Divisi Angiospermae

 Sub Divisi Gymnospermae


1. Ordo Cycadales
Famili : Cycadaceae
Genus : Cycas
Species : Cycas rumphii
2. Ordo Coniferae / Coniferales
a. Famili : Podocarpaceae
Genus : Podocarpus
Species : Podocarpus blumei
P. imbricatus
P. neriifolius
b. Famili : Araucariaceae
Genus : Araucaria
Species : Araucaria heterophylla
A. cuninghamii
Genus : Agathis
Species : Agathis borneensis
A. labillardieri
A. dammara, A.alba
c. Famili Pinnaceae
Genus: Pinus
Species : Pinus merkusii
d. Famili : Cupresaceae
Genus : Cupresus
Species : Cupresus sempervirens
Genus : Thuja
Species : Thuja orientalis
3. Ordo : Gnetales
Famili : Gnetaceae
Genus : Gnetum
Species : Gnetum Gnemon
Sub Divisi Angiospermae
a. Kelas Monokotil
Ordo : Principes
Famili : Palmae (Arecaceae)
Species : Cocos nucifera, Arenga pinnata
Metroxylon sago, Borassus flaberifer
Oncosperma spp
b. Kelas Dikotil
1. Ordo Verticillatae
Famili : Casuarinaceae
Species : Casuarina equisetifolia
2. Ordo Ranales
Famili : Magnoliaceae, Lauraceae, Myristicaceae
3. Ordo Rosales
Famili : Hammamelidaceae, Rosaceae, Leguminosae
(Fabaceae)
4. Ordo Geraniales
Famili : Rutaceae, Burseraceae, Meliaceae,
Euphorbiaceae, Oxalidaceae, Simaroubaceae
5. Ordo Sapindales
Famili : Sapindaceae, Annacardiaceae, Sabiaceae,
Celastraceae
6. Ordo Malvales
Famili : Tiliaceae, Malvaceae, Elaeocarpaceae
7. Ordo Parietales
Famili : Dilleniaceae, Theaceae, Guttiferae,
Dipterocarpaceae, Flacourtiaceae
8. Ordo Myrtiflorae
Famili : Melastomataceae, Lythraceae, Combretaceae,
Sonneratiaceae, Myrtaceae, Thymelaeaceae,
Rhizophoraceae, Lecythidaceae
9. Ordo Ebenales
Famili : Sapotaceae, Ebenaceae, Styracaceae, Symplocaceae
10. Ordo Contortae
Famili : Apocynaceae, Loganiaceae, Aselepiadaceae
11. Ordo Tubiflorae
Famili : Verbenaceae, Bignoniaceae
12. Ordo Rubiales
Famili : Rubiaceae
TATANAMA TUMBUHAN
• Fungsi nama suatu jenis tumbuhan:
1. Identitas suatu jenis
2. Instrumen untuk memudahkan komunikasi
3. Instrumen untuk mengetahui posisi atau
tingkatan taksonomi

Tatanama Tumbuhan : ICBN (International Codes


of Botanical Numenclature)

Nama Tumbuhan :
1. Nama Daerah / nama lokal
2. Nama perdagangan
3. Nama Botani / nama ilmiah
Nama Daerah / Nama Lokal

• Memiliki nama yang berbeda-beda sesuai hasil


penamaan oleh orang yang menemukannya pertama kali
di tempat tersebut (penduduk setempat).

• Indonesia  Negara kepulauan (banyak suku bangsa) :


terbentuknya nama-nama daerah dari suatu species
tumbuhan.

• Pterocarpus indicus : angsana, sonokembang, lingua,


kayu bayam dan lain-lain
Dasar Penamaan :

• Sifat-sifat yang menonjol pd bagian morfologi :


Durian (buahnya berduri), rambutan, Ki Burahol, Krey
Payung, Kayu berdarah

• Kegunaan tertentu :
Kayu arang, Pasak bumi,

• Lokalitas / penyebaran :
Duku Condet, rambutan Binjai, Kayu Borneo
Karakteristik nama daerah/nama lokal

• Tidak ada aturan baku yang mengatur tatacara


penamaan

• Tidak jelas menunjukkan takson dan kategori tertentu


Nama Perdagangan (Trade Name)

• Ditetapkan berdasarkan kesepakatan dunia perdagangan


(nasional/internasional)

• Contoh pohon-pohon Indonesia yg sudah dikenal luas di


dunia perdagangan internasional:
1. Jati (Tectona grandis)  Javanesse Teak Wood
2. Kayu besi (Eusideroxylon zwageri)  Indonesian
Iron Wood
3. Kayu hitam/eboni (Diospyros celebica)  Black
Macassar Wood
4. Kayu meranti merah (Shorea spp)  Indonesian Red
Meranti
• Semua jenis belum memiliki nama perdagangan

• Jenis-jenis lokal tertentu dikenal dalam dunia


perdagangan skala lokal

• Contoh : Ki Hiyang, Tisuk  Jawa Barat

• 15% (2000-4000) jenis pohon yang sudah dikenal dalam


dunia perdagangan

• Peluang penelitian & penggunaan jenis-jenis lokal utk


menambah jumlah jenis2 perdagangan (nasional &
internasional)
Nama Ilmiah/Nama Botani (Scientific
Name/Botanical Name)

• Untuk menyatukan komunikasi sebagai standar atau


acuan antar berbagai pihak (para praktisi ilmiah yang
berlaku sama secara internasional)

• Penamaan nama tumbuhan ICBN (International


Codes of Botanical Numenclature)
Kaidah-kaidah Nama Ilmiah:

• Berlaku secara internasional

• Menggunakan Bahasa Latin

• Setiap takson hanya boleh memiliki satu nama yang


benar & sah

• Nama ilmiah tumbuhan terpisah dengan tatanama


hewan

• Memiliki kejelasan takson & kategori


Nama Jenis (Species)

• Binomial (dua kata)


- Kata pertama : genus (nama marga)
- Kata kedua : penunjuk species (Ephitheton spisivicum
/ Designasi species)
- Nama penunjuk species tidak boleh sama dengan nama
marganya
- Contoh : Tectona grandis

• Trivial (tiga kata)


- Kata pertama : genus (nama marga)
- Kata kedua : penunjuk species
- Kata ketiga : nama author (nama seseorang yang
bertanggung jawab atas penemuan suatu nama jenis baru)
• Contoh:
-PinusmerkusiiJungh.EtdeVriese
-ParaserianthesfalcatariaNielsen

GmelinaarboreaFosberg

Genus
PenunjukSpecies
Author
Dasar penamaan pada kata penunjuk jenis :

1. Lokalitas / regionalitas
- Shorea palembanica (Sumatera Selatan)
- Diospyros celebica (Sulawesi)
- Castanopsis javanica (Pulau Jawa)
- Quercus sundaica (Sunda)
- Agathis borneensis (Kalimantan)
- Aleurites moluccana (Maluku)
2. Sifat-sifat atau ciri-ciri yang dimiliki tumbuhan
- Altingia excelsa
- Mallotus oblongifolia
3. Tipe habitat (tempat tumbuh alami)
- Dipterocarpus litoralis
- Madhuca vulcanica
4. Diadopsi dari nama daerah
- Stelechocarpus burahol
- Gnetum gnemon
- Dracontomelon dao
5. Penghargaan terhadap orang
- Ficus benjamina
- Araucaria teysmaniana
- Casuarina junghuhniana
Nama genus (marga)

• Tingkat taksonomi / kategori di atas species

• Kata pertama pada nama suatu species


tumbuhan

• Berupa kata benda (noun) yang secara bebas


diberikan oleh pemberi nama genus yang
bersangkutan
Dasar penamaan untuk nama genus:

1. Penggunaan nama orang :


- Alstonia, Caesalpinia, Averhoa

2. Adopsi nama daerah:


- Durio, Sindora, Canarium

3. Sifat-sifat atau ciri-ciri yang melekat pada


tumbuhan:
- Pterocarpus, Dipterocarpus, Azadirachta
 Umumnya dibentuk dari nama sah dari salah satu
genus/marga yg berada dalam satu kelompok
taksonomi & diberi akhiran “aceae”
- Anacardiaceae (genus Anacardium)
- Dipterocarpacae (genus Dipterocarpus)
 Beberapa nama famili yang tidak tepat (sudah
direvisi) tetapi masih populer digunakan orang,
contoh:
- Palmae  Arecaceae
- Leguminosae  Fabaceae
- Guttiferae  Clusiaceae
- Gramineae  Poaceae
NAMA-NAMA TAKSON DI ATAS FAMILI
 Nama ordo berasal dari nama famili yang
termasuk dalam kelompok ordo tersebut dan
diberikan akhiran “ales”, misalnya:
- Ordo Rosales  Famili Rosaceae
- Ordo Rutales  Famili Rutaceae
- Ordo Verbenales  Famili Verbenaceae

 Nama-nama di atas kategori Ordo diberi akhiran


sbb:
- Class (kelas)  “neae”
- Sub Divisi  “ae”
- Divisi  “phyta”
TATA CARA PENULISAN NAMA BOTANI
 Genus  huruf pertama “kapital” selanjutnya
huruf biasa
 Designasi species  menggunakan huruf biasa

 Nama species : gabungan “Genus” dan “Designasi


Species” , penulisannya digaris bawah tidak
saling bersambungan (Tectona grandis) atau
dicetak (ditulis) dengan huruf yang berbeda
dengan huruf lainnya (cetak miring), contoh
Tectona grandis
 Nama penemu (singkatan atau lengkap) ditulis
dibelakang nama species tanpa diselang tanda
baca
 Apabila penemuan dilakukan oleh dua orang atau
lebih penulisan nama-nama orangnya dalam
keadaan atau cara yang sederajat
 Contoh : Xylopia malayana Hook. F. & Thoms

 Jika nama suatu tumbuhan mengalami revisi maka


nama orang yang merevisi ditulis di belakang nama
jenis yang baru. Dapat keduanya (penemu & perevisi)
ditulis bersama-sama.
 Contoh :

Nama lama: Desmodium ochroleucum M.A.Curtis


Nama baru :
Desmodium ochroleuca (M.A.Curtis) Kuntze
 Dalam penulisan karya ilmiah, sistem trivial cukup
dituliskan pada pertama kali nama tersebut ditulis,
pada penulisan selanjutnya cukup sistem binomial.

 Apabila suatu genus terdiri dari beberapa species,


penunjuk jenisnya dapat ditulis “spp”, Misalnya :
Shorea leprosula, Shorea braceolata, Shorea
palembanica dll dapat ditulis Shorea spp.

 Bila suatu tumbuhan hanya diketahui/diyakini


nama genusnya saja sedangkan penunjuk jenisnya
belum diketahui, penunjuk jenisnya dapat ditulis
“sp”.