Anda di halaman 1dari 11

Kelompok 3

16521035 SITI MURSIDAH


16521056 IQBAL FATHUR RAHMAN
16521105 AULIA TRISNANDIAN S
16521154 ALFANDY NIZAR DIAZ
16521129 TIARA HABIBA JIDDAH
16521168 YAFI SOFWAN
16521200 RINI INDRASWARI
16521226 PRIMANITA
16521252 AMIRA RAHMANI AFANDI
16521260 ALFATH TRI ARYONO
Polimerisasi

Polimerisasi adalah proses bereaksi molekul


monomer bersama dalam reaksi kimia untuk
membentuk tiga dimensi jaringan atau rantai
polimer. Polimerisasi digolongkan ke beberapa
sistem: sistem adisi-kondensasi dan sistem
pertumbuhan rantai bertahap.
Teknik
Polimerisasi

Kondensas
Adisi
i

Bulk Melt
Homogen polycondentatiom
Larutan
Solution
Suspensi polycondentation
Heterogen
Emulsi
Polimerisasi Suspensi

Teknik polimerisasi suspensi melibatkan monomer, inisiator,


pelarut, dan stabilisator. Pada teknik ini, monomer dan polimer
tidak larut dalam medium. Namun, inisiator larut dalam
monomer dan tidak larut dalam medium

Dalam polimerisasi suspensi, monomer + inisiator yang terlarut


didispersikan dalam bentuk tetesan kecil ke dalam air yang
mengandung sedikit suspension agent.
Umpan yang biasa digunakan dapat
terdiri dari :
 Monomer dan initiator tidak larut dalam
solvent
 Polimer tidak larut dalam larutan
 Eksotermis
 Semakin besar konversi, viskositas relatif
tidak berubah
 Dalam polimerisasi suspensi, monomer +
inisiator yang terlarut di dispersikan dalam
bentuk tetesan kecil kedalam air yang
mengandung sedikit suspension agent.
 Begitu
polimerisasi berlangsung, tetesan
monomer berubah menjadi kental dan lengket
 Hasil
akhir reaksi mengandung polimer 25-50%
yang terdispersi dalam air
 Koagulasi
dari dispersi di kontrol dengan
pengadukan dan bantuan stabilizing agent
Jika polimerisasi sudah selesai, suspensi polimer
di alirkan ke blowdown tank atau stripper untuk
memisahkan sisa monomer
Slurry dipompa ke centrifuge atau filter untuk
menyaring, mencuci, dan mengering polimer
Polime basah (30% air) dikeringkan dengan
udara hangat (66 to 149 derajat celcius) dalam
dryer
Polimer kering dikirim ke storage
Produksi Polimerisasi Suspensi

Polimerisasi suspensi paling banyak digunakan


untuk memproduksi resin plastik :

 Semua  Polyvinylidene chloride


jenis resin
termoplastik  Polyvinyl acetate
 Polystyrene  Polyethylene
 Polymethyl methacrylate  Polypropylene
 Polyvinyl chloride
Kelebihan :

 Penggunaan air sebagai media pertukaran panas lebih


ekonomis daripada solvent organik
 Dengan nilai CP yang besar, pengambilan panas reaksi
lebih efektif dan control terhadap temperatur menjadi
lebih mudah
 Pemisahan dan penanganan polimer lebih mudah
daripada polimerisasi emulsi dan larutan
 Produk lebih mudah dimurnikan
 Polimer diperoleh dalam bentuk yang mudah ditangani
dan seringkali dapat langsung digunakan.
Kekurangan :

 Yield per volum reaktor rendah.


 Polimer yang dihasilkan sedikit kurang murni dibandingkan
dengan hasil polimerisasi curah, karena sisa-sisa bahan
pensuspensi yang teradsorpsi di permukaan partikel.
 Polimerisasi tidak dapat dilaksanakan secara kontinu
menggunakan beberapa faktor batch secara berurutan.