Anda di halaman 1dari 24

Konservasi Tata Udara dalam Gedung

PTM FKIP UNS


Konservasi Tata Udara dalam Gedung

Sejarah tata udara

Pada awalnya konsep dari tata udara diketahui telah diterapkan pada jaman Roma, dimana air
dialirkan melalui tembok-tembok dari rumah-rumah tertentu untuk mendinginkannya
Kemudian dengan konsep yang sama Persia juga melakukan pendinginan gedung pada musim
panas dengan menggunakan bak air terbuka dan luas ditaman (bukan tangki dibawah tanah. Air di bak
terbuka ini menguap dan mendinginkan udara yang masuk kedalam gedung.
Tata udara modern muncul dari kemajuan dalam ilmu kimia pada akhir abad ke 19, dan tata udara
listrik secara besar-besaran pertama-tama ditemukan dan digunakan dalam tahun 1902 oleh Wilis
Haviland Carrier. Carrier merancang untuk mengembangkan pengaturan proses produksi di pabrik
percetakan. Penemuannya bukan saja untuk mengatur suhu, tetapi juga kelembaban udara. Aplikasi
tata udara yang pertama diterapkan oleh Carrier adalah untuk industri dari pada untuk kenyamanan
pribadi. kemudian dilanjutkan pada Tahun 1906, Suart W. Cramer dari Charlotte, Carolina Utara,
Amerika Serikat, mencari jalan untuk menambah kelembaban kepada udara dalam pabrik tekstilnya.
Cramer menggunakan pertama istilah “tata udara”

Previous Next MAIN MENU 1


Konservasi Tata Udara dalam Gedung

Penerapan Tata Udara


Sistem tata udara adalah suatu proses mendinginkan/memanaskan udara sehingga
dapat mencapai suhu dan kelembaban yang diinginkan/dipersyaratkan serta mengatur
aliran udara dan kebersihannya. Sistem tata udara sering disebut dengan Sistem AC (Air
Conditioning).
Para insinyur tata udara secara garis besar membagi penerapan tata udara dalam dua
golongan utama yaitu penerapan tata udara dalam kenyamanan dan proses :
1. Penyegaran udara untuk kenyamanan
Penyegarkan udara ruangan untuk memberikan kenyamanan kerja bagi orang yang
melakukan kegiatan tertentu. Dalam teknik penerapan tata udara untuk kenyamanan
diharapkan agar dapat mencapai lingkungan dalam ruangan yang relatif konstan pada
suatu lingkup kenyamanan yang dikehendaki manusia, walaupun kondisi cuaca diluar
ruangan atau beban panas didalam ruangan berubah-ubah.

Previous Next MAIN MENU 2


Konservasi Tata Udara dalam Gedung

Penerapan Tata Udara

Tata udara untuk kenyamanan ruangan gedung memungkinkan dibuat perencanaan


gedung yang tak terbatas luasnya. Bila tidak ada hal ini, maka gedung harus dibuat
ramping supaya ruangan dalam mendapatkan udara luar yang cukup, melalui ventilasi
alami. Tata udara juga memungkinkan gedung untuk lebih tinggi, karena kecepatan angin
meningkat secara tajam seiring dengan ketinggian gedung, sehingga aplikasi ventilasi
alami tidak memungkinkan untuk gedung yang tinggi.

Previous Next MAIN MENU 3


Konservasi Tata Udara dalam Gedung

Penerapan Tata Udara

Penerapan tata udara untuk kenyamanan untuk berbagai tipe gedung agak
berbeda, dan dapat dikategorikan seperti dibawah ini :
1. Perumahan dengan tingkat rendah, termasuk rumah keluarga tersendiri, rumah kopel
dan gedung apartemen kecil (4 tingkat kebawah)
2. Perumahan dengan tingkat tinggi, seperti tempat tinggal karyawan/mahasiswa
dengan susunan diatas 4 lantai, blok apartemen.
3. Gedung komersial, yang dibangun untuk usaha komersial, termasuk perkantoran,
mal, pasar swalayan, restoran dan lain sebagainya.
4. Gedung institusional, termasuk Rumah Sakit, gedung pemerintah, gedung sekolah,
dan lain sebagainya.
5. Ruangan industri dimana diinginkan kenyamanan pekerja.

Previous Next MAIN MENU 3


Konservasi Tata Udara dalam Gedung

Penerapan Tata Udara

2. Penyegaran udara untuk industri / proses


Menyegarkan udara ruangan karena diperlukan oleh proses, bahan, peralatan atau
barang yang ada di dalamnya. Dalam teknik penerapan tata udara untuk proses
diharapkan agar dapat mencapai lingkungan dalam ruangan yang cocok untuk
kepentingan proses produksi, walaupun kondisi cuaca diluar ruangan atau beban panas
didalam ruangan dan beban kelembaban berubah-ubah. Walaupun ruang yang
dikondisikan berada dalam lingkup kenyamanan, tetapi adalah kebutuhan dalam proses
yang menentukan kondisi ruangan, bukan yang diinginkan manusia.

Previous Next MAIN MENU 3


Konservasi Tata Udara dalam Gedung

Penerapan Tata Udara

Penerpan tata udara untuk proses meliputi :


1. Pusat pengelolaan data.
2. Pabrik Tekstil.
3. Fasilitas pemeriksaan medis.
4. Tempat penyemaian tumbuhan dan pertumbuhan hewan.
5. Fasilitas nuklir.
6. Laboratorium kimia dan biologi.
7. Pertambangan.
8. Lingkungan industri.

Previous Next MAIN MENU 3


Konservasi Tata Udara dalam Gedung

Tujuan Tata Udara

Tujuan pengkondisian udara adalah untuk mendapatkan kenyamanan bagi penghuni


yang berada didalam ruangan. Jika seseorang berada di dalam suatu ruangan tertutup
untuk jangka waktu yang lama, maka pada saat tertentu akan merasa kurang nyaman,
begitu juga jika kita berada pada ruang terbuka pada siang hari dengan sinar matahari
mengenai tubuh kita akan terasa kurang nyaman. Hal ini diakibatkan dua hal utama
yakni temperatur (suhu) dan kelembaban (humidity) udara tersebut tidak sesuai dengan
yang dibutuhkan oleh tubuh

Previous Next MAIN MENU 4


Konservasi Tata Udara dalam Gedung

Tujuan Tata Udara

Fungsi dari sistem tata udara / air conditioning adalah:


1. Mengatur suhu udara
2. Mengatur sirkulasi udara
3. Mengatur kelembaban (humidity) udara
4. Mengatur kebersihan udara

Previous Next MAIN MENU 4


Konservasi Tata Udara dalam Gedung

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Sistem Tata Udara


Sebelum merencanakan atau memasang AC, maka perlu mempertimbangkan beberapa hal
berikut agar AC tersebut bisa berfungsi maksimal dan efisien :
1. Penggunaan atau fungsi ruang
Penggunaan ruang berpengaruh terhadap suhu ruangan karena pada dasarnya manusia
yang mengisi suatu ruangan mengeluarkan kalori yang cukup tinggi. Kamar tidur yang hanya diisi
dua orang berbeda dengan ruang keluarga yang frekwensi keluar masuk penghuninya cukup
tinggi. Semakin banyak pengguna maka semakin besar daya AC yang dibutuhkan.
2. Ukuran Ruangan
Ukuran ruangan menentukan berapa banyak BTU (british thermal unit) atau kecepatan
pendinginan. BTU adalah kecepatan pendinginan untuk ruangan satu meter persegi dengan
tinggi standar (umumnya tiga meter). Semakin besar satu ruangan tentunya akan semakin besar
pula BTU yang dibutuhkan.

Previous Next MAIN MENU 4


Konservasi Tata Udara dalam Gedung

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Sistem Tata Udara

3. Beban pendinginan
Beban pendinginan berasal dari dalam ruangan (internal heat gain). Misalnya dari jumlah
penghuni, dan penggunaan penerangan, seperti lampu. Beberapa jenis lampu mengeluarkan
panas yang tinggi, yang berarti juga harus memilih AC dengan daya yang lebih tinggi. Selain dari
dalam, beban pendinginan juga berasal dari luar. Seperti cahaya matahari yang mengeluarkan
energi panas melalui dinding, atap atau jendela

4. Banyaknya jendela kaca


Saat ini banyak rumah yang mempunyai jendela kaca atau menggunakan blok kaca (glass
block). Untuk ruangan yang menggunakan kaca sebanyak 70% atau lebih, sebaiknya gunakan
kaca film yang dapat menahan sinar ultraviolet untuk mengurangi beban pendinginan.

Previous Next MAIN MENU 4


Konservasi Tata Udara dalam Gedung

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Sistem Tata Udara

5. Penempatan AC
Pemasangan unit indoor perlu memperhatikan arus angin (air flow) dari blower AC.
Penentuan arus angin atau hembusan yang tepat membuat udara yang dikeluarkan lebih merata
dan tidak hanya berkumpul di satu titik. Selain itu, agar arus angin tidak mengenai pengguna
secara langsung. Terpaan angin dingin secara terus menerus dapat berakibat buruk bagi
kesehatan. Usahakan mengarahkan swing ke bagian atas kepala karena udara yang dikeluarkan
AC mempunyai berat jenis yang lebih berat dari udara. Penempatan kompresor harus diletakkan
di tempat dengan sirkulasi udara yang cukup, ada tempat untuk udara masuk dan udara keluar,
dan terlindung dari hujan. Untuk AC ukuran 1 PK, jarak yang aman antara unit indoor dengan
kompresor berkisar antara 5-7 meter

Previous Next MAIN MENU 4


Konservasi Tata Udara dalam Gedung

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Sistem Tata Udara

Jika memasang AC lebih dari satu, hindari peletakkan kompresor secara berhadapan
dengan kompresor lain. Sebaiknya letakkan sejajar sehingga sirkulasi udara tidak terganggu.
Ada 3 faktor yang harus diperhatikan dalam memilih AC yaitu:
1. Daya pendinginan AC BTU/h (British Thermal Unit per hour), Satuan dari pendinginan AC
adalah BTU/h ( British Thermal Unit per hour)
2. Daya listrik (watt),
3. Daya Kompresor AC (PK atau HP atau daya kuda).
Istilah PK atau HP atau daya kuda (Paard Kracht/Daya Kuda/Horse Power (HP) pada AC
sebenarnya merupakan satuan daya pada kompresor AC bukan daya pendingin AC. Untuk daya
pendingin AC satuannya BTU/hr.

Previous Next MAIN MENU 4


Konservasi Tata Udara dalam Gedung

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Sistem Tata Udara

Rumus yang dapat digunakan untuk menentuka jumlah AC yang dibutuhkan dalam suatu
ruangan adalah :

Kerangan :
L = Panjang Ruangan (dalam feet, 1 meter = 3,28 feet)
W = Lebar Ruangan (dalam feet, 1 meter = 3,28 feet)
H = Tinggi Ruangan (dalam feet, 1 meter = 3,28 feet)
I = Nilai 10 jika ruangan berada dilantai bawah, atau berimpit dengan ruangan lain; Nilai 18 jikan ruangan di
lantai atas.
E = nilai 16 jika diding terpajan menghadap utara; nilai 17 jika diding menghadap timur; nilai 18 jika
menghadap selatan; nilai 20 jika menghadap barat.
60 = konstanta

Previous Next MAIN MENU 4


Konservasi Tata Udara dalam Gedung

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Sistem Tata Udara


Sedangkan kapasitas AC berdasarkan PK adalah sebagai berikut :
AC ½ PK = ± 5.000 BTU/h AC 1 ½ PK = ± 12.000 BTU/h
AC 2 PK = ± 18.000 BTU/h AC 1 PK = ± 9.000 BTU/h
AC ¾ PK = ± 7.000 BTU/h

Previous Next MAIN MENU 4


Konservasi Tata Udara dalam Gedung

Konservasi energi dalam Sistem Tata Udara Gedung


Konservasi energi adalah tindakan mengurangi jumlah energi dengan cara mengunakan
energi secara efisien. Jadi dari penjelasan diatas dapat diambil kesimpulan bahwasanya
bagaimana cara mengurangi jumlah energi yang digunakan dalam sistem tata udara dalam
gedung. Dapat diliat dari data yang akan di paparkan dibawah dapat dilihat Distrbusi Penggunaan
Energi Bangunan Gedung

Previous Next MAIN MENU 4


Konservasi Tata Udara dalam Gedung

Konservasi energi dalam Sistem Tata Udara Gedung


Faktor Pengaruh Pada Rancangan Sistem Tata Udara Dalam Gedung Untuk
mengurangi penggunaan energi adalah sebagai berikut :
a. Primer
• Kecepatan udara
• Temperatur udara
• Kelembaban udara
• Rapat udara, yaitu udara yang dibutuhkan manusia berkisar: 30-50 m3/jam per-orang.
• Pabrik (adaptasi) 80 m3/jam/orang
• Sinar Matahari
b. Sekunder
• Kondisi ruangan
• Fungsi dan kapasitas ruangan
• Jenis dan macam material yang dipakai

Previous Next MAIN MENU 4


Konservasi Tata Udara dalam Gedung

Konservasi energi dalam Sistem Tata Udara Gedung

Beban Pendinginan

b. Beban Internal
a. Beban Eksternal
• Penerangan/cahaya
• Radiasi melalui atap
ruangan
• Radiasi melalui kaca
• Penghuni
• Ventilasi
• Peralatan

Previous Next MAIN MENU 4


Konservasi Tata Udara dalam Gedung

Konservasi energi dalam Sistem Tata Udara Gedung

Beban Pendinginan

b. Beban Internal
a. Beban Eksternal
• Penerangan/cahaya
• Radiasi melalui atap
ruangan
• Radiasi melalui kaca
• Penghuni
• Ventilasi
• Peralatan

Previous Next MAIN MENU 4


Konservasi Tata Udara dalam Gedung

Konservasi energi dalam Sistem Tata Udara Gedung

Faktor Pada Sistem Tata Udara


a. Pasif Desain
Dr. Wolfgang Feis (1966)
Pasif desain adalah strategi untuk mengambil keuntungan
dari alam seperti matahari dan angin untuk mencapai
kenyamanan hunian.

b. Aktif Desain
Peralatan/sistem yang digunakan untuk mengatur udara
pada suatu ruangan yang meliputi :
• Sistem tata udara-AC
• AHU (Air Handling Unit)

Previous Next MAIN MENU 4


Konservasi Tata Udara dalam Gedung

Konservasi energi dalam Sistem Tata Udara Gedung

Faktor Pada Sistem Tata Udara

c. Alat Kontrol
Suatu alat yang menjaga suhu ruang tetap stabil, meminimalkan energy yang
di pakai dan menjaga keadaan. Dimana alat kontrol ini terbagi menjadi 2
macam yaitu :
• Alat Kontrol Refigeran, untuk mengontrol tekanan dan jumlah refigeran
yang mengalir
• Alat control listrik, untuk mengontrol arus listrik yang masuk ke motor listrik
dan alat control lain pada mesin pendingin

Previous Next MAIN MENU 4


Konservasi Tata Udara dalam Gedung

Konservasi energi dalam Sistem Tata Udara Gedung

Faktor Pada Sistem Tata Udara

c. Alat Kontrol
Suatu alat yang menjaga suhu ruang tetap stabil, meminimalkan energy yang
di pakai dan menjaga keadaan. Dimana alat kontrol ini terbagi menjadi 2
macam yaitu :
• Alat Kontrol Refigeran, untuk mengontrol tekanan dan jumlah refigeran
yang mengalir
• Alat control listrik, untuk mengontrol arus listrik yang masuk ke motor listrik
dan alat control lain pada mesin pendingin

Previous Next MAIN MENU 4


Konservasi Tata Udara dalam Gedung

Konservasi energi dalam Sistem Tata Udara Gedung

ENERGY EFFICIENCY RATIO

EER adalah perbandingan antara efek pendinginan


dengan energy listrik yang di perlukan untuk menggerakan
compressor , Dimana nilai dari EER ini dapat di ketahui
melalui erhitungan sebagai berikut :

Previous Next MAIN MENU 4


Konservasi Tata Udara dalam Gedung

Konservasi energi dalam Sistem Tata Udara Gedung

ENERGY EFFICIENCY RATIO

EER adalah perbandingan antara efek pendinginan


dengan energy listrik yang di perlukan untuk menggerakan
compressor , Dimana nilai dari EER ini dapat di ketahui
melalui erhitungan sebagai berikut :

Previous Next MAIN MENU 4