Anda di halaman 1dari 21

HISTORISITAS SILA KETUHANAN

1. Negosiasi antara sekularisasi & Religiosasi negara

2. Sekularisasi Politik Indonesia; rezim liberal mempromosikan ruang publik


sekuler di Hindia Belanda via sekolah klub ala Eropa

3. Munculnya kaum progresif-inteligensia: memahami ide & nilai Barat


melalui pendidikan, mengritisi praktik kolonial yg diskriminatif

4. Religiosasi Politik Indonesia; komunitas agama sbg simpul perlawanan politik


(abad 19)
5. Ideologisasi agama; gerakan sosial yg memiliki basis ideologi (agama)
utk memobilisasi masy., shg muncul ulama-intelek & intelek ulama
BASIS SILA KETUHANAN DLM ORGANISASI KEAGAMAAN

1. Kelahiran SDI sbg pergerakan ekonomi (1908/1909)

2. Berdirinya Muhammadiyah (1912) & NU (1926) sbg gerakan pendidikan

3. Lahirnya SI dng ide kebangsaan sbg proto-nasionalisme

4. Penggunaan label Islam sbg basis identitas kolektif utk melawan


ideologi kolonialisme

5. SI membuka ruang baru bagi ide nasionalisme baru


IDE TUMBUHNYA SILA KETUHANAN

Agus Salim: Cinta tanah air yg dilandasi hak, keadilan, keutamaan yg


ditentukan Allah SWT

Soekarno: Nasionalisme kita adalah nas. Yg membuat kita menjadi


perkakasnya Tuhan dan membuat kita hdp dlm roh
Tan Malaka: Potensi revolusioner dlm Islam di daerah jajahan &
kebutuhan kerjasama antara partai komunis dng kel. Radikal Islam

Yamin, Ki Bagoes Hadikusumo, Hatta, dkk: Pentingnya nilai Ketuhanan


sbg fundamen kenegaraan

Kesimpulan:“Negara” tdk bisa dipisahkan dr “Agama”


Kel. Pro agama Kel. Nasionalis

1. Islam sbg dasar negara, krn agama 1. Mendirikan negara moderen yg


mrpkn pangkal persatuan (Ki Bagoes memisahkan urusan agama & negara,
Hadikusumo) agar agama tdk mjd perkakas negara
(Hatta)

2. “Presiden, org Ind. Asli yg beragama 2. Negara nasional yg memakai dasar


Islam. Agama neg. adalah Islam (Agoes moral yg luhur spt yg dianjurkan
Salim) agama Islam.(Soepomo)

3. Tujuh kata di belakang Ketuhanan 3. Ketuhanan YME mrpkn hasil


perlu dipertahankan utk menandai kompromi politik (Soekarno)
bhw selama penjajahan Islam terus
dipinggirkan (Prawoto
Mangkoesasmito).
Konsep hdp di
Kepercayaan kpd Tuntunan moral
dunia dihub.kan
Supranatural diyakini dr Tuhan
dng Tuhan

Perasaan khas
Beda sakral & Kelompok sosial
keagamaan:
profan seagama, seiman
Takjub

Sembahyang/doa
Tindakan ritual sbg bentuk
pd objek sakral komunikasi kpd
Tuhan
REALITY

Dialami berdasar 3
hal:

TRUTH

SIGNIFICANCE
Dalil
pembuktian
Tuhan

Dalil Dalil Dalil Dalil


Ontologis Kosmologis Teleologis Etis

A Greater
The Perfect Unmovable Law
Intelligence
Being Mover
Designer Giver
Fisik

The
Manusia Perfect Vegetatif
Being

Hewan
Un Causa Prima
movable
Mover

ultimate

Change

Motion
Gerak
Benda-benda
Bertujuan
Di Ruang alam
(Teleos)

A Greater Alam sbg


Intelligent
Karya seni
Designer
terbesar
Hasrat
Manusia

Goodness
Happiness (Categorical
Imperatives)
3 Postulat:
Freewill, immortality,
God as Law Giver
Idola

Theatri Fori Tribus Specus


Relijius (Lat): Religatio, artinya menambatkan
atau mengikat.
Religiositas artinya agama, kesalehan, jiwa
keagamaan.
Religiosus artinya penuh keberatan batin,
saksama, jujur. (Homo Religiosus)
Kesimpulan: Proses pembentukan kepribadian
satu bgs memerlukan sumber nilai yg standar
(kepribadian yg religius).
1. Tuhan sbg penyebab utama sgl sst
di alam semesta.
2. Setiap peristiwa yg terjadi pasti
ada sebab
3. Tugas utama mns (ilmuwan)
adalah mencari faktor penyebab
Rudolph Otto wrote of "the holy" as
that Great mysterium tremendum et
fascinosum — misteri yg membuat
getaran dlm batin ssorg sekaligus
menimbulkan kerinduan dan daya tarik
yg tak terhindarkan

Tremendus=dahsyat, menggentarkan. Fascinatio=memesonakan


 Apakah anda percaya pada hal yg bersifat
kudus/ilahiah?
 Apakah anda percaya pd Destiny?
 Dimana peran ilmu anda ketika berhadapan pd
Destiny? (mis: kematian)
 Apakah anda yakin bhw ilmu yg anda miliki itu
mrpkn perwujudan diri anda sbg Micro-Theos?
 Idola apa yg paling dominan dlm diri ilmuwan?
 Dimana posisi Tuhan dlm kedudukan anda sbg
seorg ilmuwan, ketika anda menghadapi
persoalan yg rumit?