Anda di halaman 1dari 36

Bambang Suhariyanto

Lab/SMF.I.K.Kulit & Kelamin


FKUJ / RSD.Dr.Soebandi
Jember
Pendahuluan
• Infeksi pada wisatawan menyajikan
salah satu dari tantangan terbesar.
• Hal ini disebabkan migrasi individu
dari seluruh dunia serta kembalinya
mereka dari tempat tujuan liburan
eksotis atau bisnis.
Wisatawan
• Seseorang atau sekelompok orang yang
melakukan perjalanan ke sebuah atau
beberapa negara di luar tempat tinggal
biasanya untuk periode kurang dari 12 (dua
belas) bulan dan tujuannya untuk melakukan
berbagai aktivitas wisata. (International Union
of Office Travel Organization)
Infeksi bakteri pada wisatawan ≈ penduduk
lokal.
Impetigo
Penyakit infeksi
menular pada kulit yang
superfisial yaitu hanya
menyerang epidermis
kulit, yang
menyebabkan
terbentuknya lepuhan-
lepuhan kecil berisi
nanah (pustula) seperti
tersundut rokok/api.
Furunkel
suatu infeksi akut,
bulat, menonjol,
batas jelas, akibat
abses stafilokok
perifolikulitis, yang
umumnya berakhir
dengan supurasi
sentral.
Folikulitis
suatu peradangan
yang terbatas
pada ostium (atau
sedikit lebih
bawah) dari folikel
akibat infeksi
dengan
stafilokokus
Ektima
pioderma
streptokokus
ulseratif, yang
hampir selalu
terdapat pada
tungkai bawah
atau pada kaki
bagian dorsal dan
disebabkan oleh
streptokokus beta
hemolitikus
Acne Vulgaris
Sekunder Infeksi
Paederus dermatitis =
dermatitis linearis
= blister beetle
dermatitis adalah
dermatitis kontak iritan
yang khasnya terdapat
lesi bula eritematous
yang mendadak pada
area yang terkena,
karena adanya
paederin, suatu
vesicant yang potent
Sun burn
• Obat yang paling sering diresepkan oleh
spesialis kulit

• Penggunaan bahan topikal dapat


mengurangi kebutuhan akan obat oral,
problem kepatuhan, efek samping pada
saluran pencernaan, dan potensi
terjadinya interaksi obat
• Antibiotika berasal dari bahasa latin yang
terdiri dari anti = lawan, bios = hidup.
• Zat-zat yang dihasilkan oleh mikroba
terutama fungi dan bakteri tanah, yang
dapat menghambat pertumbuhan atau
membasmi mikroba jenis lain, sedang
toksisitas terhadap manusia relatif kecil.
Menghambat sintesa dinding sel

Menghambat sintesa membran sel

Menghambat sintesa protein sel

Menghambat pembentukan asam-asam inti (DNA


dan RNA)
Perubahan
biologik dan
Reaksi metabolik Sensitasi /
toksik hipersensitif

Reaksi
Resistensi
idiosinkrasi

Super
Reaksi alergi
infeksi
Sediaan topikal adalah Sediaan yang penggunaannya pada kulit
dengan tujuan untuk menghasilkan efek lokal

• pembawa dari lotio adalah air

Lotio • lotio harus dikocok kuat setiap akan digunakan supaya


bahan-bahan yang telah memisah terdispersi dgn
pembawanya kembali.

• sediaan setengah padat yang mudah dioleskan

Salep • terdiri dari substansi berminyak atau terdiri dari emulsi


lemak atau lilin yang mengandung air dalam proporsi
relatif tinggi

• bentuk sediaan setengah padat yang mengandung satu

Krim atau lebih bahan obat yang terlarut


• mempunyai konsistensi relatif cair diformulasi sebagai
emulsi air dalam minyak atau minyak dalam air.
Penggolongan Antibiotik
lama dan baru
• Antibiotik golongan • Untuk penggunaan
lama sudah mulai di antibiotik golongan
tinggalkan baru mulai
penggunaannya digunakan karena
karena sudah banyak belum ada laporan
ditemukan resistensi mengenai resistensi
terhadap pemakaian terhadap antibiotik
obat-obatan yang baru tersebut.
antibiotik lama
tersebut.
OLD ANTIBIOTIK NEW ANTIBIOTIK
• Basitrasin • Asam fusidat
• Mupirosin • Retapamulin
• Polimiksin B Sulfat • Nitrofurazone (Furacin)
• Neomisin & Gentamisin,
Paromomisin
• Eritromisin
• Streptomisin
• Kloramfenicol
• Tetrasiklin
• Metronidazole
• Penisilin
• Gramisidin
Basitrasin
• Mengganggu sintesis dinding sel bakteri
dengan mengikat atau menghambat
mekanisme defosforilasi suatu ikatan membran lipid
pirofosfat

• kokus gram positif seperti stafilokokus dan


aktivitas streptokokus.

• Sering dikombinasikan dengan polimiksin B


& neomisin untuk pengobatan dermatitis
indikasi atopi, numularis, atau stasis yang disertai
dengan infeksi sekunder
Mupirosin
• secara reversibel mengikat sintetase isoleusil-tRNA dan
menghambat sintesis protein bakteri
mekanisme

• bakteri gram positif, khususnya staphylococcus dan


streptococcus
Aktivitas

• Salep mupirosin 2% dioleskan 3 kali sehari


• pengobatan impetigo dengan lesi terbatas, yang
Indikasi disebabkan oleh S. aureus dan Streptococcus pyogenes.
Polimiksin B
• campuran dari polimiksin B1 dan B2, keduanya
merupakan polipeptida siklik. sebagai detergen
mekanisme kationik yang berinteraksi secara kuat dengan
fosfolipid membran sel bakteri, sehingga menghambat
intergritas sel membran

• organisme gram negatif secara luas termasuk


aktivitas P.aeruginosa, Enterobacter, dan Escherichia coli

• untuk mencegah infeksi setelah tindakan bedah atau untuk


pengobatan dermatitis kronik
indikasi • tersedia bentuk salep (5000-10000 unit per gram) dalam
kombinasi dengan basitrasin atau neomisin dioleskan
sekali sampai tiga kali sehari.
Eritromisin
• berikatan dengan ribosom 50S bakteri dan menghalangi translokasi
molekul peptidil-tRNA dari akseptor ke pihak donor, bersamaan
dengan pembentukan rantai polipepetida dan menghambat sintesis
mekanisme protein.

• antibiotika golongan makrolid dan efektif baik untuk kuman gram


positif maupun gram negatif
Aktivitas

• memiliki efek anti-inflamasi yang membuatnya memiliki kegunaan


khusus dalam pengobatan akne.
• Eritromisin tersedia dalam sediaan solusio, gel, pledgets dan salep
Indikasi 1,5 %- 2% sebagai bahan tunggal
Klindamisin
• antibiotika linkosamid semisintetik yang
diturunkan dari linkomisin. Mekanisme kerja
mekanisme antibiotika ini serupa dengan eritromisin,
dengan mengikat ribosom 50S dan menekan
sintesis protein bakteri.

• antibiotika golongan makrolid dan efektif


aktivitas baik untuk kuman gram positif maupun gram
negatif

• sediaan gel, solusio, dan suspensi (lotio) 1%


serta terutama untuk pengobatan akne.
indikasi • Juga tersedia dalam kombinasi dengan
benzoil peroksida yang dapat menghambat
resistensi antibiotika terhadap klindamisin.
Gramisidin Kloramfenikol
• Aktifitas terbatas pada bakteri • Mekanisme kerjanya mirip
gram positif dengan eritromisin dan
• mencegah infeksi setelah klindamisin, yaitu menghambat
tindakan bedah , dermatitis ribosom 50S memblokade
kronik translokasi peptidil tRNA dari
akseptor ke penerima.
• mencegah infeksi setelah
tindakan bedah , dermatitis
kronik tersedia dalam krim 1 %.
Metronidazol
• Mekanisme kerja metronidazol topikal
di kulit belum diketahui; diduga efek
mekanisme antirosasea berhubungan dengan
kemampuan obat sebagai antibiotika,
antioksidan dan anti-inflamasi

• memiliki aktifitas broad-spectrum


aktivitas untuk berbagai organisme protozoa
dan organisme anaerob

• tersedia dalam bentuk gel, lotio, dan


indikasi krim 0,75%, serta sebagai krim 1%
untuk pengobatan topikal pada rosasea
Asam fusidat Retapamulin
• antibiotika steroidal dengan • Retapamulin berikatan dengan
mekanisme kerja subunit 50S ribosom pada
mempengaruhi fungsi faktor protein L3 dekat dengan peptidil
elongasi (EF-G) dengan transferase yang pada akhirnya
menstabilkan EF-G-GDP- akan menghambat protein
ribosome complex, mencegah sintesis dari bakteri. retapamulin
translokasi ribosom dan daur topikal memiliki lebih sedikit
ulang bentuk EF-G efek samping.
• mencegah infeksi setelah • salah satu antibiotik baru yang
tindakan bedah , dermatitis digunakan sebagai pengobatan
kronik impetigo.
Asam azelaic
• menormalisasi proses keratinisasi (menurunkan
ketebalan stratum korneum, menurunkan jumlah dan
mekanisme
ukuran granul keratohialin, dan menurunkan jumlah
filagrin)

• Dilaporkan bahwa secara in vitro, terdapat aktifitas


terhadap Propionibacterium acnes dan Staphylococcus
aktivitas
epidermidis, yang mungkin berhubungan dengan
inhibisi sintesis protein bakteri

• Pengobatan Topikal Untuk Akne


Indikasi
Nitrofurazone
• inhibisi enzim bakteri pada degradasi glukosa
mekanisme dan piruvat secara aerob maupun anaerob

• aktifitas spektrum obat ini meliputi


staphylococcus, streptococcus, E. coli,
aktivitas Clostridium perfringens, Aerobacter
enterogenes, dan Proteus sp.

• derivat nitrofuran yang digunakan untuk


Indikasi pengobatan luka bakar
Pengobatan Topikal Untuk Akne

• Eritromisin
• klindamisin
• Metronidasol
• Asam Azelaik
Pengobatan Topikal Pada Infeksi
Bakteri Superfisial

• Mupirosin

• Retapamulin
Pengobatan Topikal Untuk Mencegah Infeksi
Setelah Tindakan Bedah Atau Untuk
Pengobatan Dermatitis Kronik

• Basitrasin
• Polimiksin B
• Aminoglikosida Topikal,
Termasuk Neomisin,
Gentamisin, dan Paromomisin
• Antibiotika topikal memegang peranan
penting pada penanganan kasus di bidang
kulit
• Pengobatan Topikal Untuk Akne antara lain
: eritromisin, klindamisin, metronidasol,
asam azelaik
• Pengobatan Topikal Pada Infeksi Bakteri
Superfisial adalah Mupirosin
• Pengobatan Topikal Untuk Mencegah Infeksi
Setelah Tindakan Bedah Atau Untuk
Pengobatan Dermatitis Kronik antara lain :
Basitrasin, Polimiksin B. Adapula Aminoglikosida
Topikal, Termasuk Neomisin, Gentamisin, Dan
Paromomisin.
• Antibiotika Lain antara lain : Gramisidin,
Kloramfenikol, sulfonamida, Clioquinol,
Nitrofurazone (Furacin), Asam fusidat,
Retapamulin.