Anda di halaman 1dari 28

MORAL DAN

PERKEMBANGANNYA

NS. NOVI AFRIANTI =AKIMBA 2014=


Ns. Novi Afrianti, S.Kep

1
NS. NOVI AFRIANTI =AKIMBA 2014=
2
PENGERTIAN
PENGERTIAN MORAL

Moral berasal dari kata ‘mos’ dalam bahasa


SECARA latin, yang bentuk jamaknya ‘mores’, yang
ETIMOLOGIS artinya adalah tata cara atau adat istiadat
(http//:staff.uny.ac.id)

Kamus Besar Bahasa Indonesia (1989:592),


MENURUT “moral diartikan sebagai aklak, budi pekerti,
KBBI atau susila”.
Moral adalah ajaran tentang baik buruk
suatu perbuatan dan kelakuan, akhlak, dan
kewajiban.

NS. NOVI AFRIANTI =AKIMBA 2014=


moralitas adalah kemampuan untuk
menerima dan melakukan peraturan-
peraturan.

Seseorang dikatakan bermoral jika


ucapan, prinsip, dan perilaku dirinya
dinilai baik dan benar oleh standar nilai
yang berlaku di lingkungan masyarakat. 4
KOMPONEN-KOMPONEN MORAL

Kognitif

NS. NOVI AFRIANTI =AKIMBA 2014=


Afektif

Psikomotorik
5
PERKEMBANGAN MORAL
perkembangan yang berkaitan dengan
aturan dan konvensi mengenai apa yang

NS. NOVI AFRIANTI =AKIMBA 2014=


seharusnya dilakukan oleh manusia dalam
interaksinya dengan orang lain

perubahan-perubahan perilaku yang


terjadi dalam kehidupan anak berkenaan
dengan tatacara, kebiasaan, adat, atau
standar nilai yang berlaku dalam
kelompok sosial. 6
TEORI PERKEMBANGAN
MORAL

NS. NOVI AFRIANTI =AKIMBA 2014=


TEORI JEAN PIAGET

TEORI LAWRENCE
KOHLBERG 7
NS. NOVI AFRIANTI =AKIMBA 2014=
TEORI PIAGET

8
Pengamatan piaget terhadap
perkembangan moral anak

usia 3 tahun • Cenderung menerima aturan tanpa proses


pertimbangan terlebih dahulu

• Cenderung memperhatikan aturan dari orang


usia 3 -5 tahun yang lebih dewasa, meskipun mereka sering
melanggar

• Cenderung sudah mulai menyeragamkan


usia 7-8 tahun aturan, meskipun aturan umumnya belum
jelas

• Cenderung menentukan dan membuat


usia 11-12 tahun kesepakatan bersama tentang aturan
permainan
piaget menyimpulkan bahwa
pemikiran anak-anak tentang
moralitas dapat dibedakan atas

NS. NOVI AFRIANTI =AKIMBA 2014=


dua tahap, yaitu.
a. Tahap Realisme Moral
(<12th):
b. Moralitas dengan analisis
(> 12th):
10
REALISME MORAL  PEMBATASAN
MORALITAS OLEH (<12THN):

 Usia 0 – 5 tahun: perilaku anak


ditentukan oleh ketaatan otomatis terhadap
peraturan tanpa penalaran / penilaian.
Anak menilai tindakan berdasar
konsekuensinya.

 Usia 7/8 – 12 tahun: menilai perilaku atas


dasar tujuan. Konsep tentang benar/salah
mulai dimodifikasi (lebih luwes / fleksibel).
Konsep tentang keadilan mulai berubah.
TAHAP
OPERASIONAL FORMAL
 Moralitas dengan analisis (> 12th):
 Anak mampu
mempertimbangkan segala cara
untuk memecahkan masalah.
 Anak bernalar atas dasar
hipotesis dan dalil  melihat
masalah dari berbagai sudut
pandang.
NS. NOVI AFRIANTI =AKIMBA 2014=
13
TEORI KOHLBERG
 Kohlberg mengemukakan teori perkembangan
moral berdasar teori Piaget, dengan pendekatan
organismik (melalui tahap-tahap perkem-bangan
yang memiliki urutan pasti dan berlaku secara
universal)

NS. NOVI AFRIANTI =AKIMBA 2014=


 Kohlberg juga menyelidiki struktur proses
berpikir yang mendasari perilaku moral (moral
behavior).

 mengklarifikasikan perkembangan moral atas


tiga tingkatan (level), yang kemudian dibagi lagi
menjadi enam tahap (stage).

14
3 LEVEL DAN 6 TAHAP PENALARAN MORAL
MENURUT KOHLBERG
Moral prekonvensional

• Orientasi kepatuhan dan hukuman

NS. NOVI AFRIANTI =AKIMBA 2014=


• Orientasi egoistik naif.

Moral konvensional

• Orientasi pada anak baik (Interpersonal Concordance)


• Law and Order Orientation

Moral postkonvensional

• Orientasi Kontraktual legalistik (kontrak sosial)


• Orientation of Universal Ethical Principles
15
1. TINGKAT PREKONVENSIONAL

Orientasi • Konsekuensi menentukan baik-buruknya


pada tindakan
kepatuhan • anak melakukan sesuatu agar memperoleh
dan hadiah (reward) dan tidak mendapat
hukuman (punishment)
hukuman

• tindakan dikatakan benar apabila tindakan tersebut


mampu memenuhi kebutuhan untuk diri sendiri
maupun orang lain
Orientasi
egoistik • anak tidak lagi secara mutlak tergantung
naif aturan yang ada. Mereka mulai menyadari
bahwa setiap kejadian bersifat relative, dan
anak lebih berorientasi pada prinsip
kesenangan
2. TINGKAT KONVENSIONAL

Interpersonal • tindakan yang menyenangkan,


Concordance membantu, atau tindakan yang diakui
dan diterima oleh orang lain.
(orientasi pada • anak memperlihatkan perbuatan yang
anak baik) dapat dinilai oleh orang lain.

• pandangan anak selalu mengarah pada


pemenuhan aturan-aturan, dan upaya
Law and Order untuk memelihara tertib sosial.
Orientation • menyadari kewajiban untuk
melaksanakan norma yang disepakati
bersama dan melaksanakannya
3. TINGKAT POSTKONVENSIONAL

• ada hubungan timbal balik


Orientasi antara individu dengan lingk
Kontraktual sosialnya,
legalistik • bila seseorang melaksanakan
(kontrak sosial) kewajiban yang sesuai dengan
tuntutan norma social

Orientation • kesadaran manusia dengan


of dilandasi prinsip-prinsip etis
Universal • mencakup prinsip-prinsip umum
Ethical seperti keadilan, persamaan HAM,
Principles dan sebagainya
TIPE-TIPE MORAL
 Tipe amoral
 Tipe expedient

NS. NOVI AFRIANTI =AKIMBA 2014=


 Tipe conforming
 Tipe rational conscientious
 Tipe rational altruistic

19
TIPE AMORAL
 Perilaku tak bermoral yaitu perilaku yang tidak
sesuai dengan harapan social, karena tidak
setuju dengan standar social atau kurang

NS. NOVI AFRIANTI =AKIMBA 2014=


memiliki rasa wajib menyesuaikan diri dengan
harapan social

 Orang dengan tipe amoral biasanya akan


bertindak sesuka hati, apa yang ada
dipikirannya, tanpa memperdulikan apakah itu
benar atau salah

20
TIPE EXPEDIENT
 Berfokus pada “self centered” bertindak atas
dasar moral sepanjang tindakan tersebut
berguna untuk mencapai maksud yang

NS. NOVI AFRIANTI =AKIMBA 2014=


diinginkannya.

21
TIPE CONFORMING
 Orang yang prinsip moralnya adalah
mengerjakan apa yang dikerjakan orang lain dan
apa yang harus dilakukan, mengikuti aturan-

NS. NOVI AFRIANTI =AKIMBA 2014=


aturan sebagaimana tertulis yang khusus untuk
setiap kesempatan, dan tidak memiliki prinsip
moral yang tergeneralisasi

22
TIPE RATIONAL CONSCIENTIOUS
 Seseorang yang memiliki standar internal
tentang benar dan salah, bertindak kaku dalam
menerapkan prinsip moralnya.

NS. NOVI AFRIANTI =AKIMBA 2014=


 Memandang sesuatu berdasarkan definisi baik
dan buruk tanpa mempertimbangkan efek
perbuatan tersebut terhadap orang lain.

23
TIPE RATIONAL ALTRUISTIK
 Tingkat kematangan yang tinggi
 Prinsip moral nya stabil dalam membimbing

NS. NOVI AFRIANTI =AKIMBA 2014=


tingkah lakunya.
 Memperhatikan kesejahteraan orang lain dan
dirinya.

24
MORAL DALAM KEPERAWATAN

 Moral dalam keperawatan etika keperawatan

NS. NOVI AFRIANTI =AKIMBA 2014=


 Moral hampir sama dengan etika, biasanya merujuk
pada standar personal tentang benar atau salah

 Perawat yang bermoral adalah perawat yang


bertindak/ bersikap sesuai dengan prinsip etika
keperawatan

25
PRINSIP MORAL DALAM KEPERAWATAN

 otonomi
 Kebenaran (Veracity)  truth

NS. NOVI AFRIANTI =AKIMBA 2014=


 Tidak Membahayakan (Nonmaleficence)

 Keadilan (Justice)

 Kesetiaan (fidelity)

 Kerahasiaan (Confidentiality)

 Keuntungan (Beneficence)

26
NS. NOVI AFRIANTI =AKIMBA 2014=
27
SELAMAT BERKARYA,
SEMOGA SUKSES...

28