Anda di halaman 1dari 37

LAPORAN KASUS

Demam Typoid
Anemia

Pembimbing
dr. Suherjati Setiyadi, Sp.A
dr. Imelda, Sp.A
dr. Tisa Rahmawaty S

Disusun oleh:
Choirunnisha
Identitas pasien
Nama : An. H
Tgl. Lahir : 10/10/2009
Umur : 8 Tahun 2 Bulan
JK : laki-laki
Agama : Islam
Suku : Sunda
Alamat : Limusnunggal, Ciamis
Rujukan : Datang sendiri

No.RM : 489013 PASIEN


MASUK
Tgl masuk RS : 07-12-17 IGD
Tgl keluar RS : 14-12-17
ANAMNESA IGD
Keluhan Utama : Demam ±2 Minggu
Os datang ke IGD dengan keluhan panas ±2 minggu. Tangan dan
perut terasa gatal (+) BAB cair 1x (+)

VITAL SIGN :
Keadaan Umum : Sakit Sedang
Kesadaran : Compos Mentis
Tekanan darah : Tidak dilakukan
Nadi : 120 x/menit
Respirasi : 34 x/menit
Suhu : 39,1 ºC
PEMERIKSAAN
HEMATOLOGI
Hb 9,5 g/dl
HCT 26,1
WBC 4,7
PLT 207
KIMIA DARAH
GDS 170 mg/dl
IMMUNI-SEROLOGI
Widal
Sal. Typhi-O (+) 1/320
Sal. Paratyphi-AO NEGATIF
Sal. Paratyphi-BO (+) 1/160
Sal. Paratyphi-CO (+) 1/80
Sal. Typhi-O (+) 1/640
Sal. Paratyphi-AO (+) 1/160
Sal. Paratyphi-BO (+) 1/160
Sal. Paratyphi-CO NEGATIF
TERAPI

Diagnosis IGD
 IVFD RL 2O Tpm
 PCT Inf 3x240 mg IV

Obs Febris  Cetrizin 1x1 tab P.o


 Zink 1x20 mg tab p.o
Ec Demam
Tifoid
Anamnesa dan Pemeriksaan fisik
di ruang melati

 Keadaan umum: tampak sakit sedang


 Kesadaran : compos mentis

 Vital sign :
Nadi : 128x/ menit
Respirasi : 26x/ menit
Suhu : 39,4°C
BB :24 Kg
TB :122 cm
Status Gizi (BB/U)

<-1SD
BMI/U

O SD
Riwayat Perjalanan Penyakit
Keluhan Utama :

Demam ± 2 minggu

Os datang ke IGD RSUD Ciamis dengan keluhan demam sejak 2 minggu


SMRS yang dirasa naik terus-menerus, suhu malam dirasakan lebih tinggi. Nafsu
makan menurun dan os merasa lemas. Nyeri perut (+), BAB cair 1x, pusing (+),
mual muntah (+), Tangan dan kaki terasa gatal sejak 2 hari SMRS.

Beberapa hari sebelum ke RS os sempat di berikan obat-obat warung penurun


panas oleh ibunya namun panas tidak turun hingga akhirnya os di bawa ke IGD
RSUD Ciamis dan di rawat inap diruang melati RSUD Ciamis. Os mengatakan
Batuk, pilek (-), batuk darah (-), BAB berwarna kekuningan disertai ampas, lendir (-
). BAK sedikit (-), mimisan (-), gusi berdarah (-), riwayat pergi keluar kota (-)
Keluhan sembab pada kedua mata (-), nyeri tenggorokan(-), bintik bintik pada badan
(-).
Riwayat penyakit dahulu:

Ibu mengatakan bahwa anaknya baru pertama kali sakit seperti ini
Riwayat habituasi:
• Os jarang makan daging, ikan maupun sayuran protein
• Sering main dan jajan makanan kecil di lingkungan bengkel las
tempat ayahnya bekerja

Riwayat keluarga:
 Di keluarga tidak ada yang pernah mengalami
penyakit seperti ini.
 Riwayat Alergi makanan ataupun obat-obatan(-)
Riwayat Alergi:
Os tidak memiliki riwayat alergi terhadap makanan atau obat

Keadaan Sosial, Ekonomi, Lingkungan


• Os merupakan anak pertama dari 2 bersaudara dan tinggal satu rumah dengan
ayah dan ibu
• Ayah os bekerja sebagai tukang las pagar besi dengan penghasilan kurang lebih
2jt/bln dan ibu os sebagai ibu rumah tangga
• Menurut ibu lingkungan di dekat rumah hanyak neneknya yang menderita batuk
berdah yang sering kambuh, kecuali lingkungan bengkel las
Riwayat
Riwayat imunisasi pertumbuhan dan
perkembangan

SD kelas III
Dapat mengikuti
Imunisasi lengkap pelajaran dengan
baik.
Kepala : Normochepali
Mata : Konjungtiva anemis (+/+) Sklera ikterik (-/-)
Pupil : Bulat isokor

THT : - Telinga : Ottorhea (-)


- Hidung : PCH (-/-)
- Tenggorokan : faring/tonsil hiperemis (-)

Mulut : - Bibir kering (-)


- Pucat (-), sianosis (-)
- Lidah Kotor (+)

Leher : JVP meningkat (-) Pembesaran KGB (-)


retraksi suprasternal (-/-)
Thorax
Inspeksi : Bentuk dan gerak simetris , Retraksi interkostal (-)
Palpasi : Benjolan/tumor (-)
Perkusi : Sonor kedua lapang paru
Auskultasi : VBS ka-ki, Wheezing (-/-), Ronchi (-/-)

Cor
Inspeksi : Tidak tampak iktus cordis
Palpasi : Tidak teraba iktus cordis
Perkusi : Dalam batas normal
Auskultasi : Bunyi jantung I&II murni reguler. Gallop(-), Murmur (+).

Abdomen
Inspeksi : Permukaan datar, distensi (-)
Auskultasi : Bising Usus (+)
Palpasi : NT(+)
Hepar : teraba 3 cm di bawah arcus costae, tepi tajam
konsistensi lunak
Lien :Schuffner II
Perkusi : Tympani
Genital : (tidak dilakukan pemeriksaan)
Eks : Akral hangat, pitting oedem dorsum pedis (+/+).
Diagnosis Kerja
Anamnesis:
Demam ±2 minggu
semakin hari semakin
naik, mual (+), nyeri
perut (+), nafsu makan Pemeriksaan fisik:
menurun (+)
N :128 x/m
S : 39,3 ºC
lidah kotor (+) Pemeriksaan
Nyeri tekan regio penunjang:
kanan lumbar
HB :9,5 g/dl
Sal. Typhi-O (+) 1/320
Sal. Typhi-O (+) 1/640

Demam Tifoid
Follow up
8-12-2017

BB : 24 kg Abdomen : BU (+), NT (+) Regio kanan lumbar .


S : 40,2 C Lien :Schuffner II
R : 24 x/ i Hepar : teraba 3 cm di bawah arcus costae, tepi tajam
N : 124x/ i konsistensi lunak
Ekstremitas : Akral pucat (+), Oedem (-)

S : Lemah (+)
Demam H.12, mual (+), muntah 2x (+), nyeri perut A : Demam Tifoid dan Anemia

(+), tidak nafsu makan (+) , menggigil (+), BAB (-) H.1 P: Therapy
 IVFD RL 20 tpm
 Paracetamol Infus 3x240 mg IV
O : Kepala :Normocephali  Cetrizin 1X1 Tab p.o
Mata : CA (+/+), SI (-/-)  Zinc 1X20 Mg Tab p.o
 Inj Ceftriaxone 2x1 gr IV
THT : Bentuk simetris (+), PCH (-),  Rontgen
Epistaksis (-)  EKG

Muluit :Lidah kotor (+), Hiperemis (-)


Leher : KGB (-), Massa (-),
Thorax :B/G Simetris, retraksi (-)
Pulmo : VBS +/+
Cor :Bj I-II reguler, mur-mur (+), Gallop (-)
EKG
Rontgen
9-12-2017 10-12-2017

S : Demam H.13, mual (+), muntah (-), lnyeri perut (+), tidak S : Demam H.14, mual (+), pusing (+), lidah kotor (+),
nafsu makan (+) , BAB (-) H.2, gatal-gatal pada perut dan nyeri perut (+), tidak nafsu makan (+) , BAB (-) H.3
tangan. h.2, gatal-gatal pada perut dan tangan (+)
O : BB : 24 kg N : 108x/ i
O : BB : 24 kg N : 128x/ i R : 24 x/ i S : 38,3 C
R : 24 x/ i S : 40,5 C SpO2 : 98%
SpO2 : 94% Pemeriksaan fisis yang lain sama
Pemeriksaan fisis yang lain tetap sama

A : Demam Tifoid dan Anemia A: Demam Tifoid dan Anemia

P: Therapy :
Therapy :  Sama

 IVFD KA-EN 3B 20 tpm


Sama seperti sebelumnya
Kompres hangat
11-12-2017 12-12-2017

S : Demam H.13 naik turun, nyeri perut (+), tidak S : Demam (-), nyeri perut (+), tidak nafsu makan
nafsu makan (+), BAB (-) H.4, gatal-gatal pada perut (+), BAB (-) H.5
dan tangan (-)
O : BB : 24 kg N : 95 x/ i
O : BB : 24 kg N : 120x/ i R : 20 x/ i S : 36,4 C
R : 26 x/ i S : 36,5 C SpO2 : 97%
SpO2 : 97% Mata : CA (+/+)
Mata : CA (+/+) Pemeriksaan yang lain tetap sama
Pemeriksaan yang lain tetap sama

A : Demam Tifoid dan Anemia A : Demam Tifoid dan Anemia

P : Therapy : P :Therapy :
 Sama seperti sebelumnya Paracetamol Infus 3x240 mg IV (bl demam)
Cetrizine Stop DL, DT, LED, MDT FERITIN
Lain-lain sama seperti sebelumnya
13-12-17 14-12-17

S : Demam (-), lidah kotor (+), nyeri perut (+), nafsu S : Demam (-), lidah kotor (+), nyeri perut (+), nafsu
makan membaik(+), BAB (-) H.5 makan membaik(+), BAB (-) H.6

O : BB : 24 kg N : 87 x/ i O : BB : 24 kg N : 90 x/ i
R : 24 x/ i S : 36,6 C R : 20 x/ i S : 36,5 C
SpO2 : 97% SpO2 : 98%
Pemeriksaan fisis yang lain tetap sama :Kepala :Normocephali
Mata : CA (+/+),
A : Sama Muluit :Lidah kotor (+),
Cor :Bj I-II reguler, mur-mur (+)
P: Abdomen : BU (+), NT (+) Regio kanan lumbar .
Therapy : Lien :Schuffner II
 Curvit syr 2x5 ml Hepar : teraba 3 cm di bawah arcus costae, tepi tajam
 Maltofer syr 2x2,5 ml
 Lain-lain tetap sama konsistensi lunak
Ekstremitas : Akral pucat (+), Oedem (-)

A : Sama

Pasien
Pulang
DIAGNOSIS

DEMAM TIFOID + ANEMIA


PEMBAHASAN
Definisi

 Demam tifoid (Tifus  Pada pasien ini di


abdominalis, Enterik fever, dapatkan:
Eberth disease) adalah  Demam sejak 2 minggu
penyakit infeksi akut pada SMRS yang dirasa naik
usus halus (terutama terus-menerus
didaerah illeosekal)
 Nafsu makan menurun
dengan gejala demam
dan os.
selama 7 hari atau lebih,
gangguan saluran  Nyeri perut (+),
pencernaan, dan gangguan  BAB cair 1x,
kesadaran.
 mual muntah (+),
Epidemiologi

 Demam tifoid merupakan penyakit endemis di


Indonesia. 96% kasus demam tifoid disebabkan oleh
Salmonella typhi, sisanya disebabkan oleh
Salmonella paratyphi. Sembilan puluh persen kasus
demam tifoid terjadi pada umur 3-19 tahun, kejadian
meningkat setelah umur 5 tahun.2 Sebagian besar
dari penderita (80%) yang dirawat di bagian Ilmu
Kesehatan Anak RSCM berumur di atas lima tahun.
ETIOLOGI
S. typhi, S. paratyphi A, S.
paratyphi B (S.Schotmuelleri)
dan S. paratyphi C
(S.Hirschfeldii).

Bakteri Gram-negatif,
mempunyai flagela, tidak
berkapsul, tidak membentuk
spora. fakultatif anaerob.

Antigen somatik (O) yang terdiri


dari oligosakarida, flagelar
antigen (H) yang terdiri dari
protein dan envelope antigen
(K) yang terdiri polisakarida.
Manifestasi Klinis
MANIFESTASI KLINIK

Masa inkubasi rata-rata bervariasi Pada pasien ini didapatkan :


antara 7 – 20 hari
Demam sejak 2 minggu yang
Minggu pertama  demam, nyeri dirasa naik terus-menerus
kepala, anoreksia, mual, muntah, Suhu malam dirasakan lebih
konstipasi.Pada awalnya suhu tinggi.
meningkat secara bertahap Nafsu makan menurun
menyerupai anak tangga selama 2-  Os merasa lemas.
7 hari, lebih tinggi pada sore dan Nyeri perut (+),
malam hari BAB cair 1x,
Konstipasi
Minggu kedua  berupa demam Pusing (+),
remiten, diare, lidah tifoid, Mual muntah (+)
pembesaran hati dan limpa, perut
kembung dapat disertai ganguan
kesadaran dari yang ringan sampai
berat.
PATOFISIOLOGI
PROGNOSIS
 Tergantungketepatan terapi, usia,
keadaan kesehatan sebelumnya, dan
ada tidaknya komplikasi.
Tatalaksana
 Antibiotik
 Kloramfenikol (drug of choice) 50-100 mg/kgbb/hari, oral atau Pada pasien di berikan :
IV, dibagi dalam 4 dosis selama 10-14 hari  IVFD KE EN 3B 20
 Amoksisilin 100 mg/kgbb/hari, oral atau intravena, selama 10 tpm
hari  Paracetamol Infus
3x240 mg IV
 Kotrimoksasol 6 mg/kgbb/hari, oral, selama 10 hari  Cetrizin 1X1 Tab p.o
 Seftriakson 80 mg/kgbb/hari, intravena atau intramuskular,  Zinc 1X20 Mg Tab p.o
sekali sehari, selama 5 hari  Inj Ceftriaxone 2x1 gr
IV
 Sefiksim 10 mg/kgbb/hari, oral, dibagi dalam 2 dosis, selama  Maltofer syr 2x 2,5 ml
10 hari  Curvit syr 2x2,5 ml
 Kortikosteroid diberikan pada kasus berat dengan gangguan
kesadaran
 Deksametason 1-3mg/kgbb/hari intravena, dibagi 3 dosis
hingga kesadaran membaik
 Suportif
 Demam tifoid ringan dapat
dirawat di rumah
 Tirah baring
 Isolasi memadai
 Kebutuhan cairan dan kalori
dicukupi
Edukasi
 Memperbaiki sanitasi lingkungan (pembuangan
limbah, penyediaan air bersih).
 Memperbaiki higiene keluarga
 Mengatur penyiapan makanan
 Mengatur pola makan yang sehat
 Pemberian vaksin.