Anda di halaman 1dari 43

PANAS

Dr. dr. Isna Qadrijati, Mkes.


Introduction
• Panas  hazard yg paling
berbahaya
• Terlalu panas pekerja
merasa lelah, berkurangnya
performance kerja, dan
peningkatan cedera dlm
bekerja
OSHA 1990-2007 (13.511 kasus) Fatality Statistics

HEAT STRESS FATALITIES

Heat Stress
(34%)

Heat Stroke
(56%)

Heat Exhaustion
(10%)

Source: OSHA Fatality Statistics, 1990-2007


Faktor yang mempengaruhi
gangguan panas
• Pekerja tdk melakukan aklimatisasi thd
panas pada hari pertama kerja
• Pekerja tdk mendapat pelatihan ttg heat
safety
• Terapi yang tidak sesuai
• Pekerja menolak diberi terapi
Contoh kasus 1
• Karyawan magang berusia 21 tahun, sehat, tidak
melakukan aklimatisasi sbg tukang kayu.
• pada hari ketujuh kerja, keadaan lingkungan : suhu dan
kelembaban yang sangat tinggi, dan ada sedikit angin.
• Karyawan ditemukan koma dengan suhu tubuh 108 F.
Tidak ada air dan pertolongan pertama yang disediakan
oleh majikan. Ada penundaan 30 menit sebelum tiba di
rumah sakit.
• Karyawan mengalami gagal ginjal parah dan gagal hati
dan kerusakan otak. Karyawan tidak pernah sadarkan
diri dan meninggal 12 hari kemudian dari stroke panas.
Contoh kasus 2
• karyawan bekerja di lapangan. Setelah
shift kerja selesai karyawan mengeluh
muntah dan mengalami gejala stroke
panas.
• karyawan ditawari bantuan oleh rekan
kerja dan menolak.
• karyawan ditemukan tewas sekitar dua
jam setelah selesai shift kerja.
• Bahkan dengan
perawatan darurat,
kadang-kadang
terlambat.
• Banyak yang
meninggal di
rumah sakit, bbrp
hari setelah
menerima
perawatan medis!
Efek suhu panas terhadap tubuh
• zona nyaman ( the optimal ranges for
comfort) (>27 C)
• bila >60 efek pertama tergantung apa
yang dirasakan
• Paparan dengan heat stress  masalah
fisik  mengganggu efisiensi pekerja 
gangguan kesehatan (Short-term
exposure / Long-term exposure).
TEMPERATURE EFFECTS
RANGE

20-27 C Comfort Zone Maximum Efficiency

> 27 C Discomfort: Mental Problems


Increased irritability
Loss of concentration
Loss of efficiency in mental tasks

Increase of errors: Pyscho-physiological


Loss of efficiency in skilled tasks problems
More incidents

Loss of performance of heavy work: Physiological problems


Disturbed water and electrolyte
balance
Heavy load on heart and circulation
Fatigue and threat of exhaustion

35 - 40°C Limit of high temperature tolerance


Kondisi panas sedang  tubuh masih bisa mengendalikan
panas tubuh dengan :

• Meningkatnya denyut nadi darah dipompa ke tepi


(kulit)  panas lepas , berkeringat.
• Akibat aliran darah ke kulit dan keringat meningkat 
kemampuan kerja fisik dan mental berkurang
• Kerja manual  peningkatnya panas metabolisme 
menambah beban panas tubuh
• Saat suhu lingkungan > 30°C mengganggu kinerja
pekerjaan mental (performance of mental tasks)
Thermoregulatory system Perifer
• Suhu panas  merangsang syaraf sympatis

Heart Beat Sweat Gland

Aliran Darah >>  Penguapan Keringat >>

Gejala lain : Tekanan darah


Emosi
Melalui Circulatory System
• Upaya pengaturan suhu tubuh di :
• LINGKUNGAN PANAS
– Peningkatan aliran darah ke kulit
(vasodilatasi)
– Peningkatan produksi keringat
• LINGKUNGAN DINGIN
- upaya meningkatkan suhu tubuh 
menggigil
- upaya mencegah hilangnya panas lebih
lanjut  vasokonstriksi di aliran darah kulit
Melalui System Hormonal
• ADH (Anti Diuretik Hormon)
Lingk. Panas

Penguapan Keringat

Osmosis darah meningkatdarah >pekat

Merangsang kelj.Post.Pituitary ADH

Reabsorbsi air di tubuli renalis (air dikembalikan ke tubuh)


Melalui System Hormonal
• Aldosteron
Lingk.Panas  Keringat >> (+ garam Na)

Hyponatremia

merangsang Kelj.Cortex (Gld supra Renalis) produksi


Aldosteron

REtensi Garam ( Na)

Pertahankan Cairan Tubuh dengan Water Retensi


LINGKUNGAN KERJA EKSTRIM
• Lingkungan kerja ekstrim (terlalu
panas/dingin)  melampaui kemampuan
tubuh untuk mempertahankan
kseimbangan panas  gangguan
kesehatan (HEAT / COLD ILLNESS)
HEAT STRESS
• Terjadi jika suhu tubuh meningkat
• Efek dikelompokkan menjadi 6 (berdasarkan
perbedaan gejala, prognosis, dan terapi):
1. Heat stroke
2. Heat exhaustion
3. Heat cramps
4. Heat rash
5. Heat syncope
6. Heat fatigue
1. Heat Stroke
• Nama lain =hyperthermia suhu tubuh
>40 C (104 F)
• Kondisi yang “life threatening”
• Tanda dan gejala :
– Kulit kering dan panas
– Mental confusion
– Convulsion
– unconciousness
• Sering berakhir dengan kematian /
kerusakan organ yang irreversible
• Fatality : 50%
• Suhu tubuh >42 C (108 F) selama >
beberapa jam  biasanya fatal
(tergantung dari status kesehatan)
Emergency Treatment
Emergency Treatment
• Pindahkan korban di tempat yang sejuk
• Panggil tenaga medis
• Lepas baju dan sepatu
• Korban diberi air es atau balok es
• Korban diberi kipas angin
• Jika korban sadar, berikan air garam atau cairan
elektrolit
Source: OSHA Quick Card. “Protect Yourself from Heat Stress”.
Prognosis Heat Stroke
• Early recognition & treatment
menurunkan risiko kematian dan
kerusakan organ (otak, liver, ginjal,dll)
2. Heat exhaustion
• Penyebab: kekurangan cairan/ volume
darah
• Terjadi bila jumlah cairan yang hilang
melalui keringat lebih banyak dari jumlah
air yang diminum
Tanda dan gejala utama Heat
Exhaustion
• Lelah (fatigue)
• Sangat Lemah (extreme weakness)
• Mual (nausea), muntah, diare
• Sakit kepala (headache)
• Pingsan (faintness)
• Kulit dingin, pucat dan basah
• Suhu tubuh normal atau sedikit meningkat
• keringat berlebihan
• pusing,
• mata kabur,
• haus sekali
• nafas pendek
• berdebar,
• kesemutan,
• tangan da kaki terasa baal
• Heat exhaustion-> akibat kehilangan air
dan garam melalui keringat yang
berlebihan
• Pemulihan  setelah istirahat di
lingkungan sejuk dan minum air garam
dingin
Terapi
• Pindahkan ke tempat sejuk
• Istirahatkan
• Beri air minum dingin (jika sadar) , jika
tidak sadar  infus
• Pemulihan biasanya dalam waktu < 12
jam
PROGNOSIS :
Tidak ada efek permanen
3. Heat Cramps
• Sangat nyeri
• Kram pada kaki, tangan, otot perut
• Terjadi karena penderita kehilangan
garam dalam jumlah yang berlebihan
bersama keringat (karena kerja fisik berat
dan terpapar panas tinggi)
• Terjadi selama / setelah bekerja
• Dapat sembuh spontan
• Heat cramps  kramnyeri otot dpt
mrpk satu2nya gejala atau bersamaan
dengan gangguan panas lain.
• Penyebab  gangguan keseimbangan
elektrolit  >> ok minum air terlalu banyak
tanpa penggantian elektrolit
Terapi Heat cramps
• Istirahat & tenangkan
• Minum air + elektrolit
• Peregangan & pemijatan
• Hub dokter jika gx tak membaik
Pencegahan :
• Orang yang belum beraklimatisasi
terhadap panas perlu tambahan garam
• Garam dalam diet normal sdh cukup untuk
mencegah heat cramps
4. Heat Rash (prickly heat)
• Terjadi pada lingkungan yang panas dan
lembab keringat tak dapat menguap
• Mengenai bagian tertentu saja pada tubuh
• Heat rashes / biang keringat/ milliaria/
prickly heat bintil2 merah dan gatal di
kulit  ok. Inflamasi saluran keringat
tersumbat
Terapi
• Mengurangi waktu terpapar panas dan lembab
• Mencegah infeks
Pencegahan
• Jaga agar kulit tetap kering minimal 12 jam
sehari mencegah heat rash yang parah
• Pakai pakaian yg longgar
Prognosis
• walau sudah sembuh, perlu 4-6 minggu agar
produksi keringa tkembali normal
5. Heat syncope
• Merupakan “alarm”  gangguan tak
terlalu parah
• Tanda :
– Pusing (dizziness)
– Pingsan
Biasanya karena berdiri lama di tempat
panas pooling down aliran darah ke tepi
aliran darah ke otak kurang
• Risk factors : tdk aklimatisasi
Terapi dan Prognosis
• Pindah ke tempat yang sejuk
• istirahatkan
• Prognosis  segera pulih
6. Sunburn
• Hindarkan tubuh dari panas
Sunburn Prevention:
• Oleskan tabir surya
sebelum dan selama bekerja
di bawah sinar matahari
• Bekerja di bawah naungan
bila memungkinkan
• Jika sudah terbakar matahari,
segera menghindar
Source: Center to Protect Workers’ Rights. “Heat
Stress in Construction”. December 2005.
7. Heat Fatigue
respon behavioral terhadap paparan panas
akut/kronis
Panas

Discomfort gangguan
Psychological strain kinerja (sensory
Psychological stress motor tasks,cognitive,
Perubahan hormonal alertness
• Heat edema  muncul pada orang yg
belum aklimatisasi  biasanya jelas di
pergelangan kaki  pulih 1 – 2 hari (di
lingkungan sejuk)
Penyebab
• Penyerapan panas > pengeluaran
panas suhu tubuh meningkat
• Kerja fisik berat di tempat yang panas dan
lembab+ pakaian yang berat atau
chemical protective clothing
• Panas bisa berasal dari radiasi atau
konduksi dan konveksi (jika suhu
lingungan sangat panas (>36 C)
Pencegahan secara umum
• Mengurangi produksi panas (panas
metabolisme ) dengan mengurangi beban
kerja
• Mengurangi panas yang diserap (panas
lingkungan) shielding, isolasi
• Mempermudah pemindahan panas ke
lingkungan menigkatkan jumlah keringat
 cukup air minum
Gangguan Kesehatan akibat
paparan panas
• Risiko PAK akibat paparan panas  bervariasi
antar orang
• Risiko tinggi
– tua ,
– obesitas,
– underweight,
– dehidrasi,
– alocoholic,
• Aklimatisasi : pada suhu 25-28 ºC
33-35 ºC
Personal Protective Equipment (PPE)

 Tidak ada bentuk APD yg spesifik untuk


pekerja
 pakaian kerja yang berwarna terang dan
ringan mengurangi bahaya panas
• Pendinginan Rompi & Busana
• Pakaian dibasahi
coverall
• Coverall yg dialiri
udara dingin atau
air  vortex
Komitmen Manajemen
• Melaksanakan Program Pelatihan
• Jadwal Kerja / Siklus Istirahat
• Alternatif Kerja Berat lain
• Jadwal Kerja terberat untuk Cooler
Times of the Day
• Rotasi Kerja antara Tim Kerja
• Menerapkan program pemantauan
Pekerja
Conclusions
Heat Stress Illnesses dan
Injuries dpt dicegah
Pekerja Harus Benar
terlatih dan terbiasa
untuk Panas Tinggi
Kerja Lingkungan
Komitmen manajemn
tentang Heat Safety harus
ada
Think Safety
Work Safely