Anda di halaman 1dari 74

Teknik Gempa

Kelompok : 4
Nama : Eki Nakia Utami
M. Ramdhan
Rani Mega Yanti
Pembahasan
• Gempa Bumi
• Standar Perencanaan
• Analisis Struktur
• Respon Spektrum
Gempa Bumi
Sub Pembahasan
• Definisi dan Deskripsi Gempa Bumi
• Tahapan-Tahapan Terjadi Gempa Bumi
• Zona Gempa
• Peta zona Gempa
• History
• What’s the different?
• Gelombang Energi Gempa
• Arah dan Intensitas Rambatan Gelombang
• Instrumen Pencatat gempa
• Earthquake Effect
• Menentukan epicentrum gempa
• Filosofi Desain
• Alat Peredam Gempa
Definisi dan Deskripsi Gempa Bumi

Berdasarkan atas beberapa definisi atau Bencana yang secara pasti belum dapat
pengertian secara umum dapat diprediksi kejadiannya (prediksi):
disimpulkan bahwa Gempa Bumi adalah tempat, waktu kejadian, magnitude
bergetarnya permukaan tanah karena gempa maupun kedalaman fokus)
pelepasan energi secara tiba-tiba
akibat dari pecah/slipnya massa Sedangkan, Teknik Gempa dapat
batuan di lapisan kerak bumi. didefinisikan sebagai cabang dari
teknik yang ditujukan untuk
mengurangi bahaya gempa.
Tahapan-tahapan terjadinya Gempa Bumi
Peta Zonasi Gempa di Indonesia
Tanggal Kekuatan Area
25 November 1833 8.8-9.2 Mw Sumatera
20 September 1899 7.8 Kota Ambon
2 Februari 1938 8.5 Pulau Banda dan Pulau Kai
14 Agustus 1968 7.8 Sulawesi Utara
26 Juni 1976 7.1 Papua
19 Agustus 1977 8.0 Kepulauan Sunda
12 Desember 1992 7.5 Pulau Flores
2 Juni 1994 7.2 Banyuwangi
4 Mei 2000 6.5 Kepulauan Banggai
4 Juni 2000 7.3 Bengkulu Earthquake
12 November 2004 7.3 Alor History
26 Desember 2004 9.3 Aceh dan sebagian Sumatera Utara
28 Maret 2005 8.2 Pulau Nias
Daerah Istimewa
27 Mei 2006 5.9
Yogyakartadan Klaten
17 Juli 2006 7.7 Ciamis danCilacap
11 Agustus 2006 6.0 Pulau Simeulue
Solok, Kota Solok,Tanah Datar, dan
6 Maret 2007 6.4 Mw, 6.3 Mw
Kota Bukittinggi
12 September 2007 7.7 Kepulauan Mentawai
26 November 2007 6.7 Sumbawa
17 November 2008 7.7 Sulawesi Tengah
4 Januari 2009 7.2 Manokwari
2 September 2009 7.3 Tasikmalayadan Cianjur
Padang Pariaman,Kota Pariaman,Kota
30 September 2009 7.6 Mw
Padang, dan Agam
1 Oktober 2009 6.6 Mw Kerinci
9 November 2009 6.7 Pulau Sumbawa
What’s the different?

Seismologi Teknik Gempa

• Seismologi menekankan pada kejadian gempa • Teknik gempa lebih menekankan pada
secara fisik misalnya mekanisme gempa bumi akibat yang ditinjau dari disiplin ilmu teknik
• Seismologi merupakan ilmu gempa bumi yang • Teknik gempa lebih memusatkan pada
membahas gempa baik gempa kuat maupun gempa kuat yang mampu
gempa lemah. menggonyangkan konstruksi bangunan.
• Hu dkk (1996) mengatakan bahwa bahwa Ilmu ini lebih terfokus pada usaha mitigasi/
seismologi akan banyak berhubungan dengan penanganan tehadap bahaya gempa,
hukum-hukum dan kondisi fisik kejadian seperti:
gempa. Hal- hal seperti:  Efek gempa terhadap bangunan
 Efek kondisi/ properti tanah terhadap gerakan
 Sebab-sebab terjadi gempa
tanah akibat gempa (site effeect)
 Lokasi gempa  Efek topografi
 Menentukan beban gempa
 Mekanisme gempa  Konfigurasibangunan yang baik terhadap
 Instrumen pencatat gempa beban gempa
 Perilaku gempa dan sistem struktur akibat
gempa
 Mendesain dan melaksanakan bangunan
tahan gempa
Gelombang Energi Gempa

Gelombang Energi Gempa Properti Gelombang

• Secara umum gelombang energi gempa • Karakter utama adanya gelombang


dapat dibedakan menjadi gelombang energi gempa yaitu jenis gelombang,
bodi (body wave) yaitu gelombang yang arah rambat gelombang, adanya
menjalar di dalam bumi dan gelombang kemungkinan perbedaan intensitas
permukaan yaitu gelombang yang gelombang pada arah yang berbeda,
menjalar pada lapisan permukaan tanah. adanya kecepatan gelombang dan
adanya gerakan partikel.
• Berdasarkan penelitian para ahli,
gelombang permukaan membawa • Ditinjau dari periode getarnya,
energi yang lebih besar dari pada gelombang dapat kemungkinan terjadi
gelombang bodi. Namun kecepatan secara periodik atau non periodik.
rambat gelombang bodi jauh lebih besar Ditinjau dari segi amplitudo,
daripada gelombang permukaan. gelombang menjadi getaran harmonik
dan non harmonik.
Gelombang Energi Gempa
Arah dan Intensitas Rambatan Gelombang

• Gelombang bodi P-wave dan S-wave


adalah gelombang yang energinya sangat
cepat berkurang, dan gelombang tersebut
datangnya lebih dahulu dan lebih awal
dideteksi/ direkam oleh alat pencatat
gempa. Gelombang yang paling
mengakibatkan kerusakan yaitu
gelombang permukaan adalah gelombang
yang paling lambat, sehingga di deteksi
oleh alat perekam juga paling lambat.

• Intensitas energi gempa yang sejajar


• Arah dan Intensitas rambat gelombang dengan arah patahan akan lebih kuat dari
dipengaruhi oleh cara pecah batuan/ pada intensitas gelombang gempa yang
mekanisme gempa. Cara pecah adalah tidak lurus patahan.
pecah yang dimodelkan sebagai suatu titik,
cara pecah yang dimodelkan suatu garis
dan cara pecah yang dimodelkan sebagai
suat luasan.
Instrumen Pencatat gempa

Seismograph Accelograph

Instrumen pencatat gempa di Instrumen pencatat gempa di


gunakan oleh Seismologist dalam gunakan oleh Engineers untuk
rangka keperluan seismologi yaitu mengetahui akibat dari gempa
untuk menentukan lokasi gempa, (percepatan tanah dll), karakteristik
kedalaman gempa, saat terjadinya getaran tanah, hal-hal yang
dan mekanisme gempa mempengaruhi dan akibatnya yang
terjadi pada bangunan.

Instrumen EQ Operation Speed Sensitivity Recorded Frer.


Brand
Seismograph Weak Continue Slow High Velocity or Low-
displacement Narrow

Accelograph Strong Trigger Fast Low Acceleration High-


Wide
Menentukan Epicentrum Gempa

• Intensitas dan besarnya gempa merupakan


paramete yang digunakan dalam
mengkategorikan gempa

• Parameter lain yang perlu diketahui adalah


bagaimana cara menetukan pusat gempa
berdasarkan catatan rekaman gempa yang terjadi.

• Dasar-dasar yang digunakan dalam menetukan


pusat gempa sebagai berikut:
 Pembacaan waktu datang gelombang P dan
gelombang S
 Pembacaan intensitas gelombang P dan gelombang
S
 Pembacaan amplitudo gelombang terbesar
Menentukan Epicentrum Gempa
Menentukan Epicentrum Gempa
Menentukan Epicentrum Gempa
Filosofi Desain

1. Pada gempa kecil – struktur utama harus tidak rusak dan berfungsi
dengan baik, kerusakan elemen non struktur ditoleransikan.

2. Pada gempa menengah – struktur utama boleh rusak/retak ringan tp


masih dapat diperbaiki. Elemen non struktur boleh rusak tp masih dapat
diganti dengan yang baru.

3. Pada gempa kuat – struktur boleh rusak tetapi tidak boleh runtuh total.
Strong Column Weak Beam Concept
• Bangunan tingkat tinggi umumnya didesain
dengan konsep “ strong column weak beam”.
Jika pada suatu saat terjadi goncangan yang
besar akibat gempa kolom bangunan di desain
akan tetap bertahan, sehingga orang-orang
yang berada dalam gedung masih mempunyai
waktu untuk menyelamatkan diri sebelum
bangunan roboh seketika. Banyak cara yang
bisa dilakukan untuk mendesain kolom yang
kuat antara lain:
 Mengatur jarak antar sengkang
 Meninggikan mutu beton
 Memperbesar penampang
 Untuk struktur baja bisa dimodifikasi
sambungan hubungan antara balok dan
kolom
Alat Peredam Gempa

• Salah satu alat kontrol pasif (isolasi seismik) • Penggunaan peralatan tahan gempa
pada struktur yang berdasarkan penggunaan tersebut, pada prinsipnya berfungsi
massa tambahan sebagai sistem penyerap untuk menyerap energi gempa yang
energi adalah penggunaan damper dipikul oleh elemen-elemen struktur.
• Tujuan utama pemasangan damper pada Sehingga, struktur bangunan menjadi
gedung tinggi dan menara untuk lebih elastis dan terhindar dari
mengurangi goyangan gedung akibat kerusakan gempa yang parah.
gempa bumi dan angin, pada struktur
berbentang panjang untuk mengurangi
getaran akibat lalu lintas, dan pada jembatan
untuk mengurangi goyangan akibat angin
atau getaran akibat lalu lintas.
• . Adapun alat peredam gempa:
Bantalan karet tahan gempa (seismic
bearing)
Lock Up Device (LUD)
Fluid Viscous Damper (FVD)
High Damping Device (HIDAM) Respon antara struktur dengan damper dan
tanpa damper ketika diguncang gempa
Alat Peredam Gempa
Bantalan Karet

Bantalan karet tersebut dipasang pada setiap kolom,


yaitu diantara pondasi dan bangunan. berfungsi
untuk mengurangi getaran akibat gempa.
Sedangkan lempengan baja, digunakan untuk
menambah kekakuan bantalan karet, sehingga
penurunan bangunan saat bertumpu di atas bantalan
karet tidak terlalu besar.
Alat Peredam Gempat
Lock Up Device (LUD)

• Peredam ini berbentuk semacam dongkrak arau shockbreaker pada pertemuan antara tiang dan segmen jalan
layang.
• Prinsip kerja LUD sangat sangat sederhana, jika diibaratkan tiang dan badan jalan layang sebagai huruf  T. Dimana garis melintang sebagai
badan jalan. Gerak redam LUD pada saat terjadi gempa, akan berlangsung dari arah kiri ke kanan atau sebaliknya. Dengan penggunaan
cairan khusus (gel silikon) yang menjadi bantalan pada LUD, guncangan ekstrem akibat gempa, pada saat tertentu mengakibatkan LUD
terkunci, dan mengakibatkan seluruh badan jalan dan tiang akan bergerak serentak ke arah yang sama seperti huruf T, ke kanan dan ke kiri.
Alat Peredam Gempa

Fluid Viscous Damper (FVD)


• Peralatan ini bekerja, dengan menggunakan konsep
• Fungsi utama dari peralatan ini, adalah mekanika fluida dalam mendispasikan energi. Pada
menyerap energi gempa dan mengurangi gaya perkuatan FVD kolom berfungsi sebagai pegas. FVD
gempa rencana yang dipikul elemen-elemen mampu mereduksi tegangan dan defleksi yang terjadi
secara simultan (bersamaan), karena gaya FVD yang
struktur. Sehingga, struktur bangunan menjadi
bekerja sebanding dengan perubahan kecepatan stroke-
lebih
nya (stroking velocity). Mekanisme kerja ini, dianalogikan
seperti suspensi atau shock absorbser pada mobil,
yang digunakan untuk mengatur pergerakan pegas
di posisi tumpuan. Gaya redaman yang dibutuhkan
relatif kecil, dibandingkan gaya yang dipikul pegas, akibat
beban kendaraan dan beban guncangan.
Alat Peredam Gempa

High Damping Device (HIDAM)

• Prinsip kerja HIDAM,


menggunakan prinsip viskositas
dalam menciptakan gaya
redaman. Berdasarkan hasil
penelitian terhadap alat peredam
gempa HIDAM ini, rasio redaman
struktur, mampu ditingkatkan oleh
HiDAM pada kisaran 10 – 20 %. 
Angka ini, sangat signifikan dalam
mengurangi respon struktur
terhadap gempa dan kerusakan
bangunan, serta telah memenuhi
kriteria konvensional gempa di
Jepang.
Standar Perencanaan Struktur
Tahan Gempa
Sub Pembahasan
• Struktur Gedung Tahan Gempa
• Daktilitas Struktur
• Struktur Jembatan Tahan Gempa
• Standar-standar untuk mendesain Bangunan Gedung dan
Jembatan
Struktur Gedung Tahan Gempa
Bangunan gedung adalah bangunan yang didirikan atau
diletakkan dalam di atas, atau di dalam tanah dan atau
perairan secara tetap yang berfungsi sebagai tempat manusia
melakukan kegiatannya (kepmen no.10/KPTS/2000).
Bangunan gedung diklasifikasikan berdasarkan tingkat
kompleksitas, tingkat permanensi, tingkat resiko kebakaran,
zonasi gempa, lokasi, ketinggian, dan kepemilikan.
Struktur Gedung Tahan Gempa
KLASIFIKASI BANGUNAN GEDUNG
Sederhana karakter, kompleksitas dan
teknologi sederhana

Tingkat Kompleksitas Tidak Sederhana karakter, kompleksitas dan


teknologi tidak sederhana

Khusus penggunaan dan pelayanan


khusus
Permanen umur layanan diatas 20 tahun
Tingkat Permanensi Semi Permanen umur layanan 5 s/d 10 tahun
Sementara umur layanan s/d 5 tahun
Resiko kebakaran tinggi mudah terbakarnya tinggi
Tingkat Rasio Kebakaran Resiko kebakaran sedang mudah terbakarnya sedang
Resiko kebakaran renah mudah terbakarnya rendah
Zona 1 daerah sangat aktif
Zona 2 daerah aktif
Zona 3 daerah lipatan dengan retakan
Zonasi Gempa
Zona 4 daerah lipatan tanpa retakan
Zona 5 daerah gempa kecil
Zona 6 daerah stabil

Lokasi Padat di pusat kota


Lokasi
Lokasi Sedang di daerah pemukiman
Lokasi Renggang di daerah pinggiran kota
Bertingkat Tinggi lebih dari 8 lantai
Ketinggian Bertingkat Sedang 5 s/d 8 lantai
Bertingkat Rendah s/d 4 lantai
Milik Negara
Kepemilikan Milik Badan Usaha
Milik Perseorangan Sumber : PP No 36 Tahun 2005
Daktilitas Struktur
• Pada umumnya struktur teknik sipil dianggap bersifat elastis.
Struktur akan mengalami perubahan bentuk dan deformasi.
• Deformasi elastis adalah deformasi yang apabila bebannya
dihilangkan maka deformasi tersebut akan hilang dan
struktur akan kembali kepada bentuk semula.
Daktilitas Struktur
Pada struktur getas, struktur akan runtuh jika beban yang
bekerja melampaui batas maksimum kekuatan elastisnya.
Pada struktur daktail, struktur tidak akan runtuh jika beban
melampaui batas maksimum
Deformasi plastis adalah deformasi yang apabila bebannya
dihilangkan maka deformasi tidak akan hilang, deformasi
berdifat permanen tetapi struktur tidak mengalami
keruntuhan
Standar-standar untuk MendesainBangunan
Gedung dan Jembatan
1. Kekuatan Perlu 8. Diafragma Dan Kolektor

2. Keadaan Batas 9. Desain Kemampuan Layan

3. Desain Kekuatan Berdasarkan 10.Desain Genangan


Desain Faktor Beban Dan 11.Desain Fatik
Ketahanan (DFBK)
12.Desain Untuk Kondisi Kebakaran
4. Desain Kekuatan Berdasarkan
13.Desain Untuk Efek Korosi
Desain Kekuatan Izin (DKI)
14.Angkur Pada Beton
5. Desain Untuk Stabilitas

6. Desain Sambungan

7. Redistribusi Momen Pada Balok


Struktur Jembatan Tahan Gempa
Analisis Struktur
Sub Pembahasan
• METODE ANALISIS STRUKTUR
• Analisis Dinamik
• Analisis Respon Riwayat Waktu
• Analisa Ragam Spektrum Struktur MDOF
• Metode Non Linier
• Analisis Statik
METODE ANALISIS STRUKTUR

• Metode analisis yang dapat digunakan untuk memperhitungkan pengaruh beban


gempa terhadap struktur adalah seperti bagan berikut :

Gambar 3.1 Metode Analisis Kegempaan


Analisis Dinamik

• Analisis dinamik merupakan metode analisis struktur dengan getaran gempa dimodelkan menjadi
beban dinamik, beban yang besar dan arahnya berubah terhadap waktu. Analisis dinamik (dynamic
analysis) yang dapat dilakukan dengan cara analisis respon riwayat waktu (time history
analysis) untuk struktur elastik maupun struktur inelastik dan analisis ragam spektrum (response
spectrum analysis) yang hanya dapat digunakan pada struktur elastik.

• Dalam analisis dinamik terdapat dua metode analisis, yaitu metode linier dan metode non linier.

Metode Linier

1. deterministik Analisis Riwayat Waktu (Time History Analysis, THA) dan


Analisis Ragam Spektrum Respon (Respon Spectra).
2. stokastik.
Analisis Respon Riwayat Waktu

• Analisis model matematika dari suatu gedung dengan menggunakan catatan gempa
sebagaimana terlihat pada Gambar 3.2 dapat diekspresikan dengan persamaan
sebagai berikut:

(1)

• Respon dinamik struktur akibat catatan gempa selanjutnya dapat dilihat pada Gambar
3.3 untuk single degree of freedom (SDOF) dan Gambar 3.4 untuk multi degree of
freedom (MDOF).
Analisis Respon Riwayat Waktu

Gambar 3.4 Contoh respon dinamik MDOF


akibat gempa Pacoima 1971
Analisa Ragam Spektrum Struktur MDOF

• Analisa ragam spektrum MDOF dilakukan dengan menggunakan contoh sebagai berikut:

(3.2)

Persamaan gerak yang sdh dinormalisir dengan matriks modal


dari persamaan yang umum ini.

 M  x   C  x    K  x   F  t
Analisa Ragam Spektrum Struktur MDOF

Gambar 3.6 Idealisasi MDOF ke SDOF Gambar 3.7 Hubungan mode shape dengan
displacement dan gaya lateral
Gambar 3.8 Contoh
analisis respon spektra
SDOF akibat gempa
Pacoima 1971
Metode Non Linier

• Pushover

Analisis beban statik dorong merupakan penyederhanaan analisis dinamik suatu


struktur yang dilanda gempa dengan menggunakan gaya lateral yang mirip dengan
analisis statik ekivalen. Namun pada analisis beban statik dorong gaya lateral yang
digunakan berangsur-angsur meningkat sampai struktur mencapai suatu displacement
lateral sebesar nilai tertentu.
Gambar 3.9 Konsep analisis beban statik dorong (pushover analysis).
Dalam analisis beban statik dorong ini beberapa bentuk distribusi gaya lateral dapat
digunakan, yaitu:
1. merata,
2. parabola melengkung keluar,
3. parabola melengkung ke dalam
4. peraturan,
Setiap bentuk distribusi gaya lateral akan menghasilkan suatu hubungan gaya geser
dasar dan displacement lateral.
Gambar 3.10. Pengaruh distrubusi gaya lateral pada analisis beban statik dorong
Analisis Statik

• analisis dinamik terhadap struktur dapat disederhanakan dengan memakai asumsi-asumsi


tertentu sehingga mudah dan praktis digunakan di lapangan. Beban dinamik akibat gempa
disederhanakan menjadi konsep beban statik ekivalen.

Metode Beban Statik


Ekivalen
Penyederhanaan analisis model matematika dari suatu gedung dengan menggunakan
gaya lateral statik ekivalen dapat dijelaskan sebagai berikut :
Respons Spektrum
Sub Pembahasan
• Definisi Respons spektrum

• Hal-hal yang Berpengaruh Terhadap bentuk Umum Respons Spektrum

• Parameter Respons Spektrum

• Amplifikasi Spektrum Terhadap Gerakan Tanah

• Prosedur pembuatan Respons Spektrum

• Respons Spektrum untuk Perencanaan

• Spektrum Respons di Indonesia

• Respon Spektrum Gempa Rencana

• Perencanaan Respon spektrum sesuai SNI 1726 2012

• Analisis Ragam Spektrum Respon (Respon Spectra)


Definisi Respons spektrum

Respon spektrum adalah suatu spektrum yang disajikan dalam


bentuk grafik/plot antara periode getar struktur T, lawan respons-
respons maksimumnya untuk suatu rasio redaman dan beban
gempa tertentu.
Respons maksimum dapat berupa:
SD(ξ,T,μ,S)
SV(ξ,T,μ,S)
SA(ξ,T,μ,S)

Dimana: ξ,= rasio redaman


T= periode getar
μ= daktalitas struktur
S= Jenis tanah
Hal-hal yang Berpengaruh Terhadap bentuk Umum Respons Spektrum

Magnitudo
Gempa

Jarak
Episenter

Kondisi
Tanah Indeks
Tebal
Plastisitas
Endapan
Tanah
Gambar 3.3 Contoh respon
dinamik SDOF akibat gempa
Pacoima 1971 (Satyarno, I., 2000)
Parameter Respons Spektrum
• Parameter respon spektrum

• Parameter percepatan spektral desain

• Periode getar
Amplifikasi Spektrum Terrhadap Gerakan Tanah

Amplifikasi adalah rasio antara akselerasi massa dengan akselerasi percepatan tanah.
amplifikasi akselerasi tidak akan terjadi pada stuktur dengan periode getar yang sangat kecil
(sangat kaku) dengan periode getar T= 0,03 dt, amplifikasi simpangan juga tidak akan terjadi
pada stuktur yang sangat fleksibel dengan periode getar T = 33 dt.
Prosedur pembuatan Respons Spektrum

•Beban gempa yang dinyatakan dlaam riwayat percepatan tanah


pelru ditetapkan terlebih dahulu.
•Dipilih model struktur SDOF, rasio redaman dan step integrasi
tertentu.
•Ditentukan periode getar struktur T seekaligus nilai percepatan
sudut ω
•Analisis numeric untuk menentukan simpangan y(t) atas model
struktur SDOF dan rasio redaman.
•Dengan melalui sorting dicari nilai simpangan y(t) makismum,
misalnya diberikan notasi ym yaitu simpangan maksimum pada
daur ke-I yang pada hakekatnya adalah sama dengan spectrum
simpangan SD.
•Dihitung pseudo spectral kecepatan PSV = ω SD , Pseudo spectral
percepatan PSA = ω2 SD
•Prosedur pembuatan respons spectrum diulangi lagi dengan
memakai nilai periode getar struktur T yang baru, yaitu mulai lagi
dari butir 3 di atas.
•Setelah daur hitungan seperti di atas meliputi semua periode getar
yang ditinjau maka spectrum simpangan, kecepatan, dan
percepatan dapat digambar.
Respons Spektrum untuk Perencanaan

Smoothed Spectrum Response

Pada gambar a) Struktur yang dibebani oleh beban gempa masih dapat tetap mempunyai respons linier elastik. Disini karena ukuran
kolom-nya sangat besar.

Pada gambar b) Ukuran kolom diperkecil, akibatnya pada saat terjadi gempa, momen di-ujung dasar kolom melampaui batas momen
elastik, sehingga terjadi sendi plastis.

Hubungan antara Gaya Inersia yang di-akibatkan oleh beban gempa dan simpangan massa disajikan dalam gambar c) dan d) diatas.
Spektrum Respons di Indonesia

Gambar Pembagian daerah gempa di Indonesia


Respon Spektrum Gempa Rencana
Perencanaan Respon spektrum sesuai SNI 1726 2012

Respon spektrum rencana (respon spektrum desain) merupakan kurva respon spektrum
yang disajikan dalam bentuk grafik dimana absisnya merupakan periode getar struktur, T,
Ordinatnya merupakan respon maksimum berupa percepatan maksimum (spectral
acceleration, Sa)

Gambar Desain Respon Spektrum (SNI 03-1726-2012)


Perencanaan Respon spektrum sesuai SNI 1726 2012

1 Tentukan lokasi dari bangunan yang akan ditinjau atau direncanakan

2 Plotkan lokasi yang didapat tersebut kedalam peta respon spektra

3 Tentukan nilai Ss dan S1 dengan cara interpolasi/ pendekatan linier

4 Tentukan kelas situs

5 Tentukan faktor amplikasi dan hitung repon spektra percepatan S MS dan


SM1 di permukaan tanah
6 Tentukan respon percepatan desain S SD, SD1, To dan Ts

7 Grafik Nilai Respons Spektrum Gempa


Lokasi

Lokasi Bangunan
MENENTUKAN NILAI Ss

Gambar Peta Respon Spektra percepatan 0,2 detik (Ss) dibantuan dasar
(SB) untuk probabilitas terlampaui 2% dalam 50 Tahun
MENENTUKAN NILAI S1

Gambar Peta Respon Spektra percepatan 0,2 detik (Ss) dibantuan dasar
(SB) untuk probabilitas terlampaui 2% dalam 50 Tahun
Koefisien Situs (FA)

Sumber: SNI 03-1726-2012, hal 21


Koefisien Situs (Fv)

Sumber: SNI 03-1726-2012, hal 21


Menentukan nilai SMS,SM1, SDS,SD1,T0, DAN TS

1. SMS = Fa x Ss
= 1,08 x 0,85
= 0,918
2. SM1 = Fv x S1
= 2,8 x 0,3
= 0,84
3. SDS = 2/3 SMS
= 0,612 g

4. SD1 = 2/3 SM1


=0,56 g
5. To = 0,2 (SD1 / SDS )
GRAFIK NILAI RESPONS SPEKTRUM
Analisis Ragam Spektrum Respon ( Respon
Spectra )
• Analisis ragam spektrum struktur SDOF dapat dilakukan dengan menggunakan contoh
sebagai berikut:

Gambar 3.5 Contoh analisis respon spektra SDOF akibat gempa Pacoima 1971
Gambar 3.2 Model matematik gedung yang terkena getaran gempa pada
analisis respon riwayat waktu
Referensi
Pawirodikromo,Widodo.2011.Seismologi Teknik dan Rekayasa Gempa.Pustaka
Pelajar.Jogjakarta
Supriyadi, Bambang.Bahan Kuliah Analisis Dinamik Struktur.Jurusan Teknik Sipil
Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada.Yogyakarta.
Terimakasih