Anda di halaman 1dari 24

Imunologi Transplantasi

by.
Indah Jayani, S.Kep.Ns.,M.Biomed
Pengertian Transplantasi

 Transplantasi adalah memindahkan


alat atau jaringan tubuh dari satu
orang ke orang lain.
 Transplantasi merupakan
pencangkokan jaringan tubuh dari
donor ke resipien.
 Merupakan tindakan pilihan bila
suatu alat atau jaringan tubuh yg
vital rusak dan tidak dapat diperbaiki
 Obat-obatan imunosupresif dapat
meningkatkan keberhasilan
transplantasi
 Transplantasi melibatkan ketentuan2
tertentu dalam persoalan etis
Istilah Transplantasi
 Autograft
 Isograft/ syngeneic
 Allograft/ allogeneic
 Xenograft/ xenogeneic
Istilah Transplantasi
ISTILAH BARU ISTILAH ARTI
LAMA
Autograft Autograft Memakai jaringan sendiri

Isograft/syngenic Isograft Identitas genetik antara


donor dan resipien sama
(kembar identik)
Allograft/allogenic Homograft Donor dan resipien dari
spesies sama, tapi genetik
tidak identik
Xenograft/xenogenic Heterograft Donor dan resipien dari
spesies berbeda
Autograft
 Memakai jaringan sendiri
 Misal: kulit sehat utk menggantikan
kulit dg luka bakar atau pembuluh
darah yg sehat utk menggantikan
arteri koroner yg tersumbat
Isograft
 Transfer jaringan antara individu yg
memiliki genetik identik
 Misal : kembar monozigot
Allograft
 Donor dan resipien dari spesies
sama, tetapi genetik tidak identik
Xenograft
 Donor dan resipen dari spesies
berbeda
 Misal : tikus dan manusia
Penolakan dan Reaksi Allograft

 Penolakan allograft tjd dg


spesifisitas, memori dan kecepatan
yg berbeda dan bervariasi
tergantung jaringan yg terlibat.
 Pada umumnya tandur kulit ditolak
lebih cepat dibanding jaringan lain
spt ginjal dan jantung
 Tandur dari donor singeneik dg
cepat diterima resipien dan
mendapat vaskularisasi & berfungsi
normal
 Tandur berasal dari donor alogeneik
akan diterima untuk sementara dan
mendapat vaskularisasi, ttp
selanjutnya akan tjd penolakan yg
lamanya tergantung dari derajat
inkompatibilitas.
Jenis Penolakan
 Penolakan hiperakut
 Penolakan akut
Penolakan akut dini
Penolakan akut lambat
 Penolakan tersembunyi & lambat
 Penolakan kronis
Penolakan Hiperakut, Akut & Kronik

Jenis Penolakan Waktu Penolakan Sebab/ Mekanisme Pencegahan

Hiperakut Beberapa Jam Antibodi yg sudah ada sel donor


(anti-ABO dan/ anti- pemeriksaan
HLA) cross-match sel
donor & serum
resipien,
kompatibilitas
ABO
Akut Minggu-Bulan CMI, CD8+, CD4+ Matching HLA
dari donor &
resipien, terapi
anti penolakan

Kronik Bulan-tahun CMI (CD8+, antibodi Matching HLA


thd antigen jaringan)
Penolakan Hiperakut

 Terjadi dlm menit-jam


 Ditandai lambatnya sel darah merah
dan timbulnya mikrotrombin dlm
glomerulus yg disebabkn
inkompatibilitas darah ( tjd pd
individu yg sdh mengandung
antibodi thd tandur/ antigen donor
akibat transfusi atau transplantasi
sebelumnya)
 Bila donor mempunyai golongan
darah lain akan menimbulkan reaksi
antibodi hipersensitivitas tipe 2
 Reaksi resipien : demam,
leukositosis, produksi urin sedikit
Penolakan Akut

 Mrpkn penolakan umum yg sering terjadi


 Penolakan biasa tjd stlh 10 hari
 Reaksi : pembesaran ginjal, nyeri,
penurunan fungsi dan aliran darah dan
protein dlm urin
 Pemeriksaan histologis: infiltrasi limfosit
dan monosit
 Penolakan ini bs dihambat mll pemberian
imunosupresi misal : serum antilimfosit,
steroid dan lainnya
Penolakan tersembunyi dan
lambat
 Disertai endapan Ig dan C3
subendotel di membran basal
glomerulus akibat kompleks imun
atau pembentukan kompleks imun
dg antigen larut asal ginjal yg
dicangkokkan
 Efek dan interaksi antara faktor
seluler dan humoral sangat
kompleks
 Kadang timbul ketika pemberian
imunosupresan dihentikan
 Infeksi akan mempermudah
timbulnya penolakan
 Gejala gagal ginjal perlahan dan
progresif
 Pemeriksaan histologik
menunjukkan proliferasi sejumlah
besar sel mononuklear yg memacu
terutama sel T
 Mekanisme penolakan tidak jelas,
diduga respon memori yg
menimbulkan produksi antibodi dan
imunitas seluler thd anti HLA yg
memerlukan waktu lama
 Pengobatan fase ini tdk banyak
berguna
Pencegahan Penolakan Tandur

 Antigen Rhesus
 ABO Typing
 Cross-matching
 Seleksi penderita
Seleksi Donor & Resipien
Asal Donor/ Syarat
Resipien
Asal orang hidup Donor memiliki dua ginjal yg berfungsi baik
Tidak mempunyai penyakit menular
Tidak ada kelainan pembuluh darah

Asal orang mati Fungsi ginjal baik


Tidak ada infeksi (sepsis klinis, HIV)
Tidak ada keganasan atau penyakit
sistemik (DM, hipertensi)

Seleksi resipien ABO kompatibel (tidak identik)


Reaksi silang serum dg sel T donor negatif
HLA mirip sebanyak mungkin
Organ/ Sel yg dapat ditransplantasikan
 Ginjal
 Jantung dan Paru
 Hati
 Kornea
 Kulit
 Pankreas
 Sumsum Tulang
 Sel Punca
XENOTRANSPLANTASI

 Dilakukan pada tahun 1964


 Yang sering digunakan (simpanse)
 Penolakan imun yg sangat kuat
 Respon utama melibatkan melibatkan antibodi
dan komplemen (hiperakut)
 Resiko penyebaran patogen (xenozoogenesis)
 Resiko tjd rekombinasi antara virus primata dg
varian manusia menimbulkan agen penyakit
baru
 Mortalitas tinggi