Anda di halaman 1dari 20

KELOMPOK 1

1. TITIN APRILINA B1D013265


2. SURYADI B1D013257
3. TITA WAHYUNINGSIH B1D013264
4. ROSDIANA B1D 014230
EPIDEMOLOGI DAN KESEHATAN TERNAK
(PENYAKIT COCCIDIOSIS)

PENYEBAB :
1. kelompok protozoa dari genus Eimeria
2. Isospora

> COCCIDIOSIS ATAU GEJALA KLINIS :


BERAK DARAH 1. lesu,
2. nafsu makan turun
3.tinja bercampur darah
4. Anemia
5. Dehidrasi
6.Infeksi sekunder
7. Sering bergerombol karena kedinginan
8. Bulu sekitar anus kotor
GAMBARAN PENYAKIT COCCIDIOSIS
COCCIDIOSIS

CARA PENULARAN biasanya MASA LAKUBASI PADA TERNAK


terjadi bila ternak menelan oocyt UNGGAS yaitu kematian setelah 4 -
infektif yang mencemari 6 hari dari timbulnya gejala,
makanan, minuman, kandang, Kemudian pada 8 – 9 hari akan
alat lainnya yang tidak sengaja mengalami penyembuhan
diminum atau dimakan ternak
tersebut.

Angka kematian pada ternak unggas sekitar


20% hanya kurun dalam waktu 2 – 3 hari
Skema penularan koksidiosis
UJI APUNG
UJI NATIF UJI SENTRIFUS

N
DIAGNOSA

MENENTUKAN TERNAK TERKENA PENYAKIT


COCCIDIOSIS ATAU TIDAK
COCCIDIOSIS

PENCEGAHAN :
a. Sanitasi dan ventilasi PERLAKUAN :
kandang harus baik. a. pemeliharaan kebersihan
b. Pengangkatan litter setiap b. pemberian koksidiostat
kali panen pada broiler. c. penggunaan vaksin koksidia
c. Lantai kandang dicuci pakai
air untuk membersihkan
kotoran, pencucian tahap
kedua dengan deterjen.
N PENGOBATAN :
d. Menaburkan bubuk kapur di a. Pengobatan dapat dilakukan dengan
dalam kandang. vaksinasi yang mengandung preparat
e. Peralatan feeder dan drinker sulpha (sulfadiazine atau
dicuci sebersih mungkin. sulfaquinoxzaline) yang diberikan
f. Kandang difumigasi dengan melalui air minum.
formalin 10%. b. larutan amprolium atau sulfonamide
g. Melakukan istirahat kandang c. suplemen vitamin A dan K
7-21 hari.
PENGOBATAN SECARA TRADISIONAL

1. DAUN TEMU - TEMUAN


2. DAUN SIRIH
3. SAMBILOTO

Beberapa tanaman obat ini mampu


meningkatkan produksi sitokin dan
dapat meningkatkan sel fagositosis
dan limfosik, sehingga dapat
G
mengobati coccidia dan dapat menjadi
koksidiostat

PEMOTONGAN DAN DAGING

BOLEH DI KONSUMSI DENGAN SYARAT MULUT, KERONGKONGAN, DAN


ESHOPAGUS DIBUANG
NEXT

2.PENYAKIT JEMBRANA
PADA TERNAK SAPI
PENYAKIT JEMBRANA

merupakan penyakit viral


yang bersifat akut dan kadang
fatal pada sapi.
PENYAKIT JEMBRANA

Virus Lentiviridae, Virus ini tergolong baru dan satu


PENYEBAB kelompok dengan virus HIV AIDS Pada manusia.

Sapi Bali dan Kerbau. Penyakit ini terutama


HEWAN RENTAN menyerang sapi Bali dewasa dengan rata-rata umur
3-4 tahun. Dalam keadaan tertentu,(Akoso, 1996).

Penyakit ini tidak ditularkan secara kontak, akan


CARA PENULARAN tetapi dengan jalan inokulasi darah atau jaringan
yang tertular.
GEJALA - GEJALA KLINIS

1. Suhu tubuh meningkat, berkisar antara 40-42 drajat celcius.


2. Pengeluaran ingus berlebihan, lakrimasi dan hipersalivasi.
3. Pembekakan dan pembesaran kelenjar limfe superfisial.
4. Salah satu gejala yang menyolok adalah ‘’berkeringat darah”,biasanya terlihat
sewaktu dan setelah demam dan berlangsung selama 2-3 hari lamanya.
5. Kematian mendadak (jika telah akut).
GAMBARAN PENYAKIT JEMBRANA
PENYAKIT JEMBRANA

4-12 Hari disertai dengan


MASA INKUBASI
tanda-tandanya.
 Mengkarantina sapi Bali yang sakit
 pembakaran jika ditemukan sapi yang mati,
PENCEGAHAN  pembakaran terhadap kotoran yang tercemar yang menjadi
tempat hidup lalat (vektor) dan pemberian vaksinasi.
 Selain itu pembersihan kandang dengan melakukan penyemprotan
desinfeksi dan peralatan kandang seperti makan dan minum.

 Karena disebabkan oleh virus sejauh ini belum ada obat


PENGOBATAN yang dapat menyembuhkan penyakit ini.
 Vaksinasi yang biasa dilakukan hanya sekedar untuk
mengurangi gejala yang terjadi yaitu menggunakan
vaksin inaktif .
TAMBAHAN

penyakit Jembrana dapat


dikelirukan dengan MCF, SE, IBR,
DIAGNOSA BANDING
Tripanosomiasis, Rinderpest dan
BEF.

Selain sapi Bali, sapi Ongole, Holstein, dan Madura juga dapat terserang jembrana meskipun
gejala klinisnya kurang nyata.
Pemeriksaan Patologi-Anatomi

Gambaran seksi yang utama meliputi limfadenopati, terutama kelenjar limfe


preskapularis dan prefemoralis, perdarahan yang terdapat diseluruh tubuh serta
membesarnya limpa.
Selaput lendir hidung mungkin bersifat hiperemik.
Pengobatan Tradisional

Bahan pembuatan obat penyakit jembrana sebagai berikut : gula merah


lebih kurang 100 gr, kunyit 2 ruas jari (diambil sarinya), asam jawa
sebanyak kunyit. Cara pembuatan : semua bahan-bahan tersebut
dicampur jadi satu dengan air bersih (kalau bisa air matang) sebanyak
lebih kurang 600 ml. Diberikan 2 kali sehari dengan cara dicekokkan.
KESIMPULAN

Penyakit jembrana dan MCF sama – sama merupakan peyakit ingusan.


MCF disebabkan oleh virus OHV2 dan AIHV1. sedangkan penyakit jembrana di
sebabkan oleh Virus Lentiviridae, Virus yang tergolong satu kelompok dengan virus HIV AIDS Pada
manusia.

Domba merupakan penyebab pembawa


penyakit

Belum ada pengobtan yang efektif tapi


dapat dilakukan pencegahahn
SEKIAN
DAN
TERIMAKASIH