Anda di halaman 1dari 14

Dilema Etika

• Akuntan publik mewakili banyak konflik kepentingan dalam proses


Audit (built-in conflict of interest)
• Konflik dalam auditing berkembang saat auditor mengungkapkan
informasi yang oleh klien tidak ingin dipublikasikan kepada umum.
• Konflik menjadi sebuah dilema ketika auditor diharuskan membuat
keputusan yang menyangkut independensi dan integritasnya dengan
imbalan ekonomis yang mungkin dijanjikan di sisi lain.
• Auditor dituntut bertanggung jawab secara sosial kepada masyarakat
dan profesinya.
Penalaran Moral
• Memainkan peran seluruh area profesi akuntan yang secara kontinu yang
dihadapkan pada dilema konflik nilai.
• Contohnya pada akuntan pajak yang dihadapkan untuk memutuskan dalam
memilih metode akuntansi yang cerminan ekonomi dalam transaksi
sesungguhnya atau metode yang menggambarkan keseluruhan
perusahaan.

Tujuan dari bab ini :


=> Menelaah pengembangan riset pada mengenai perilaku etis akuntan dan
menyelidiki area potensial riset di masa mendatang dimana profesi
akuntan terdorong untuk memahami permasalahan akuntan baik sekarang
maupun di masa yang akan mendatang.
MODEL PENGAMBILAN KEPUTUSAN
ETIS

1 Teori Penalaran Moral dari Kohlberg

2 Ukuran Moral Reasoning

Pendekatan Kognitif Lingkungan terhadap


3
Pengambilan keputusan Etis

4 Model Alternatif Pengambilan Keputusan Etis


1. Teori Penalaran Moral dari Kohlberg
• Suatu teori kognitif tentang proses pengambilan keputusan manusia
mendahului perilaku etis.
• Menirut teori ini, individu secara berurutan mengalami kemajuan ke
tingkat atau tahap moral reasonin yang lebih tinggi sebagai bagian
dari proses pertambahan usia.
• Tiga tingkatan penalaran moral menirut Kohlberg:
1. Prakonvensional → diri
2. Konvensional → aturan
3. Pascakonvensional → harapan
2. Ukuran Moral Reasoning
Sejak pengenalan teori Kolhberg, para peneliti telah berusaha untuk menilai tingkat
moral reasoning seorang individu.
1. Wawancara penilaian moral (MJI) Kolhberg & koleganya.
2. Pengujian definisi masalah (DIT) Rest

Wawancara Penilaian Moral Dikembangkan untuk melibatkan serangkaian


paradigma terstandarisasi yang membutuhkan individu untuk memecahkan
dilema moral.
Alternatifnya Pengujian Definisi Masalah (DIT) berupa kuesioner pilihan ganda.
DIT mampu mampu menunjukkan pembenaran etis yang didasarkan pada
ekspetasi.
3. Pendekatan Kognitif Lingkungan Terhadap
Pengambilan Keputusan Etis

• Menggunakan Skala Etis Multidimension (SEM) sebagai ukuran


kesadaran moral, yang merupakan komponen pertama dari model
Rest dan menghubungkan teori perencanaan perilaku.
• Dibagi kedalam tiga dimensi :
Keadilan moral ,relativisme, dan kontraktualisme.
• Tujuan utama :
Memvalidasi penggunaan SEM dalam konteks akuntansi.
Lanjutan……
Terdapat teori aksi penalaran yang berhubungan dari komitmen
perilaku yang pada saatnya diprediksi dari sikap pribadi individu
terhadap perilaku dan norma subjektif .

Misalnya, persepsi individual mengenai sikap masyarakat


terhadap perilaku.
4. Model Alternative Pengambilan Keputusan
Etis
• Terdapat model pengambilan keputusan berdasarkan kode etik dan
Perilaku Profesional AICPA berdasarkan prinsip keunggulan.
• Machintosh  bahwa riset menekan pada perspektif yang hanya
mengukur penerimaan sosial bukan pada perspektif etis yang
sesungguhnya.
• Konflik tidak terlepas dari pentingnya riset yang dilakukan, sebaliknya
perbedaan tersebut merendahkan kekayaan dari masalah subyek dan
menyoroti area penyelidikan teoritis selanjutnya.
RISET PERILAKU ETIS AKUNTAN
Empat area riset akuntansi utama yang menyelidiki tingkat moral reasoning akuntan dan
perilaku yang berhubungan, yaitu:

1 Studi Pendidikan Etika 3 Studi Penilaian Etika

2 Studi Pengembangan Etika 4 Studi Etika Lintas Budaya


1. Studi Pendidikan Etika
Menentukan efek pendidikan terhadap keahlian moral reasoning dari
para praktisi dan mahasiswi akuntansi. Berikut beberapa studi
representative yang membahas masalah ini, yaitu:
a. M. Armstrong (1987): pendidikan kampus mungkin tidak
mendorong kelanjutan dari pertumbuhan moral.
b. Ponemon dan Glazer (1990) serta Jeffrey (1993): melakukan
penyelidikan dengan membandingkan mahasiswa dari dua
tingkatan yang berbeda.
c. St. Pierre, Nelson, dan Gabbin (1990): mengkaji hubungan
pendidikan etika terhadap dampak keperilakuan.
Lanjutan
d. Ponemon (1993a) : mengkaji pengaruh intervensi etika terhadap
perkembangan perilaku etis mahasiswa akuntansi.
e.M. Armstrong (1993) :
f. Lampe (1994) : ukuran keputusan moral mahasiswa, penalaran dalam
situasi dilema etika, keputusan dan sikap terhadap perilaku etika tetap
tidak berubah
2. Studi Pengembangan Etika
Berfokus pada pengembangan moral reasoning dalam profesi akuntansi.
Misalnya dalam keyakinan eksistensi sosialisasi etis.
a. Ponemon 1990 : menyelidiki bukti awal bahwa tingkat posisi dalam
perusahaan dan tingkat moral reasoning
b. Ponemon 1992 : adanya sosialisasi perusahaan bahwa manajemen lebih
bisa mendorong individu yang mempunyai pandangan organisasi umum
yang sama.
c. Shaub : tingkat moral reasoning yang lebih tinggi akan menunjukkan
peningkatan atau penurunan konsistensi manajemen
d. Sweeney : Investigasi menunjukkan bahwa keahlian moral sangat
berhubungan dengan orientasi politik auditor
3. Studi keputusan Etis
Studi keputusan etis berfokus pada hubungan antara bermacam-
macam ukuran dan perilaku spesifik terhadap bidang akuntansi.
1. Isu independensi
2. Pelanggaran lain