Anda di halaman 1dari 16

BAGAIMANA

MENUJU KELUARGA SADAR GIZI


Rangkuman hari I
Hal-hal yang telah didiskusikan
 Keadaan gizi masih memprihatinkan, masalah gizi antar wilayah
beragam, perlu pendekatan spesifik.
 Gizi penting untuk investasi (produktivitas, dan peningkatan SDM)
perlu diprioritaskan
 Desentralisasi, sebagai peluang percepatan masalah gizi
(pendekatan spesifik wilayah)
 Gizi, merupakan salah satu bidang yang kewenangannya bisa
diserahkan kepada daerah.
 Kemampuan keuangan daerah terbatas, diperlukan;
- Penggalian dana masyarakat
- Re-alokasi kearah kegiatan yang berdaya guna
- Sinkronisasi penganggaran (APBD/APBN)
- Perbaikan sistem penganggaran
 Keluarga Sadar Gizi (KADARZI), merupakan kondisi keluarga
yang, diharapkan dapat memecahkan masalah gizi
Rangkuman panel 27 Sep 2004

1. Gizi merupakan pondasi yang amat penting dalam


pembangunan manusia secara keseluruhan.
Sementara itu, kaitan antara kemiskinan, pendidikan
rendah, ketersediaan pangan dan gizi salah dengan
keberhasilan pembangunan, khususnya dalam
pencapaian kesejahteraan masyarakat, adalah
SANGAT ERAT. Oleh karena itu, perbaikan gizi
masyarakat harus diletakkan dalam suatu kegiatan
pembangunan yang komprehensif dan
berkesinambungan, sesuai dengan kaidah reformasi
dan desentralisasi pembangunan nasional.
Rangkuman panel 27 Sep 2004

2. Di antara berbagai determinan masalah gizi,


pendidikan rendah sendiri atau bersama-sama dengan
kekurang tersediaan pangan dan kemiskinan adalah
sangat dominant. Hal tersebut berimplikasi pada
rendahnya perilaku gizi (yang benar). Sementara itu,
keluarga, baik sebagai unit sosial subyek
pembangunan maupun sebagai kesatuan bio-sosial
manusia, adalah sangat penting. Oleh karenanya
adalah sangat layak untuk memfokuskan keseluruhan
program perbaikan gizi ke arah pencapaian
KELUARGA SADAR GIZI.
Rangkuman panel 27 Sep 2004

3. Suatu RENCANA AKSI (atau minimal ROAD MAP)


harus segera disusun di tingkat propinsi dan
kabupaten/kota, untuk mempersiapkan program gizi
komprehensif, mengikuti sistem baru penganggaran
pembangunan. Rencana aksi tersebut harus disusun
dengan melibatkan peran pemerintah, sektor swasta,
masyarakat (melalui LSM) dalam suatu mekanisme
kemitraan seimbang yang terlembaga, dalam
pendekatan Triple-A: ATLAS – AGENDA – ATURAN
MAIN, dengan selalu memperhatikan kekhususan-
kekhususan local.
Individu

Keluarga

Masyarakat

Pemerintah
Alternatif Strategi (Contoh)?
Target sasaran Perubahan yang Sasaran operasional Strategi
diharapkan yang diharapkan
Perorangan (seluruh Berperilaku sadar Setiap keluarga akses Pembentukan kader
anggota keluarga) gizi (memantau terhadap informasi keluarga
berat badan, ASI gizi. Konseling gizi
eksklusif, Setiap keluarga akses Kelas ibu (mothers
menggunakan terhadap pelayanan classes)
garam beryodium, gizi (geografis, Penyediaan materi
makan beragam) ekonomis, kultural) KIE keluarga
Sebagai pelopor Positif defian
dan perintis Pemberian stimulan
(kader) kadarzi Social security
untuk Gakin
Peningkatan
cakupan dan
kualitas pelayanan
gizi
Integrasi dan
kerjasama LS/LP
Stimulan
Alternatif Strategi (Contoh)?
Target sasaran Perubahan yang Sasaran operasional Strategi
diharapkan yang diharapkan
Kelompok (termasuk Mengintegrasikan Setiap kelompok Diskusi kelompok
kelembagaan materi gizi dalam akses terhadap terarah
masyarakat seperti kegiatan rutin. informasi gizi dan Orientasi/pelatihan
RT/RW; organisasi Membantu di dalam informasi sistem Penyediaan materi
keagamaan seperti penyelenggaraan pelayanan gizi KIE
kelompok pengajian; kegiatan gizi. Sekurangnya terdapat Melibatkan sebagai
organisasi Menyebarluaskan 5 anggota menjadi pelaksana
kepemudaan; PKK; kadarzi kepada kader Kampanye
kelompok budaya, anggota dan keluarga Setiap kelompok aktif Reward/recognition
adat; organisasi Sebagai social menyebarluaskan Integrasi dan
profesi; organisasi controll (social informasi gizi kerjasama LS/LP
wanita; pengusaha) enforcement).
Alternatif Strategi (Contoh)?
Target sasaran Perubahan yang Sasaran operasional Strategi
diharapkan yang diharapkan
Masyarakat umum Terciptanya kebijakan Setiap sektor akses Advokasi
(pemerintah, lintas yang mendukung terhadap informasi Kajian ilmiah, seminar
sektor, legislatif) pencapaian kadarzi gizi, dan pelayanan Kerjasama lintas
Adanya prioritas gizi. sektor
program perbaikan gizi Setiap sektor Media
berdasarkan kondisi mempertimbangkan Integrasi kurikulum
setempat dan pilihan aspek gizi dalam formal/informal
intervensi yang cost- merumuskan Reward/recognition
effective) kebijakan sektor
Menyediakan Setiap sektor
dukungan melakukan kegiatan
ketersediaan gizi di lingkup sektor
sarana/prasarana/obat masing2.
Terciptanya koordinasi
lintas sektor
Bagaimana menuju KADARZI
 Tahap I
Dibagi 3 kelompok (Bappeda, Dinas
Kesehatan, Rumah Sakit)

 Tahap II
Dibagi 7 kelompok (by region)
Menyusun Rencana Aksi
Rumah Sakit
Fokus: Pemasyarakatan ASI ekslusif, pendidikan
gizi di RS dan tatalaksana gangguan gizi

Kebijakan apa?
Kegiatan apa (Advokasi, ………..)?
Pendanaan (sumber)?
……………. ?
Perencanaan
Fokus: Upaya untuk meningkatan program
gizi sebagai bagian dari program
pembangunan daerah

Pendanaan program perbaikan gizi


Kebijakan apa?
Kegiatan apa? (Advokasi, ………)
Sinkronisasi (sumber dana, data)?
Pelayanan gizi kesehatan
Fokus: Upaya untuk meningkatan cakupan
dan kualitas yankes dan gizi,
revitalisasi posyandu

Kebijakan prioritas?
Ketenagaan?
Kegiatan apa? (Advokasi, ………)
Sinkronisasi (sumber dana, data)?
2. Sidang Pleno:
Dalam sidang ini masing-masing
kelompok dalam Diskusi Kelompok A
menyajikan hasil kelompoknya untuk
mendapat masukan dari kelompok lain
Diskusi tahap II
- Peserta dibagi menjadi 7 kelompok: (1) Sumbagut,
(2)Sumbagtengsel, (3) Jabagbar, (4) Jabagtengtim, (5)
Kalimantan, (6) Sulbagut-teng, (7) Sulbagsel, Maluku &
Irian, dan (8) Nusa Tenggara
(dalam pelaksanaannya, setelah ada kesepakatan, tim
masing-masing propinsi bekerja sendiri-sendiri)
- menyusun RENCANA AKSI PELAKSANAAN PROGRAM
GIZI MUNUJU KADARZI TINGKAT PROPINSI

• Sidang Pleno (?)