Anda di halaman 1dari 18

DETEKSI DINI GANGGUAN

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN

EDDY SUSANTO, SKM, M.Kes


PEND AHULUAN
• Penilaian Pertumbuhan&Perkembangan (TumBang)
dpt dilakukan sedini mungkin sejak anak dilahirkan
• Deteksi dini merupakan upaya penjaringan yg
dilaksanakan secara komprehensif utk menemukan
penyimpangan TumBang & mengetahui serta
mengenal faktor resiko pada balita yg disebut juga
anak usia dini
• Melalui deteksi dini dapat diketahui penyimpangan
TumBang anak secara dini, shg upaya pencegahan,
stimulasi, penyembuhan&pemulihan dpt diberikan
dgn indikasi yg jelas pd masa2 kritis proses TumBang
PEND AHULUAN

• Upaya2 tsb diberikan sesuai dgn umur


perkembangan anak, shg dpt tercapai kondisi
TumBang yg optimal (Tim Dirjen Pembinaan
Kesmas, 1997)
• Penilaian TumBang meliputi dua hal pokok, yaitu
penilaian pertumbuhan fisik & penilaian
perkembangan
• Masing-masing penilaian tersebut mempunyai
parameter dan alat ukur tersendiri.
DASAR PENILAIAN PERTUMBUHAN FISIK ANAK

• Dasar utama dlm menilai pertumbuhan fisik anak


adalah penilaian menggunakan alat baku (standar)
• Untuk menjamin ketepatan & keakuratan penilaian
harus dilakukan dgn teliti & rinci
• Pengukuran perlu dilakukan dlm kurun waktu tertentu
untuk menilai kecepatan pertumbuhan
• Parameter ukuran antropometrik yang dipakai dalam
penilaian pertumbuhan fisik adalah TB, BB, lingkar
kepala, lipatan kulit, LILA, panjang lengan, proporsi
tubuh, & panjang tungkai
• Menurut Pedoman Deteksi Dini Tumbuh Kembang
Balita (Tim Dirjen Pembinaan Kesmas, 1997) macam
penilaian pertumbuhan fisik yg dpt digunakan adalah:
DASAR PENILAIAN PERTUMBUHAN FISIK ANAK
1) Pengukuran Berat Badan (BB)
Pengukuran ini dilakukan secara teratur untuk
memantau pertumbuhan & keadaan gizi balita
Balita ditimbang setiap bulan&dicatat dlm KMS
Balita shg dpt dilihat grafik pertumbuhannya &
dilakukan interfensi jika terjadi penyimpangan
2) Pengukuran Tinggi Badan (TB)
Pengukuran TB anak sampai usia 2 th dilakukan dgn
berbaring, sedangkan di atas umur 2 th dilakukan
dengan berdiri
Hasil pengukuran setiap bulan dpt dicatat pada KMS
yg mempunyai grafik pertumbuhan TB
DASAR PENILAIAN PERTUMBUHAN FISIK ANAK
3) Pengukuran Lingkar Kepala Anak (PLKA)
PLKA adalah cara yg biasa dipakai utk
mengetahui TumBang otak anak
Biasanya ukuran pertumbuhan tengkorak
mengikuti perkembangan otak, sehingga bila
ada hambatan pada pertumbuhan tengkorak
maka perkembangan otak anak juga terhambat
Pengukuran dilakukan pada diameter
occipitofrontal dengan mengambil rerata 3 kali
pengukuran sebagai standar
DASAR PENILAIAN PERKEMBANGAN ANAK

• Salah satu instrumen skrining yg dipakai secara


internasional utk menilai perkembangan anak adalah
DDST II (Denver Development Screening Test)
• DDST II merup.alat utk menemukan secara dini
masalah penyimpangan perkembangan anak umur 0
s/d < 6 th
• Pemeriksaan yg dihasilkan DDST II bukan merupakan
pengganti evaluasi diagnostik, namun lebih ke arah
membandingkan kemampuan perkembangan seorang
anak dgn anak lain yg seumur
• DDST II digunakan utk menilai tingkat perkembangan
anak sesuai umurnya pada anak yg memp. tanda2
keterlambatan perkembangan maupun anak sehat
DASAR PENILAIAN PERKEMBANGAN ANAK

• DDST II bukan merupakan tes IQ & bukan merup.


peramal kemampuan intelektual anak di masa YAD
• Tes ini tidak dibuat untuk menghasilkan diagnosis,
namun utk membandingkan kemampuan
perkembangan seorang anak dgn kemampuan anak
lain yg seumur
• Formulir tes DDST II berisi 125 item yg terdiri dari 4
sektor, yaitu: personal sosial, motorik halus-adaptif,
bahasa, serta motorik kasar
GANGGUAN TUMBANG ANAK
1. Gangguan Pertumbuhan Fisik
– Gangguan pertumbuhan fisik meliputi gangguan
pertumbuhan di atas normal & gangguan pertumbuhan
di bawah normal
– Pemantauan BB menggunakan KMS dpt dilakukan secara
mudah utk mengetahui pola pertumbuhan anak
– Menurut Soetjiningsih (2003) bila grafik BB anak lebih
dari 120% kemungkinan anak mengalami obesitas atau
kelainan hormonal
– Bila grafik BB di bawah normal kemungkinan anak
mengalami kurang gizi, menderita penyakit kronis, atau
kelainan hormonal
GANGGUAN TUMBANG ANAK
– Lingkar kepala juga menjadi salah satu parameter
penting dlm mendeteksi gangguan pertumbuhan
& perkembangan anak
– Ukuran lingkar kepala menggambarkan isi kepala
termasuk otak& cairan serebrospinal
– Lingkar kepala yg lebih dari normal dpt dijumpai
pada anak yg menderita hidrosefalus, tumor otak
atau hanya merupakan variasi normal
– Apabila lingkar kepala kurang dari normal dapat
diduga anak menderita retardasi mental,
malnutrisi kronis ataupun hanya merupakan
variasi normal
GANGGUAN TUMBANG ANAK
– Deteksi dini gangguan penglihatan &gangguan
pendengaran juga perlu dilakukan utk mengantisipasi
terjadinya gangguan yg lebih berat
– Jenis gangguan penglihatan yg dpt diderita oleh anak
adalah maturitas visual yg terlambat, gangguan refraksi,
juling, buta warna, & kebutaan akibat katarak, neuritis
optik, glaukoma, dan lain sebagainya
– Sedangkan ketulian pd anak dpt dibedakan menjadi tuli
konduksi & tuli sensorineural
– Tuli pd anak dpt disebabkan karena faktor prenatal
(genetika yg terjadi selama kehamilan ) & postnatal
(infeksi bakteri atau virus yg terkait dgn otitis media)
GANGGUAN TUMBANG ANAK
2. Gangguan perkembangan motorik
– Perkembangan motorik yg lambat dpt disebabkan oleh
beberapa hal, salah satunya adalah kelainan tonus otot
atau penyakit neuromuskular
– Anak dengan serebral palsi dpt mengalami keterbatasan
perkembangan motorik
– Kelainan sumsum tulang belakang seperti spina bifida
juga dapat menyebabkan keterlambatan perkembangan
motorik
– Penyakit neuromuscular memperlihatkan keterlambatan
dlm kemampuan berjalan (tidak selamanya gangguan
perkembangan motorik selalu didasari adanya peny.tsb)
GANGGUAN TUMBANG ANAK

– Faktor lingkungan serta kepribadian anak juga


dapat mempengaruhi keterlambatan dalam
perkembangan motorik
– Anak yang tidak mempunyai kesempatan untuk
belajar seperti sering digendong atau diletakkan
di baby walker dapat mengalami keterlambatan
dalam mencapai kemampuan motorik
GANGGUAN TUMBANG ANAK
3. Gangguan perkembangan bahasa
– Kemampuan bahasa merupakan kombinasi
seluruh sistem perkembangan anak
– Kemampuan berbahasa melibatkan kemapuan
motorik, psikologis, emosional, & perilaku
– Gangguan perkembangan bahasa pd anak dpt
diakibatkan oleh: faktor genetik, gangguan
pendengaran, intelegensia rendah, kurangnya
interaksi anak dgn lingkungan, & faktor keluarga
(gagap dpt disebabkan karena tekanan dari orang
tua agar anak bicara jelas)
GANGGUAN TUMBANG ANAK
4. Gangguan Emosi dan Perilaku
– Selama tahap perkembangan, anak juga dpt mengalami
berbagai gangguan yg terkait dgn psikiatri
– Kecemasan adalah salah satu gangguan yg muncul pd
anak & memerlukan suatu intervensi khusus apabila
mempengaruh interaksi sosial & perkembangan anak
– Contoh kecemasan yg dapat dialami anak adalah fobia
sekolah, kecemasan berpisah, fobia sosial, &kecemasan
setelah mengalami trauma
– Gangguan perkembangan pervasif pada anak meliputi
autisme serta gangguan perilaku & interaksi sosial
PENUTUP
• Pertumbuhan & perkembangan merupakan suatu
proses yg diawali dari konsepsi (pembuahan)
sampai pematangan atau dewasa
• Melalui proses tsb anak tumbuh menjadi lebih
besar & bertambah matang dalam segala aspek baik
fisik, emosi, intelektual, maupun psikososial
• Apabila terdapat suatu masalah dalam proses tsb
maka akan berakibat terhambatnya anak mencapai
tingkat TumBang yg sesuai dgn usianya
• Apabila gangguan ini berlanjut maka akan menjadi
suatu bentuk kecacatan yang menetap pada anak
PENUTUP
• Apabila sejak dini gangguan TumBang sudah terdeteksi,
maka kita dapat melakukan suatu intervensi sesuai dgn
kebutuhan anak
• Melalui intervensi yg dilakukan sejak dini TumBang
anak pada tahap selanjutnya dapat berjalan dgn lebih
baik
• Gangguan TumBang merup. masalah yg banyak
dijumpai di masyarakat, shg semua komponen yg
terlibat dlm TumBang anak, yaitu orang tua, guru, &
masyarakat dpt bekerja sama dlm melakukan
pemantauan sejak dini
• Tujuan akhir dari pemantauan dini gangguan TumBang
anak adalah terwujudnya generasi harapan bangsa
yang lebih baik & berkualitas