Anda di halaman 1dari 45

*

Oleh :
Ninta Br Sembiring (71170891197)

KEPANITERAAN KLINIK SENIOR


RUMAH SAKIT HAJI MEDAN
2017
Definisi Persalinan

persalinan adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup
bulan (37-42 minggu), lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang
berlangsung selama 18 jam produk konsepsi dikeluarkan sebagai akibat
kontraksi teratur, progresif, sering dan kuat yang nampaknya tidak saling
berhubungan bekerja dalam keharmonisan untuk melahirkan bayi.
Dikenal beberapa istilah menurut umur kehamilan dan berat badan bayi
yang dilahirkan, yaitu
Abortus adalah pengeluaran buah kehamilan sebelum kehamilan 20 minggu atau
bayi dengan berat badan kurang dari 500 gram.

Partus imaturus adalah pengeluaran buah kehamilan antara 20 sampai 28 minggu


atau bayi dengan berat badan antara 500 – 1000 gram

Partus prematurus adalah pengeluaran buah kehamilan antara 28 sampai 37 minggu


atau bayi dengan berat badan antara 1000 – 2500 gram

Partus matures atau partus aterm adalah pengeluaran buah kehamilan antara 37
sampai 42 minggu atau dengan bayi dengan berat badan 2500 gram atau lebih

Partus postmaturus atau partus serotinus adalah pengeluaran buah kehamilan


setelah kehamilan 42 minggu
Bentuk-Bentuk Persalinan

Persalinan spontan

Proses lahirnya bayi dengan tenaga ibu sendiri tanpa bantuan alat-alat serta tidak melukai
ibu dan bayi yang umumnya berlangsung kurang dari 24 jam.

Persalinan Bantuan

Proses persalinan yang di bantu dengan tenaga dari luar misalnya ekstraksi
dengan forsep atau dilakukan operasi seksio caesaria

Persalinan Anjuran

Pada umumnya persalinan terjadi bila sudah besar untuk hidup di luar, tetapi
sedemikian besarnya sehingga menimbulkan kesulitan dalam persalinan, kadang-
kadang persalinan tidak di mulai dengan sendirinya tetapi baru berlangsung setelah
pemecahan ketuban, pemberian pitocin atau prostaglandin
Persiapan Persalinan

a. Tempat persalinan
b. Memilih tenaga kesehatan terlatih seperti ( dokter atau bidan)
c. Siapa yang akan menemani persalinan
d. Biaya persalinan
e.Mempersiapkan barang-barang yang diperlukan untuk persalinan
f. Hindari kepanikan dan ketakutan
 Siapkan diri ibu, ingat bahwa setelah semua ini ibu akan mendapatkan buah hati yang
didambakan.
 Simpan tenaga anda untuk melahirkan
 Dengan bersikap tenang, ibu dapat melalui saat persalinan dengan baik dan lebih siap
Dukungan dari orang – orang terdekat,
Persalinan ditentukan oleh 3 faktor “P” utama
•Power
His (kontraksi ritmis otot polos uterus), kekuatan mengejan ibu, keadaan kardiovaskular
respirasi metabolic ibu.
•Passage
Keadaan jalan lahir
•Passanger
Keadaan janin (letak, presentasi, ukuran/berat janin, ada/tidak kelainan anatomic mayor).
Penurunan kadar progesteron

Teori oksitosin

Teori Persalinan Keregangan otot-otot

Pengaruh janin

Teori prostaglandin

Letak janin

Presentasi janin
Orientasi Janin
Sikap dan postur janin

Posisi janin
Presentasi Puncak kepala Presentasi Muka Presentasi Sinsiput Presentasi Dahi

Presentasi Bokong Murni Presentasi Bokong. (A) Complete Breech, (B) Frank Breech, (C) Footling atau
Incomplete Breech
Pemeriksaan Leopold
Leopold I
Pemeriksaan ini dapat berguna untuk memperkirakan usia
kehamilan, walau ada keterbatasannya

Leopold II
Pemeriksa memegang kedua sisi abdomen untuk mengetahui letak
fetus dengan menggunakan jari-jarinya untuk mengetahui lokasi
tulang belakang fetus dan bagian kesil (ekstremitas

Leopold III
Juga dikenal dengan Pawlik’s grip. Pemeriksa memegang bagian
teratas dan terendah janin dengan meletakan jari di atas simfisis
pubis dan di fundus uteri. Dengan cara ini dapat diketahui
presentasi janin

Leopold IV
Pemeriksa menghadap kaki pasien dan meletakkan tangannya di
kedua SIAS untuk mengetahui apakah bagian terbawah janin sudah
engage ke pelvis ibu
Pemeriksaan Vagina

Kedudukan, dapat
diketahui :
Palpasi Cervix, Dengan Presentasi, yaitu dapat
1. Kalau presentasinya
melakukan palpasi cervix ditentukan :
bokong, dimanakah
kita dapat menentukan : 1. Apakah
sacrumnya? Dan kaki
1. Apakah cervix lunak presentasinya –
dalam keadaan
/ kenyal? kepala, bokong,
fleksi atau extensi?
2. Apakah cervix tipis atau bahu?
2. Pada presentasi
dan mendatar atau 2. Apakah ada caput
kepala carilah
tebal dan panjang? succendaneum? Dan
sutura sagitalisnya
3. Apakah cervix mudah apakah kecil atau
3. Apakah sutura
di dilatasikan / tidak? besar?
sagitalis ada di
4. Apakah cervix 3. Sampai dimana
tengah?
tertutup atau turunnya bagian
4. Apakah bregma di
terbuka? terendah janin?
kanan ata kiri ?
anterior atau
posterior
Mekanisme Persalinan Normal

Proses Persalinan
Untuk menerangkan persalinan, dipengaruhi oleh “POWER, PASSAGE,PASSENGER”2:
a. tenaga yang mendorong anak keluar, yaitu :
• his
• tenaga mengejan/meneran
b. perubahan-perubahan pada uterus dan jalan lahir dalam persalinan
c. gerakan anak pada persalinan

Tenaga yang mendorong anak keluar


 His
 His ialah kontraksi otot-otot rahim pada persalinan
 Tenaga mengejan/meneran
 Tenaga mengejan hanya dapat berhasil jika pembukaan sudah lengkap, dan
paling efektif sewaktu kontraksi rahim
Perubahan-perubahan pada uterus dan jalan lahir dalam
persalinan

Keadaan segmen atas dan segmen bawah rahim pada persalinan

Sifat kontraksi otot rahim


 Setelah kontraksi, otot tersebut tidak berelaksasi kembali ke keadaan sebelum kontraksi (Retraksi)
 Kontraksi tidak sama kuatnya, tetapi paling kuat di daerah fundus uteri dan berangsur berkurang ke
bawah dan paling lemah pada segmen bawah rahim

Perubahan bentuk rahim


Pada tiap kontraksi, sumbu panjang rahim bertambah panjang, sedangkan ukuran melintang maupun
ukuran muka belakang berkurang

Faal ligamentum rotundum dalam persalinan


Jika uterus berkontraksi, otot-otot ligamentum ini ikut berkontraksi sehingga menjadi lebih pendek

Perubahan pada serviks


Pendataran serviks
Pembukaan serviks

Perubahan pada vagina dan dasar panggul


1. Engagement
Mekanisme yang digunakan oleh diameter parietal-diameter transversal kepala janin pada presentasi
oksiput untuk melewati pintu atas panggul

Sinklitisme
Peristiwa yang terjadi adalah sinklitismus. Pada presentasi belakang kepala ,
engagement berlangsung apabila diameter biparietal telah melewati pintu atas
panggul. Kepala paling sering masuk dengan sutura sagitalis melintang.

Asinklitisme
Asinklitisme anterior, menurut Naegele ialah arah sumbu kepala membuat sudut lancip ke depan
dengan pintu atas panggul. Dapat pula terjadi asinklitismus posterior yang menurut Litzman
ialah apabila keadaan sebaliknya dari asinklitismus anterior

asinklitismus anterior Asinklitismus posterior


2. Descens (penurunan kepala)

3. Fleksi
Pada gerakan ini, dagu mendekat ke dada janin

Proses Fleksi Empat derajat fleksi kepala (A). Fleksi buruk, (B). Fleksi
sedang, (C) Fleksi lebih lanjut, (D) Fleksi lengkap

4. Rotasi Interna ( Putaran Paksi Dalam)

Mekanisme persalinan untuk ubun-ubun kecil


kiri lintang: (A). Asinklitismus posterior pada
tepi panggul diikuti fleksi lateral,
menyebabkan (B) asinklitismus anterior, (C)
Engagement, (D) Rotasi dan ekstensi
5. Ekstensi
Setelah putaran paksi selesai dan kepala sampai di dasar panggul terjadilah ekstensi atau
defleksi kepala. Hal ini disebabkan karena sumbu jalan lahir pada pintu bawah panggul
mengarah ke depan dan ke atas sehingga kepala harus mengadakan ekstensi untuk
melaluinya

Permulaan ekstensi Ekstensi kepala

6. Rotasi Eksterna (putaran paksi luar) 2


Setelah kepala lahir, belakang kepala anak memutar kembali kea rah punggung anak untuk
menghilangkan torsi pada leher yang terjadi karena putaran paksi dalam

Rotasi eksterna
7. Ekspulsi
Setelah putaran paksi luar, bahu depan sampai di bawah simfisis dan menjadi hipomoklion untuk kelahiran bahu
belakang. Kemudian bahu depan menyusul dan selanjutnya seluruh badan anak lahir searah dengan paksi jalan
lahir.

Kelahiran bahu depan Kelahiran bahu belakang


Kala I Kala II (Kala Pengeluaran Janin)
waktu untuk pembukaan serviks sampai Pada kala II his menjadi lebih kuat dan
menjadi pembukaan lengkap 10 cm, lebih cepat, kira-kira 2 sampai 3 menit
disebut kala pembukaan sekali. Karena biasanya kepala janin
sudah masuk di ruang panggul, maka pada
 Fase laten : Berlangsung selama 8 jam. his dirasakan tekanan pada otot-otot
Pembukaan terjadi sangat lambat sampai dasar panggul, yaitu secara reflektoris
mencapai ukuran diameter 3 cm menimbulkan rasa mengedan. Ibu merasa
 Fase aktif : Dibagi dalam 3 fase lagi pula2 :
yakni: •Tekanan pada rectum
1. Fase akselerasi: dalam waktu 2 jam •Hendak buang air besar
pembukaan 3 cm tadi menjadi 4 cm •Perineum mulai menonjol dan melebar
2. Fase dilatasi maksimal: dalam waktu 2 •Anus membuka
jam pembukaan berlangsung sangat •Labia mulai membuka dan tidak lama
cepat, dari 4cm, menjadi 9 cm kemudian kepala janin tampak dalam
3. Fase deselerasi: pembukaan menjadi vulva pada waktu his.
lambat kembali. Dalam waktu 2 jam
pembukaan dari 9 cm menjadi lengkap.
Kala III (Kala Pengeluaran Uri) Kala IV (Kala Pengawasan)
Terdiri dari 2 fase, yaitu: Merupakan kala pengawasan selama 1
(1) fase pelepasan uri, jam setelah bayi dan uri lahir untuk
(2) fase pengeluaran uri. Setelah anak mengamati keadaan ibu terutama
lahir, his berhenti sebentar, tetapi timbul terhadap bahaya perdarahan postpartum.
lagi setelah beberapa menit. 7 pokok penting yang harus diperhatikan
Tanda-tanda pelepasan plasenta: pada kala 4 :
•Uterus menjadi bundar 1) kontraksi uterus harus baik,
•Perdarahan, terutama perdarahan 2) tidak ada perdarahan pervaginam
sekonyong-konyong dan agak banyak (±250 atau dari alat genital lain,
cc) 3) plasenta dan selaput ketuban harus
•Memanjangnya bagian tali pusat yang lahir sudah lahir lengkap,
•Naiknya fundus uteri karena naiknya rahim 4) kandung kencing harus kosong,
sehingga lebih mudah digerakkan. 5) luka-luka di perineum harus
dirawat dan tidak ada hematoma,
6) resume keadaan umum bayi, dan
7) resume keadaan umum ibu.
Persalinan normal adalah persalinan yang terjadi pada kehamilan aterm (bukan premature
atau postmatur),mempunyai onset yang spontan (tidak diinduksi), selesai setelah 4 jam dan
sebelum 24 jam sejak saat awitannya, mempunyai janin tunggal dengan presentase puncak
kepala, terlaksana tanpa bantuan artificial, tidak mencakup komplikasi, plasenta lahir
normal.Persalinan normal disebut juga partus spontan, adalah proses lahirnya bayi pada letak
belakang kepala dengan tenaga ibu sendiri, tanpa bantuan alat-alat serta tidak melukai ibu
dan bayi yang umumnya berlangsung kurang dari 24 jam.

Bentuk-Bentuk Persalinan:Persalinan spontan, Persalinan Bantuan, Persalinan Anjuran


menjelang kelahiran sang bayi, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan.

Tanda – Tanda Melahirkan Gejala paling sering menjelang persalinan adalah rasa mulas. Perut
terasa seperti kram, mirip saat menstruasi. Ada juga yang merasa mual, kembung, dan nyeri
punggung

Kala 1 (dari pembukaan 1 sampai lengkap),Kala II (dari pembukaan lengkap sampai bayi
lahir),Kala III (dari bayi lahir hingga plasenta lahir) dan kala IV (pengawasan .
*

STATUS ORANG SAKIT


Identitas Pasien Identitas Suami
Nama : Ny. R Nama Suami : Tn. S
Umur : 32 Tahun Umur : 35 Tahun
Agama : Islam Agama : Islam
Suku : Melayu Suku : Batak
Pekerjaan : IRT Pekerjaan : PNS
Pendidikan : SMP Pendidikan : S1
Alamat : Jalan Gurila no. 118 Alamat : Jalan Gurila
no.118
Tanggal masuk : 21 November 2017
Pukul : 19 .40 WIB
NO.RM : 25-82-68
ANAMNESA
Ny.R, 32 tahun, G2P1A0, Melayu, Islam, IRT, SMA, i/d Tn.S, 35 tahun,
Batak, Islam, S1, PNS. Pasien datang ke VK dengan:

Keluhan Utama :Mules-mules.


Telaah : Pasien datang ke RSHM diantar oleh suaminya pada
tanggal 21-11-2017 pada pukul 19.40 WIB dengan keluhan mules-
mules mau, hal ini dialami Os sejak pukul 15.30 WIB, Riwayat keluar
air-air (+) sejak tanggal 21-11-2017 pukul 17.00 WIB. Riwayat
demam (-). Riwayat merokok (-). Riwayat keluar lendir darah dari
kemaluan (-). Riwayat keluar jaringan dari kemaluan (-). Riwayat
trauma/jatuh (-). Riwayat bercampur dengan suami beberapa hari
ini (-), Riwayat Trauma (-), Riwayat perut di kusuk (-), BAB dan BAK
dalam batas normal.
RPT/RPO : -/-
HPHT : 14-02-2017
TTP : 21-11-2017
ANC :Bidan 1x
Sp.OG 2x
* Perdarahan Ante partum :
Kapan mulai : (-) Perdarahan ke : (-)
Banyaknya : (-) Darah Beku : (-)
Rasa Nyeri : (-) Trauma : (-)

* Tanda- tanda keracunan hamil :


Edema : (-) Vertigo : (-)
Pening : (-) Gangguan visus : (-)
Mual : (-) Kejang – kejang : (-)
Muntah`: (-) Coma : (-)
Nyeri ulu hati: (-) Icterus : (-)
Ginekologik / Keluarga :
Menarche : 13 tahun Haid terakhir : 14-02-2017
Lama : 6-7hari TTP : 21-11-2017
Dysmenorrhea : (-) Hamil kembar : (-)
Flour albus : (-) Lain-lain : (-)

Perdarahan Postpartum :
Retensio plasenta : (-) Kala : (-)
Placenta rest : (-) Banyaknya : (-)
Infus/transfusi : (-) Atonia uteri : (-)

Riwayat Kehamilan Dan Persalinan :


Kawin : 1 kali Umur Kawin : 20 tahun
Berobat Mandul : (-)
Family Planning : (-)
Riwayat Persalinan:
G2P1A0, Anak 1 Perempuan, Aterm, 2500 gr, Psp, Bidan, Klinik
bersalin, Sehat, 7 th.
Penyakit yang Pernah diderita :
Anemia : (-) Veneral disease : (-)
Hipertensi : (-) Penyakit jantung : (-)
Penyakit Ginjal: (-) Trauma : (-)
Diabetes : (-) Operasi : (-)
Tuberkulosis : (-) Penyakit lain : (-)
Hasil Pemeriksaan Umum:

Berat Badan : 71 kg Nadi : 80x/I


Tinggi Badan : 152 cm Tek.darah : 110/70mmHg
Type Badan : Sedang Suhu : 36,5ºC
Keadaan umum: Baik Pernapasan : 20x/i
Keadaan gizi : Cukup anemi : (-)
Kesadaran : Compos Mentis Icterus : (-)
Tenang/gelisah: Tenang Edema : (-)/(-)
Cor : Normal cyanosa : (-)
Pulmo : Normal dyspnoe : (-)
T.H.T : Normal refleks :Normal
Status Lokalis
Abdomen : Membesar asimetris
Tinggi fundus uteri : 3 Jari dibawah processus xhypoideus
Punggung : Kiri
Bagianterbawah : Kepala
Turunnya : 4/5
S.B.R : Dalam batas normal
Ring V. Bandl : Tidak ada
Lig.rotundum : Dalam batas normal
Meteorismus : Tidak
D.D.A : (+) 140 x/i
Formula Johnsoon : (32 cm – 12) x 155
Taksiran BB anak : 3040 gr
Osborn : Negatif
HIS : 2x40’’/10i
Gerak : (+)
* Leopold
Leopold 1 : Teraba sensasi massa besar noduler, fundus 3 jari di
bawah prosesus xipoideus (32cm ).
Leopold II : abdomen sebelah kanan kecil ireguler dan mudah di
gerakan dan abdomen sebelah kiri teraba keras
Leopold III : Teraba masa keras dan bulan serta tidak dapat
digerakan
Leopold IV : Polus sefalik sudah masuk jalan lahir (engaged)

* X – Ray Pelvimetri
Conj. Vera : Tidak Dilakukan Pemeriksaan
Conj. Transversa : Tidak Dilakukan Pemeriksaan
Conj . Oblique : Tidak Dilakukan Pemeriksaan

* Ro Foto / Sinartembus
Thorax : Tidak Dilakukan Pemeriksaan
Abdomen : Tidak Dilakukan Pemeriksaan
* Pemeriksaan Dalam
Tanggal : 21-11-2017
Jam : 21.00 WIB
Dokter/Bidan : PPDS
Indikasi :Inpartu
Pembukaan : 4 cm
Cervix : Anterior
Effacement : 60 %
Selaput Ketuban : (+)
BagianTerbawah : Kepala
Turunnya : Hodge I
Posisinya : Presentasi kepala
Promontorium : Tidak teraba
Lin.inominata : Teraba 2/3 anterior
Sacrum : Cekung
S.Ischiadica : Tidak menonjol
Arcus Pubis : Tumpul
Coccygeus : Mobile
Vagina : Dalam Batas Normal
Vulva : Dalam Batas Normal
SarungTangan : Lendir darah (+), air ketuban (-)
Meconium : (-)
Tanggal :21-11-2017
Jam : 00.00 WIB
Dokter/Bidan : PPDS
Indikasi : Inpartu
Pembukaan : 8 cm
Cervix : Axial
Effacement : 80%
Selaput Ketuban : (+)
BagianTerbawah : Kepala
Turunnya : Hodge 3
Posisinya : Presentasi kepala
Promontorium : Tidak teraba
Lin.inominata : Teraba 2/3 anterior
Sacrum : Cekung
S.Ischiadica : Tidak menonjol
Arcus Pubis : Tumpul
Coccygeus : Mobile
Vagina : Dalam Batas Normal
Vulva : Dalam Batas Normal
SarungTangan : Lendir darah (+), air ketuban (-)
Meconium : (-)
Tanggal : 22-11-2017
Jam : 02.00 WIB
Dokter/Bidan : PPDS
Indikasi : Inpartu
Pembukaan : Lengkap (10 cm)
Cervix : Axial
Effacement : 100%
Selaput Ketuban : (-)
BagianTerbawah : Kepala
Turunnya : Hodge 4
Posisinya : Presentasi kepala
Promontorium : Tidak teraba
Lin.inominata : Teraba 2/3 anterior
Sacrum : Cekung
S.Ischiadica : Tidak menonjol
Arcus Pubis : Tumpul
Coccygeus : Mobile
Vagina : Dalam Batas Normal
Vulva : Dalam Batas Normal
SarungTangan : Lendir darah (+), air ketuban (+)
Meconium : (-)
* Diagnosa:
Second Gravida + Kehamilan dalam rahim 39 minggu + Janin
Tunggal + Presentasi Kepala + Anak Hidup + Inpartu

* PEMERIKSAAN PENUNJANG
USG TAS (Tanggal 21-11-2017)
Janin Tunggal, Persentasi Kepala, Anak Hidup
Fetal Movement (FM) : (+)
Fetal Heart Rate (FHR) : (+)
Biparietal Diameter (BPD) : 90,6 mm
Abdominal Circumference (AC) :331,1 mm
Femur Length (FL) : 74 mm
Amniotic Fluid Index : 5 cm
Plasenta Fundal Grade III
- Kesimpulan : KDR (38-39) mgg + PK + JT + AH
Hasil laboratorium tanggal 22-11-2017 pukul 09.15 WIB
Hematologi
Darah rutin Nilai Nilai Rujukan satuan
Hemoglobin 12,6 12 – 16 g/dl
Hitung eritrosit 4,1 3,9 - 5,6 10*5/µl
Hitung leukosit 9.600 4,000- 11,000 /µl
Hematokrit 36,0 36-47 %
Hitung trombosit 285.000 150,000-450,000 /µl

Index eritrosit
MCV 85,4 80 – 96 fL
MCH 28,2 27 – 31 pg
MCHC 33,1 30 – 34 %

Hitung jenis leukosit


Eosinofil 2 1–3 %
Basofil 0 0–1 %
N.Stab 0 2– 6 %
N. Seg 73 53–75 %
Limfosit 19 20–45 %
Monosit 6 4–8 %
LED 62 0-20 mm/jam

Kimia Klinik Satuan Nilai Rujukan


Glukosa Darah Sewaktu : 61 mg/dL < 140
* Diagnosa:
Second Gravida + Kehamilan dalam rahim 39 minggu + Janin
Tunggal + Presentasi Kepala + Anak Hidup + Inpartu

* Lapor Supervisor Dr. A.Khuwalid Sp.OG


Advice:
IVFD RL 20 gtt/i
Pantau Vital Sign
Pantau DJJ, HIS, Pembukaan
Jam 20.00 WIB S: Mulas-mulas R/ Awasi persalinan
Tetesan IVFD RL 20 gtt/i
O:

Sensorium:ComposMentis

TD : 130/80 mmHg

HR : 80x/menit

RR : 24x/menit

T : 36ºC
Abdomen:Membesar asimetris

TFU :3 jari dibawah Proseseus


xipoideus, kontraksi (+)

Punggung : Kiri

Bagian terbawah : Kepala

Turunnya : 4/5

VT : 4 cm

DJJ : (+) 140x/i

His : 2x20’’/10’

Gerak : (+)
Jam 21.00 WIB S: Mulas-mulas R/ Awasi Persalinan

O: Tetesan IVFD RL 20 gtt/i

Sensorium:ComposMentis

TD : 120/80 mmHg

HR : 90x/menit

RR : 24x/menit

T : 36 oC

His : 2x30 detik

DJJ : 140x/i
Jam 22.00 WIB S: Mulas-mulas
R/ Awasi Persalinan
O:

Sensorium: Compos Mentis


Tetesan IVFD RL 20 gtt/i
TD : 110/70 mmHg

HR : 88 x/menit

RR : 24x/menit

T : 36,8 oC

His : 2x35 detik

DJJ : 150x/i
Jam 23.00 WIB S: Mulas-mulas P:

O: sensorium:ComposMentis Awasi Persalinan

TD : 130/80 mmHg Tetesan IVFD RL 20 gtt/i

HR : 92 x/menit

RR : 24x/menit

T : 36,3 oC

His : 3x40 detik

DJJ : 150x/i
S : mules-mules
22-11-2017 P:
Jam 00.00
O: Awasi Persalinan
Sensorium: Compos Mentis Tetesan IVFD RL 20 gtt/i
TD : 130/80 mmHg

HR : 100x/menit

RR : 24x/menit

T : 36oc

Abdomen : Membesar asimetris

TFU : 3 jari dibawah Proseseus


xipoideus, kontraksi (+)

Punggung : Kiri

Bagian terbawah : Kepala

Turunya : 3/5

VT : 8 cm

DJJ : (+) 142x/i

His : 4x40’’/10’

Gerak : (+)
Jam 01.00 S: Mules-mules P:

O: Awasi Persalinan

Sensorium: ComposMentis Tetesan IVFD RL 20 gtt/i

TD : 120/80 mmHg

HR : 100 x/menit

RR : 24x/menit

T : 36oC

His : 4x40 detik

DJJ : 150x/i
S : mules-mules
Jam 02.00 P:
O: Tetesan IVFD RL 20 gtt/i
Sensorium: Compos Mentis R:
TD : 130/80 mmHg
Pimpin kala II (Persalinan)
HR : 98x/menit

RR : 24x/menit

T : 36oc

Abdomen : Membesar asimetris

TFU : 3 jari dibawah Proseseus


xipoideus, kontraksi (+)

Punggung : Kiri

Bagian terbawah : Kepala

Turunya : 0/5

VT : 10 cm

DJJ : (+) 140x/i

His : 5x40’’/10’

Gerak : (+)
PERIHAL PERSALINAN
LAPORAN PSP
Operator : Dr. A.Khuwalid Sp.OG
Tanggal : 22-11-2017
Jam : 02.00 WIB

Langkah-langkah PSP :
Ibu di baringkan di meja Ginekologi dengan posisi Lititomi.
Lakukan pengosongan kandung kemih.
Lakukan pembersihan jalan lahir pada vagina meliputi labia mayor dan labia minora.
Pada his yang adekuat tampak kepala bayi maju mundur, kemudian menetap.
Pada his berikutnya ibu dipimpin mengejan dan dengan sub oksiput sebagai hipomoklion,
lahir lah berturut-turut uuk, uub, dahi, dagu dan seluruh kepala
Terjadi putar paksi luar, dengan dipegang biparietal kepala di tarik kebawah untuk menarik
bahu depan dan kepala di tarik ke atas untuk melahirkan bahu belakang, kemudian lahir
seluruh tubuh.
Lahir bayi laki-laki dengan berat badan lahir 2500 gr, panjang bayi lahir 49 cm, apgar skor
9/10, anus positif
Tali pusat diklem didua tempat dan digunting diantaranya, kandung kemih dikosongkan
dengan ptt di tunggu 5-10 menit, plasenta lahir spontan dengan kesan lengkap.
Laserasi jalan lahir dilakukan repair dengan menggunakan chromic cat gut no 2.0.
Evaluasi jalan lahir tidak ditemukan kelainan
Evaluasi perdarahan terkontrol, keadaan ibu post partum baik.
*Terapi:
*IVFD RL + oksitosin 10 IU 20 gtt/menit
*Cefadroksil tab mg 500 3x1
*As. Mefenamat tab 3x1
*Methergin tab 3x1
*Neurodex tab 2x1
Kontraksi Tinggi Fundus
Jam Nadi Tek.Darah
Uterus Uterus

02.45 80x/i 110/60 mmhg Kuat 2 jari di bawah pusat

03.00 72x/i 130/70 mmhg Kuat 2 jari di bawah pusat

03.15 86x/i 110/60 mmhg Kuat 2 jari di bawah pusat

03.30 74x/i 120/70 mmhg Kuat 2 jari di bawah pusat

04.00 76x/i 110/60 mmhg


* Kuat 1 jari dibawah pusat

04.30 72x/i 110/60 mmhg Kuat 1 jari di bawah pusat


Tanggal 22 November 2017, jam 06.00 WIB
S : Luka heacting nyeri
O: Sensorium : Compos Mentis Anemis : -/-
TD : 110/80 mmHg Ikterik : -/-
HR : 80x/menit Dyspnoe : -
RR : 24x/menit Sianosis : -
T : 36,8ºC Oedem : -/-
SL: Abdomen: Soepel, peristaltik (+) N
TFU :1 jari dibawah umbilicus, kontraksi (+)
P/V :-
BAK : (+),
BAB : (-), flatus (+)
A: Post PSP + NH1
P: Cefadroksil tab mg 500 3x1
As. Mefenamat tab 3x1
Methergintab 3x1
Neurodex tab2x1
Luka jahit kompres kasa betadine
* Tanggal 23 November 2017, jam 06.00 WIB
S : -
O: Sensorium : Compos Mentis Anemis : -/-
TD : 120/80 mmHg Ikterik : -/-
HR : 88 x/menit Dyspnoe :-
RR : 24 x/menit Sianosis :-
T : 37ºC Oedem : -/-
SL: Abdomen : Soepel, peristaltik (+) N
TFU :1 jari dibawah umbilicus, kontraksi (+)
P/V :-
BAK : (+) Normal
BAB : (-)flatus (+)
A: Post PSP + NH2
P: Cefadroksil tab mg 500 3x1
As. Mefenamat tab 3x1
Methergintab 3x1
Neurodex tab2x1
Luka jahit kompres kasa betadine
Tanggal 24 November 2017, jam 06.00 WIB
S : -
O: Sensorium : Compos Mentis Anemis : -/-
TD : 120/80 mmHg Ikterik : -/-
HR : 88 x/menit Dyspnoe : -
RR : 24 x/menit Sianosis : -
T : 37ºC Oedem : -/-
SL: Abdomen: Soepel, peristaltik (+) N
TFU :1 jari dibawah umbilicus, kontraksi (+)
P/V :-
BAK : (+) Normal
BAB : (-) flatus (+)
A: Post PSP + NH2
P: Cefadroksil tab mg 500 3x1
As. Mefenamat tab 3x1
Methergintab 3x1
Neurodex tab2x1
Luka jahit kompres kasa betadine
R : PBJ