Anda di halaman 1dari 30

RUPTUR GINJAL

Oleh:
Riyadhi Pascasyahputra
Aulia Putri Adila
Fera Yunita

Pembimbing:
dr.Khairida Riany, Sp.Rad

12/24/17 1
PENDAHULUAN

12/24/17 2
BAB II LAPORAN
KASUS

2.1. IDENTIFIKASI
• Nama : sdr. Fakrurrazi Syaraini
• Umur : 22 tahun
• Jenis kelamin : Laki Laki
• Alamat : Desa Kampong Baro-Pidie
• Status : Belum Menikah
• Pekerjaan : Pelajar
• Agama : Islam
• Tanggal MRS : 30-10-2017
• Ruang : Raudhah 5
• No.MR : 1-14-83-35

12/24/17 3
ANAMNESIS

Keluhan utama

• Nyeri pinggang sebelah kanan

Keluhan Tambahan

• Demam dan kencing berdarah

Riwayat Penyakit Sekarang

• Pasien rujukan dari RS Meuraxa dengan keluhan nyeri


pinggang sebelah kanan setelah jatuh dari sepeda motor 17
jam yang lalu, pasien jatuh ketimpa sepeda motor di perut
sebelah kanan. Pasien juga mengeluhkan demam namun
tidak terlalu tinggi dan juga mengeluhkan BAK berdarah.
Sebelumnya pasien tidak pernah mengalami hal yang seperti
ini. BAB dalam batas normal, mual dan muntah tidak ada dan
riwayat lain
Riwayat disangkal.
Penyakit Dahulu

• (-)
12/24/17 4
Riwayat Penyakit Keluarga

• Riwayat HT (-)
• Riwayat DM (-)
• Riwayat Asma (-)
• Riwayat Alergi obat & makanan (-/-)

PEMERIKSAAN FISIK

Keadaan Umum

• a. Kesan Sakit : Berat


• b. Kesadaran : Compos mentis, GCS E4V5M6

Keadaan Sirkulasi

• Tekanan Darah : 121/55 mmHg


• Nadi : 76 x/i, regular, kuat angkat, terisi penuh
• Frekuensi Pernafasan : 20x/i
• Suhu : 38,1 C0

12/24/17 5
Status Generalisata

KEPALA

• Tengkorak : Normochepali
• Rambut : Hitam, Sukar dicabut
• Mata : Letak Simetris, Edema palpebra
(-/-), Konjungtiva anemis (+/+),
Konjungtiva hiperemis (-/-), sklera
ikterik (-/-), pupil isokor (+/+),
refleks cahaya (+/+)
• Telinga : Simetris, sekret (-/-), otoerhea
(-/-)
• Hidung : Normal, sekret (-/-), rhinorea
(-/-), nafas cuping hidung(-)
• Mulut : bibir sianosis (-), bibir kering (-)
• Tonsil : T1/T1, hiperemis (-/-)
12/24/17 • Faring : Hiperemis (-), massa (-) 6
LEHER
• Inspeksi
• Vena Jugularis, Pulsasi: normal
• Pembesaran kelenjar : tidak ada
• Masa pada leher : tidak ada
• Refluks pada hepatojugular : tidak ada
• Palpasi:
• Kuduk kaku : tidak ada
• Kelenjar tiroid : tidak ada pembesaran
• Kelenjar getah bening : tidak ada pembesaran

KETIAK

• Tidak ada pembesaran kelenjar getah bening axilla.

THORAKS

• Inspeksi
• Palpasi
• Perkusi
• Auskultasi

ABDOMEN

• Inspeksi
• Palpasi
• Perkusi
• Auskultasi
12/24/17 7
KAKI dan TANGAN
• Inspeksi
• Bentuk : normal
• Palmar Eritema : tidak ada
• Kulit : ikterik (-)
• Clubbing Finger : tidak ada
• Pergerakan : normal
• Udema : tidak ada
• Palpasi
• Kulit : normal
• Pitting edema :tidak ada
• Lain- lain : tidak ada

SENDI

• Inspeksi
• Kelainan Bentuk : tidak ada kelainan
• Pergerakan : terbatas
• Tanda Radang : tidak ada radang

12/24/17 8
Pemeriksaan Penunjang yang
Direncanakan

1. USG FAST

12/24/17 9
Keterangan:

• Usg ginjal kanan dan kiri:


• Ginjal kanan : ukuran normal, intensitas echoparenchym
meningkat, batas cortex dan medulla tak
tampak jelas,

• Ginjal kiri :ukuran normal, intensitas echoparenchym


normal, batas cortex dan medulla tampak jelas,
tak tampak ektasissistem pelviocalyceal, tidak
tampak batu/kista/massa.

• GB :ukuran normal, tidak tampak batu/massa, dinding


tak menebal.

• Pankreas : ukuran normal, intensitas echo baik, tidak


tampak massa solid atau kistik.

• Buli :ukuran normal, dinding tidak menebal, tidak


tampak batu/kista/massa.

• Kesan :suspect ruptur ginjal kanan

12/24/17 10
2. CT SCAN PELVIS TANPA KONTRAS

12/24/17 11
2.5 Pemeriksaan penunjang
JENIS PEMERIKSAAN HASIL NILAI RUJUKAN SATUAN
HEMATOLOGI
DARAH RUTIN :
Hemoglobin 11,4* 14,0-17,0 g/dl
Hematokrit 32 45-55 %
Eritrosi 3,9* 4,7-6,1 106/mm3
Trombosit 154 150-450 103/mm3
Leukosit 13,6* 4,5-10,5 103/mm3
MCV 82 80-100 fL
MCH 29 27-31 pg
MCHC 36 32-36 %
RDW 12,9 11,5-14,5 %
MPV 10,3 7,2-11,1 fL
PDW 12,2 fL
HITUNG JENIS :
Eosinofil 1 0-6 %
Basofil 0 0-2 %
Netrofil Batang 0* 2-6 %
Netrofil Segmen 82* 50-70 %
Limfosit 8* 20-40 %
monosit 9* 28 %
KIMIA KLINIK
GINJAL-HIPERTENSI
Ureum 27 13-43 Mg/dl
Kreatinin 0,82 0,67-1,17 Mg/dl

12/24/17 12
JENIS HASIL NILAI RUJUKAN SATUAN
PEMERIKSAAN
URINALISIS
Makroskopik :
Warna Kuning pekat
Kejernihan Keruh
Berat jenis 1,015 1,0003-1,030
pH 8,0 5,0-9,0
lekosit Negatif Negatif
protein Positif (+1) Negatif
glukosa Negatif Negatif
keton Positif negatif LPB
nitrit Negatif Negatif
urobilinogen Positif Negatif
bilirubin Negatif Negatif
mikroskopik :
sedimen urine :
leukosit 8-10

12/24/17 13
2.6 Diagnosa
Kerja
• Ruptur ginjal kanan 2.7
grade IV
Penatalaksanaan
• Head up 300
• IVFD RL 1500cc/24
Jam
• Inj. Ceftriaxon 2gr/24
jam
• Drip Pct 1gr/8 jam
12/24/17 • Inj. Ranitidin 1 14
2.9 Status follow
up
Tanggal SOAP Terapi
30/1017 S:
[H+1] -Demam(+) -Nacl 0,9% 20 gtt/menit
Senin -nyeri pinggang kanan(+) - tramadol 1 amp/8 jam
-nyeri perut kanan(+) -Cefotaxime 1gr/12 jam
- BAK berwarna merah kehitaman(+) -Paracetamol inf/8 jam

O: jejas(+)
TD: 120/80 mmHg, Nadi: 80 x/i
RR: 20 x/I, T: 38,10C
A: blunt abdominal injury + ruptur renal dextra
P: FAST
31/10/17 S: -head up 30
[H+2] -Demam(+) - diet MB
selasa -nyeri pinggang kanan(+) -IVFD RL 20 gtt/menit
-nyeri perut kanan(+) -inj ceftriaxon 2g/12 jam
- BAK berwarna merah kehitaman(+) -Ranitidinie 50mg /12 jam
-Paracetamol inf/8 jam
O: jejas(+)
GCS 15
TD: 100/63 mmHg, Nadi:84 x/i,
RR: 21 x/i, T:37,8 0C
A: blunt abdominal injury + ruptur renal dextra
P: CT SCAN

12/24/17 15
1/11/17 S: -head up 30
[H+3] -demam (-) - diet MB
rabu -nyeri pinggang kanan(+) -IVFD RL 20 gtt/menit
- nyeri perut kanan(+) -inj ceftriaxon 2g/12 jam
- BAK berwarna merah kehitaman(-) -Ranitidinie 50mg /12 jam
O: jejas(+) -Paracetamol inf/8 jam
TD:120/90 mmHg, Nadi: 80 x/i,
RR: 20 x/I, T:36,7 0C
A: blunt abdominal injury dengan hemodinamik
stabil ruptur renal dextra grade IV
P.

2/11/17 S: - -head up 30
[H+4] -demam (-) - diet MB
Kamis -nyeri pinggang kanan(+) -IVFD RL 20 gtt/menit
- nyeri perut kanan(+) -inj ceftriaxon 2g/12 jam
- BAK berwarna merah kehitaman(-) -Ranitidinie 50mg /12 jam
O: -Paracetamol inf/8 jam
TD: 120/90 mmHg, Nadi: 83 x/i,
RR: 20x/I, T:36,9 0C
A:
P:
12/24/17 16
3/11/17 S -head up 30
[H+5] -demam (-) - diet MB
jumat -nyeri pinggang kanan(+) -IVFD RL 20 gtt/menit
- nyeri perut kanan(+) -inj ceftriaxon 2g/12
-BAK berwarna merah kehitaman(-) jam
O: -Ranitidinie 50mg /12
TD: 120/90 mmHg, Nadi: 89 x/i jam
RR: 20 x/I, T:36,70C -Paracetamol inf/8 jam
A:
P:

12/24/17 17
Bab 3

ANATOMI
GINJAL

12/24/17 18
Ruptur Ginjal
Definisi
• Ruptur ginjal adalah robek atau koyaknya jaringan ginjal
secara paksa

Etiologi
Cedera ginjal :
1. langsung akibat benturan yang mengenai daerah pinggang atau
2. tidak langsung yaitu merupakan cedera deselerasi akibat pergerakan
ginjal secara tiba-tiba di dalam rongga retroperitoneum
Jenis cedera: cedera tumpul, luka tusuk, ataupun luka tembak

12/24/17 19
• Patogenesis
Goncangan ginjal di dalam rongga
retroperitoneum menyebabkan regangan
pedikel ginjal sehingga menimbulkan robekan
tunika intima arteri renalis. Robekan ini akan
memicu terbentuknya bekuan-bekuan darah
yang selanjutnya dapat menimbulkan
trombosis arteri renalis beserta cabang-
cabangnya

12/24/17 20
GRADE RUPTURE GINJAL

Klasifikasi AAST
(American Associate
of Surgery)

12/24/17 21
DIAGNOSIS
• Gejala klinis
– nyeri di daerah pinggang
– terlihat jejas berupa ekimosis
– hematuria makroskopik ataupun mikroskopik
– Pada trauma mayor atau rupture pedikel sering kali pasien datang
dalam keadaan syok berat dan terdapat hematoma di daerah pinggang
yang makin lama makin membesar
• Laboratorium
– Urinalisis

• Radiologi (BAB 4)

12/24/17 22
PENATALAKSANAAN
• Non-Operatif dan Konservatif
• Trauma minor: OBSERVASI
– tanda-tanda vital (tensi, nadi, suhu tubuh),
– kemungkinan adanya penambahan massa di pinggang, adanya pembesaran
lingkaran perut,
– penurunan kadar hemoglobin darah
– perubahan warna urin pada pemeriksaan urine serial
• Operatif
• Trauma ginjal mayor dengan tujuan untuk segera menghentikan perdarahan.
Selanjutnya, mungkin dilakukan debridement, reparasi ginjal (berupa renorafi
atau penyambungan vaskuler) atau tidak jarang harus dilakukan nefrektomi
parsial bahkan nefrektomi total karena kerusakan ginjal yang sangat berat.

12/24/17 23
Bab 4
GAMBARAN RADIOLOGI
• Foto Konvensional

Gambar 4. Gambar radiografi ruptur ginjal spontan. (a)


psoas line kiri terlihat normal (panah hitam), psoas line
kanan tidak terlihat (panah merah). (b,c) IVU diambil pada
menit ke-15 dan 45, terlihat ekstravasasi meluas di
peripelvis dan perirenal
12/24/17 24
• Ultrasonografi (USG)

Gambar 5. Penampakan ruptur ginjal spontan. (a,b) terlihat


defek berdiameter 4.5 mm pada pelvis renali. (c)
penampakan USG Doppler berwarna, terlihat aliran warna
pada ginjal yang berhubungan dengan kompresi oleh
urinoma
12/24/17 25
• CT-Scan

Gambar 7. Tampak hematoma


Gambar 6. Tampak ruptur renal
mengelilingi ginjal kiri dan
bilateral pada pemeriksaan CT-
ekstravasasi material kontras
scan potongan axial
mengindikasikan ruptur renal

12/24/17 26
Gambar 8. Kontusio renalis dengan Gambar 9. Hematoma perinephric dan
hematoma subcapsular laserasi korteks renal <1 cm tanpa
ekstravasasi urin

12/24/17 27
Gambar 11. Laserasi corticomedullary
Gambar 10. Laserasi korteks renal >1 cm, juction, cellecting system renal dan
tanpa disertasi ruptur pada collecting infark segmental, oleh karena
system atau ekstravasasi urin trombosis ataupun laserasi pembuluh
darah renalis

12/24/17 28
Gambar 12. Shattered kidney, avulsi ureteropelvic
junction, dan laserasi atau trombosis arteri dan
vena renalis

12/24/17 29
BAB IV
KESIMPULAN

Telah dilaporkan pasien laki laki usia 22 tahun datang dengan keluhan nyeri
pinggang kanan sejak 17 jam sebelum masuk rumah sakit. pasien juga
mengeluhkan BAK berdarah. pasien mengaku sebelumnya baru terjadi kecelakaan
atau jatuh dari sepeda motor dan menimpa perut bagian sebelah kanan. Pasien
merupakan rujukan dari rs meuraxa dan dirujuk ke RSUDZA untuk dilakukan
pemeriksaan lebih lanjut dan dinyatakan pasien terdiagnosa sebagai ruptur renal
dextra grade IV.
Keadaan umum pasien tampak sakit berat. TD saat masuk Rumah Sakit
121/55 mmHg dengan Temperatur 38,1oC. pada pemeriksaan fisik Abdomen di
dapatkan adanya jejas pada lumbal kanan dan pada palpasi pasien merasakan nyeri
pada lumbal kanan. pada USG Ginjal kanan terdapat intensitas echoparenchym
meningkat, batas cortex dan medulla tak tampak jelas, hasil USG di diagnosa
dengan suspect ruptur ginjal kanan dan CT Scan didapatkan ruptur seluruh
ketebalan ginjal dengan hematoma yang luas disekitar ginjal tersebut dan pasien
di diagnosa adanya Ruptur ginjal kanan grade IV.
12/24/17 30