Anda di halaman 1dari 42

KISTA

BARTHOLINI

Pembimbing :
dr. Muslich Perangin-angin, Sp OG
Oleh :
Shellya Mentari (16360112)
PENDAHULUAN
 Kista bartolini ini merupakan masalah
pada wanita usia subur, kebanyakan
kasus terjadi pada usia 20 - 30 Th.
 1 : 50 wanita terkena.
 Kista bartolini bisa tumbuh dari ukuran
seperti kacang polong menjadi besar
dengan ukuran seperti telur.
 Kista bartolini tidak menular secara
seksual.
KISTA BARTHOLINI
Setiap rongga atau
Kist kantong dalam tubuh
a yang tertutup, dilapisi
epitel yang
mengandung cairan
atau bahan semisolid
Epidemiologi
 Wanita berkulit putih dan hitam > kista
bartolini atau abses bartolini daripada
wanita hispanik.
 Wanita dengan paritas yang tinggi
memiliki risiko terendah.
 Paling umum terjadi pada labia majora
Anatomi
 Posterolateral dari
vestibulum arah
jam 5 & 7
 Diperdarahi oleh
a. bulbi vestibuli
dipersarafi oleh n.
Pudendus, n.
hemoroidal
inferior
 Fungsi kelenjar bartholini :
mengeluarkan sekresi untuk membasahi
atau melicinkan permukaan vagina di
bagian caudal.
 Homolog dengan glandula
bulbourethralis pada pria.
Patofisiologi

Obstruksi
saluran
keluar

 Tanaka dan teman (2005) : Mayoritas


disebabkan oleh bakteri aerob, dengan E
Coli pada umumnya.
 Teori lain : Perubahan konsistensi mukus,
trauma mekanik dari penjahitan episiotomi
yang buruk, atau kelainan kongenital.
 Ukuran dan kecepatan pertumbuhan
dipengaruhi oleh stimulasi seksual
 Karsinoma kelenjar Bartholini jarang
dijumpai, insidensinya 0,1 per 100.000
wanita (Visco, 1996).
 Mayoritas lesi bersifat karsinoma
skuamosa atau adenokarsinoma.
Gejala Klinis
 Asimptomatik  Akut
pada kista yang
masih kecil

rasa sakit, nyeri,


 Ketidaknyamanan dan dispareunia
saat duduk,
berjalan, dan
melakukan
hubungan
seksual.
 Bisa rekurrens.
Diagnosis
 Anamnesis
 Pemeriksaan Fisik

Disekeliling abses secara khas


ada eritem dan sakit pada
palpasi. Massa biasanya
terlokalisasi di labia mayor
posterior atau vestibula bawah.
Penatalaksanaan
 Kista yang kecil, tanpa keluhan tidak
perlu ditangani.
 Antibiotik meringankan infeksinya 
tindakan marsupialisasi.
 Teknik multiple penanganan kista yang
menyebabkan gejala/menjadi infeksi.
(incisi dan drainasi, marsupialisasi)
 Kateter word 
dipasang, kateter
word ini dibiarkan
selama 4 minggu,
kemudian dilepas
akan terbentuk
saluran drainase
baru dari kista
bartholin.
 Marsupialisasi atau pembentukan
kantong, membentuk kantong yang
sebelumnya merupakan kista tertutup.
 Eksisi
LAPORAN KASUS
GINEKOLOGI
STATUS ORANG SAKIT
 
 IDENTITAS PASIEN  Identitas Suami
 Nama : Ny. H  Nama : Tn. G
 Umur : 51 Tahun
 Umur : 43 Tahun
 Agama : Islam
 Suku: Batak
 Agama : Islam
 Pekerjaan: IRT  Suku : Batak
 Pendidikan : SMA  Pekerjaan:
 Alamat : Labuan Batu Bara Wiraswasta
 Tanggal Masuk: 23/11/2017  Pendidikan : SMA
 Pukul : 11.00 WIB
Keluhan utama
• Keluar darah dari kemaluan

Telaah
• Keluar darah dari kemaluan yang telah dialami os sejak ± 1 tahun
bersifat hilang timbul terjadi pada saat haid dan memberat ± 1 bulan
ini diluar dari siklus berwarna merah segar, os mengganti duk 2-3
kali sehari, darah yang keluar disertai gumpalan-gumpalan (+)
voleme 3x ganti duk, riwayat campur suami istri berdarah (-).
Riwayat nyeri perut (-) Riwayat perut teraba benjolan (+), awalnya
kecil semakin lama semakin membesar, riwayat nyeri perut (+),
riwayat keputihan (+) berbau amis, gatal (+) berwarna kuning.
Riwayat dikusuk (-), riwayat minum jamu-jamuan (-), riwayat
penurunan berat badan (-), riwayat trauma (-), BAK dan BAB (+)
normal. RPT (-), RPO (-).
Riwayat Haid :
 Menarche: 12 tahun

 Lama haid : 2-3 hari


 Siklus Haid : 28 hari

 Volume : 2x ganti duk (pembalut) /hari


 Dysmenorrhea: (-)

 Metrorrhagia : (-)
 Menorrhagia : (-)
 Spotting : (-)

 Darah beku : (-)

 Contact bleeding : (-)

 Climacterium : (-)

 Menopause : (-)
 Kehamilan dan persalinan yang lalu :
 P4A0
 Perempuan/3000 gr/Rumah/ Bidan/20 th/ Sehat
 Laki-laki/4000 gr/Rumah/ Bidan/ 17 th/ Sehat
 Perempuan/3700 gr/Rumah/ Bidan/ 15 th/ Sehat
 Perempuan/3800 gr/Rumah/ Bidan/ 15 th/ Sehat

 Keputihan
 Jumlah : sedikit / sedang / banyak
 Warna : kekuningan
 Bau : +
 Konsistensi : encer / kental / berlendir
 Gatal (pruritus vulvae) : +
Status Perkawinan :
 Umur Kawin Istri: 28 tahun Suami : 43 tahun
 Lama Kawin : 22 tahun

 Kemandulan :-
 Frigiditas / Vaginismus :-
 Libido : kurang / sedang / kuat / hiperseksull.

 Frekuensi koitus : Tidak ditanyakan

 Orgasmus :-
 Dispareuni : -

 Kelurga Berencana : -
Gizi dan Kebiasaan
 Nafsu makan : Sedang

 Perubahan berat badan : Tidak

 Merokok / Suntil : Tidak

 Alkohol: Tidak

 Kebiasaan makan obat : Tidak ada


 Obat-obat yang di masukan kedalam vagina:

Tidak ada
Penyakit-penyakit yang pernah diderita :
 Tuberculosis: ( - )Penyakit hati :(-)
 Peny. Jantung : ( - )Penyakit ginjal : ( - )

 Penyakit endokrin: ( - ) Peny. Kelamin : ( - )


 Hipertensi : ( - )Diabetes Melitus : ( - )
PEMERIKSAAN FISIK

a. Status present
 Keadaan umum : Compos Mentis Dyspnoe : -
 Keadaan Gizi : Baik Edema : -
 Keadaan Penyakit : Cyanose : -
- Bisa jalan sendiri √ Suhu : 36,80 C
- Bisa duduk sendiri TD :120/70 mmhg
- Hanya berbaring saja Tinggi badan : 155 cm
 Berat Badan : 59 kg RR : 18 x/i
 HR : 82 x/i Anemi :+
 Habitus :- Icterus :-
 Thoraks
 Cor : Bunyi Jantung normal, reguler, Bunyi Jantung
Tambahan (-)
 Pulmo : Suara pernapasan vesikuler, suara tambahan
(-)
 Kelenjar – kelenjar supra / intra clavikula : tidak teraba
 Mamae : DBN
 Membesar :-
 Hiperpigmentasi : -
 Colostrum : -
 Secret :-
 Tumor-tumor : -
 Tegang :-
Abdomen
 Membesar : (+)
 Simetris / Asimetris : Asimetris
 Soepel : (+)
 Defense Musculare : (-)
 Hepar : Tidak Teraba
 Lien : Tidak Teraba
 Shifting Dullness : (-)
 Meteorismus : (-)
 Ascites : (-)
 Peristaltik Usus: (+) N
 Tumor : teraba massa (+) berbatas tegas pada perut bawah
 Besarnya : sebesar tinju dewasa
 Batas-batasnya : pole atas 3 jari dibawah pusat, pole bawah selentang
symphysis pubis
 Konsistensi : solid
 Permukaan : rata
 Nyeri tekan : (+)
Status Ginekologi

Pemeriksaan Dalam
 Inspekulo :

 Portio : licin

 Erosi: - - Polip : -

 Ectropion : - - Bunga kol (exophytik) : -

 Laserasi : - - Leukoplakia : -

 Ovula naboti : - - Schiller test : -


 Tampak gumpalan darah di fornix posterior,

dibersihkan tidak mengalir


Vaginal Toucher

Uterus
 Posisi : Anteflexi
 Besarnya : Sebesar tinju dewasa

 Mobilitas : Mobile

 Konsistensi : Lunak

 Sakit waktu digerakkan : (-)

 Nyeri tekan : (+)

 Parametrium Kanan/Kiri: Lemas

 Adnexa Kanan/Kiri : adnexa kanan tidak teraba dan

adneksa kiri teraba massa kistik


 Cavum douglas: Tidak menonjol

 Douglas crise : (-)


Vagina
 Dinding : Normal
 tanda-tanda peradangan : (-)
 sekret : (-)

 massa : (-)

 
Pemeriksaan sekret vagina
 Langsung: tidak dilakukan pemeriksaan

 Kultur : tidak dilakukan pemeriksaan

Pemeriksaan rectal toucher : spingter ani ketat, mukosa


rectum licin (tidak teraba massa, ampulla recti kosong
 
PAP’S SMEAR
 Diambil tanggal : (-)

 Hasil: (-)

 Anjuran : (-)
  
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pemeriksaan Radiologi
 Thorax :Cor/ pulmo dalam batas normal
 Abdomen :Tidak dilakukan pemeriksaan

 BNO-IVP :Tiak tampak kelainan tractus urinarius

USG-TAS : tanggal 23/11/2017


 KK terisi baik

 UT : Sulit dinilai, tampak gambaran hiperechoid

berbentuk gumparan dengan ukuran : 12,7cmx9,24cm.


Adnexa kanan tampak gambaran hiperechoid uk: 7,7cm
 Cairan bebas (-)

 Kesan : Mioma Uteri + kista ovarium kanan


Pemeriksaan Laboratorium tanggal 23
November 2017 jam 11.50
Hematologi
Darah rtin Nilai Nilai Rujukan satuan
Hemoglobin 10,5 12 – 16g/dl
Hitung eritrosit 4,3 3,9 - 5,6 106/µl
Hitung leukosit 5.300 4,000- 11,000 /µl
Hematokrit 33,1 36-47 %
Hitung trombosit 452.000 150,000-450,000/µl

Index eritrosit
MCV 77,0 80 – 96fL
MCH 244,4 27 – 31pg
MCHC 31.7 30 – 34 %
Hitung jenis leukosit
Eosinofil 2 1 – 3%
Basofil 0 0 – 1%
N.Stab 0 2– 6 %
N. Seg 59 53–75 %
Limfosit 31 20–45 %
Monosit 8 4–8 %

Laju Endap Darah 21 0-20 mm/jam 

Kimia Klinik
GDS 81 <140 mg/dL 
DIAGNOSA BANDING
 Mioma Uteri

 Kehamilan Uterus Gravidus

 Khoriokarsinoma

 Sarcoma Uteri

DIAGNOSA
 Mioma Uteri + kista ovarium kanan

TERAPI
 IVFD RL 20 gtt/i

 Inj. Cefotaxim 2gr/iv

 Rencana Laparatomi tanggal 24 November 2017

jam 09.00 wib


FOLLOW UP PRE-OP Tanggal 24 November
2017

 S :-
 O : sensorium : CM
TD : 120/90mmHg
HR : 70x/i
RR : 24x/i
T : 36oC
Status Lokalisata
Abdomen : soepel, peristaltik (+) N
TFU : tidak teraba ballottement
P/V :-
BAB dan BAK : (+) N
 A : Mioma uteri + kista ovarium kanan
 P : IFVD RL 20 gtt/i
Inj. Cefotaxime 2 gr/8 jam
 Rencana : laparotomi hari ini
LAPORAN PEMBEDAHAN
Operator : dr. Taufik, Sp.OG
Tanggal : 24 November 2017
Jenis Operasi : laparotomi + TAH + Kistektomi

Langkah-langkah operasi laparotomi + TAH + Kistektomi


 Ibu dibaringkan di meja operasi dengan infuse dan kateter

terpasang baik
 Dibawah spinal anastesi dilakukan tindakan antiseptic pada

dinding abdomen dengan larutan betadin dan alkohol


 Kemudian ditutup doek steril kecuali lapangan operasi

 Dilakukan insisi pada tepi atas dan tepi bawah bekas operasi lama

kemudian jaringan dibuang


 Dilakukan insisi pfanenstiel kutis, subkutis, peritoneum digunting

kekiri dan Kanan, otot dan peritonium dikuakkan secara tumpul


 Tampak uterus dengan besar, sebesar tinju dewasa. Perlengketan

dibebaskan
 Kemudian dilakukan tindakan total abdominal hysterectomy dan

control perdarahan dengan cauter


 Kemudian dilakukan kistektomi, kemudian evaluasi perdarahan
 Ligamentum rotundum diklem, digunting dan diikat. Dilakukan
pembebasan plica vesica uterine dengan elektrokauter
 Ligamentum infundibulo pelvikum kiri dan kanan diklem,
digunting, dan diikat
 Arteri uterine kiri dan kanan diklem, digunting dan diikat.
Ligamentum cordinale kiri dan kanan diklem, digunting dan
diikat.
 Puncak vagina diklem dan diinsisi. Puncak vagina dijahit dengan
vicryl no.1 dan evaluasi perdarahan terkontrol
 Dinding abdomen ditutup lapis demi lapis.
 Luka operasi ditutup supratul, kasa steril dan hypafic.
 Keadaan umum ibu post operasi baik.
 Hasil jaringan kemudian di konsul untuk dilakukan pemeriksaan
Patologi Anatomi
Terapi :
 IVFD RL 20 gtt/i

 Ceftriaxone 1 gr/12 jam

 Ketorolac 30 mg/8 jam

 Transamin 500 mg/8 jam

 Ranitidine 50 mg/12 jam

Rencana : Awasi perdarahan, vital sign


25/11/17 26/11/17 27/11/17
S (-) (-) (-)
O Sensorium : CM Sensorium : CM Sensorium : CM
TD: 120/70 mmHg TD: 110/70 mmHg TD: 110/70 mmHg
HR: 68 x/menit HR: 80 x/menit HR: 78 x/menit
RR: 20 x/menit RR: 24 x/menit RR: 20 x/menit
T : 36 ºC T: 36 ºC T : 36 ºC
SL: Abd : Soepel SL: Abd : Soepel SL: Abd : Soepel
P/V : - P/V : - P/V : -
L/O : tertutup verban , kesan L/O : tertutup verban , kesan kering L/O : tertutup verban , kesan kering
kering BAK : (+) via kateter BAK : (+) spontan
BAK : (+) via kateter BAB : (-), flatus (+) BAB : (+), flatus (+)
BAB : (-), flatus (+)

A Post TAH + Kistektomi a/i Post TAH + Kistektomi a/i Multiple Post TAH + Kistektomi a/I Multiple
Multiple Mioma Uteri + Mioma Uteri + Endometrioma + H2 Mioma Uteri + Endometrioma + H4
Endometrioma + H1

P IVFD RL 20 gtt/i IVFD RL 20 gtt/i asam mefetamat tab 3x500 mg


Inj. Ceftriaxone 1 gr/12 jam Inj. Ceftriaxone 1 gr/12 jam Cefadroxil tab 2x500 mg
Inj. Metronidazole drip 300 Inj. Metronidazole drip 300 mg/8 jam R/ : aff infus
mg/8 jam Inj. Ketorolac 30 mg/8 jam Aff kateter
Inj. Ketorolac 30 mg/8 jam Inj. Transamin 500 mg/8 jam Terapi Oral
Inj. Transamin 500 mg/8 jam Inj. Ranitidine 50 mg/12 jam PBJ
Inj. Ranitidine 50 mg/12 jam R/ : Terapi lanjut
Mobilisasi
Hasil Pemeriksaan PA Tanggal 28 November 2017

 Uterus : 18cm x 25cm x 10cm


 Kesan : Cervix: multiple nabothyan cystic
 Uterus : Myoma Uteri
 Ovarium : Endometrioma
TERIMA
KASIH