Anda di halaman 1dari 52

Bahan Polimer &

Keramik
Polimer
Semua macam bahan plastik, serat, film, dsb
yang mempunyai berat molekul diatas 10.000. bahan
dengan molekul yang besar itu disebut dengan
polimer.
Istilah polimer digunakan untuk
menggambarkan bentuk molekul raksasa atau rantai
yang sangat panjang yang terdiri atas unit-unit
terkecil yang berulangulang atau mer atau meros
sebagai blok-blok penyusunnya. Molekul-
molekul (tunggal) penyusun polimer dikenal
dengan istilah monomer.
Monomer
Bahan polimer terbentuk oleh satuan struktur
secara berulang. Unit tersebut yang dinamakan
monomer :
Etilen (Monomer )  Polietilena
Berat Molekul dan Derajat Polimerasi
Polietilen dibentuk oleh banyak unit etilen.
Jumlah satuan struktur yang berulang ini (n) dikenal
sebagai derajat polimerisasi.
Dalam polimer , berat molekul (M) adalah molekul
satuan (a) dikalikan dengan derajat polimerisasi (n) :

M = a.n
Proses Pembentukan Polimer
polimerisasi tersebut yang secara umum dapat
dikelompokkan menjadi dua jenis reaksi, yaitu:
polimerisasi Adisi (Addition), seperti pada proses
pembentukan makro molekul polyethylene dari molekul-
molekul ethylene, berlangsung secara cepat tanpa produk
samping (by-product) sehingga sering disebut pula sebagai
Pertumbuhan Rantai (Chain Growth).
Polimerisasi Kondensasi (Condensation), polimerisasi
kondensasi, seperti pada pembentukan bakelit dari dua buah
mer berbeda, berlangsung tahap demi tahap (Step Growth)
dengan menghasilkan produk samping, misalnya molekul air
yang dikondensasikan keluar.
Ikatan Polimer
Ikatan-ikatan dalam polimer dapat dikelompokkan
menjadi dua kelompok, yaitu :
•Ikatan primer :
Ikatan primer dari suatu polimer adalah ikatan kovalen,
yaitu ikatan antar atom dengan cara memakai elektron
secara bersama-sama. Ikatan primer kovalen termasuk
ikatan antar atom yang sangat kuat, jauh lebih kuat jika
dibandingkan dengan ikatan-ikatan sekunder, 10 hingga
100 kalinya.
•Ikatan sekunder :
Ikatan-ikatan sekunder yang penting di dalam polimer
misalnya adalah ikatan Van der Waals, ikatan Hidrogen,
dan ikatan Ionik.
Sifat – Sifat Bahan Polimer
Memiliki kemampuan cetak yang baik
Dapat dibuat produk yang ringan dan kuat
Kebanyakan bersifat isolator listrik yang baik
Tahan air dan zat kimia
Lebih murah
Kurang tahan terhadap panas
Permukaan kurang keras, masih dibawah keramik
dan logam
Mudah termuati listrik secara elktrostatis
Beberapa bahan tahan abrasi
Polimer Termoplastik
Polimer termoplastik adalah polimer yang
mempunyai sifat tidak tahan terhadap panas. Jika
polimer jenis ini dipanaskan, maka akan menjadi
lunak dan didinginkan akan mengeras. Proses
tersebut dapat terjadi berulang kali, sehingga dapat
dibentuk ulang dalam berbagai bentuk melalui
cetakan yang berbeda untuk mendapatkan produk
polimer yang baru.
Bentuk Polimer Termoplastik
Bentuk struktur termoplastik sebagai berikut :

Bentuk struktur bercabang termoplastik :


Sifat – Sifat Khusus Polimer
Termoplastik
• Berat molekul kecil
• Tidak tahan terhadap panas.
• ika dipanaskan akan melunak.
• Jika didinginkan akan mengeras.
• Mudah untuk diregangkan.
• Fleksibel.
• Titik leleh rendah.
• Dapat dibentuk ulang (daur ulang).
• Mudah larut dalam pelarut yang sesuai.
• Memiliki struktur molekul linear/bercabang.
Contoh Plastik Termoplastik
• Polietilena (PE) = Botol plastik, mainan, bahan cetakan,
ember, drum, pipa saluran, isolasi kawat dan kabel,
kantong plastik dan jas hujan.
• Polivinilklorida (PVC) = pipa air, pipa plastik, pipa kabel
listrik, kulit sintetis, ubin plastik, piringan hitam, bungkus
makanan, sol sepatu, sarung tangan dan botol detergen.
• Polipropena / Polipropilena (PP) = karung, tali, botol
minuman, serat, bak air, insulator, kursi plastik, alat-alat
rumah sakit, komponen mesin cuci, pembungkus tekstil,
dan permadani.
• Polistirena = Insulator, sol sepatu, penggaris, gantungan
baju.
Polietilena
Polietilena (disingkat PE) (IUPAC: Polietena) adalah termoplastik yang
digunakan secara luas oleh konsumen produk sebagai kantong plastik.
Sekitar 60 juta ton plastik ini diproduksi setiap tahunnya.
Polietilena adalah polimer yang terdiri dari rantai panjang monomer
etilena (IUPAC: etena). Di industri polimer, polietilena ditulis dengan
singkatan PE, perlakuan yang sama yang dilakukan oleh Polistirena (PS)
dan polipropilena (PP).
Molekul etena C2H4 adalah CH2=CH2. Dua grup CH2 bersatu dengan
ikatan ganda. Polietilena dibentuk melalui proses polimerisasi dari etena.
Polietilena bisa diproduksi melalu proses polimerisasi radikal,
polimerisasi adisi anionik, polimerisasi ion koordinasi, atau polimerisasi
adisi kationik. Setiap metode menghasilkan tipe polietilena yang
berbeda.
Polivinil klorida
Polivinil klorida (IUPAC: Poli(kloroetanadiol)), biasa disingkat PVC,
adalah polimer termoplastik urutan ketiga dalam hal jumlah pemakaian di
dunia, setelah polietilena dan polipropilena. Di seluruh dunia, lebih dari
50% PVC yang diproduksi dipakai dalam konstruksi. Sebagai bahan
bangunan, PVC relatif murah, tahan lama, dan mudah dirangkai. PVC bisa
dibuat lebih elastis dan fleksibel dengan menambahkan plasticizer,
umumnya ftalat. PVC yang fleksibel umumnya dipakai sebagai bahan
pakaian, perpipaan, atap, dan insulasi kabel listrik.
PVC diproduksi dengan cara polimerisasi monomer vinil klorida
(CH2=CHCl). Karena 57% massanya adalah klor, PVC adalah polimer yang
menggunakan bahan baku minyak bumi terendah di antara polimer lainnya.
Proses produksi yang dipakai pada umumnya adalah polimerisasi suspensi.
Polipropilena
Polipropilen adalah salah satu jenis plastik yang
sangat baik bagi tubuh manusia. Plastik ini memiliki satu
kelebihan dan satu kekurangan contohnya:
•Mampu menahan kimia meski dipanaskan dalam suhu
tinggi (antara suhu°800 dan suhu °999) inilah rekor terbaik
bagi seluruh plastik.
•Dapat pecah, meski tidak melukai diri sendiri dan orang
lain. Plastik ini bisa pecah (bagi minuman yang dikemas
dalam gelas plastik).
Polistirena
Polistirena adalah sebuah polimer dengan monomer stirena,
sebuah hidrokarbon cair yang dibuat secara komersial dari minyak bumi.
Pada suhu ruangan, polistirena biasanya bersifat termoplastik padat,
dapat mencair pada suhu yang lebih tinggi. Stirena tergolong senyawa
aromatik.
Polistirena padat murni adalah sebuah plastik tak berwarna,
keras dengan fleksibilitas yang terbatas yang dapat dibentuk menjadi
berbagai macam produk dengan detil yang bagus. Penambahan karet
pada saat polimerisasi dapat meningkatkan fleksibilitas dan ketahanan
kejut. Polistirena jenis ini dikenal dengan nama High Impact Polystyrene
(HIPS). Polistirena murni yang transparan bisa dibuat menjadi beraneka
warna melalui proses compounding. Polistirena banyak dipakai dalam
produk-produk elektronik sebagai casing, kabinet dan komponen-
komponen lainya. Peralatan rumah tangga yang terbuat dari polistirena,
antara lain: sapu, sisir, baskom, gantungan baju, ember.
Polimer Termoset
Polimer termoset adalah polimer yang
mempunyai sifat tahan terhadap panas. Jika polimer ini
dipanaskan, maka tidak dapat meleleh. Sehingga tidak
dapat dibentuk ulang kembali. Susunan polimer ini
bersifat permanen pada bentuk cetak pertama kali (pada
saat pembuatan).
Polimer termoset memiliki ikatan – ikatan silang
yang mudah dibentuk pada waktu dipanaskan. Semakin
banyak ikatan silang pada polimer ini, maka semakin
kaku dan mudah patah.
Bentuk Polimer Termoset
Bentuk struktur ikatan silang adalah sebagai berikut :
Sifat – Sifat Khusus Polimer
Termoset
Keras dan kaku (tidak fleksibel)
Jika dipanaskan akan mengeras.
Tidak dapat dibentuk ulang (sukar didaur ulang).
Tidak dapat larut dalam pelarut apapun.
Jika dipanaskan akan meleleh.
Tahan terhadap asam basa.
Mempunyai ikatan silang antarrantai molekul.
Contoh Penggunaan Bahan
Polimer Termoset
Resin Fenol = soket, alat-alat listrik, kancing,
baki, mangkuk.
Resin Melamin = alat makan, komponen
listrik.
Resin Epoksi = perekat, cat, pencetakan coran.
Resin Poliuretan = kulit sintetik, serat, bahan
karet, bahan busa, dan perekat.
Resin Fenol
Resin Fenol formaldehida (PF)
termasuk sintetis thermosetting resin seperti
diperoleh reaksi fenol dengan formaldehida .
Sometimes the precursors include other
aldehydes or other phenol. Kadang-kadang
prekursor termasuk aldehid lain atau fenol
lainnya. Phenolic resins are mainly used in the
production of circuit boards . Resin fenolik
terutama digunakan dalam produksi papan
sirkuit.
Resin Fenol Formaldehida, sebagai
kelompok, terbentuk oleh pertumbuhan
polimerisasi langkah reaksi yang dapat berupa
asam - atau basa –katalis. Sejak formaldehida
ada terutama dalam larutan sebagai
kesetimbangan dinamis oligomer metilen
glikol, konsentrasi bentuk reaktif dari
formaldehida tergantung pada suhu dan pH.
Resin Melamin
Melamin resin atau melamin
formaldehida (juga disingkat melamin)
adalah, bahan thermosetting plastik
keras yang terbuat dari melamin dan
formaldehid dengan polimerisasi.
Melamin resin adalah
konstituen utama dari tekanan tinggi
laminasi , seperti Formica dan Arborite
, dan laminate flooring. Resin Melamin
juga dapat digunakan sebagai
whiteboard, ubin, dinding-panel.
Resin Epoxy
Epoksi atau polyepoksida adalah sebuah polimer
epoksida thermosetting yang bertambah bagus bila
dicampur dengan sebuah agen katalis atau "pengeras".
Kebanyakan resin epoksi diproduksi dari reaksi antara
epichlorohydrin dan bisphenol-A. Percobaan komersial
pertama untuk menyiapkan resin dari epichlorohydrin
terjadi pada 1927 di Amerika Serikat.
Poliuretan
Poliuretan, yang umumnya disingkat PU, adalah apapun polimer yang terdiri
dari sebuah rantai unit organik yang dihubungkan oleh tautan uretana (karbamat).
Polimer poliuretan dibentuk oleh pereaksian sebuah monomer yang mengandung
setidaknya dua gugus fungsional isosianat dengan monomer lainnya yang
mengandung setidaknya dua gugus alkohol dalam kehadiran sebuah katalis.
Perumusan poliuretan meliputi kekakuan, kekerasan, serta kepadatan yang amat
beragam. Bahan-bahan ini di antaranya adalah:
•Busa fleksibel berdensitas (kepadatan) rendah yang digunakan dalam bekleding dan
bedding,
•Busa kaku berdensitas rendah yang digunakan untuk isolasi termal dan dasboard
mobil,
•Elastomer padat yang empuk yang digunakan untuk bantalan gel serta penggiling
cetakan, dan
•Plastik padat yang keras yang digunakan sebagai bagian struktural dan bezel
instrumen elektronik.
Poliuretan digunakan secara meluas dalam dudukan busa fleksibel berdaya
lenting (daya pegas) tinggi, panel isolator busa yang kaku, segel busa mikroseluler dan
gasket, roda dan ban karet yang tahan lama, senyawa pot elektrik, segel dan lem
berkinerja tinggi, serat Spandeks, alas karpet, dan bagian plastik yang keras.
Perbedaan Sifat Plastik Termoplas Dan
Plastik Termoset
Polimer Alam
Bahan polimer alami seperti shellac dan amber telah
digunakan selama beberapa abad. Kertas diproduksi dari selulosa,
sebuah polisakarida yang terjadi secara alami yang ditemukan dalam
tumbuhan. Biopolimer seperti protein dan asam nukleat memainkan
peranan penting dalam proses biologi.
Karet merupakan polimer alam yang terpenting dan dipakai
secara luas. Bentuk utama dari karet alam, terdiri dari 97% cis-1,4-
poliisoprena, dikenal sebagai hevea rubber. Karet ini diperoleh
dengan menyadap kulit sejenis pohon (hevea brasiliensis) yang
tumbuh liar. Hampir semua karet alam diperoleh sebagai lateks yang
terdiri dari sekitar 32 – 35% karet dan sekitar 5% senyawa lain,
termasuk asam lemak, gula, protein, sterol, ester dan garam.
Polimer alam lain adalah polisakarida, selulosa dan lignin yang
merupakan bahan dari kayu.
KARET
Karet dibuat dari getah pohon, sari yang berupa susu
dipanaskan sampai kering untuk dijadikan karet mentah. Kemudian
dimastikasi, diplastiskan agar dapat diproses dengan lebih mudah,
san dicampur pengisi seperti karbon hitam, zat pewarna, belerang,
cibuat campuran, dibentuk dengan tekanan dan divulaknisasi oleh
reaksi penyilangan sambil dipanaskan untuk mendapatkan benda
cetakan.
Sifat-sifat Karet
Memiliki warna agak kecoklatan, transparant atau
semi transparant, dengan berat jenis 0,91-0,93 . Sifat
mekanisnya tergantung pada derajat vulkanisasi, sehingga
dapat dihasilkan banyak jenis sampai jenis yang kaku seperti
ebonit.Sifat isolasi listrik berbeda-beda tergantung masing-
masing pencampuran dengan additif pada masing-masing
jenis, memiliki sifat kimia yang jelek terhadap ketahanan
minyak dan zat pelarut
Jenis Karet
• Ebonit • Karet Uretan
digunakan sebagai komponen alat Dengan sifat bahannya yang sangat
listrik dan kimia kenyal menguntungkat sifat
• Karet Hidroklorida mekanisnya, dan secara relatif unggul
digunakan sebagai film pembungkus dalam sifat kimianya.
dengan sifat tahan air • Poliisopren
• Kopolimer Siren Butadin Poliisopren adalah molekul konsisten
digunakan untuk pengemas tahan dari karet alam, memiliki sifat yang
panas, ban, kabel frekuensi tinggi sama dengan karet alam.
• Karet Nitril • Karet Butil
Bahan ini digunakan untuk selang yang Bahan ini larut dalam beberapa pelarut
tahan minyak, ban dan sepatu. organik, kemampuan terhadap cuaca
Dengan penambahan beberapa bahan baik, karena itu digunakan sebagai
penghantar listrik dapat dibuat karet isolator listrik
yang dapat menghantarkan listrik. • Poliisobutuilen
• Karet Polisulfida Memiliki sifat tahan terhadap panas dan
Bahan ini bersifat unggul dalam dingin sehinggga dapat digunakan
ketahanan minyak dan pelarut, dan sebagai isolator listrik, panas dan
menguntungkan dalam ketahanan sebagainya
terhadap cuaca dan ozon
ASPAL
Aspal atau bitumen merupakan material yang berwarna
hitam kecoklatan yang bersifat viskoelastis sehingga akan melunak
dan mencair bila mendapat cukup pemanasan dan sebaliknya. Sifat
viskoelastis inilah yang membuat aspal dapat menyelimuti dan
menahan agregat tetap pada tempatnya selama proses produksi dan
masa pelayanannya.
Pada dasarnya aspal terbuat dari suatu rantai hidrokarbon
yang disebut bitumen, oleh sebab itu aspal sering disebut material
berbituminous. Umumnya aspal dihasilkan dari penyulingan
minyak bumi, sehingga disebut aspal keras. Tingkat pengontrolan
yang dilakukan pada tahapan proses penyulingan akan
menghasilkan aspal dengan sifat-sifat yang khusus yang cocok
untuk pemakaian yang khusus pula, seperti untuk pembuatan
campuran beraspal, pelindung atap dan penggunaan khusus
lainnya.
Sumber aspal
1. Aspal hasil Destilasi
Minyak mentah disuling
dengan cara destilasi, yaitu
suatu proses dimana
berbagai fraksi dipisahkan
dari minyak mentah
tersebut. Proses destilasi ini
disertai oleh kenaikan
temperatur pemanasan
minyak mentah tersebut.
Pada setiap temperatur
tertentu dari proses destilasi
akan dihasilkan produk-
produk berbasis minyak
seperti yang diilustrasikan
pada Gambar.
2. Aspal alam
Aspal alam adalah aspal yang secara alamiah terjadi di alam.
Berdasarkan depositnya, aspal alam ini dikelompokan ke
dalam 2 kelompok, yaitu :
Aspal Danau (Lake Asphalt)
Aspal ini secara alamiah terdapat di danau Trinidad,
Venezuella dan Lawele. Aspal ini terdiri dari bitumen,
mineral dan bahan organik lainnya. Angka penetrasi dari
aspal ini sangat rendah dan titik lembeknya sangat tinggi.
Aspal Batu (Rock Asphalt)
Aspal batu Kentucky dan Buton adalah aspal yang secara
alamiah terdeposit di daerah Kentucky, USA dan di pulau
Buton, Indonesia. Aspal dari deposit ini terbentuk dalam
celah-celah batuan kapur dan batuan pasir.
3. Aspal modifikasi
Aspal modifikasi dibuat dengan mencampur aspal keras
dengan suatu bahan tambah. Polymer adalah jenis bahan
tambah yang banyak digunakan saat ini, sehingga aspal
modifikasi sering disebut juga sebagai aspal polymer.
Antara lain berdasarkan sifatnya, ada dua jenis bahan
polymer yang biasanya digunakan untuk tujuan ini, yaitu
polymer elastomer dan polymer plastomer
Keramik
Keramik adalah bahan padat anorganik bukan logam
yang merupakan bahan dasar penyusun kerak bumi, sejak
dulu keramik telah dipergunakan dalam kehidupan manusia
sehari-hari, barang-barang yang terbuat dari keramik antara
lain : keramik cina, porselen, gelas, semen, refraktori (bahan
tahan api)
Seiring berkembangnya teknologi keramik dengan
sifat-sifat khasnya yang baru telah dibuat dengan
mempergunakan bahan tiruan yang murni dengan proses
pembuatan yang sangat terkendali. Produk tersebut
dinamakan keramik halus atau keramik baru, yang memiliki
sifat-sifat khas fungsional dalam elektromagnetik, mekanik,
optik, termal, biokimia, dan sifat lainnya,
Struktur Kristal Keramik
• Disposisi ion :
• Sudut Kubus, rasio jari-jari kation dgn anion ≥
0,732
• Sudut octahedron, rasio jari-jari kation dgn
anion ≥ 0,414
• Sudut tetrahedron rasio jari-jari kation dgn anion
≥ 0,225
• Sudut triangle rasio jari-jari kation dgn anion ≥
0,155
Keramik struktur Kubus
Rasio r/R ≥ 0,732 ; CN = 8

Atom Pusat

Atom tetangga
Keramik struktur Oktahedron(NaCl)
Rasio r/R ≥ 0,414 ; CN = 6
r(Na+) = 0,102 nm

R(Cl-) = 0,181 nm

Cl-

Na+
Keramik Struktur Tetrahedron
Rasio r/R ≥ 0,225 ; CN = 4

Atom tetangga

Atom pusat
Keramik struktur triangle
Rasio r/R ≥ 0,155 ; CN = 3
Atom tetangga

Atom pusat
Jenis Badan Keramik Menurut Kepadatan
1. Gerabah (Earthenware), dibuat dari semua jenis bahan
tanah liat yang plastis dan mudah dibentuk dan dibakar pada
suhu maksimum 1000°C. Keramik jenis ini struktur dan
teksturnya sangat rapuh, kasar dan masih berpori. Termasuk
dalam keramik golongan rendah
2. Keramik Batu (Stoneware), dibuat dari bahan lempung
plastis yang dicampur dengan bahan tahan api sehingga dapat
dibakar pada suhu tinggi (1200°-1300°C). Keramik jenis ini
mempunyai struktur dan tekstur halus dan kokoh, kuat dan
berat seperti batu. Keramik jenis termasuk kualitas golongan
menengah.
Jenis Badan Keramik Menurut Kepadatan
3. Porselin (Porcelain), adalah jenis keramik bakaran suhu tinggi
yang dibuat dari bahan lempung murni yang tahan api, seperti
kaolin, alumina dan silika. Oleh karena badan porselin jenis ini
berwarna putih bahkan bisa tembus cahaya, maka sering disebut
keramik putih. Oleh karena keramik ini dibakar pada suhu tinggi
maka dalam bodi porselin terjadi penggelasan atau vitrifikasi.
Secara teknis keramik jenis ini mempunyai kualitas tinggi dan
bagus
4. Keramik Baru (New Ceramic), adalah keramik yang secara teknis,
diproses untuk keperluan teknologi tinggi seperti peralatan mobil,
listrik, konstruksi, komputer, cerobong pesawat, kristal optik,
keramik metal, keramik multi lapis, keramik multi fungsi, komposit
keramik, silikon, bioceramic, dan keramik magnit. Sifat khas dari
material keramik jenis ini disesuaikan dengan keperluan yang
bersifat teknis seperti tahan benturan, tahan gesek, tahan panas,
tahan karat, tahan suhu kejut seperti isolator, bahan pelapis dan
komponen teknis lainnya.
Tahap-tahap membuat keramik
Pengolahan bahan
Pembentukan
Pengeringan
Pembakaran
Pembakaran biscuit
Pengglasiran
Pengolahan bahan
Tujuan pengolahan bahan ini adalah
untuk mengolah bahan baku dari
berbagai material yang belum siap pakai
menjadi badan keramik plastis yang
telah siap pakai. Pengolahan bahan
dapat dilakukan dengan metode basah
maupun kering, dengan cara manual
ataupun masinal. Didalam pengolahan
bahan ini ada proses-proses tertentu
yang harus dilakukan antara lain
pengurangan ukuran butir, penyaringan,
pencampuran, pengadukan (mixing),
dan pengurangan kadar air.
Pembentukan
• Pembetukan Tangan Langsung
Dalam membuat keramik dengan teknik pembentukan tangan
langsung, ada beberapa metode yang dikenal selama ini: teknik pijit
(pinching), teknik pilin (coiling), dan teknik lempeng (slabbing).
• Teknik Putar
Teknik pembentukan dengan alat putar dapat menghasilkan banyak
bentuk yang simetris (bulat, silindris) dan bervariasi. Pengrajin
keramik tradisional biasanya menggunakan alat putar tangan (hand
wheel) atau alat putar kaki (kick wheel).
• Teknik Cetak
Teknik pembentukan dengan cetak dapat memproduksi barang
dengan jumlah yang banyak dalam waktu relatif singkat dengan
bentuk dan ukuran yang sama pula. Bahan cetakan yang biasa
dipakai adalah berupa gips, seperti untuk cetakan berongga,
cetakan padat, cetakan jigger maupun cetakan untuk dekorasi
tempel.
Pembentukan keramik dengan
Teknik Putar

Pembentukan keramik dengan cara


Pembetukan Tangan Langsung
Pengeringan
Tujuan utama dari tahap ini adalah untuk menghilangkan air
plastis yang terikat pada badan keramik. Ketika badan
keramik plastis dikeringkan akan terjadi 3 proses penting:
1.Air pada lapisan antarpartikel lempung mendifusi ke
permukaan, menguap, sampai akhirnya partikel-partikel
saling bersentuhan dan penyusutan berhenti
2.Air dalam pori hilang tanpa terjadi susut
3.air yang terserap pada permukaan partikel hilang
Untuk menghindari pengeringan yang terlalu cepat, pada
tahap awal benda keramik diangin-anginkan pada suhu
kamar. Setelah tidak terjadi penyusutan, pengeringan dengan
sinar matahari langsung atau mesin pengering dapat
dilakukan.
Pembakaran
Pembakaran merupakan inti dari pembuatan keramik
dimana proses ini mengubah massa yang rapuh menjadi
massa yang padat, keras, dan kuat. Pembakaran
dilakukan dalam sebuah tungku/furnace suhu tinggi.
Ada beberapa parameter yang mempengaruhi hasil
pembakaran: suhu sintering/matang, atmosfer tungku
dan tentu saja mineral yang terlibat (Magetti, 1982).
Selama pembakaran, badan keramik mengalami
beberapa reaksi-reaksi penting, hilang/muncul fase-fase
mineral, dan hilang berat (weight loss).
Pembakaran Biskuit
Pembakaran biskuit merupakan tahap yang sangat
penting karena melalui pembakaran ini suatu benda
dapat disebut sebagai keramik. Biskuit (bisque)
merupakan suatu istilah untuk menyebut benda
keramik yang telah dibakar pada kisaran suhu 700 –
1000oC. Pembakaran biskuit sudah cukup membuat
suatu benda menjadi kuat, keras, kedap air. Untuk
benda-benda keramik berglasir, pembakaran biskuit
merupakan tahap awal agar benda yang akan diglasir
cukup kuat dan mampu menyerap glasir secara optimal.
Pengglasiran
Pengglasiran merupakan tahap yang dilakukan sebelum
dilakukan pembakaran glasir. Benda keramik biskuit
dilapisi glasir dengan cara dicelup, dituang, disemprot,
atau dikuas. Untuk benda-benda kecil-sedang pelapisan
glasir dilakukan dengan cara dicelup dan dituang; untuk
benda-benda yang besar pelapisan dilakukan dengan
penyemprotan. Fungsi glasir pada produk keramik
adalah untuk menambah keindahan, supaya lebih kedap
air, dan menambahkan efek-efek tertentu sesuai
keinginan.
Komposisi Glasir
Sifat-Sifat Bahan Keramik
• Sifat Mekanik
1. Kekuatan teoritis meningkat jika jarak ikatan antar atom berkurang
2. Semakin kecil ukuran butir bahan kekuatan semakin tinggi
• Sifat Termal
1. Titik leleh tinggi
2. Memiliki kapasitas panas yang tinggi
3. Dapat memuai akibat pada suhu > 100°C
4. Hantaran termal kecil karena pemindahan fonon sukar terjadi
• Sifat Listrik dan Magnet
1. Konduktivitas listrik rendah
2. Merupakan konduktor ion
3. Dielektrik, Isolator yang dapat dipolarisasikan oleh medan listrik luar
4. Bersifat magnetik pada jenis ion penyusun tertentu
Gelas
Gelas adalah zat padat amorf yang terbentuk sewaktu
transformasi dari cair menjadi kristal, titik transisi termodinamika
yang disebut titik transisi gelas memisahkan gelas dengan cairan
dingin lanjut.
Kalau gelas dipanaskan, tidak seperti halnya bahan
berkristal, viskositasnya perlahan-lahan menurun dan mencair.
Gelas mempunyai sifat khas yaitu getas pada temperatur kamar,
sesuai dengan hal itu kekuatan mekaniknya tergantung pada ukuran
retakan griffith. Gelas retak akibat pertumbuhan retakan griffith
yang disebabkan oleh tegangan tarik pada permukaannya.
Penguatan secara fisik cocok bagi bentuk yang sederhana
seperti pada gelas rata, gelas minum dst. Penguatan penukaran ion
dapat dilakukan terhadap bentuk yang rumit seperti gelas untuk
laboratorium atau dalam penggunaan di bidang kedokteran.
Sifat – Sifat Gelas
Jika dipanaskan kekuatan bahan gelas terhadap panas
semakin menurun secara kontinu maka memingkinkan
terjadinya deformasi meskipun panas tang diterima
dibawah temperatur pelunakan
Bersifat getas dalam temperatur kamar. Sesuai dengan itu
kekuatan mekaniknya tergantung pada ukuran retakan
griffith.
Dapat menyerap cahaya dengan panjang gelombang
tertentu , kalau cahaya dengan gelombang dari 380 sampai
770 mm disebut cahaya tampak menembus gelas