Anda di halaman 1dari 34

PAPER OBSETRI

ANTENATAL CARE

Disusun Oleh :
SAYANG CANTIKA SARI
71170891229

Pembimbing :
dr. H. Muslich., Sp.OG
Antenatal Care
ANTENATAL CARE
ANC adalah pemeriksaan / pengawasan
antenatal adalah periksaan kehamilan untuk
mengoptimalisasi kesehatan mental dan fisik ibu
hamil, sehingga, mampu menghadapi persalinan,
nifas, persiapkan pemberian ASI, dan kehamilan
kesehatan reproduksi secara wajar.

Pelayanan antenatal terintegrasi merupakan


integrasi pelayanan antenatal rutin dengan
beberapa program lain yang sasarannya pada ibu
hamil, sesuai prioritas Departemen Kesehatan, yang
diperlukan guna meningkatkan kualitas pelayanan
antenatal.
PEMERIKSAAN KEHAMILAN (ANC)
Tujuan ANC
1. menurunkan/ mencegahan kesakitan dan kematian maternal dan perinatal.
2. Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh
kembang bayi
3. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik dan mental dan sosial ibu.
4. engenal secara dini adanya, ketidak normalan, komplikasi yang mungkin terjadi
5. selama hamil termasuk riwayat penyakit secara, umum, kebidanan, dan
pembedahan
6. Mempersiapkan kehamilan cukup bulan, melahirkan dengan selamat ibu dan
bayinya dengan trauma semenimal mungkin.
7. Mempersiapkan ibu agar semasa nifas berjalan normal dan pemberian ASI
eksklusif.
8. Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima, kelahiran bayi agar
dapat tumbuh kembang secara optimal.
Kunjungan ANC sebaiknya dilakukan
paling sedikit 4 kali selama kehamilan
yaitu :
Satu kali pada trimester I
Satu kali pada trimester II
Dua kali pada trimester III
Pemeriksaan Fisis
Anamnesis
A.Status generalis / pemeriksaan
a. Identitas Pasien umum
b.Keluhan Utama - Penilaian keadaan umum,
c. Riwayat kehamilan sekarang / kesadaran,
riwayat penyakit sekarang komunikasi/kooperasi. Tanda
d. Riwayat penyakit dahulu vital tinggi/berat badan.
e. Riwayat penyakit keluarga - Kepala
f. Riwayat khusus obstetri - Mata
ginekologi - Mulut/THT
g. Riwayat sosial / ekonomi - Paru
- Jantung
- Ekstremitas
B. Status obstetricus /
pemeriksaan khusus obstetrik
- Abdomen
- Genetelia eksterna
- Genetelia interna
- Pemeriksaan rektal (rektal
touché) : dilakukan atas
indikasi.
Penatalaksanaa Ante Kunjungan Antenatal
Natal Care (ANC) 10 T Care

1. Timbang berat badan dan


pengukuran tinggi badan 1. 1 kali kunjungan selama
2. Tekanan Darah trimester satu (< 14 minggu).
3. Tinggi Fundus Uteri 2. 1 kali kunjungan selama
4. Tetanus Toksoid (TT) trimester kedua (antara
Lengkap minggu 14 – 28).
5. Tablet Besi Minimal 90
3. 2 kali kunjungan selama
tablet selama kehamilan
6. Tes laboratorium trimester ketiga (antara
7. Temu Wicara (Konseling minggu 28 – 36 dan sesudah
dan pemecahan minggu ke 36).
masalah) 4. Perlu segera memeriksakan
8. Tentukan Presentasi kehamilan bila dilaksanakan
Janin dan Hitung DJJ ada gangguan atau bila janin
9. Tetapkan status gizi tidak bergerak lebih dari 12
10.Tatalaksana Kasus jam.
Interval Pemberian Imunisasi Tetanus Toksoid (TT)
Lengkap

%
Antigen Interval (Selang Waktu Minimal) Lama Perlindungan
Perlindungan

TT 1 Pada kunjungan antenatal pertama - Tidak ada

TT 2 4 minggu setelah TT 1 3 tahun* 80

TT 3 6 bulan setelah TT 2 5 tahun 95

TT 4 1 tahun setelah TT 3 10 tahun 99

TT 5 1 tahun setelah TT 4 25 tahun 99


DAMPAK IBU HAMIL TIDAK ANC Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ante
Natal Care (ANC)

 Tidak terdeteksinya kelainan-  Pengetahuan


kelainan kehamilan.  Ekonomi
 Meningkatkan angka  Sosial Budaya
mortalitas dan mortabilitas  Geografis
ibu.
 Sikap
 kelainan fisik yang terjadi
pada saat persalinan tidak  Informasi
dapat dideteksi secara dini.  Dukungan
LAPORAN KASUS
I IDENTITAS PASIEN
Nama : Ny. S Nama Suami : Tn. R
Umur : 31 Tahun Pekerjaan : Wiraswasta
Agama : Islam Pendidikan : SMA
Bangsa : Indoneisa Alamat : Dusun X/
Pekerjaan : IRT Sidodadi Desa Saentis
Tanggal Masuk: 6/09/2017 Agama : Islam
Pukul :23.30 WIB Bangsa : Indonesia
II ANAMNESE

Ny. S, 31 th, G3P1A1, Islam, IRT, i/d Tn. R, Wiraswasta, Islam, SMA,
Pasien datang ke IGD dengan :

Keluhan Utama : Tekanan darah tinggi dalam kehamilan


Telaah : Pasien datang ke IGD RS Haji Medan dengan
keluhan tekan darah tinggi dalam kehamilan. Hal ini diketahui pasien
sejak 2 hari yang lalu saat pasien rutin melakukan pemeriksaan
kehamilan rutin di klinik bidan. Pasien mengaku sebelumnya tidak
pernah mengalami hal ini. Hoyong juga di rasakan pasien sejak siang
tadi sekitar pukul 14.00 WIB. Riwayat mules-mules mau melahirkan (-
), Riwayat keluar lendir bercampur darah (-), Riwayat tekanan darah
tinggi selama kehamilan (-), riwayat kadar gula darah tinggi dalam
kehamilan (-). Riwayat Penyakit Keluarga : Hipertensi dan DM (-).
Riwayat Pemakaian Obat : (+) obat dari klinik bidan namun os tidak
tahu nama obatnya. BAB (+)dbn, BAK (+)dbn.
Riwayat Persalinan:
 1. Abortus
 2. Perempuan, 3500 gram, aterm, SC, di RS Haji, Dokter, 5 tahun,
sehat
 3. Hamil ini

Perdarahan Antepartum :
Kapan mulai : (-) Perdarahan ke : (-)
Banyaknya : (-) Darah Beku : (-)
Rasa Nyeri : (-) Trauma : (-)

Tanda- tanda keracunan hamil :


Edema : Ya Vertigo : (-)
Pening : (-) Gangguan visus : (-)
Mual : (-) Kejang – kejang : (-)
Muntah` : (-) Coma : (-)
Nyeri ulu hati : (-) Icterus : (-)
Anamnesa Obstetri/ keluarga :
Menarche : 13 tahun HPHT : 1-12-2016
Lama : 6-7 hari (2-3x ganti duk/hari) TTP :8-09-2017
Dysmenorrhea : (-)
Flour albus : (-)
Perkiraan Usia Kehamilan : 38-39 Minggu
ANC : anak 1: Bidan (9x)
anak 2: Bidan (9x)
anak 3: Bidan (5x)
Riwayat KB : tidak pernah
Perdarahan Postpartum
Anak ke : (-) Retensio plasenta : (-)
Kala : (-) Placenta rest : (-)
Banyaknya : (-) Infus/transfusi : (-)
Atonia uteri : (-)
Riwayat Kehamilan Dan Persalinan :
Kawin : 1 kali Umur Kawin : 21 tahun
Berobat Mandul : (-)
Family Planning : (-)

Penyakit yang Pernah diderita :


Anemia : (-) Tuberculosis : (-)
Hipertensi : (-) Penyakit jantung : (-)
Penyakit Ginjal : (-) Penyakit lain : (-)
Reuma : (-) Veneral diseases : (-)
Diabetes : (-) Operasi : (-)
III. PEMERIKSAAN FISIK
Status present
Sens : CM Anemis : (-/-)
TD : 180/130 mmHg Ikterik : (-/-)
HR : 84 x/i Dyspnoe : (-)
RR : 22 x/i Sianosis : (-)
T : 36,70 C Oedem : (+)/(+)
TB : 165 cm Cor : DBN
BB : 72 kg Pulmo : DBN
T.H.T : DBN
B. Status Obstetri
Pemeriksaan Luar
Abdomen : Membesar asimetris
Tinggi fundus uteri : 3 jari dibawah proc. Xypoideus (36cm)
Punggung : Kanan
Bagian terbawah : kepala
Turunya : 5/5
S.B.R : Dalam Batas Normal
Meteorismus : Tidak ada
DJJ : (+) 142x/menit
Formula Johnson :(36-13)x155
Taksiran BB Janin :3565 gram
Osborn :-
HIS :-
Gerak Janin : positif
X-Ray Pelvismetri
Conj. Vera : Tidak dilakukan pemeriksaan
Conj. Transversa: Tidak dilakukan pemeriksaan
Conj. Oblique : Tidak dilakukan pemeriksaan
Pemeriksaan Dalam Sacrum : Cekung
Vaginal Toucher (VT) S.Ischiadica : Tidak Menonjol
Pembukaan : (-) Arcus Pubis : Tumpul
Vagina : Dalam Batas
Cervix : Sakral
Normal
Efficement : tubular Vulva : Dalam Batas
Ketuban : (+) Normal
Bagian Terbawah: Kepala SarungTangan : Lendir darah (-),
Turunnya : Floating air ketuban (-)
Meconium : (-)
Posisinya : sulit dinilai
Promontorium : Tidak teraba
Lin.inominata : Teraba 2/3
anterior
PEMERIKSAAN PENUNJANG

USG TAS (Tanggal 07-09-2017) Pukul 00:30WIB


JT, Letak Kepala, Anak Hidup
Fetal Movement (FM) : (+)
Fetal Heart Rate (FHR) : (+)
Biparietal Diameter (BPD) : 9.82 m
Abdominal Circumference (AC) : 34,73 cm
Femur Lenght : 7.82 cm
Eistimete Fetal Weight : 3787 gram
Placenta corpus anterior
Cairan Ketuban: Cukup
- Kesimpulan : MG + KDR (38-40) minggu + PK + AH
Hasil laboratorium tanggal 8 bSeptember 2017
 Glukosa Darah
 Gula darah sewaktu 63 mg/dL <140
FOLLOW UP KETAT/ 2JAM TANGGAL
07/09/2017
FOLLOW UP KETAT/ 2JAM TANGGAL
9/09/2017
Diagnosa
PEB + MG + KDR (38-40) minggu + PK + AH
Lapor Supervisor dr. H. Muhammad Haidir, Sp. OG
Advis:
IVFD RL 20gtt/menit
 Pantau vital sign pasien/ 2 jam.
 Tindakan Obstetri : SC Elektif Tanggal 9 September 2017
pukul 08.00 WIB
Persiapan
SIO ( surat izin operasi)
Puasa
Higienis pribadi
Konsul Anastesi
Lapor ruang Operasi
Pemasangan Kateter
Berdoa
 LAPORAN OPERASI
 Operator : dr. H. Muhammad Haidir, Sp.OG
 Tanggal :11/09/2017
 Jam : 08.00 WIB
PERIHAL PERSALINAN
 Ibu dibaringkan di meja operasi dengan infus dan kateter terpasang dengan baik,
dilakukan anestesi spinal dan dilakukan tindakan septik dan antiseptik dengan betadine
dan alkohol 70%, lalu ditutupi dengan duk steril kecuali lapangan operasi.
 Dilakukan insisi phanensteel speuig 10 cm dimulai dari kutis, subkutis, facia digunting ke
kanan dan ke kiri, otot dilebarkan secara tumpul .
 Peritoneum di jepit, dijinjing dan digunting ke atas dan kebawah, tampak uterus,
identifikasi SBR, pasang hack blast, insisi uterus low cervical sampai sub endometrium,
endometrium digunting kekiri dan ke kanan,
 Dengan meluksir kepala, lahir bayi perempuan dengan berat badan : 3600 gram, panjang
badan 50cm, A/S : 8/9, Anus (+) , tali pusat diklem di dua tempat lalu digunting, placenta
lahir spontan dengan ptt, kesan lengkap.
 Tepi luka uterus dijepit, cavum uterus dibersihkan, kesan bersih, uterus dijahit lapis demi
lapis, evaluasi pedarahan jahitan lukan insisi, kesan : terkontrol.
 Cavum abdomen dibersihkan, kesan bersih. Dinding
abdomen dijahit lapis demi lapis mulai dari peritoneum,
otot, facia, subkutis dan kutis.
 Luka operasi ditutupi dengam supratule dan kassa steril.
 Operasi selesai, Keadaan umum ibu post SC stabil
 Th/ - IVFD RL + Oksitosin 10-10 IU  20gtt/i
 Inj. Cefotaxim 1gr/ 8 jam
 Inj. Gentamisin 80mg/ 8 jam
 Inj. Ketorolac 30mg/ 8 jam
 Inj. Ranitidin 50mg/ 12 jam
 Nifedipin 3x10 mg
PERIHAL ANAK

 Lahir tgl / jam : 9-09-2017


 Kelamin : PR
 Berat Badan : 3600gr
 Panjang Badan : 50 cm
FOLLOW UP
TANGGAL 10 September 2017 PUKUL 06.00 WIB
S : Nyeri diluka Operasi
O : Sensorium : CM Anemis :-
TD : 160/90 mmHg Ikterik :-
HR : 92 x/i Dispnoe :-
RR : 24 x/i Sianosis :-
Temp : 36.5o C Edema : Ya
SL : Abdomen : Soepel, peristaltik (+)
TFU : 1 jari BPX, kontraksi kuat
P/V : (-) Lochia, (+) rubra
BAK : (+) Via Kateter 400 cc/12 jam
BAB : (-)
Flatus : (+)
A : Post SC a/i PEB + NH1
P : - IVFD RL + oxytocin 10 IU  20 gtt/i
- Inj. Cefotaxim 1gr / 12 jam
- Inj. Gentamycin 80 mg / 8 jam
- Inj. Ranitidin 50 mg / 12 jam
- Inj. Ketorolac 30 mg / 8 jam
- Nifedipine tab 3 x 10 mg
R : Therapy lanjut
FOLLOW UP
TANGGAL 11 September 2017 PUKUL 06.00 WIB
S :-
O : Sensorium : CM Anemis :-
TD : 140/90 mmHg Ikterik :-
HR : 80 x/i Dispnoe :-
RR : 22 x/i Sianosis :-
Temp : 36.0o C Edema : Ya
SL : Abdomen : Soepel, peristaltik (+)
TFU : 1 jari BPX, Kontraksi kuat
P/V : (-) Lochia, (-) rubra
BAK : (+) via kateter 800 ml
BAB : (-)
Flatus : (+)
A : Post SC a/i PEB + NH2
P : - IVFD  Aff
- Cefadroxil 2X500 mg
- As. Mefenamat 3X500 mg
- Graha bion 2X1
R : - Aff infus  therapy oral
- Aff kateter
- Mobilisasi bertahap
FOLLOW UP
TANGGAL 12 September 2017 PUKUL 06.00 WIB S :-
O : Sensorium : CM Anemis :-
TD : 130/80 mmHg Ikterik :-
HR : 82 x/i Dispnoe :-
RR : 20x/i Sianosis :-
Temp : 36.0o C Edema :-
SL : Abdomen : Soepel, peristaltik (+)
TFU : 1 jari BPX, Kontraksi kuat
P/V : (-) Lochia, (+) rubra
BAK : (+)
BAB : (+)
Flatus : (+)
A : Post SC a/i PEB + NH3
P : Cefadroxil 2X500 mg
As. Mefenamat 3X500 mg
Graha bion 2X1
R : PBJ, kontrol 6 hari selanjutnya
FOLLOW UP (POLIKLINIK KEBIDANAN)
TANGGAL 21 SEPTEMBER 2017 PUKUL 11.00 WIB

 S : Kontrol ulang luka post sc


 O : Sensorium : CM Anemis :-
 TD : 130/80 mmHg Ikterik :-
 HR : 82 x/i Dispnoe :-
 RR : 20x/i Sianosis :-
 Temp : 36.0o C Edema :-
 Berat Badan : 72 Kg
 Tinggi badan : 165 cm
 SL : Abdomen : Soepel, peristaltik (+)
 TFU : 1 jari BPX, Kontraksi (-)
 P/V : (-) Lochia, (-) rubra
 BAK : (+)
 BAB : (+)
 Flatus : (+)
 A : Post SC a/i PEB + NH9
 P : As. Mefenamat 3X500 mg
 Graha bion 2X1
 R : GV
TERIMA KASIH 