Anda di halaman 1dari 32

LAPORAN KASUS

SUSP. TB PARU DENGAN


LIMFADENITIS

Cahya Alfaliza (2012730120)

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS TAHAP 2


PUSKESMAS PONDOK BENDA
TAHUN 2017
Identitas Pasien

Nama : Tn.R
Umur : 36 tahun
Pekerjaan : Buruh Pabrik
Agama : Islam
Alamat : Jln. Salak Pd Benda RT25/22
Masuk RS : 8 Desember 2017
No RM : 122xx
Anamnesis

Keluhan Utama

Batuk sejak ± 1 bulan yang lalu

Keluhan Tambahan

Nafsu makan & BB menurun, kadang demam, terdapat


benjolan pada leher
Riwayat Penyakit Sekarang

Pasien datang dengan keluhan batuk sejak ± 1 bulan SMRS.


Batuk kadang kering, dan kadang berdahak. Dahak awalnya
berwarna putih kekuningan, lalu berubah warna menjadi
kuning kehijauan. Batuk disertai darah tidak ada. Saat batuk,
pasien merasakan sesak nafas. Sesak tidak disertai bunyi
“ngik”. Sudah 1 minggu ini suara pasien berubah menjadi
serak. Keluhan yang dirasakan pasien terkadang disertai
dengan demam yang tidak terlalu tinggi.
Riwayat Penyakit Sekarang

Pasien mengaku semenjak sakit menjadi tidak nafsu makan.


Pasien juga merasa berat badannya turun selama 2 bulan
terakhir. Sejak 2 minggu terakhir pasien merasakan adanya
benjolan pada leher kanan, kadang-kadang terasa nyeri bila
di tekan. Keringat malam hari (-), Mual (-), Muntah (-) BAB
dan BAK normal tidak ada keluhan
Anamnesis

- Hipertensi (-)
Riwayat Penyakit
- DM (-)
Dahulu - Asma (-)

Riwayat Penyakit Adik kandung pasien memiliki riwayat


Keluarga penyakit TB paru (sudah meninggal)
Riwayat Pengobatan
Belum berobat ke manapun dan tidak sedang mengkonsumsi
obat-obatan tertentu

Riwayat Alergi
Tidak ada riwayat alergi terhadap makanan, obat dan cuaca

Riwayat Psikososial

- Pasien sempat tinggal satu rumah dengan adiknya yg


memiliki riwayat TB paru
- Merokok ( 1 bungkus sehari)
- Sering minum kopi
Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum : Tampak Sakit Sedang
Kesadaran : Composmentis

BB :
73kg  61kg

Tekanan Darah : 120/70 mmHg


Nadi : 85x/menit, reguler, kuat angkat isi cukup.
Respiratori : 21x/menit
Suhu : 36,2oC
Status Generalis
Kepala Bentuk normocephal, distribusi rambut merata, rambut tidak mudah rontok

Mata Konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-), refleks cahaya (+/+)

Hidung Sekret (-/-), epistaksis (-/-), septum deviasi (-)


Mulut Mukosa bibir kering (-), lidah kotor(-), gigi caries (-), stomatitis (-)

Telinga tonsil T1/T1 tidak hiperemis, faring tidak hiperemis


Leher Inspeksi : bentuk normal, deviasi trakea (-)
Palpasi : pembesaran kelenjar KGB (+)
JVP tidak meningkat

Jantung Inspeksi : ictus kordis tidak tampak


Palpasi : teraba ictus cordis di ICS V
Perkus : Batas atas : ICS III linea sternalis sinistra
Batas kanan : ICS IV linea parasternalis dextra
Batas kiri : ICS V garis midklavikula kiri
Paru Inspeksi : bentuk simetris kanan dan kiri , retraksi dinding dada (-)
Palpasi : teraba focal fremitus pada kedua lapangan paru
Perkusi : terdengar suara sonor pada kedua lapang paru
Auskultasi : vesikuler (+/-), rhonki basah pada apex (-/+) dan whezing (-/-)

Abdomen Inspeksi : supel, perut tampak cembung, tidak ada jaringan parut.
Palpasi : nyeri tekan (-), hepar dan lien tidak membesar
Perkusi : seluruh lapang abdomen timpani
Auskultasi : bising usus (+) normal

Ekstremitas teraba hangat, CRT kurang dari 2 detik, edema (-/-), kulit kering (-)
atas

Ekstremitas teraba hangat, CRT kurang dari 2 detik, edema (-/-), kulit kering (-)
bawah
Pemeriksaan Penunjang
 Hematologi lengkap
 Cek sputum BTA ( Belum ada hasil )

Hasil Pemeriksaan Lab NILAI NORMAL


Hemoglobin 11,2 g/dL 13,8 – 17,0

Hematokrit 36,0 % 42,0 – 50,0

Leukosit 15.600 µl 4,5 – 10,8

Trombosit 553.000 µl 150000-450000

LED ? ?
Resume

Laki-laki 36 tahun datang dengan keluhan batuk sejak ± 1 bulan


SMRS. Batuk kadang disertai dahak berwarna putih kekuningan.
Saat batuk, pasien merasakan sesak nafas. Keluhan yang
dirasakan pasien terkadang disertai dengan demam yang tidak
terlalu tinggi. Nafsu makan dan berat badannya turun selama 2
bulan terakhir. Sejak 2 minggu terakhir pasien merasakan adanya
benjolan pada leher kanan, kadang terasa nyeri bila di tekan.
Adik kandung pasien memiliki riwayat penyakit TB paru dan
tinggal satu rumah dengan pasien.
Resume

 Pada pemeriksaan fisik umum didapatkan tanda-


tanda vital dalam batas normal

 Pada pemeriksaan status generalis didapatkan


pembesaran kelenjar getah bening a/r coli dextra et
sinistra, pada auskultasi paru terdapat rhonki basah
pada apex paru sinistra
Daftar Masalah

 Susp. TB paru

 Limfadenitis
Daftar Masalah
 Susp. TB paru

S : batuk sejak ± 1 bulan. Batuk disertai dahak berwarna putih


kekuningan. Saat batuk, pasien merasakan sesak nafas. Keluhan
yang dirasakan kadang disertai demam yang tidak terlalu tinggi.
Nafsu makan dan berat badannya turun selama 2 bulan terakhir.
Adik pasien memiliki riw. TB paru, tinggal satu rumah dengan pasien
O : auskultasi paru  rhonki basah pada apex paru sinistra
A : susp. Tb paru
P:
- Diagnostik : Cek lab hematologi lengkap, Cek sputum BTA
- Terapi : - Amoxilin Tab 500mg 3x1
- Gliceryl Guaiacolate Tab 100mg 3x1
- Hemafort Tab 1x1
Non medikamentosa : edukasi pasien mengenai kemungkinan
penyakit yang diderita
Daftar Masalah

 Limfadenitis

S : sejak 2 minggu terakhir pasien merasakan adanya benjolan


pada leher kanan, kadang terasa nyeri bila di tekan
O : pada perabaan terdapat pembesaran kelenjar getah bening a/r
colli dextra sinistra
A : limfadenitis
P:
- Diagnostik : Cek lab hematologi lengkap, Cek sputum BTA
- Terapi : - Amoxilin Tab 500mg 3x1
- Metilprednisolone Tab 8mg 2x1
Tinjauan Pustaka
Klasifikasi

1. Berdasarkan organ yang terinvasi


a. TB Paru : TB Paru BTA Positif
TB Paru BTA Negatif
b. TB Ekstra Paru : Ringan
Berat

2. Berdasarkan tipe penderita


a. Kasus Baru
b. Kambuh (relaps)
c. Kasus berobat setelah lalai (default/drop out)
d. Kasus gagal
Epidemiologi
Menurut WHO, pada tahun 2013 :
- Diperkirakan terdapat 8,6 juta kasus TB pada tahun
2012 dimana 1,1 juta orang (13%) diantara nya adalah
pasien TB dengan HIV positif
- Sekitar 75% pasien TB adalah kelompok usia yang
paling produktif secara ekonomis
Etiologi
Agen tuberculosis, Mycobacterium tuberculosis, M. bovis dan
M. africanum.

Berbentuk batang dengan ukuran panjang 1-4/um dan tebal 0,3-

0,6/um

Sifat khusus yaitu tahan terhadap asam pada pewarnaan, oleh

karena itu disebut pula sebagai Basil Tahan Asam (BTA)

Kuman TB cepat mati dengan sinar matahari langsung

Dapat bertahan hidup beberapa jam ditempat yang gelap dan lembab
Gejala Klinis

Gejala Respiratorik Gejala Sistemik

• Batuk ± 2 minggu • Demam


• Batuk darah • Malaise
• Sesak napas • Keringat malam
• Nyeri dada • Anoreksia
• Berat badan menurun
Pemeriksaan Penunjang

1. Pemeriksaan Radiologis
2. Pemeriksaan Darah
3. Pemeriksaan Sputum
4. Tes Tuberkulin
Prinsip Pengobatan TB
Tatalaksana
Tatalaksana
OAT-KDT
OAT-KDT
Efek Samping OAT
Efek Samping OAT