Anda di halaman 1dari 20

TUBO OVARIAN ABSCESS

VIRISSA CALISTA HARBAINDO

PRESEPTOR : DR ADRISWAN, SPOG


PENDAHULUAN

TOA (tubo-ovarian abscess) merupakan salah satu


komplikasi akut dari PID (Pelvic inflammatory
disease).

Abses ini pada umumnya terjadi pada wanita usia


produktif

Lanjutan dari infeksi saluran genital bagian bawah


TOA merupakan end-stage process dari PID akut.
TOA umumnya disebabkan oleh mikroorganisme
umum yang menjadi penyebab STD (sexually
transmitted diseases).

Operasi ginekologi, kanker organ genital (genital


malignancy), IVF treatment, dan apendisitis yang
mengalami perforasi

TOA dilaporkan terjadi pada 1 dari 3 wanita yang di


rawat dengan PID
Batasan Masalah
• Makalah ini berisi tentang Tubo Ovarian Abses yang
terdiri dari definisi, etiologi, patofisiologi,
pemeriksaan dan diagnosa, komplikasi,
penatalaksanaan, dan prognosis.
Tujuan Penulisan
• Makalah ini bertujuan untuk meningkatkan
pengetahuan dan pemahaman tentang Tubo
Ovarian Abses.

Metode Penulisan
• Makalah ini ditulis dengan menggunakan metode
tinjauan pustaka yang merujuk dari berbagai
literatur.
Tubo-ovarian abscess (TOA) adalah akumulasi
keadaan penyakit inflamasi akut pelvis, dimana
terdapat massa pada dinding pelvis yang mengalami
inflamasi. Terjadi pembengkakan pada tuba-ovarium
yang ditandai dengan radang bernanah, baik di salah
satu tuba-ovarium, maupun keduanya.

TOA merupakan kerusakan yang terjadi secara


irevesibel dari tuba dan ovarium, dan dapat
mempengaruhi fertilitas.4
GAMBARAN KLINIS

Nyeri abdomen bagian peningkatan sedimen


bawah atau nyeri pelvis. eritrosit, peningkatan C-
reactive protein, dan
1 atau lebih dari kriteria infeksi serviks dengan N.
yang berhubungan gonorrhoeae atau C.
dengan spesifikasi trichomatis
diagnosis adalah: demam,
abnormal cervical atau
vaginal mucopurulent
discharge, ditemukannya
peningkatan leukosit,
GAMBARAN KLINIS

Nyeri pada abdomen Pada 23% pasien,


atau nyeri pelvik (>90%), didapatkan hasil bahwa
demam (50%), vaginal white blood cell counts
discharge (28%), mual dalam batas normal.
(26%), dan perdarahan
vaginal abnormal (21%).
ETIOLOGI

Escherichia coli, Bacteroides fragilis, Bacteroides


species, Peptostreptococcus, Peptococcus, dan
streptococcus aerob.

wanita dengan pemakaian IUD yang lama biasanya


berhubungan dengan Actinomyces israelii.
Faktor risiko TOA adalah :
• Multiple sex partners
• Usia berkisar antara 15-25 tahun
• Riwayat PID sebelumnya
• Wanita yang terinfeksi HIV
PATOFISIOLOGI
BAKTERI

Salphingiti
Vagina Uterus Tuba s

Permulaan proses penyakit  lumen tuba terbuka 


mengeluarkan eksudat purulent  peritonitis 
ovarium inflamasi  perlekatan terhadap organ di
dekatnya
PEMERIKSAAN DAN DIAGNOSA

Penegakan diagnosis berdasarkan gejala-gejala


yang telah didapatkan dan dapat disertai :

• Riwayat infeksi pelvis


• Adanya massa adnexa, biasanya lunak
• Produksi pus dari kuldesintesis pada ruptur
A. Pemeriksaan Laboratorium
darah : leukopeni sampai leukositosis
urin : pyuria tanpa bakteriuria
LED : min <64mm/h
nilai akut C-reaktif protein : min 29mg/dl

B. USG  progressi, regresi, ruptur atau pembentukan


pus.

C. CT-Scan  unilateral location (73%), multilokular


(89%)
DIAGNOSA BANDING

TOA utuh dan belum memberikan keluhan:

• Kistoma ovari, tumor ovari


• KET
• Abses peri, apendikuler
• Mioma uteri
• Hidrosalping
TOA utuh dengan keluhan:

• Perforasi apendik
• Perforasi divertikel/abses divertikel
• Perforasi ulkus peptikum
• Kelainan sistematis yang memberi distres akut
abdominal
• Kista ovari terinfeksi atau terpuntir
KOMPLIKASI

• TOA yang utuh:


pecah sampai sepsis, reinfeksi di kemudian hari,
infertilitas

• TOA yang pecah:


syok sepsis, abses intraabdominal, abses subkronik,
abses paru/otak.
TATALAKSANA
TOA utuh tanpa gejala
• Doksiklin 2x 100 mg atau ampisilin 4 x 500 mg
• Laparatomi

TOA utuh dengan gejala


• Tirah baring posisi “semi fowler”
• observasi ketat tanda vital dan produksi urine,
lingkar abdomen
• infuse + antibiotika massif
• laparatomi, SO unilateral, atau pengangkatan
seluruh organ genetalia interna.
TOA yang pecah kasus darurat
• Laparotomi dengan pemasangan drain kultur
nanah.
• Sefalosporin generasi III dan metronidazol 2 x 1 gr
selama 7 hari.
PROGNOSIS

TOA yang utuh


• Pada umumnya prognosis baik
• Jangan ditunggu abses menjadi pecah yang
mungkin perlu tindakan lebih luas.
• Kemampuan fertilitas jelas menurun,
• kemungkinan reinfeksi harus diperhitungan apabila
terapi pembedahan tidak dikerjakan.
TOA yang pecah
• Kemungkinan kejadian septikemia besar
• Penanganan dini dan tindakan pembedahan
untuk menurunkan angka mortalitas.