Anda di halaman 1dari 41
Glaukoma Akut OD dengan Katarak Imatur OD Felicia 11.2015.287 FK UKRIDA Pembimbing : dr. Amalia Yuli,

Glaukoma Akut OD

dengan

Katarak Imatur OD

Glaukoma Akut OD dengan Katarak Imatur OD Felicia 11.2015.287 FK UKRIDA Pembimbing : dr. Amalia Yuli,

Felicia

11.2015.287

FK UKRIDA

Pembimbing :

dr. Amalia Yuli, Sp.M

Mahasiswa Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Mata Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto

Periode 16 Oktober 18 November 2017

Laporan Kasus

IDENTITAS PASIEN

Nama

: Ny. N

Jenis kelamin

: Perempuan

Umur

: 53 Tahun

Agama

: Islam

Pekerjaan

: Ibu Rumah Tangga

Alamat

: Cempaka Putih

Tanggal pemeriksaan

: 5 November 2017

Anamnesis

Diambil dari

: Autoanamnesis

Tanggal

: 5 November 2017

Pukul

: 11.30 WIB

Keluhan utama

  • Mata kanan nyeri hebat sejak 1 hari SMRS

Keluhan tambahan

  • Mata kanan buram mendadak, merah, terasa pegal, berair, lapangan pandang menyempit, melihat pelangi di lampu

Riwayat Penyakit Sekarang

Perempuan 53 tahun datang ke polikilinik RSPAD Gatot Soebroto dengan keluhan nyeri hebat pada mata kanan 1 hari SMRS.

Satu minggu SMRS, pasien mengeluhkan mata kanan buram mendadak yang disertai dengan nyeri. Keluhan pasien disertai dengan nyeri kepala sebagian sebelah kanan, mata merah, air mata yang keluar terus menerus, namun tidak ada sekret. Pasien juga mengeluhkan mual namun tidak muntah.

Riwayat Penyakit Sekarang

Tiga hari SMRS, pasien mengeluh nyeri pada mata kanan dirasakan bertambah. Pasien juga mengeluh sering tidak melihat benda pada sisi kanan dan kiri dan sering menabrak pintu. Pasien sering melihat bayangan seperti pelangi ketika melihat lampu. Untuk mengatasi nyerinya, pasien mengkonsumsi obat panadol. Setelah

mengkonsumsi obat, nyeri dirasakan mereda sesaat namun tidak lama nyeri dirasakan kembali muncul.

Riwayat Penyakit Sekarang

Satu hari SMRS, nyeri pada mata kanan dirasakan semakin hebat sehingga pasien memutuskan untuk berobat ke dokter mata.

Pasien mengatakan tidak ada demam, riwayat alergi makanan

maupun obat-obatan.

Pasien baru pertama kali mengalami kejadian seperti ini.

Riwayat Penyakit

Riwayat Penyakit Dahulu : hipertensi tidak terkontrol (+), katarak (+)

Riwayat Penyakit Keluarga : glaukoma (+), DM (-), hipertensi (-)

Riwayat Trauma : (-)

Pemeriksaan Fisik

Keadaan umum Kesadaran Tanda-tanda Vital

:

Tekanan darah

Frekuensi napas Frekuensi nadi Suhu

Kepala Mulut THT KGB Thoraks, jantung, paru Abdomen Ekstremitas

: Tampak sakit berat : Compos mentis

: 140/90 mmHg : 22 kali/ menit : 88 kali/ menit : tidak dilakukan pemeriksaan : normocephali : caries dentis (-) : tidak dilakukan pemeriksaan : pembesaran KGB (-) : tidak dilakukan pemeriksaan : tidak dilakukan pemeriksaan : edema (-), akral hangat

Pemeriksaan Fisik

KETERANGAN

OD

OS

Visus

Ketajaman penglihatan

0,1

0,4

Koreksi

S+1,50 c-1,25x90

S+1,50 c-0,75x100

 

0,3(ph-)

0,6(ph-)

Addisi

S + 2,5

S + 2,5

Distansia pupil

64/

62 mm

Kacamata lama

Tidak ada

Tidak ada

Kedudukan Bola Mata

Eksoftalmus

Tidak ada

Tidak ada

Enoftalmus

Tidak ada

Tidak ada

Deviasi

Tidak ada

Tidak ada

Gerakan bola mata

Baik kesegala arah

Baik ke segala arah

KETERANGAN

OD

OS

Supersilia

Warna

Hitam

Hitam

Letak

Simetris

Simetris

Palpebra Superior dan Inferior

Edema Nyeri tekan Blefarospasme Ektropion Entropion Trikiasis Sikatriks Fissure palpebra Ptosis Hordeolum Kalazion Punctum lakrimal

Tes Anel

Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Lebar 10 mm Tidak ada Tidak ada Tidak ada Terbuka

Tidak dilakukan

Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Lebar 10 mm Tidak ada Tidak ada Tidak ada Terbuka

Tidak dilakukan

KETERANGAN

OD

OS

Konjungtiva Tarsal Superior dan Inferior

Hiperemis

Ada

Tidak ada

Papil

Tidak ada

Tidak ada

Folikel

Tidak ada

Tidak ada

Sikatriks

Tidak ada

Tidak ada

Anemia

Tidak ada

Tidak ada

Konjungtiva Bulbi

Injeksi konjungtiva

Ada

Tidak ada

Injeksi siliar

Ada

Tidak ada

Perdarahan subkonjungtiva

Tidak ada

Tidak ada

Pterigium

Tidak ada

Tidak ada

Pinguekula

Tidak ada

Tidak ada

Nevus pigmentosus

Tidak ada

Tidak ada

Kista dermoid

Tidak ada

Tidak ada

Kemosis

Tidak ada

Tidak ada

KETERANGAN

OD

OS

Sklera

Warna

putih

putih

Ikterik

Tidak ada

Tidak ada

Kornea

Kejernihan

jernih

jernih

Permukaan

licin

licin

Ukuran Sensibilitas Infiltrat Keratik presipitat Sikatriks Ulkus

12 mm Tidak menurun Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada

12 mm Tidak menurun Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada

Perforasi

Tidak ada

Tidak ada

Arcus senilis

Tidak ada

Tidak ada

Edema

Ada

Tidak ada

Tes Placido

Bulat konsentris

Bulat konsentris

KETERANGAN

OD

OS

Bilik Mata Depan

Kedalaman

dangkal

dangkal

Kejernihan

keruh

keruh

Hifema

Tidak ada

Tidak ada

Hipopion

Tidak ada

Tidak ada

Efek Tyndall

Flare negative

Flare negative

Iris

Warna

hitam

hitam

Kripta

Tidak ada

Tidak ada

Sinekia

Tidak ada

Tidak ada

Koloboma

Tidak ada

Tidak ada

KETERANGAN

OD

OS

Pupil

Letak

sentral

sentral

Bentuk

bulat

bulat

Ukuran

5mm

2 mm

Refleks pupil Refleks pupil langsung

Negatif

Negatif

Positif

Refleks pupil tak langsung

Positif

Lensa

Kejernihan

Keruh

Keruh

Tes Shadow

Positif

Positif

Badan Kaca

Kejernihan

Sulit dinilai

Sulit dinilai

KETERANGAN

OD

OS

Fundus Oculi

Refleks fundus

Sulit di nilai

Sulit di nilai

Papil Bentuk

Sulit di nilai

Sulit di nilai

Batas

Sulit di nilai

Sulit di nilai

Warna

Sulit di nilai

Sulit di nilai

C/D ratio

Rasio arteri : vena Retina

Sulit di nilai Sulit di nilai

Sulit di nilai Sulit di nilai

Edema

Sulit di nilai

Sulit di nilai

Eksudat

Sulit di nilai

Sulit di nilai

Perdarahan Sikatriks Ablasio

Sulit di nilai Sulit di nilai Sulit di nilai

Sulit di nilai Sulit di nilai Sulit di nilai

Macula lutea Refleks fovea Edema Pigmentosa

Sulit di nilai Sulit di nilai Sulit di nilai

Sulit di nilai Sulit di nilai Sulit di nilai

KETERANGAN

OD

OS

Palpasi

Nyeri tekan

Ada

Tidak ada

Massa Tumor

Tidak ada

Tidak ada

TIO

N+2

N

Tes Konfrontasi

menyempit

Sama dengan pemeriksa

Pemeriksaan Penunjang

  • Tonometri non kontak

TOD = 55,4 mmHg

TOS

= 19,6 mmHg

  • Anjuran pemeriksaan :

Gonioskopi

Perimeteri

Resume

Perempuan 53 tahun datang ke RSPAD Gatot Soebroto dengan keluhan mata kanan nyeri hebat sejak 1 hari SMRS. Satu minggu SMRS pasien mengeluhkan mata kanan buram mendadak disertai mata merah, pegal, berair, lapang pandang menyempit, dan nyeri kepala sebagian sebelah kanan. Pasien sering melihat bayangan seperti pelangi ketika melihat lampu. Pasien memiliki riwayat hipertensi tidak terkontrol sejak 14 tahun lalu, katarak ODS, serta riwayat keluarga dengan glaukoma. Dari PF, didapatkan TD : 150/90 mmHg

Resume

 

OD

OS

Tajam penglihatan

0,1

0,4

Koreksi Addisi Konjungtiva Tarsalis superior

S+1,50 c-1,25x90 0,3(ph-) S + 2,5 Hiperemis (+)

S+1,50 c-0,75x100 0,6(ph-) S + 2,5 Hiperemis (-)

inferior Konjungtiva bulbi

Injeksi konjungtiva (+)

Injeksi konjungtiva (-)

Injeksi siliar (+)

Injeksi siliar (-)

Kornea

Jernih, edema (+)

Jernih, edema (-)

COA

Dangkal, keruh (+)

Dangkal, keruh (+)

Pupil

Bulat, diameter: 5mm

Bulat, diameter: 2 mm

Nyeri tekan

Ada (+)

Tidak ada

Tensi Okuli

N+2

N

Konfrontasi

Menyempit

Sama dengan pemeriksa

Diagnosis Kerja

Glaukoma sudut tertutup akut OD

Katarak imatur ODS

Diagnosis Banding

Iritis akut OD

Keratitis OD

konjungtivitis akut OD

Tatalaksana

Medika mentosa

  • Topikal Glaoplus MD 0,6 ml

1x1 OD

Azopt 1 % ED

3x1 OD

C. Xytrol ED

3x1 OD

  • Oral

Sohobion

1x 1 tablet

Ksr

1x 1 tablet

Glaukon

3x 1 tablet

Paracetamol 500 mg 2x1 tablet

Non medika mentosa :

Patuh minum obat, kontrol rutin 1 minggu kemudian

Hindari membaca dekat

Hindari pemakaian obat simpatomimetik, antihistamin dan antispasmodik.

Prognosis

Ad vitam

Ad fungsionam

Ad sanasionam

: dubia ad bonam

: dubia ad bonam

: dubia ad bonam

Fisiologi Humor Akuos

Komposisi : cairan jernih, zat gizi kornea dan lensa , volume 250 µL

Pembentukan : badan siliar

Aliran :

badan siliar COP lewati pupil COA trabekulum kanal schlemm

Fisiologi Humor Akuos • Komposisi : cairan jernih, zat gizi kornea dan lensa , volume 250

Glaukoma

  • penyakit mata dengan karakteristik : neuropati optik (penyakit kerusakan saraf optik)

  • TRIAS glaukoma :

meningkatnya tekanan bola mata

atrofi papil saraf optik

penyempitan lapang pandang

  • disebabkan oleh :

Bertambahnya produksi cairan mata oleh badan siliar

Berkurangnya pengeluaran cairan mata

Klasifikasi

Glaukoma primer

  • Sudut tertutup

  • Sudut terbuka

Glaukoma Kongenital

Glaukoma sekunder

Glaukoma absolut

Ruang Hambat anterior Iris HA Menempel secara anatomis terdorong ke depan mengalur ke jaringan ke kanalis
Ruang
Hambat
anterior
Iris
HA
Menempel
secara
anatomis
terdorong ke
depan
mengalur
ke jaringan
ke kanalis
trabekular
menyempit
schlemm
TIO meningkat  mendorong perbatasan saraf optik dan retina  pasokan darah ke saraf
optikus berkurang  sel saraf mati  saraf optikus mengalami kemunduran  titik buta
Tanda
Tanda
  • nyeri hebat

  • mata merah

  • penglihatan buram mendadak

  • halo

  • mual dan muntah

nyeri hebat mata merah penglihatan buram mendadak halo mual

Tanda
Tanda
  • peningkatan TIO

  • bilik mata depan dangkal

  • kornea berkabut

  • pupil berdilatasi

  • injeksi siliar

peningkatan TIO bilik mata depan dangkal kornea edema pupil berdilatasi injeksi siliar

Pemeriksaan Fisik

 Pemeriksaan Tekanan Intraokular  Palpasi Palpasi  Intensitas dengan tonometri Schiotz Tonometri Schiotz  Tonometer
Pemeriksaan Tekanan Intraokular
Palpasi
Palpasi
Intensitas dengan tonometri Schiotz
Tonometri Schiotz
Tonometer aplanasi Goldman
Non kontak pneumotonometri
Gonioskopi
Oftalmoskop
Oftalmoskop
Pemeriksaan Lapang Pandang
Lapang pandang perifer
Lapang pandang sentral

Epidemiologi

Menurut British Journal of Opthalmology tahun 2014 60 juta orang terkena glaukoma, dengan 50% tidak terdiagnosis

POAG didapatkan pada 10-15% kasus ras kulit putih (pada orang Asia dan suku Inuit lebih tinggi)

POAG berperan pada lebih dari 90% kebutaan bilateral

Glaukoma tekanan normal merupakan tipe yang paling sering di Jepang

Diagnosis Banding

 

Konjungtivitis

Keratitis/tukak

Iritis akut

Glaukoma akut

 

kornea

Sakit

Kesat pada gerakan

Sedang

Sedang sampai

Hebat dan menyebar

kelopak, gatal,

hebat

membakar

Tanda

Absen

Fotofobia

Fotofobia hebat

Mual dan muntah

Serangan

Perlahan

Perlahan

Perlahan

Mendadak

Penglihatan

N

< N

< N

< N

Sekret

(+)

(-)

(-)

(-)

Kotoran

Sering purulen

Hanya refleks

Ringan

--

 

epifora

Visus

Normal

Turun sedikit

Sangat turun

Konjungtiva hiperemis

(+)

(+)

(+)

(+)

Kornea

Jernih & terang

Fluoresin

Deposit pada

Suram & edema

 

endotel kornea

epitel

(keratik presipitat)

TIO

Normal

Normal

Normal / rendah

Meninggi

Tatalaksana

  • Carbonic anhidrase inhibitor (menghambat produksi humor akuos)

    • Asetazolamid 250 mg, 4 kali 1 tablet

  • Miotik (membesarkan pengeluaran cairan mata-outflow)

    • Pilokarpin 2-4%, 3-6 kali 1 tetes sehari

    • Eserin 1/4-1%, 3-6 kali 1 tetes sehari

  • Beta-blocker

    • Timolol maleate 0,25-0,50%, 1-2 kali tetes sehari

  • Non Medika Mentosa

    • Pembedahan (shunt antara COA dan COP)

      • Nd:YAG laser (iridektomi)

    Non Medika Mentosa  Pembedahan (shunt antara COA dan COP)  Nd:YAG laser (iridektomi)  Trabekulotomi
    • Trabekulotomi (bedah drainase)

      • trabekulum diangkat sehingga cairan bilik mata depan mengalir langsung ke dalam

    kanal Schlemm

    Komplikasi

    o Sinekia Anterior Perifer o Katarak o Atrofi Retina dan Saraf Optik o Glaukoma Absolut

    Orang-orang yang memiliki resiko menderita glaukoma sudut tertutup sebaiknya menjalani pemeriksaan mata yang rutin dan jika

    Orang-orang yang memiliki resiko menderita glaukoma sudut tertutup sebaiknya menjalani pemeriksaan mata yang rutin dan jika resikonya tinggi sebaiknya menjalani iridektomi untuk mencegah serangan akut.

    PROGNOSIS

    Prognosis sangat tergantung pada penemuan dan pengobatan dini. Bila tidak mendapat pengobatan yang tepat dan cepat, maka kebutaan atau prognosis buruk akan terjadi dalam waktu yang pendek sekali.

    Analisis Kasus

    Subjektif (S)

    pasien mengeluh mata kanan nyeri hebat

    keluhan diawali dengan nyeri kepala sebagian sebelah kanan, dan diikuti dengan

    mata buram mendadak, mata merah, berair, pegal, dan lapangan pandang menyempit pasien sering melihat bayangan seperti pelangi ketika melihat lampu

    pasien memiliki riwayat hipertensi tidak terkontrol sejak 14 tahun lalu, riwayat katarak ODS, dan riwayat keluarga dengan glaukoma.

    Analisis Kasus

    Objektif (O)

    Hasil PF ditemukan keadaan umum tampak sakit berat, kesadaran compos mentis, TD : 150/90 mmHg. Status oftalmologi :

     

    VOD

    : 0,1

    VOS

    : 0,4

    COA ODS : jernih dan dangkal

    Pupil OD : dilatasi

    Saat dilakukan pemeriksaan penunjang berupa pemeriksaan tekanan intraokular

    (TIO) dengan menggunakan tonometer non kontak didapatkan hasil TIOD (55,4) mmHg dan TIOS (19,6) mmHg.

    Analisis Kasus

    Assesment (A)

    Dari anamnesa mengarah ke hipotesis glaukoma akut karena :

    Nyeri hebat mata kanan 1 hari SMRS, diawali mata kanan buram mendadak, merah, pegal, penyempitan lapang pandang karena peningkatan TIO

    melihat bayangan seperti pelangi ketika melihat lampu (halo) ciri glaukoma fase prodromal.

    Pemeriksaan visus VOD: 0,1 ; VOS: 0,4 ; COA ODS : jernih dan dangkal, pupil OD: dilatasi, Lensa ODS keruh dan shadow test (+)

    PP pemeriksaan TIO dengan menggunakan tonometer non kontak didapatkan hasil TIOD 55,4 mmHg dan TIOS 19,6 mmHg

    Analisis Kasus

    Planning (P)

    Topikal

    Glaoplus MD 0,6 ml 1x1 tetes OD (Timolol Maleate/ Beta Blocker)

    • mengurangi produksi humor akuos

    Azopt 1% ED 1x1 tetes OD

    (Brinzolamide/ inhibitor carbonic anhidrase)

    • << tekanan intra okuler

    Cendo Xytrol ED 3x1 tetes OD

    (Dexamethason, polimyxin, neomycin sulfate)

    • sebagai antiinflamasi dan antibiotik

    Oral

    Ksr 1x1 tablet

    • mencegah gangguan pada jantung akibat pemberian glaukon

    Glaukon 3x1 tablet (Asetazolamide/ inhibitor carbonic anhidrase)

    • diuretik untuk << TIO (mengurangi retensi air yang berlebihan)

    Paracetamol 500 mg 2x1 tablet

    • mengurangi nyeri