Anda di halaman 1dari 30

dr.

Asikah
dr. Eric Herlambang S.
Psikosis
 Psikosis adalah sindroma yang berhubungan dengan
berbagai macam gangguan psikiatri.
 Sindroma tersebut diantaranya:
1. Waham
2. Halusinasi
3. Bicara yang kacau
4. Tingkah laku yang kacau
5. Penyimpangan realitas yang berat
 Hipotesis utama penyakit ini adalah berdasarkan
neurotransmitter Dopamin.
Lokasi Domain Gejala Psikosis
Jaras Dopamin di Otak
Jaras Mesolimbik
 Bagian dari sistem limbik → motivasi, rasa senang dan
penghargaan termasuk euforia kuat pada
penyalahgunaan obat serta waham dan halusinasi.
 Pada skizofrenia terjadi hiperaktivitas pada syaraf
dopamin pada jaras ini yang menyebabkan timbulnya
gejala positif pada psikosis seperti waham dan
halusinasi.
 Pemberian antagonis dopamin akan memperbaiki
gejala positif ini.
Jaras Mesokortikal
 2 cabang penting di jaras ini :
1. Dorsolateral : mengatur kognitif dan fungsi
eksekutif.
2. Ventromedial : mengatur emosi dan afek
 Pada skizofrenia terjadi hipoaktivitas dopamin pada
jaras ini yang menyebabkan timbulnya gejala kognitif,
negatif dan afektif.
 “Dilema antipsikotik tipikal”
Jaras Nigrostriatal
 Bagian dari sistem syaraf extrapiramidal yang
mengontrol fungsi motorik dan gerakan.
 Defisiensi dopamin pada jaras ini menyebabkan
gangguan gerakan seperti pada penyakit Parkinson,
akathisia, dan distonia.
 Hiperaktivitas dopamin pada jaras ini mendasari
gangguan gerakan hiperkinetik seperti khorea,
diskinesia, dan tics.
 Pada skizofrenia, jaras ini biasanya relatif terpelihara.
 Pemberian antagonis dopamin akan menimbulkan
efek samping gejala extrapiramidal.
Jaras Tuberoinfundibuler
 Pada keadaan normal, syaraf ini aktif dan
menghambat pelepasan prolaktin.
 Pada saat postpartum, aktivitas dopamin menurun
sehingga proses menyusui bisa terjadi.
 Pada skizofrenia, jaras ini biasanya relatif terpelihara.
 Pemberian antagonis dopamin menyebabkan
terjadinya efek samping galaktorhea, amenorhea, dan
disfungsi seksual.
Perubahan Neurofisiologi Pada Skizofrenia
Hipotesis Hipofungsi Reseptor NMDA
Hipofungsi Reseptor NMDA → VTA overaktivasi → Pelepasan glutamate di VTA >>>

VTA VTA

Syaraf dopamin mesolimbik overstimulasi Inhibisi syaraf dopamin mesokortikal


Anti Psikotik
Cara Kerja Anti Psikotik
Antipsikotik
 Antipsikotik dibagi menjadi dua jenis
berdasarkan cara kerjanya:
1. Antipsikotik Generasi Pertama /
Tipikal / Konventional
→ Antagonis Reseptor Dopamin D2
Contoh: Chlorpromazine, Haloperidol,
Perphenazine, Fluphenazine,
Trifluoperazine, Thioridazine.
2. Antipsikotik Generasi Kedua /
Atipikal
→ Antagonis Reseptor Dopamin-
Serotonin
Contoh: Risperidone, Sulpiride,
Olanzapine, Clozapine, Quetiapine,
Zotepine, Aripiprazole
Antipsikotik Generasi Pertama
 Antipsikotik berdasarkan kemampuan blokade
reseptor dopamin D2 di seluruh area otak.
 Memperbaiki gejala positif di satu sisi tetapi juga
menyebabkan munculnya kejadian yang mirip dengan
gejala negatif pada skizofrenia atau memperburuk
gejala negatif dan kognitif pada skizofrenia.
 Menyebabkan “Drug induced Parkinsonism” atau
Extrapyramidal Symptoms (EPS) dan pada jangka lama
menyebabkan Tardive dyskinesia.
 Menyebabkan galaktorhea, amenorhea, osteoporosis,
disfungsi seksual sampai infertilitas.
Efek Lain Antipsikotik Generasi I
 Blokade Reseptor Muskarinik (M1-
Kolinergik)
Blokade reseptor muskarinik →
menurunkan kejadian EPS.
Menyebabkan mulut kering, penglihatan
kabur, konstipasi dan penumpulan
kognitif. (Dasar tidak digunakannya
antikolinergik secara rutin pada
pemberian antipsikotik tipikal).
 Blokade Reseptor Histamin H1
Menyebabkan kenaikan berat badan dan
mengantuk.
 Blokade Reseptor Adrenergik α1
Menyebabkan hipotensi orthostatik dan
mengantuk.
Antipsikotik Generasi Kedua
 Antipsikotik generasi kedua / Antipsikotik atipikal
memiliki profil klinis yang sama pada gejala positif
dengan antipsikotik tipikal, tapi lebih kecil efek
extrapiramidal maupun efek hiperprolaktinemia.
 Antagonis Serotonin-Dopamin:
1. Antagonis Reseptor Dopamin D2
2. Antagonis Reseptor Serotonin 5HT2A
3. Agonis Parsial Reseptor Serotonin 5HT1A
4. Agonis Parsial Reseptor Dopamin D2
Batas Efek Obat Anti Psikotik
Antagonis Reseptor Serotonin 5HT2A
 Stimulasi 5HT2A → memblok aliran pelepasan
dopamin di striatum.
 Antagonis Reseptor Serotonin 5HT2A → pelepasan
dopamin di striatum ↑ → gejala extrapiramidal ↓
 Serotonin dan Dopamin memiliki efek yang
berlawanan terhadap prolaktin.
 AntagonisReseptor Serotonin 5HT2A →
menghambat serotonin → sekresi prolaktin ↓
Efek Jaras Tuberoinfundibuler

Antipsikotik Generasi I Antipsikotik Generasi II


Ikatan 5HT2A Dibanding D2 Pada Antipsikotik Atipikal
Agonis Parsial Reseptor Serotonin 5HT1A
 Stimulasi 5HT1A x stimulasi 5HT2A di mana 5HT1A
merangsang pelepasan dopamin di striatum.
 Stimulasi 5HT1A memiliki efek antidepresan yang
mungkin berkaitan dengan pelepasan Dopamin dan
Norepinefrin di korteks prefrontal atau potensiasi
dengan serotonin seperti pada serotonin reuptake
inhibitor.
Ikatan 5HT1A Dibanding D2 Pada Antipsikotik Atipikal
Agonis Parsial Reseptor
Dopamin D2
 Contoh : Bifeprunox
 Agonis parsial reseptor dopamin D2 berada di antara
agonis penuh (gejala psikosis) maupun antagonis
lengkap (gejala extrapiramidal).
 Disebut juga Dopamine Stabilizer.

Agonis D2 Antagonis D2 Agonis Parsial D2


Agonis Parsial Reseptor Dopamin D2
Efek Lain Antipsikotik Atipikal
Anti Histamin
Masalah Metabolik Antipsikotik Atipikal