Anda di halaman 1dari 29

REFLEKSI KASUS

DEMAM BERDARAH DENGUE


Haryati
11 777 055

Pembimbing Klinik :
dr. Christina Kolondam, Sp. A
PENDAHULUAN

• Infeksi virus dengue, merupakan masalah


kesehatan global.
• Diperkirakan setiap tahun sekitar 50 juta
manusia terinfeksi virus dengue.
• 500.000 di antaranya memerlukan rawat inap,
• 90% dari pasien rawat inap adalah anak-anak
• Terdapat 4 serotipe virus :

DEN-1, DEN-2, DEN-3, DEN-4.

• Serotipe DEN-3 merupakan serotipe yang


dominan penyebab DBD.
LAPORAN KASUS
Identitas Penderita
Nama : An. H
Jenis kelamin : laki laki
Lahir pada tanggal/umur : 05 Januari 2012 / 4 tahun 5 bulan
Berat waktu lahir : 3200 gram
Agama : Islam
Kebangsaan : Indonesia
Suku bangsa : Bugis
Nama ibu : Hasmiah Umur : 27 tahun
Nama ayah : Jurasli Umur : 35 tahun
Pekerjaan ayah : Wiraswasta
Pekerjaan ibu : Ibu rumah tangga
Alamat : Jln. Ketimun No. 11 B
No. Telp : -

Masuk dengan diagnosa : DBD


Tanggal masuk rumah sakit : 01 Juli 2016
Masuk ke ruangan : AMC ( kelas 2)
Anamnesis

• Keluhan Utama : Panas


• Riwayat Penyakit Sekarang :
• Pasien anak laki laki masuk Rumah Sakit dengan keluhan panas
yang di alami kurang lebih 7 hari sebelum masuk Rumah Sakit.
Panas dialami terus-menerus sepanjang hari. Awalnya pasien
berobat ke dokter dan diberi obat penurun panas, namun
demam tidak reda oleh pemberian obat panas, kemudian pasien
berobat kembali ke dokter spesialis anak, pasien langsung
dirujuk ke RS.
Riwayat penyakit sekarang

• Selain demam pasien juga mengeluh sakit kepala,


berkeringat pada malam hari (-), Menggigil (-), batuk
beringus (-), sakit menelan (-), kejang (-), mimisan (+) 2
kali dirumah, tidak ada gusi berdarah, sesak nafas (-),
muntah (-), nyeri perut (-), nyeri persendian (-). Nafsu
makan pasien menurun, BAB biasa dan BAK lancar.
• Riwayat penyakit keluarga :
Tidak ada keluarga yang mengalami keluhan yang sama dengan
pasien.

• Riwayat kebiasaan dan linkungan :


Lingkungan rumah merupakan lingkungan padat penduduk.
Status sosial ekonomi anak masuk dalam kategori ekonomi
menengah. Dari anamnesis didapatkan informasi bahwa saat
tidur anak tidak memakai kelambu maupun anti nyamuk
disekitarnya.
• Riwayat Persalinan :
ANC rutin. Bayi lahir cukup bulan, lahir spontan. Bayi lahir ditolong oleh
bidan dengan berat badan lahir 3200 gram. Anak pertama dari 2
bersaudara.
• Riwayat Kemampuan dan Kepandaian
• Membalik : 3 bulan
• Tengkurap : 3 bulan
• Duduk : 6 bulan
• Merangkak : 7 bulan
• Berdiri : 10 bulan
• Berjalan : 1 tahun
• Tertawa : 2 bulan
• Berceloteh : 7 bulan
• Memanggil “papa” “mama” : 9 bulan
• Anamnesis makanan :
Anak meminum ASI sejak lahir sampai berumur 2 tahun. Saat anak
memasuki usia 1 tahun diberikan juga makanan tambahan seperti
biskuit dan bubur saring. Usia 1 tahun 5 bulan sampai sekarang
pasien sudah makan makanan keluarga.

• Riwayat Imunisasi :
• BCG : 1 kali pemberian
• POLIO : 3 kali pemberian
• DTP : 3 kali pemberian
• CAMPAK : 1 kali pemberian
• HEPATITIS : 2 kali pemberian
Pemeriksaan Fisik
• Keadaan umum : Sakit Sedang
• Kesadaran : Compos Mentis
• Berat Badan : 12 Kilogram
• Panjang Badan : 102 cm
• Status Gizi : Gizi Baik

• Tanda Vital :
• Tekanan darah : 95/65 mmHg
• Denyut nadi : 110 Kali/menit
• Suhu : 36,5o C
• Respirasi : 32 kali/menit
• Kulit :
Sianosis (-), ikterus (-), pucat (+), ruam kemerahan (+),
turgor kembali cepat.
• Kepala :
Normocephal, konjungtiva anemis(-), sklera ikterik (-
,Rhinorrhea (-), otorrhea (-), Lidah kotor (-), bibir kering (-),
tonsil T1/T1 hiperemis (-)
• Leher :
Pembesaran kelenjar getah bening (-)
Pembesaran kelenjar tiroid (-)
• Paru – Paru
- Inspeksi : Simetris bilateral, retraksi (-), massa (-), cicatrix (-)
- Palpasi : Vokal fremitus (+) kesan normal, massa (-), nyeri tekan (-)
- Perkusi : Sonor (+) diseluruh lapang paru,
- Auskultasi : Bunyi vesikular (+), Ronkhi (-), Wheezing (-)

• Jantung
- Inspeksi : Ictus Cordis tidak tampak
- Palpasi : Ictus Cordis teraba pada SIC V linea midclavicula sinistra
- Perkusi : Batas atas jantung SIC II,
Batas kanan SIC V linea parasternal dextra
Batas kiri jantung SIC V linea axilla anterior
- Auskultasi : Bunyi jantung I/II murni regular, murmur (-), gallop(-)
• Abdomen
- Inspeksi : Bentuk datar, massa (-), distensi (-), sikatrix (-)
- Auskultasi : Peristaltik (+) kesan normal
• Perkusi : Timpani (+),
• Palpasi : NT (-) Organomegali (-)
• Genital :
Tidak ditemukan adanya kelainan
• Anggota gerak :
Ekstremitas atas dan bawah akral hangat, edema (-).
• Punggung :
Skoliosis (-), Lordosis (-), Kyphosis (-)
• Otot-otot :
Atrofi (-),
• Refleks :
fisiologis normal, patologis (-)
• Pemeriksaan Laboratorium
• Darah rutin :

PARAMETER HASIL NILAI RUJUKAN

WBC 5,7 4,0-10,0 103/ µl

RBC 5,1 3,80-6,50 106/µl

HGB 11,6 11,5-17 g/dl

HCT 33 37,0-54,0 %

PLT 48 150-500 103/µl


Resume

• Pasien anak laki laki masuk Rumah Sakit dengan keluhan febris yang dialami
sejak 7 hari yang lalu. Febris dialami terus-menerus sepanjang hari. Awalnya
pasien berobat ke dokter umum dan diberi obat penurun panas, namun
demam tidak reda oleh pemberian obat panas, kemudian pasien berobat
kembali ke dokter spesialis anak dan pasien langsung dirujuk ke RS. Selain
febris, pasien juga mengeluh cephalgia (+), mimisan (+) 2 kali dirumah.
Anoreksia (+), defekasi biasa dan mikturisi lancar. Pada pemeriksaan fisik
ditemukan tanda tanda vital tekanan darah 95 / 65 mmHg, Denyut nadi 110
Kali/menit, Suhu 36,5o C, Respirasi 32 kali/menit, status gizi : gizi baik,
pemeriksaan jantung normal, pemeriksaan abdomen dalam batas normal,
pada pemeriksaan darah rutin hematokrit 33 %, Trombosit 48 103/uL,
leukosit 5,7 103/uL.
• Diagnosis
Demam Berdarah Dengue
• Terapi awal
• IVFD Asering Guyur 100cc, 24 tpm
• Sanmol syrup 3 x 1 cth (k/p)
• Elkana Cl syrup 1x1 cth
- Anjuran
• Pemeriksaan DDR (Drike Drupple)
• Pemeriksaan uji widal
Perawatan hari 2 ( 2 Juli 2016)
S Panas (-) hari ke 8 ,sakit kepala (-), batuk (-), beringus (-),
muntah (-), lemas (+) BAB : biasa BAK: lancar

O Denyut Nadi : 100 kali/menit


Respirasi : 28 kali/menit
Suhu : 36,50C
Kesadaran : Compos mentis (GCS E4 M6 V5 = 15)
Kulit : Pucat (+), ikterik (-), ruam kemerahan (+)
Kepala : konjungtiva anemis (-/-), sclera Ikterik (-/-)
Abdomen : Bentuk datar, peristaltik (+) kesan normal, timpani (+), NTE(-)

RBC =5,3 103/uL, HCT =34,6 %, PLT =64 103/uL, WBC = 5,1 103/uL, HGB = 12,2 g/dl

A Demam Berdarah Dengue

P IVFD Asering 24 tpm


Sanmol syrup 3 x 1 cth (k/p)
Elkana Cl syrup 1x1 cth
Psidii syrup 2x1 cth
Perawatan hari 3 ( 3 Juli 2016)
S Panas (-) hari ke 9 ,sakit kepala (-), batuk (-), beringus (-),
muntah (-), lemas (+) BAB : biasa BAK: lancar

O Denyut Nadi : 100 kali/menit


Respirasi : 30 kali/menit
Suhu : 36,70C
Kesadaran : Compos mentis (GCS E4 M6 V5 = 15)
Kulit : Pucat (+), ikterik (-), ruam kemerahan (+)
Kepala : konjungtiva anemis (-/-), sclera Ikterik (-/-)
Abdomen : Bentuk datar, peristaltik (+) kesan normal, timpani (+), NTE(-)

RBC =4,38 103/uL, HCT =32,5 %, PLT =63 103/uL, WBC = 10,9 103/uL, HGB = 11,1 g/dl

A Demam Berdarah Dengue

P IVFD Asering 24 tpm


Sanmol syrup 3 x 1 cth (k/p)
Elkana Cl syrup 1x1 cth
Psidii syrup 2x1 cth
Perawatan hari 4 ( 4 Juli 2016)
S Panas (-) hari ke 10 ,sakit kepala (-), batuk (-), beringus (-),
muntah (-), lemas (-) BAB : biasa BAK: lancar

O Denyut Nadi : 110 kali/menit


Respirasi : 28 kali/menit
Suhu : 36,60C
Kesadaran : Compos mentis (GCS E4 M6 V5 = 15)
Kulit : Pucat (+), ikterik (-), ruam kemerahan (+)
Kepala : konjungtiva anemis (-/-), sclera Ikterik (-/-)
Abdomen : Bentuk datar, peristaltik (+) kesan normal, timpani (+), NTE(-)

RBC =5,12 103/uL, HCT =35 %, PLT =136 103/uL, WBC = 6,24 103/uL, HGB = 11,3 g/dl

A Demam Berdarah Dengue

P Sanmol syrup 3 x 1 cth (k/p)


Elkana Cl syrup 1x1 cth
Psidii syrup 2x1 cth
DISKUSI

Infeksi virus dengue ditularkan melalui gigitan vektor


nyamuk Stegomiya aegipty (dahulu disebut Aedes Aegipty)

Virus dengue termasuk dalam genus flavivirus,


famili Flaviviridae yang mempunyai 4 serotipe yaitu
DENV-1, DENV-2, DENV-3 dan DENV-4.
Diagnosis Demam Berdarah Dengue
• Demam 2-7 hari yang timbul mendadak, tinggi, terus-
menerus, bifasik.
• Manifestasi perdarahan baik spontan seperti peteki, purpura,
ekimosis, epistaksis, perdarahan gusi, hematemesis dan atau
melena; maupun berupa uji torniquet positif.
• Nyeri kepala, mialgia, artralgia, nyeri retroorbital
• Dijumpai kasus DBD baik di lingkungan sekolah, rumah atau
disekitar rumah
• Trombositopenia <100.000/mm3
• Hepatomegali
• Terdapat kebocoran plasma
Manifestasi klinis infeksi virus dengue menurut
kriteria diagnosis WHO 2011
Perjalanan penyakit infeksi dengue
Penatalaksanaan

• Tatalaksana dengue sesuai dengan perjalanan


penyakit yang terbagi atas 3 fase yakni fase
demam, fase kritis dan fase penyembuhan
• Pengobatan yang diberikan adalah parasetamol dengan
dosis 10 – 15 mg/kgBB/dosis yang dapat diulang setiap 6-
8 jam jam bila demam. Pada pasien ini diberikan cairan
intravena berupa asering dengan kebutuhan cairan
diberikan secara bertahap sesuai alur penanganan
demam dengue.
• Selain itu diberikan terapi suportif berupa kompres
hangat dan anak dianjurkan untuk cukup minum (minimal
8 gelas per hari atau setara dengan 1,5 L per hari), boleh
air putih atau teh, namun lebih baik jika diberikan cairan
yang mengandung elektrolit seperti jus buah, oralit atau
air tajin. Tanda kecukupan cairan adalah diuresis sebesar
0,5 – 1 cc/kgBB/jam.1
Continue ...

• Setelah fase kritis terlampaui yaitu sekitar hari


ke-6 sakit, pasien akan masuk dalam fase
penyembuhan. Cairan intravena dikurangi dan
diberikan sesuai kebutuhan rumatan
(maintenance) agar sirkulasi intravaskular tetap
memadai