Anda di halaman 1dari 20

IDIOPATIK TROMBOSITOPENIA

PURPURA (ITP)
Oleh Kelompok 3
Definisi

ITP adalah suatu keadaan perdarahan yang


disifatkan oleh timbulnya petekia atau
ekimosis di kulit ataupun pada selaput lendir
dan adakalanya terjadi pada berbagai
jaringan dengan penurunan jumlah
trombosit karena sebab yang tidak diketahui
(FK UI, 1985).
Kondisi ini bisa terjadi kepada orang dewasa dan
anak-anak. ITP pada anak-anak biasanya terjadi
pasca infeksi virus dan bisa pulih sepenuhnya
tanpa melalui pengobatan atau penanganan
khusus. Sedangkan pada orang dewasa, ITP
biasanya merupakan kelainan yang bersifat kronis
atau jangka panjang.
Etiologi

Penyebab dari ITP tidak diketahui secara


pasti, mekanisme yang terjadi melalui
pembentukan antibodi yang menyerang sel
trombosit, sehingga sel trombosit
mati.(Imran, 2008).
Epidemiologi

 Insiden Idiopathic Thrombocytopenic Purupura pada anak antara 4,0-5,3 per 100.000
 ITP akut pada umumnya terjadi pada anak-anak usia antara 2-6 tahun.
 7-28% anak-anak dengan ITP akut berkembang menjadi kronik 15-20%.
 ITP pada anak-anak berkembang menjadi kronik pada beberapa kasus menyerupai ITP
dewasa yang khas. Insidensi ITP kronis pada anak diperkirakan 0,46 per 100.000 anak per
tahun.
 Insidensi ITP kronis dewasa adalah 58-66 kasus baru persatu juta populasi pertahun (5,8-6,6
per 100.000) di Amerika dan serupa yang ditemukan di inggris.
 Idiopathic Thrombocytopenic Purupura kronik pada umumnya terdapat pada orang
dewasa dengan median rata-rata usia 40-45 tahun.
 Rasio antara perempuan dan laki-laki 1:1 pada pasien akut sedangkan pada ITP kronik
adalah 2-3:1.
Klasifikasi

ITP akut ITP kronik


 Lebih sering terjadi pada anak (2-7 tahun),  Terutama dijumpai pada wanita usia 15-50
setelah infeksi vrus akut atau vaksinasi. tahun.
 Ruam purpura atau epistaksis sering terjadi  Perjalanan penyakit bersifat kronik, hilang
timbul berbulan-bulan atau bertahun tahun.
 Sebagian besar sembuh spontan, 5-10%
berkembang menjadi kronik (berlangsung  Jarang mengalami kesembuhan spontan
lebih dari 6 bulan)
 Autoantibodi terdapat pada permukaan
 Sebagian kecil mengalami perdarahan di trombosit dan mungkin juga terdapat
mukosa. sebagai antibodi bebas dalam serum.
 Jika trombosit lebih dari 20.000/ml tidak
diperlukan terapi khusus, jika kurang dari
angka tersebut diberikan steroid atau
immunoglobulin intravena.
Tabel Perbedaan ITP akut dengan ITP
kronik (Bakta, 2006; Mehta, et. al, 2006)

ITP akut ITP kronik

Awal penyakit 2-6 tahun 20-40 tahun

Rasio L:P 1:1 1 : 2-3

Trombosit <20.000/mL 30.000-100.000/mL

Lama penyakit 2-6 minggu Beberapa tahun

Perdarahan Berulang Beberapa


hari/minggu
Manifestasi Klinis

Gejala utama dari ITP (Idiopatik Trombositopeni Purpura), yaitu perdarahanyang bisa meliputi:
 Bruising (ekimosis)
 Bintik – bintik kecil di kulit (ptekia) atau pada mukosa.
 Contohnya, perdarahan dari hidung (epistaksis), gusi, digestif dan perdarahan di traktus
urinarius mungkin bisa muncul.
Gejala lain yang timbul adalah:
 keletihan, demam, dan nyeri abdomen
 Mudah memar
 Menoragia
 Hematuria (jarang)
 Pendarahan dari rongga mulut (jarang)
 Melena (jarang)
(Betz, Cecily L. 2002)
Pemeriksaan Diagnostik

 Tes darah lengkap. Tes darah umum ini berguna untuk menghitung jumlah sel darah putih,
sel darah merah, dan trombosit darah. Penderita ITP akan memiliki jumlah sel darah merah
dan sel darah putih normal, tapi jumlah trombosit menjadi rendah.
 Tes fisik dan riwayat kesehatan lengkap. Tanda-tanda apakah terdapat perdarahan di
bawah kulit akan diperiksa oleh dokter. Selain itu, dokter juga menanyakan riwayat
penyakit yang pernah diderita dan jenis obat-obatan maupun suplemen yang
dikonsumsi.
 Pemeriksaan sumsum tulang. Prosedur ini juga bisa membantu dalam mengenali
penyebab rendahnya jumlah trombosit. Trombosit diproduksi di dalam sumsum tulang.
Prosedur yang biasanya dilakukan adalah biopsi sumsum tulang atau aspirasi sumsum
tulang. Sampel jaringan, baik yang cair dan/atau yang padat, diambil dari sumsum
tulang yang sama.
Penatalaksanaan Medis

 Idiopathic thrombocytopenic purpura yang terjadi pada anak-


anak umumnya pulih dengan sendirinya tanpa membutuhkan
penanganan khusus. Namun, jika gejala yang dirasakan cukup
mengganggu dan kadar trombosit cukup rendah, dokter akan
menyarankan pengobatan. Pengobatan yang dilakukan bisa
melibatkan obat-obatan maupun operasi jika diperlukan. Tujuan
pengobatan ITP sendiri adalah untuk memastikan jumlah trombosit
yang aman dan mencegah perdarahan.
ASUHAN KEPERAWATAN ITP

1. Pengkajian
a. Asimtomatik sampai jumlah trombosit menurun di bawah 20.000.
b. Tanda-tanda perdarahan.
Petekie terjadi spontan.
Ekimosis terjadi pada daerah trauma minor.
Perdarahan dari mukosa gusi, hidung, saluran pernafasan.
Menoragie.
Hematuria.
Perdarahan gastrointestinal.
c. Perdarahan berlebih setelah prosedur bedah.
d. Aktivitas / istirahat.
Gejala : Keletihan, kelemahan, malaise umum. Toleransi terhadap latihan rendah.
Tanda : Takikardia / takipnea, dispnea pada beraktivitas / istirahat. Kelemahan otot dan
penurunan kekuatan.
e. Sirkulasi.
Gejala : Riwayat kehilangan darah kronis, misalnya perdarahan GI kronis, menstruasi berat.
Palpitasi (takikardia kompensasi).
Tanda : TD: peningkatan sistolik dengan diastolic stabil.
f. Integritas ego.
Gejala : Keyakinan agama / budaya mempengaruhi pilihan pengobatan: penolakan
transfuse darah.
Tanda : Depresi.
g. Eliminasi.
Gejala : Hematemesis, feses dengan darah segar, melena, diare, konstipasi.
Tanda : Distensi abdomen.
h. Makanan / cairan.
Gejala : Penurunan masukan diet. Mual dan muntah.
Tanda : Turgor kulit buruk, tampak kusut, hilang elastisitas.
i. Neurosensori.
Gejala : Sakit kepala, pusing. Kelemahan, penurunan penglihatan.
Tanda : Epistaksis.
Mental: Tak mampu berespons (lambat dan dangkal).
j. Nyeri / kenyamanan.
Gejala : Nyeri abdomen, sakit kepala.
Tanda : Takipnea, dispnea.
k. Pernafasan.
Gejala : Nafas pendek pada istirahat dan aktivitas.
Tanda : Takipnea, dispnea.
l. Keamanan
Gejala : Penyembuhan luka buruk sering infeksi, transfuse darah sebelumnya.
Tanda : Petekie, ekimosis.
Analisa data

Data yang sudah terkumpul dikelompokkan dan


dianalisis untuk menentukan masalah klien.
Diagnosa keperawatan

Dari analisa data yang diperoleh maka diagnosa keperawatan yang


mungkin muncul pada kasus ITP dengan masalah adalah sebagai
berikut:
 Kekurangan volume cairan b.d perdarahan
 Perubahan perfusi jaringan berhubungan dengan penurunan
komponen seluler yang diperlukan untuk pengiriman oksigen dan
nutrisi ke sel.
 Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan.
Perencanaan

 Pada tahap perencanaan ini meliputi penentuan prioritas diagnosa keperawatan,


menetapkan tujuan dan kriteria hasil, merumuskan rencana tindakan dan
mengemukakan rasional dari rencana tindakan. Setelah itu dilakukan pendokumentasian
diagnosa aktual atau potensial, kriteria hasil dan rencana tindakan. (Lismidar, 1990 :
34&44).
Pelaksanaan

Pelaksanaan sesuai dengan ITP dengan intervensi


yang sudah ditetapkan (sesuai dengan literature).
Evaluasi

Penilaian sesuai dengan criteria standart yang


telah ditetapkan dengan perencanaan.
TERIMAKASIH.....