Anda di halaman 1dari 20

OPTIMALISASI PERAN DAN FUNGSI RT/RW

DALAM PEMBANGUNAN DESA

Disampaikan oleh :
Asep Mulyana
Pendamping Desa Pemberdayaan Kec. Panumbangan
Makna Pembangunan
Makna Pembangunan masyarakat desa melalui pemberdayaan
adalah bagaimana membangun kelembagaan sosial ekonomi yang
mampu memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk :
1. Mendapat lapangan kerja dan pendapatan yang layak,
2. Martabat dan eksistensi pribadi,
3. kebebasan menyampaikan pendapat, berkelompok dan
berorganisasi, dan
4. berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan
pembangunan
Strategi pemberdayaan
4 strategi yang diperlukan dalam pemberdayaan masyarakat,
1) Membangun kelembagaan sosial masyarakat yang dapat
memfasilitasi masyarakat untuk memperoleh dan
memanfaatkan sumber daya yang berasal dari pemerintah dan
dari masyarakat sendiri untuk meningkatkan status kesehatan
dan kesejahteraan sosial, martabat dan keberadaan serta
memfasilitasi partisipasi masyarakat dalam pengambilan
keputusan pembangunan,
2) Mengembangkan kapasitas organisasi ekonomi masyarakat
untuk dapat mengelola kegiatan usaha ekonomi secara
kompetitif dan menguntungkan yang dapat memberikan
lapangan kerja dan pendapatan yang layak,
3) Meningkatkan upaya perlindungan/pemihakan bagi
masyarakat dengan menciptakan iklim ekonomi yang pro
rakyat, pengembangan sektor ekonomi riil, dan memberikan
jaminan sosial kepada masyarakat yang memerlukan,
4) Menciptakan iklim politik yang dapat membuka kesempatan
yang luas kepada masyarakat dalam melakukan interaksi
dengan organisasi politik, penyaluran aspirasi dan pendapat
dan berorganisasi secara bertanggung jawab
Menurut Peraturan Menteri Dalam Negri no. 5/2007 , RT dan
RW adalah lembaga yang dibentuk melalui musyawarah masyarakat
setempat dalam rangka pelayanan pemerintahan dan
kemasyarakatan yang ditetapkan oleh Pemerintah Desa atau Lurah.
RT dan RW Mempunyai fungsi sebagai pengkoordinasi antar
warga, jembatan aspirasi antar sesama masyarakat dengan
pemerintah daerah, menjadi penengah penyelesaian masalah-maslah
kemasyarakat yang dihadapi warga, sedangkan tugas-tugasnya antara
lain membantu menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat
yang menjadi tanggung jawab Pemerintah, memelihara Kerukunan
hidup warga, menyusun rencana dan melaksanakan pembangunan
dengan mengembangkan aspirasi dan swadaya murni masyarakat
Pengurus RT/RW berperan aktif dalam mendukung visi
dan misi pembangunan pemerintah, RT/RW mampu
menjadi dinamisator peningkatan partisipasi masyarakat
dalam meningkatkan pelayanan pemerintahan,
pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat, berperan
dalam penataan lingkungan hidup, menjadi fasilitator yang
dapat menjaga komunikasi dan harmonisasi program-
program dari pemerintahan kepada masyarakat ataupun
sebaliknya memberikan masukan kepada pemerintah secara
objektif, optimal dan berkesinambungan sesuai mekanisme
yang berlaku, dan RT/RW berperan penting dalam
pengumpulan dana masyarakat baik pajak maupun non
pajak.
PENGATURAN RT dan RW
 Rukun Tetangga selanjutnya disingkat (RT) atau sebutan
nama lain adalah lembaga kemasyarakatan yang diakui dan
dibina oleh pemerintah untuk memelihara dan
melestarikan nilai-nilai kehidupan masyarakat yang
berdasarkan kegotong royongan dan kekeluargaan serta
untuk membantu meningkatkan kelancaran pelaksanaan
tugas pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan di
desa dan kelurahan.

 RT dan RW mempunyai kedudukan sebagai lembaga


kemasyarakatan berdasarkan wilayah teritorial masing-
masing
Maksud dan Tujuan
 Maksud Pembentukan RT dan RW adalah :
 memelihara dan melestarikan nilai kehidupan masyarakat
berdasarkan prinsip gotong royong dan kekeluargaan;
 sebagai salah satu wadah untuk menampung aspirasi dan sarana
komunikasi dua arah antara masyarakat dengan Desa/Kelurahan
atau dengan instansi pemerintah lainnya;
 sebagai wadah untuk menggerakkan partisipasi dan swadaya
masyarakat dalam usaha meningkatkan kesejahteraan warga; dan
 mengoptimalkan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan
pemerintahan Desa/Kelurahan.
 Tujuan Pembentukan RT dan RW adalah untuk membantu
kelancaran pelaksanaan tugas Kepala Desa atau Lurah dalam
penyelenggaraan urusan pemerintahan dengan memperkuat dan
memberdayakan potensi sosial masyarakat.
RUKUN TETANGGA
 Setiap RT beranggotakan paling sedikit 40 (empat puluh) Kepala Keluarga, dan paling
banyak 90 (sembilan puluh) Kepala Keluarga.
 Bagi penduduk yang bertempat tinggal disebuah lingkungan wilayah tertentu dapat
dibentuk RT tersendiri atau digabungkan dengan RT yang berdekatan dikecualikan dari
ketentuan diatas
 Pembentukan RT dapat berupa :
 RT baru;
 penggabungan beberapa RT yang bersandingan; atau
 pemekaran dari 1 (satu) RT menjadi 2 (dua) RT atau lebih.
 Penggabungan RT dalam satu RW disepakati dalam forum musyawarah di tingkat RW
yang dituangkan dalam berita acara. Penggabungan RT dalam dua RW atau lebih
dilakukan dalam forum musyawarah di tingkat Desa/Kelurahan yang dituangkan dalam
berita acara.
 Pemekaran RT dapat dilakukan jika melebihi jumlah Kepala atau sesuai dengan situasi,
kondisi, potensi dan sosial budaya masyarakat.
 Pemekaran RT dalam satu RW dapat dilakukan dalam musyawarah tingkat RW yang
dituangkan dalam berita acara. Pemekaran RT dalam 2 (dua) RW atau lebih dilakukan
dalam musyawarah tingkat Desa/Kelurahan yang dituangkan dalam berita acara.
 Jumlah Kepala Keluarga pada RT baru hasil pembentukan
atau penggabungan dapat disesuaikan dengan kebutuhan
setempat.
 Pembentukan RT baru, penggabungan RT dan Pemekaran
RT ditetapkan dengan keputusan Kepala Desa/Keputusan
lurah.
RT mempunyai tugas :
 menjaga kerukunan antar tetangga, memelihara dan
melestarikan kegotongroyongan dan kekeluargaan dalam
rangka meningkatkan ketentraman dan ketertiban;
 menampung dan mengusulkan aspirasi warga dalam rencana
dan pelaksanaan pembangunan di wilayah kerja RT;
 membantu RW dalam menjalankan tugas pelayanan kepada
masyarakat yang menjadi tanggungjawabnya di wilayah kerja
RT; dan
 menggali potensi swadaya murni masyarakat dalam
pelaksanaan pembangunan dan menumbuhkembangkan
kondisi dinamis masyarakat di wilayah kerja RT.
 Dalam melaksanakan tugas, RT mempunyai fungsi :
 pendataan kependudukan dan pelayanan administrasi pemerintahan
lainnya;
 memelihara keamanan, ketertiban dan kerukunan hidup antar warga;
 pembuatan gagasan dalam pelaksanaan pembangunan dengan
mengembangkan aspirasi dan swadaya murni masyarakat;
 mengerahkan swadaya gotong royong dan partisipasi masyarakat di
wilayahnya; dan
 pendukung media komunikasi, informasi, sosialisasi antara kelurahan
dengan masyarakat.
 Pengurus RT paling sedikit terdiri dari :
 ketua;
 wakil ketua;
 sekretaris; dan
 bendahara.
 Ketua RT terpilih menunjuk sekretaris dan bendahara paling
lama 15 (lima belas) hari setelah pemilihan ketua RT.
 Ketua RT dapat menunjuk seksi sesuai dengan kebutuhan.
 Syarat untuk dipilih menjadi ketua RT meliputi :
 Warga Negara Republik Indonesia;
 Bertempat tinggal di lingkungan RT setempat;
 memiliki KTP di RT setempat;
 berpendidikan paling rendah tamat sekolah dasar atau sederajat;
 berusia sekurang-kurangnya 21 (dua puluh satu) tahun atau sudah menikah.
 Yang mempunyai hak pilih dalam pemilihan ketua RT sebagai berikut :
 Kepala Keluarga atau salah seorang anggota keluarga yang mewakili;
 Bertempat Tinggal dan memiliki KTP di lingkungan RT setempat; dan
 Berumur paling kurang 17 (tujuh belas) tahun atau sudah menikah.
 Panitia Pemilihan Ketua RT dibentuk oleh forum musyawarah RT setempat dan ditetapkan
dengan Keputusan Kepala Desa/Lurah.
 Panitia pemilihan Ketua RT berjumlah 5 (lima) orang yang terdiri dari :
 pengurus RW setempat sebagai ketua;
 pengurus RT sebagai sekretaris; dan
 3 (tiga) orang tokoh masyarakat setempat sebagai anggota.
 Panitia pemilihan Ketua RT tidak dapat dicalonkan sebagai Ketua RT.
 Tugas panitia pemilihan Ketua RT menyelenggarakan pemilihan secara demokratis dengan
mengutamakan musyawarah untuk mufakat.
 Tata cara pemilihan Ketua RT sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur lebihlanjut dengan
Peraturan kepala desa/kepala kelurahan.
 Masa bhakti ketua RT selama 3 (tiga) tahun sejak penetapan dan dapat dipilih kembali
untuk 2 (dua) periode berikutnya.
 Apabila ketua RT berhenti atau diberhentikan sebelum berakhirnya masa bhakti, maka
paling lama 1 (satu) bulan harus sudah terpilih ketua RT baru.
 Selama kurun waktu 1 (satu) bulan tugas ketua RT dilaksanakan oleh wakil ketua RT.

 Ketua RT berhenti atau diberhentikan dari jabatannya sebelum habis masa bhaktinya
karena :
 meninggal dunia;
 mengundurkan diri;
 pindah tempat tinggal dan menjadi penduduk wilayah lain;
 tidak memenuhi lagi ketentuan persyaratan sebagai ketua RT; dan/atau
 sebab lain yang bertentangan dengan ketentuan perundang-undangan atau
norma kehidupan masyarakat.

 Pemberhentian ketua RT ditetapkan dengan Keputusan Kepala Desa/Lurah.


RUKUN WARGA
 Setiap RW beranggotakan sekurang-kurangnya terdiri dari 2 (dua) RT dan sebanyak
banyaknya 8 (delapan) RT dalam satu cakupan wilayah tertentu.
 Pembentukan RW dapat berupa :
 RW baru;
 penggabungan beberapa RW yang bersandingan; atau
 pemekaran dari 1 (satu) RW menjadi 2 (dua) RW atau lebih.
 Pembentukan RW berada dalam 1 (satu) wilayah Desa/Kelurahan.
 Penggabungan RW dilakukan apabila RT kurang dari jumlah dan dilakukan dalam
musyawarah di tingkat Desa/kelurahan yang dituangkan dalam berita acara.
 Pemekaran RW dapat dilakukan apabila RT lebih dari jumlah dan dilakukan dalam
musyawarah di tingkat Desa/Kelurahan yang dituangkan dalam berita acara.
 Pembentukan RW baru, penggabungan RW dan Pemekaran RW ditetapkan dengan
keputusan Kepala Desa/ Keputusan lurah.
tugas dan fungsi RW
TUGAS
 menjaga kerukunan antar warga, memelihara dan melestarikan kegotongroyangan dan
kekeluargaan dalam rangka meningkatkan ketentraman dan ketertiban;
 menampung dan mengusulkan aspirasi warga dalam rencana dan pelaksanaan pembangunan
di wilayah kerja RW;
 membantu Kepala Desa/Lurah dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat yang
menjadi tanggungjawabnya di wilayah kerja RW; dan
 menggali potensi swadaya murni masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan dan
menumbuhkembangkan kondisi dinamis masyarakat di wilayah kerja RT.
FUNGSI
 pendataan kependudukan dan pelayanan administrasi pemerintahan lainnya;
 pemeliharaan keamanan, ketertiban dan kerukunan hidup antar warga;
 pembuatan gagasan dalam pelaksanaan pembangunan dengan mengembangkan aspirasi dan
swadaya murni masyarakat;
 penggerak swadaya gotong royong dan partisipasi masyarakat di wilayahnya; dan
 pendukung media komunikasi, informasi, sosialisasi antara pemerintah Desa/Kelurahan
dengan masyarakat.
 Pengurus RW paling sedikit terdiri dari :
 ketua;
 wakil ketua;
 sekretaris; dan
 bendahara.
 Ketua RW dapat menunjuk seksi sesuai dengan kebutuhan.
 Syarat untuk dipilih menjadi ketua RW meliputi :
 Warga Negara Republik Indonesia;
 berdomisili di lingkungan RW setempat;
 memiliki KTP di RW setempat;
 berpendidikan paling rendah tamat sekolah dasar atau sederajat; dan
 berusia sekurang-kurangnya 21 (dua puluh satu) tahun atau sudah menikah.
 Yang mempunyai hak pilih dalam pemilihan ketua RW adalah pengurus inti RT yang terdiri dari
ketua, Wakil Ketua, sekretaris dan bendahara.
 Panitia Pemilihan Ketua RW dibentuk oleh forum musyawarah RW dan ditetapkan dengan
Keputusan Kepala Desa/Lurah.
 Panitia Pemilihan Ketua RW berjumlah 5 (lima) orang yang terdiri dari :
 perangkat Desa/kelurahan sebagai ketua merangkap anggota;
 pengurus RW sebagai sekretaris merangkap anggota; dan
 3 (tiga) orang Pengurus RT dan atau tokoh masyarakat setempat sebagai anggota.
 Masa bhakti ketua RW selama 3 (tiga) tahun sejak penetapan dan
dapat dipilih kembali untuk 2 (dua) periode berikutnya.
 Apabila ketua RW berhenti atau diberhentikan sebelum
berakhirnya masa bhakti, maka paling lama 1 (satu) bulan harus
sudah terpilih Ketua RW baru.
 Selama kurun waktu 1 (satu) bulan tugas ketua RW dilaksanakan
oleh Wakil Ketua RW.

 Ketua RW berhenti atau diberhentikan dari jabatannya sebelum


habis masa bhaktinya karena :
 meninggal dunia;
 mengundurkan diri;
 pindah tempat tinggal dan menjadi penduduk wilayah lain;
 tidak memenuhi lagi ketentuan persyaratan sebagai ketua RW;
dan/atau
 sebab lain yang bertentangan dengan ketentuan Peraturan
Perundang-undangan atau norma kehidupan masyarakat.
 Pemberhentian ketua RW ditetapkan dengan keputusan Kepala
Desa/Lurah.
TATA KERJA
 Pengurus RT dan RW dalam memberikan pelayanan
masyarakat harus berpedoman pada peraturan perundang-
undangan.
 Apabila Ketua RT tidak dapat melaksanakan tugasnya,
Ketua RT dapat menunjuk salah satu pengurus RT yang
bersangkutan untuk mewakilinya.
 Apabila Ketua RW tidak dapat melaksanakan tugasnya,
Ketua RW dapat menunjuk salah satu pengurus RW yang
bersangkutan untuk mewakilinya.
 Dalam pelaksanaan tugas RT dan RW perlu dibentuk
sekretariat.
 Sekretariat berkedudukan di balai warga.
 Dalam hal balai warga tidak ada atau tidak memadai,
sekretariat dapat berkedudukan di rumah pengurus RT
atau pengurus RW.
HUBUNGAN KERJA
 Hubungan kerja RT dengan RW bersifat kemitraan,
konsultatif dan koordinatif;
 Hubungan kerja RT dan RW dengan Kepala Desa/
kelurahan bersifat kemitraan, konsultatif dan
koordinatif; dan
 Hubungan kerja RT dan RW dengan lembaga
kemasyarakatan lainnya di Desa/kelurahan bersifat
koordinatif dan konsultatif.