Anda di halaman 1dari 11

KONTRAKSI EKSENTRIK DAN

STRESS OKSIDATIF

KELAS 5 KELOMPOK 2

NAMA: NIM:

Aulia Rahmi 1502101010014


Cut Maizan Fahira 1502101010029
Novi Masitah 1502101010077
Anggun Oktri Novitasari 1502101010146
Wila Risma 1502101010148
Novia Herena 1502101010166
Agustina 1502101010185
Kompleks 1
Pendahuluan rantai
pernafasan
Produksi mitokondria
Pelatihan
ROS(Reactive
Eksentrik
Oxygen Spesies)
Jenis
Intensitas
Durasi Latihan
Otot memanjang Stress Oksidatif
sementara
dibawah
tegangan

Kerusakan otot

Sel-sel inflamtasi
Inflamasi menumpuk pada
tulang otot
Tujuan

• Untuk menyelidiki efek dari kelebihan pelatihan pada


aktivitas respirasi mitokondria pada rantai enzim, stres
oksidatif, kerusakan otot, dan radang otot rangka.
Prosedur Kerja
 Hewan
• Tikus jantan dibagi ke dalam 3 kelompok (N=6)
terlatih (UT), dilatih berjalan eksentrik (TER), dan dilatih berjalan
(TR).
• Hewan disimpan pada cahaya 12-h / siklus gelap di 23 ˚C.
 Olahraga
• Kelompok latihan difokuskan untuk berjalan pada treadmill dengan
menggunakan latihan-latihan yang progresif.
 Training
• TER= Program TER diaplikasikan pada malam hari (18.00-20.00)
terdiri dari satu sesi menurun berjalan (16 ˚ penurunan) selama 45
menit / hari, 5 hari / minggu selama 8 minggu.
• TR= Dilakukan pada waktu yang sama seperti TER, terdiri dari satu
sesi berjalan (0 ˚) selama 45 menit / hari, 5 hari / minggu selama 8
minggu.
Prosedur Kerja
 Pengorbanan Hewan
• Empat puluh delapan jam setelah sesi latihan, hewan dimatikan.
• Darah disentrifus dan sampel serum diambil dan disimpan pada 2
˚C.
• Serum digunakan untuk penentuan aktivitas creatine kinase
(CK).
• Otot quadriceps dibedah, dan sampel segera disimpan pada -70 ˚C
untuk analisis nanti.
• Otot quadriceps digunakan untuk menganalisis suksinat
dehidrogenase (SDH) dan myeloperoxidase (MPO)
Hasil dan Pembahasan
Mitokondria aktivitas enzim
rantai pernafasan
(A)Suksinat dehidrogenase (SDH)
(B)kompleks I (NADH
Dehidrogenase)
(C)kompleks II (DCIP
Oksidoreduktase)

Dari grafik disamping


menunjukkan bahwasanya
aktivitas mitokondria tinggi pada
TER dan TR. Hal ini disebabkan
karena banyaknya energi yang
dikeluarkan pada saat lari di
treadmill.

TR menurunkan kerusakan
oksidatif sedangkan TER tidak
• Tingkat kerusakan oksidatif
(A) oxidationxylenol ferrous orange
(B) karbonil protein ditentukan di otot
rangka (quadriceps) 48 jam setelah
terakhir sesi pelatihan.

• Penelitian telah menunjukkan bahwa


olahraga teratur mengurangi
kerusakan oksidatif pada otak, hati,
dan otot dari tikus.
• Dari grafik disamping menunjukkan
penurunan kerusakan oksidatif di TR
kelompok dan peningkatan pada
kelompok TER. Hal ini terjadi karena
pada kelompok TER terjadi inflamasi
yang disebabkan kemiringan sudut
treadmil (16derajat) dan disertai tidak
adanya waktu pemulihan otot yang
cukup.
• Kadar Enzim Antioksidan
A. Superoksida Dismutase (SOD)
B. Katalase (CAT)

• Antioksidan meningkat pertahanan dalam


kondisi kronis. Eksentrik kontraksi tidak
berbahaya bagi fungsi enzim.
• Kenaikan enzim dapat menjelaskan
pengurangan kerusakan oksidatif di
kelompok TR. Namun, pada kelompok
TER, meningkat SOD dan kegiatan CAT
tidak cukup untuk melindungi dari stres
oksidatif.
• Kerusakan otot
A. Creatine kinase
B. Myeloperoxidase

• Bahwa pelatihan eksentrik


menyebabkan kerusakan otot
(Meningkat serum CK) yang
menyebabkan neutrofil invasi
(peningkatan otot MPO ). Ini bisa
dijelaskan oleh fakta bahwa kontraksi
eksentrik mengaktifkan sel-sel inflamasi
menumpuk di tulang otot, menyebabkan
peningkatan produksi ROS dan
menyebabkan kerusakan otot dan
peradangan
Kesimpulan
• Bahwasanya ketidakstabilan ROS yang disebabkan oleh
pelatihan eksentrik akan mengakibatkan stress oksidatif
yang akan menyebabkan terjadinya kerusakan otot yang
akan mengakibatkan sel-sel inflamasi menumpuk di otot
skelet (peradangan)

• Data yang menunjukkan bahwa TER tidak berbahaya bagi


fungsi mitokondria, dengan meningkatkan kapasitas
oksidatif otot (SDH, Kompleks I dan II) mirip dengan TR.
Thank you~