Anda di halaman 1dari 45

RUANG LINGKUP MATA

AJARAN ORGANISASI DAN


MANAJEMEN RS

Ny. Rokiah Kusumapradja


TANTANGAN
RUMAH SAKIT
• GLOBALISASI  PERSAINGAN
• MUTU PELAYANAN dan PATIENT
SAFETY  patient Center Care
• PERKEMBANGAN IPTEK
• HUKUM
• UU No. 44 ttg RS : akreditasi dan
Patient safety
• UU PRAKTIK KEDOKTERAN
• BIAYA  asuransi Kes
• SDM
Bisnis Rumah Sakit

Product Trusty BusinessService

Mindset
Keinginan Pelanggan
• Social needs
Ingin diakui keberadaannya sebagai sesama
manusia

• Emosional needs
Ingin disenangkan dan ingin disanjung secara emosi

• Physical needs
Ingin sembuh dari gangguan fisik yang dideritanya

• Security needs
Pasien ingin rasa aman dari gangguan apapun
PARADIGMA BARU PEL. KESEHATAN

‘ Patient-centered care’ sebagai “asuhan yang


menghormati dan responsif terhadap pilihan,
kebutuhan dan nilai-nilai pribadi pasien . Serta
memastikan bahwa nilai-nilai pasien menjadi panduan bagi
semua keputusan klinis ”
Standar Akreditasi RS
pada badan
Internasional

Patient Fokus Pasien


Centered Care

Quality & Safety


of Patient
Care
NB. Mulai digunakan juga istilah :
“Patient – Family Centered Care”
WHAT IS “PATIENT-CENTERED CARE”?

1. Setiap pasien adalah manusia yg unik, dgn


berbagai kebutuhan yg berbeda
2. Pasien adalah mitra dan mempunyai pengetahuan
serta keahlian yg penting bagi asuhan mereka
3. Keluarga dan teman pasien juga merupakan mitra
4. Akses thd informasi kes yg bisa dimengerti adalah
penting dlm memberdayakan pasien utk
berpartisipadi dlm asuhan mereka.
5. Kesempatan utk membuat keputusan adalah
penting bagi keadaan sehat pasien
7
lanjutan
1. Setiap anggota staf adalah pemberi layanan, yg
perannya adalah utk memenuhi kebutuhan
setiap pasien, dan anggota staf dapat
memenuhi kebutuhan tsb secara lebih efektif
bila RS mendukung mereka dlm mencapai
aspirasi profesional, maupun tujuan pibadi
mereka yg tertinggi.
2. Patient-centered care adalah inti dari sistem
Yan Kes yg bermutu tinggi dan suatu dasar
yang penting bagi pelayanan yg aman, efektif,
efisien, tepat waktu, dan equitable.
 Pada Model tradisional
dalam yan kes, dokter
merupakan unit sentral/ pusat
dalam model yan kes
Pedekatan yg lebih modern dlm
yan kes sekarang, diterapkan dgn
cepat di banyak RS di seluruh
dunia, model tim interdisiplin :
 model ini telah menggeser semua
PPK menjadi disekitar pasien
 berfokus pada PCC
 Sbg tambahan , semua profesi
sama pentingnya bila tiba pada
kontribusi setiap profesional yan kes
tthd pasien dan tim
9
Patient centered care

View patients as multi-dimensional

body

connection

mind spirit

10
Model Patient Centered Care
( Interdisciplinary Team Model – Interprofessional Collaboration)

DPJP
Perawat Apoteker
• Clinical/Team Leader
• Review Asuhan Fisio Ahli
• Secara kolaboratif terapis Pasien, Gizi
melakukan sintesa & Keluarga
integrasi asuhan Radio
pasien Analis
grafer
Lainnya
1. Patient Centered Care (PCC)  Pasien adalah pusat pelayanan,
Pasien adalah bagian dari tim
2. Profesional Pemberi Asuhan (PPA) diposisikan di sekitar pasien, dgn
kompetensi yg memadai, sama pentingnya pada kontribusi profesinya, tugas mandiri,
delegatif, kolaboratif, merupakan model Tim Interdisiplin
3. Peran & fungsi DPJP : sebagai Clinical Leader, melakukan Review, Sintesa ,
Integrasi asuhan pasien, Koordinasi (dapat
KARS olehLumenta
Dr.Nico PPA lain)
4. PCC merupakan pendekatan modern, inovatif, sudah menjadi trend global
Health Professions

• Medical Professions
• Nurses
• Pharmacists
• Public Health
• Nutritionists
• Physiotherapists
• Medical technicians
Interprofessional
Collaboration (IPC) ?

When multiple health workers


from different professional
backgrounds work together with
patients, families, carers, and
communities to deliver the highest
quality of care (WHO, 2010)
Interprofessionality
• Kolaborasi Interprofesional  Bila beragam Nakes dari berbagai latar
belakang profesi bekerja bersama menangani pasien, keluarga,serta
komunitas untuk memberikan mutu asuhan terbaik

• Pendidikan Interprofesional Bila peserta didik dari dua profesi atau lebih
saling belajar tentang, dari dan antar mereka untuk mencapai kolaborasi
yang efektif dan meningkatkan hasil di bidang kesehatan

• Tidak lagi cukup bagi para Nakes Pemberi Asuhan Pasien untuk menjadi
sekedar profesional. Dalam iklim global sekarang, tenaga kesehatan juga
dituntut menjadi interprofesional” (WHO, 2010)

• WHO mengakui kolaborasi interprofesional dalam pendidikan dan dalam


praktek, merupakan suatu strategi inovatif yang berperan penting dalam
mitigasi krisis kesehatan global.

• Diketahui bahwa kolaborasi interprofesional merupakan kunci dalam


memberikan asuhan pasien terbaik.
• Elements of collaborative practice (Kasperski M.
Implementation strategies: „Collaboration in
primary care - family doctors and nurse
practitioners delivering shared care. ‟ Toronto,
ON: Ontario College of Family Physicians, 2000)
KARS Dr.Nico Lumenta

1.Tanggung jawab - Responsibility


2.Akuntabel - Accountability
3.Koordinasi - Coordination
4.Komunikasi - Communication
5.Kerjasama - Cooperation
6.Asertif - Assertiveness
7.Otonomi - Autonomy
8.Percaya & Respek - Mutual trust and respect
Core Competencies:
Four Domains

ROLES /
VALUES/ RESPONSI
ETHICS BILITIES
WORK IN
IP
TEAMS 
CORE
COMPETEN TEAM
COMMUNI CIES WORK
CATION PROCESSE
S
VALUES/ETHICS Overall
Competency

Work with individuals of other


professions
to maintain a climate of mutual
respect
and shared values
ROLES &
RESPONSIBILITIES Overall
Competency

Use the knowledge of one’s own role


and those of other professions
to appropriately assess and address
the health care needs of the patients
and populations served
INTERPROFESSIONAL
COMMUNICATION Overall
Competency
Communicate with patients, families,
communities and other health
professionals
in a responsive and responsible manner
that supports a team approach
to the maintenance of health
and treatment of disease
INTERPROFESSIONAL
TEAMWORK & TEAM-BASED CARE
Overall Competency

Apply relationship-building values


and the principles of team dynamics
to perform effectively in different team
roles
to plan and deliver patient/population-
centered care that is safe, timely,
efficient, effective, and equitable
Interprofesional
Collaboration
TERGAMBAR 
DOKUMENTASI ASUHAN TERINTEGRASI

FORM ASUHAN (REKAM MEDIS )


TERINTEGRASI

DUKUNGAN
INFORMATION TECHNOLOGI &
COMMUNICATION (ITC )
The Equip Framework
( the ACHS Standards )
CONTINUUM OF CARE
( 8 Phases of an Episode of Care )
1.Access 8.Community
2.Entry Management
3.Assessment 7.Separation 4.Care planning 6.Evaluation

5.Implementation
of Care
Leadership& safe Practice
Management & Environment
Human Information
Resource Management
Management

IMPROVING PERFORMANCE FUNCTION


Ciri penting Rumah Sakit
dalam konteks
Keselamatan Pasien
Beberapa ciri penting RS
 Padat Modal
 Padat Teknologi
 Padat Karya
 Padat Profesi
 Padat Sistem/ prosedur
 Padat Mutu
 Padat Keluhan/Masalah
 Padat Risiko
 Padat “Error “ ?
  RS = “Kompleks padat !!!”
ISU MAKRO RUMAH SAKIT :

MUTU
  ETIK
SAFE- “Safety is a fundamental

TY
principle of patient care and a
critical component of quality
management.”
(World Alliance for Patient Safety, Forward Programme,
WHO, 2004)
Safety hadir
sendiri/ explisit,
tetap terkait
EBM
dgn Mutu
Isu UTAMA rumah sakit :
MUTU ETIK
Safety

Evidence
Based
Medicine
 DI RS MUTU Pelayanan saja tidak cukup.
Proses hukum  sangat meningkat  RS & Profesi
 SAsaran serangan tudingan.

 KESELAMATAN PASIEN MENGUBAH “BLAMING CULTURE”


KE “SAFETY CULTURE”, DAN MENGURANGI LITIGASI DI RS
(Hillary Rodham Clinton and Barack Obama : Making Patient Safety the Centerpiece of Medical Liability Reform.
New Engl J Med 354;21 www.nejm.org May 25, 2006.)

Bobot KP- 1 Bobot


RS iR S Berkurang
Ringan ig a s
Mut
u Lit

2 u Litig
Mut asi R
Bobot - R S S Bobot
KP Berat
Meningkat
EMPAT PERSPEKTIF
strategic planning
FINANSIAL KEUANGAN PROFIT
RETURN

CUSTOMER PRODUCT

NON PROSES BISNIS/


INTERN PROCESS
FINAN
SIAL
RETURN
PEMBELAJARAN
& PEOPLE
PERTUMBUHAN
VALUE BALANCE SCORE CARD
Perspektif Peningkatan
keuangan return

Peningkatan Peningkatan
Pendapatan Cost
penjualan effektiveness

Peningkatan Peningkatan
Perpektif Kepercayaan Kepuasan customer
customer customer mll penurunan biaya

Perpektif Peningkatan Pengintegrasian


Proses Kualitas proses Proses layanan
Bisnis Layanan customer costomer
intern
Perpektif Peningkatan
Pembejaran & Produktivitas dan
pertumbuhan Komitmen personal
Renstra  HAKIKAT VISI
ORGANISASI
Customer
Yang puas 1

5
4
Wealth
Personal Creating
yang institusion
Produktif 2
Dan
berkomitmen
6
3

Berkemampuan
Menghasilkan
Finansial
Return memadai
System
design
Operating
Leadershi Management High performance
p by Balanced
Strategi Human
resource scorecard aproach
Commitment c
Plannin Development
g Financing systems
Development

Phsysical
design
BUDAYA KERJA
Suatu falsafah yang didasari oleh
pandangan hidup sebagai Nilai-nilai
yang menjadi sifat, Kebiasaan dan
kekuatan pendorong  membudaya
dlm kehidupan suatu Kelompok masy.
dalam organisasi  tercermin
dari sikap menjadi perilaku, cita-cita,
pendapat dan tindakan  Terwujud
sebagai KERJA ATAU BEKERJA
BUDAYA KERJA

KEBIASAAN DALAM PERILAKU


KERJA/ORGANISASI

NILAI-NILAI YANG DIMILIKI &


PERILAKU KEBIASAAN

ADAT ISTIADAT; AGAMA; NORMA;


KAIDAH yg menjadi keyakinan
Hal Penting
BUDAYA KERJA

• INTI PERUBAHAN
• DIRI MANUSIA YANG MAMPU BERUBAH
• NILAI-NILAI yang diyakini MENJADI
KENYATAAN PERILAKU
• KEPEMIMPINAN pemberdayaan
• KERJASAMA TIM dasar kepercayaan
• PENINGKATAN KUALITAS SDM pelatihan
• SINERGI (saling melengkapi kekuatan)
• DISIPLIN kunci peningkatan kualitas
• KOMUNIKASI prinsip pemasok-
pelanggan ; partisipatif ; Horizontal
Membangun Budaya
keselamatan pasien

• Focus pada pasien semua karyawan


memberikan yg terbaik untuk pasien :
pelayanan bermutu, sesuai standar dan etika,
aman/ selamat ( pasien& karyw)
• Keterbukaan, kejujuran, berani melapor bila
ada insiden sistem pelaporan insiden
• Tidak mencari siapa yang salah cari mengapa
terjadi kesalahan/ insiden
• Analisis insiden  Belajar dari insiden agar
tidak terulang kembali
• Pencegahan
• Libatkan pasien dan keluarganya dalam setiap
tahapan pelayanan.
Kerangka Kerja Manajemen SDM
Perencanaan Kebutuhan SDM
Berdasarkan Indikator Beban Kerja
5. Performance (WISN)
Measurement

4. Ongoing 1. Understanding
Management your Workload
Labor
of Resources Resource
Management
Framework

3. Developing 2. Converting Workload


Staff Schedules to Staffing Requirements
Leadership is a facet of
management
Leadership adalah salah satu dari sekian banyak faset
yang harus dimiliki oleh seorang manager yang
sukses.
Target utama seorang manager adalah
memaksimalkan hasil organisasi melalui
implementasi tugas-tugas. Untuk mencapai ini,
manager harus menjalankan fungsi:
• organisation
• planning
• staffing
• directing
• controlling

Sementara itu, LEADERSHIP bagi seorang


MANAGER hanyalah salah satu fungsi directing
(mengarahkan).
Differences In Perspectives
CARA PANDANG MANAGER DENGAN LEADER BERBEDA.
Misalnya:
Manager adalah posisi dengan tanggung jawab untuk
menyelesaikan tugas.
Sementara itu Leadership adalah bagaimana cara
menyelesaikan tugas itu.

"MANAGERS DO THINGS RIGHT, WHILE LEADERS DO THE


RIGHT THING."
Artinya, bahwa manager melakukan sesuatu karena kebijakan
perusahaan, sementara itu leader lebih mengikuti intuisi,
walaupun begitu kedua-duanya bertujuan sama yaitu
keuntungan bagi perusahaan.

"MEN ARE GOVERNED BY THEIR EMOTIONS RATHER THAN


THEIR INTELLIGENCE"
Peribahasa ini menggambarkan mengapa kelompok cenderung
mengikuti leader. Seorang leader lebih bernuansa emosi
daripada manager.
Loyalty
• Kelompok seringkali lebih loyal kepada leader
daripada manajer. Mengapa? Karena kesetiaan ini
tumbuh, dimana seringkali leader mengambil
tanggung jawab dalam area:
• Mengambil tanggung jawab pribadi bila terjadi
kesalahan.
• Memberikan penghargaan atas capaian
kelompok, meskipun kecil.

"Leaders are observant and sensitive people. They


know their team and develop mutual confidence
within it."
KOMBINASI DUA SKILL
•MANAGER >> menguasai HARD SKILL
•LEADER >> menguasai SOFT SKILL
•Penguasaan dua skill ini akan
membentuk seorang pimpinan yang
efektif untuk mencapai tujuan
organisasi

• Untuk terus diingat, kalau


para Leader sebaiknya
memiliki kombinasi hard
skill dan soft skill.
• Dua kombinasi yang akan
membedakan para Leader
diantara yang lain.
HOSPITAL INFORMATION SYSTEM

CLINICAL INFORMATION ADMINISTRATION


SYSTEM INFORMATION
SYSTEM
NURSING INFORMATION
CLIENT REGISTRATION
SYSTEM SYSTEM
MONITORING
SYSTEM FINANCIAL SYSTEM
ORDER- ENTRY
SYSTEM PAYROLL AND HUMAN
RESOURCES SYSTEM
LABORATORY
SYSTEM RISK MANAGEMENT
SYSTEM
RADIOLOGY
SYSTEM QUALITY ASSURANCE
SYSTEM
PHARMACY
CONTRACT MANAGEMENT
SYSTEM
SYSTEM
OPERATING THEATER
AND OTHER ANCYLLARY SCHEDULING SYSTEM
SYSTEM
RS : sistem tripartit/ tri tunggal
Governing body- eksekutif –
staff klinik
NEGARA PEMILIK SWASTA

RS UPT DEPKES BUMN BUKAN PEMODAL PEMODAL

PPK BLU BUMD -PERHIMPUNAN PT/KOPERASI


BHMN/ D - YAYASAN PRIBADI/ KEL

GOVERNING BODY
GOVERNING DEWAN PENGAWAS
BODY DEWAN PENYANTUN

RAWAN WKL PEMILIK


KONFLIK WKL MASY
STATUTA
( HBL)
PELAKSANA PARA
EKSEKUTIF STAFF
OPERASIONAL PROFESIONAL
( CEO) KLINIK PELAKSANA
RS
ASUHAN
Mental Creation & Physical Creation
Sebagai Bagian dari Manajemen Strategik
Mission, Vision, Believe,
Perumusan strategi Value, Goals and
Objectives
Perencanaan Strategic Planning
strategik Objectives Strategy Mental
Creation
Process
Penyusunan Program
program Managem
ent
Budgeting Strategic
Penyusunan (Short Range Profit Systems
anggaran Plan)

Implementasi Implementation
Physical
Plan Creation
Process
Monitoring and
Pemantauan Provide Feedback
Keterkaitan antar Topik
Perspektif Topik
1. Perspektif •BISNIS PLAN DAN SAP
keuangan
2. Perpektif
customer • MANAJEMEN MUTU

3. Perpektif • Manajemen strategik unit ( BP &


Proses Bisnis SAP)
• Patient safety( MUTU)
intern • MANAJEMEN MUTU
4. Perpektif • Budaya organisasi/ Disain Org.
Pembejaran & • Kepemimpinan
pertumbuhan • Manajemen SDM
• Hospital by laws ( good Clinical
governance)